
Sebelum subuh Sera sudah sampai dirumah. Namun wanita itu tidak langsung menemui Stefan, Hana, maupun Angel. Sera juga meminta pada para pelayan untuk merahasiakan kepulangan-nya.
Sebenarnya Sera memang sengaja menyingkir sementara dari kehidupan putranya juga Angel cucunya. Sera percaya pada Hana bahwa Hana bisa merubah Stefan agar mau perduli dan menyayangi Angel, putrinya sendiri. Awalnya Sera memang ragu dan sangat khawatir. Namun mengingat Hana yang sangat menyayangi Angel, Sera pun kembali yakin bahwa semuanya akan baik baik saja. Dan apa yang Sera harapkan dan inginkan benar benar terjadi. Stefan mulai perduli pada Angel bahkan tidak keberatan mengantar jemput Angel ke sekolah. Ditambah lagi Angel yang menceritakan sendiri bagaimana Stefan yang begitu baik dan selalu mengajaknya jalan jalan. Angel juga menceritakan bagaimana mesranya Hana dan Stefan setiap hari.
Dan kemarin, Sera mendengar sendiri bahwa Hana hamil. Itu membuat Sera tidak bisa lagi menahan dirinya untuk pulang. Sera juga sebenarnya sudah sangat merindukan Angel, cucu kesayangan-nya.
“Oma...!!!”
Pekikan penuh bahagia Angel memenuhi setiap sudut rumah pagi ini. Angel langsung berlari dan berhambur memeluk Sera yang tertawa dengan tingkah cucunya itu. Tapi Sera maklum karena wanita berpikir mungkin Angel juga sangat merindukan-nya sama seperti dirinya yang merindukan gadis kecil itu.
“Oh ya ampun.. Sayang, oma kangen banget sama kamu..” Sera memeluk erat tubuh Angel. Wanita itu bahkan sampai meneteskan air matanya saking bahagianya karena bisa kembali memeluk cucu kesayangan-nya.
“Angel juga oma.. Angel kangen banget sama oma..” Balas Angel dengan senyuman bahagianya.
Mereka berdua berpelukan dengan sangat erat didepan para pelayan yang ikut tersenyum bahagia menyaksikan-nya. Mereka juga sebenarnya merasa kehilangan dan merindukan sosok Sera yang baik hati.
Pekikan Angel membuat Stefan mengeryit. Pria itu langsung melangkah menuju pintu dan membukanya di susul oleh Hana yang melangkah mengikutinya.
“Mamah..” Gumam Stefan begitu melihat Angel dan Sera yang sedang berpelukan.
Stefan menoleh pada Hana yang berdiri disampingnya dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Stefan kemudian meraih tangan Hana, menggenggamnya dan mengajaknya melangkah menghampiri Sera dan Angel.
Sadar dengan kehadiran putra dan menantunya, Sera pun melepaskan pelukan-nya pada Angel.
Sera tersenyum menatap Stefan kemudian memeluk erat putra semata wayangnya itu.
“Mamah kangen banget sama kamu Stefan..” Bisik Sera dibalik punggung Stefan.
Stefan tersenyum mendengarnya. Pria itu membalas pelukan Sera. Stefan tidak mengatakan apapun saat memeluk mamahnya itu. Stefan yakin tanpa dirinya mengatakan merindukan-nya pun Sera pasti tau bagaimana perasaan-nya.
__ADS_1
Setelah memeluk Stefan cukup lama, Sera pun melepaskan-nya kemudian tersenyum menatap Hana dan memeluknya dengan sangat erat.
“Mamah juga kangen sama kamu Hana.. Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih sudah menjaga Angel dengan baik. Dan terimakasih sudah membuat Stefan perduli pada Angel.” Bisik Sera memejamkan kedua matanya merasa sangat bersyukur dengan hadirnya Hana ditengah tengah keluarganya.
Hana tersenyum dibalik punggung Sera. Hana tidak merasa melakukan apapun. Hana hanya berperan sebagaimana statusnya sebagai seorang istri juga ibu yang baik untuk Stefan dan Angel. Meskipun memang menjadi istri seorang Stefan Devandra tidaklah gampang mengingat sikap pria itu yang sangat dingin dan datar.
“Mamah tidak perlu berlebihan. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan mah..” Balas Hana.
