
Stefan dan Selena sampai di depan rumah Michele. Ketika hendak melangkah, Selena terdiam melihat sosok yang tidak asing baginya.
Stefan menoleh karena Selena yang malah mematung ditempatnya.
“Kenapa?” Tanya Stefan bingung.
“Kak.. Ada Jason..” Lirih Selena dengan pandangan lurus kedepan.
Stefan mengeryit bingung. Jason adalah kekasih dari Selena yang juga sudah menjadi tunangan Selena.
Benar saja, di teras rumah Michele ada Jason yang sedang bergabung dengan anggota keluarga Michele yang lain. Stefan memang tidak mengenal nama nama keluarga Michele. Tapi Stefan tau dan mengenali wajah mereka.
“Aku kembali kerumah sakit saja kak..” Lirih Selena berkata lagi.
Ketika Selena hendak memutar tubuhnya, Stefan langsung menahan lengan terbuka gadis itu.
“Tidak usah memikirkan yang lain dulu Selena. Pikirkan tentang Gabriel. Kita harus menyelesaikan masalah ini bersama malam ini juga.”
Selena diam. Hubungan-nya dengan Jason memang sedang tidak baik. Mereka masih menjadi sepasang kekasih, namun kesalah pahaman membuat keduanya harus menjaga jarak karena ego mereka yang sama sama kuat.
“Aku janji akan membantu menyelesaikan masalah kamu dengan Jason setelah semua ini jelas, Selena.” Ujar Stefan yang tidak mau rencananya membuka kedok Michele gagal begitu saja hanya karena kehadiran Jason.
Selena menghela napas. Gabriel adalah adik satu satunya yang sangat dia sayangi. Dan Selena tidak mau adiknya selalu di hakimi jika memang Gabriel benar tidak bersalah.
“Cuma kamu yang bisa membantuku mengungkap semua ini Selena.” Lirih Stefan penuh harap. Semua itu Stefan lakukan karena Stefan perduli pada keluarga om dan tantenya.
Selena kemudian menganggukkan kepalanya. Gadis itu berusaha untuk mengesampingkan egonya dan menghadapi Jason dengan tenang.
“Ayo..” Ajak Stefan.
Mereka berdua kemudian melangkah mendekat pada keluarga Michele. Jason tampak terkejut melihat kedatangan Selena. Pria itu terus menatap Selena yang bersikap seolah tidak melihatnya.
Kedatangan Stefan dan Selena disambut dengan hangat oleh keluarga Michele. Mereka bahkan memberikan suguhan spesial untuk keduanya. Namun disana tidak ada Michele.
“Michele tidak ada kak..” Bisik Selena yang hanya didengar oleh Stefan yang duduk sejajar dengan-nya.
__ADS_1
“Sepertinya aku tau dimana Michele.” Balas Stefan tenang.
Selena mengeryit. Gadis itu tidak menyangka Stefan bisa begitu banyak tau tentang Michele.
“Dimana?” Tanya Selena bingung.
Stefan hanya tersenyum saja. Tebakan Stefan sekarang Michele pasti ada dirumah om dan tantenya untuk menghilangkan kecurigaan dikamar Gabriel. Kalaupun tidak, Michele pasti sedang ke hotel tempat dirinya dan Hana menginap atau mungkin sedang menuju rumah sakit tempat Gabriel dirawat.
Dan benar saja karena tiba tiba satu notifikasi masuk kedalam ponsel Stefan dari Jane yang mengatakan ada gadis bermata abu abu terang mencoba menerobos masuk ke kamar Stefan namun berhasil dicegah oleh dua rekan Jane. Jane juga memberitahu bahwa gadis bermata biru itu terluka di bagian pergelangan kaki karena tendangan keras saat mereka berkelahi.
Stefan tersenyum miring. Michele benar benar sangat cerdik menyusun rencana.
Tidak lama kemudian Michele muncul. Gadis itu melangkah pelan dengan santainya. Stefan yang melihat itu mengeryit. Jane bilang Michele terluka dibagian kaki.
“Itu Michele kak..” Lirih Selena hendak bangkit dari duduknya namun segera ditahan oleh Stefan.
“Tenang.. Biarkan Michele yang menghampiri kita.”
Selena menoleh kemudian menganggukkan kepalanya. Selena akan mengikuti bagaimana rencana Stefan.
Stefan hanya tersenyum tipis. Gadis didepan-nya benar benar sangat pintar menyembunyikan segala hal. Bahkan menahan luka di kakinya saja dia bisa begitu apik seolah dirinya baik baik saja.
“Aku kerumah kamu tadi siang Selena dan aku bertemu dengan kak Stefan, makan-nya aku undang kak Stefan untuk datang dan mengajak kamu karena aku tau kak Stefan tidak mengajak istrinya. Ya kan kak Stefan?”
Michele menatap Stefan meminta persetujuan pada pria itu dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.
Selena yang melihat senyuman tidak biasa Michele mengeryit. Sebagai sesama wanita Selena bisa tau bahwa tatapan Michele bukan tatapan biasa. Selena mulai curiga jika sebenarnya Michele mempunyai rasa terpendam pada Stefan, kakaknya.
“Ya.. Itu benar.” Jawab Stefan pelan.
Michele semakin tersenyum lebar. Gadis itu langsung melupakan keberadaan Selena dan fokus pada Stefan. Michele bahkan menyuguhkan segala hidangan yang ada pada Stefan. Tidak hanya itu saja, Michele bersikap seolah dirinya adalah istri Stefan dengan meladeni pria itu didepan anggota keluarganya yang lain. Yang membuat Selena heran keluarga Michele seperti tidak perduli dengan sikap berlebihan Michele pada Stefan.
Setelah selesai makan malam bersama, keluarga Michele mengajak Selena, Stefan, juga Jason untuk sama sama menonton tv di ruang keluarga. Dan ketiganya mengangguk mengiyakan saja.
Selena menghela napas. Dirinya merasa sangat tidak nyaman berada ditengah keluarga Michele. Meski mereka bersikap baik dan hangat namun disana ada Jason, tunangan-nya.
__ADS_1
“Apa kamu baik baik saja Selena?” Tanya Michele mendekat pada Selena dan duduk tepat disampingnya.
“Kenapa disini juga ada Jason, Michele?” Tanya Selena pada Michele secara langsung.
Michele diam sesaat kemudian tersenyum lebar. Michele meraih tangan Selena dan menggenggamnya lembut.
“Aku tau hubungan kamu dan Jason masih belum baik. Maka dari itu aku sengaja mengundang Jason juga kesini Selena. Dan sebagai sahabat yang baik aku tidak ingin kamu dan Jason terus berada dalam masalah. Aku tau kalian berdua masih saling mencintai.”
Selena menyipitkan kedua matanya. Entah apa maksud Michele sebenarnya. Michele menunjukan padanya saat Jason bersama gadis lain bahkan mendukung Selena marah saat itu. Tapi sekarang Michele juga berniat mendamaikan-nya dengan Jason.
Selena menoleh saat mendengar Jason yang menanyakan letak kamar mandi pada keluarga Michele. Pria itu kemudian melenggang dengan cepat berlalu keluar dari ruang keluarga dirumah Michele ke kamar mandi.
Selena menghela napas. Selena sangat merindukan sosok Jason sebenarnya. Namun mengingat bagaimana Jason bercumbu dengan gadis lain didepan mata kepalanya membuat Selena sangat kecewa.
PRANG !!
Suara keras benda jatuh dan pecah membuat Selena tersentak kaget. Detik berikutnya Michele langsung bangkit dari duduknya dan berlari menghampiri Stefan yang meringis karena tangan-nya terluka terkena pecahan gelas kaca yang dijatuhkan-nya.
Selena mengeryit bingung juga khawatir. Bagaimana mungkin Stefan begitu bodoh menjatuhkan gelas dan melukai tangan-nya sendiri.
Karena penasaran, Selena pun akhirnya bangkit dan ikut mendekat pada Stefan yang sudah di kelilingi oleh keluarga besar Michele.
“Biar aku obati kak.. Ayo ikut aku.. Kotak P3K milikku ada dikamar.” Ujar Michele.
Stefan menurut saja. Pria itu diam saat Michele menuntun-nya ke tangga untuk menuju lantai dua rumah itu dimana kamar Michele berada.
“Kak Stefan..” Lirih Selena merasa heran dengan sikap Stefan.
Sementara keluarga Michele yang lain hanya diam saja karena mereka memang tidak tau apa yang Michele katakan pada Stefan. Ya, mereka tidak bisa berbahasa indonesia.
Selena berdecak. Entah rencana seperti apa yang sedang Stefan susun sekarang.
“Selena..” Itu suara Jason.
Selena menelan ludah kemudian menoleh dan mendapati Jason yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.
__ADS_1
“We have to talk, Selena.” Lirih Jason menatap Selena serius.