Sera tertawa pelan. Pilihan Stefan memang tidak salah menurutnya. Hana bisa membuat Stefan luluh dan perduli pada putrinya sendiri.
Sera melepaskan pelukan-nya kemudian beralih menatap perut rata Hana. Dengan lembut Sera menyentuh dan mengusapnya lembut.
“Hay calon cucu kedua oma.. Sehat sehat ya sayang. Oma nggak sabar pengin cium dan gendong kamu..” Ujar Sera dengan senyuman.
Stefan tersenyum tipis melihatnya. Sebentar lagi dirinya akan benar benar memiliki anak kandungnya sendiri dari Hana.
“Cucu kedua? Maksud oma apa?”
“Memangnya mommy sama daddy nggak ngasih tau kamu sayang?” Tanya Sera menatap Angel penasaran.
Angel menggelengkan kepalanya dengan wajah polos. Gadis kecil itu memang tidak tau apa apa.
Sera berdecak pelan kemudian menggelengkan kepalanya. Sera menatap Stefan dan Hana bergantian.
“Eemm.. Kita berdua memang belum sempat memberitahu Angel mah.” Senyum Hana kikuk.
Sera menghela napas kemudian meraih kedua bahu Angel. Sera menatap tepat pada kedua mata gadis kecil itu kemudian tersenyum lagi.
“Angel dengerin oma ya.. Sebentar lagi Angel akan menjadi seorang kakak.. Mommy hamil sayang..”
__ADS_1
Angel mengeryit dan terdiam sesaat. Gadis itu tampak kebingungan tidak paham dengan apa yang Sera katakan.
Melihat kebingungan Angel, Stefan pun langsung meraih tangan kecil gadis kecil itu. Hal itu membuat Angel terkejut karena tiba tiba Stefan menyentuh tangan-nya.
Stefan menempelkan tangan kecil Angel ke perut rata Hana.
“Disini ada calon adik kamu Angel. Tidak lama lagi mommy akan melahirkan bayi.” Ujar Stefan memberitahu Angel.
Sera menatap takjub apa yang dilihatnya. Stefan mau menyentuh tangan Angel. Dan seumur Angel ini adalah kali pertama Stefan mau bersentuhan dengan putrinya sendiri.
“Angel akan punya adik daddy? Dan adik Angel ada di perutnya mommy?” Tanya Angel dengan polosnya.
“Ya.. Dan mulai sekarang kamu nggak boleh membuat mommy capek apa lagi marah. Kamu harus bantuin daddy jagain mommy. Bisa?”
Angel menganggukkan kepalanya antusias. Gadis kecil itu kemudian memeluk perut Hana dengan penuh kasih sayang. Angel merasa sangat bahagia karena sebentar lagi dirinya akan mempunyai adik seperti teman teman-nya di sekolah.
Sera benar benar tidak percaya melihat komunikasi Angel dan Stefan yang baru kali ini di lihatnya. Mereka berdua tampak sangat dekat dan akrab. Dan itu adalah suatu yang selama ini Sera harapkan terjadi.
Setelah saling melepas rindu, Mereka kemudian melangkah beriringan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai satu dimana meja makan berada.
“Stefan, memangnya harus ya kamu menggandeng tangan aku begini? Berasa kaya nenek nenek akunya tau.” Ujar Hana yang merasa tidak biasa dengan perlakuan Stefan.
“Udah nggak usah bawel. Aku nggak mau mengambil resiko kamu dan anak kita sampai kenapa napa.” Balas Stefan tidak menerima penolakan dari Hana.
“Tapi kan Stefan...”
“Istri yang baik itu yang nurut apa kata suami. Apa lagi kalau suami melakukan yang terbaik.” Sela Stefan tegas.
Hana berdecak. Hana bukan tidak menghargai apa yang Stefan lakukan untuknya. Hana juga tau maksud Stefan pastilah baik. Tapi menurut Hana apa yang Stefan lakukan terlalu berlebihan. Stefan menyikapinya seperti menyikapi orang yang sakit sakitan.
__ADS_1
Sera yang mendengar itu hanya tersenyum geli. Tidak heran jika Stefan bersikap seperti itu apa lagi mengingat Hana yang sekarang sedang hamil. Karena dulu Stefan juga seperti itu pada Lusi.