ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 153


__ADS_3

Sera langsung menemui Hana saat sampai dirumah. Wanita itu yakin Hana pasti sedang kembali merajuk pada Stefan sekarang. Namun sebelum menemui Hana, Sera sudah lebih dulu memasrahkan Angel pada pelayan agar pelayan tersebut membantu Angel membersihkan dirinya setelah pulang dari sekolah.


Sera berhenti melangkah ketika sampai didepan pintu kamar Hana dan Stefan yang tertutup. Wanita itu menghela napas pelan kemudian segera mengetuk pintu kamar putra dan menantunya itu.


Tidak lama menunggu setelah mengetuknya, pintu tersebut dibuka oleh Hana.


“Mamah..”


Sera tersenyum menatap Hana yang masih rapi dengan gaun warna hijau toska yang begitu pas membungkus tubuhnya. Sera juga tau Hana dan Stefan baru saja mengecek kandungan Hana ke dokter karena Stefan juga memberitahu Sera lebih dulu.


“Boleh mamah masuk?” Tanya Sera meminta persetujuan dari menantunya itu.


Hana menganggukkan kepalanya menjawab kemudian membuka lebar pintu kamarnya dan Stefan mempersilahkan untuk Sera masuk.


“Bagaimana keadaan kamu nak? Apa kata dokter tadi?” Tanya Sera sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjang milik Hana dan Stefan.


Ekspresi Hana langsung terlihat sendu mendengar pertanyaan itu. Hana kembali mengingat bagaimana Stefan memanggil dokter Clara dengan begitu akrab. Apa lagi Stefan juga meminta dokter cantik itu untuk memeriksa ulang kandungan Hana padahal sudah di jelaskan bahwa Hana juga janin dalam kandungan-nya baik baik saja.


“Semuanya baik baik saja mamah..” Jawab Hana pelan.


“Syukurlah kalau begitu. Mamah ikut seneng dengernya..”


Hana tersenyum tipis kemudian mendudukkan dirinya disamping Sera di tepi ranjang.


Hana tau siapa suaminya. Stefan Devandra, seorang pengusaha kaya raya dengan namanya yang sudah melambung tinggi di kalangan-nya. Tidak heran jika banyak wanita cantik di sekelilingnya.

__ADS_1


“Mah..” Panggil Hana pelan. Wanita itu menatap Sera yang juga menatapnya dengan penuh perhatian.


“Ya Hana.. Ada apa?” Tanya Sera lembut.


Hana menghela napas pelan sebelum mengutarakan pertanyaan yang sedang menguasai hati dan pikiran-nya tentang Stefan juga wanita wanita cantik di sekitarnya.


“Apa mamah kenal dengan dokter Clara?” Tanya Hana kemudian.


Sera tersenyum mendengar pertanyaan itu. Hana benar benar seperti dirinya saat sedang hamil Stefan dulu. Hana begitu gampang berburuk sangka tanpa menanyakan lebih dulu pada Stefan.


“Tentu saja. Mamah kenal dengan Clara. Dia adalah dokter cantik dengan prestasi yang gemilang.” Jawab Sera yang membuat ekspresi Hana semakin sendu.


Sekarang Hana bahkan mulai membanding bandingkan dirinya sendiri dengan dokter Clara yang kata Sera mempunyai prestasi yang gemilang. Sementara Hana, dia mulai merasa tidak ada apa apa nya dengan wanita itu.


Hana kembali menatap Sera. Kedua matanya sudah berkaca kaca karena memikirkan sesuatu yang memang terlalu berlebihan tentang Stefan dan dokter Clara.


“Mah, tadi Stefan ajak aku buat memeriksakan kandungan aku sama dokter Clara. Mereka terlihat sangat akrab. Stefan bahkan memanggilnya tanpa embel embel dokter. Bahkan Stefan meminta pada dokter Clara untuk memeriksa ulang kandungan aku padahal dokter Clara sudah menjelaskan bahwa aku juga janin dalam kandungan aku baik baik saja. Stefan seperti sengaja ingin berlama lama dengan dokter Clara yang cantik itu..” Adu Hana dengan suara bergetar.


Sera menghela napas pelan mendengar aduan panjang lebar Hana. Sera paham, Sera juga mengerti karena Sera sendiri pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi seperti Hana. Masa trimester pertama memang tidak mudah untuk dilalui oleh pasangan suami istri.


Sera sesaat terdiam. Wanita itu mencoba memikirkan kata apa yang pantas untuk dijelaskan pada Hana agar Hana bisa mengerti dan memahami apa yang di katakan-nya.


“Begini sayang, dengarkan mamah.” Ujar Sera meraih lembut kedua bahu Hana menuntun agar Hana menatapnya.


Hana menurut saja. Saat ini hati dan pikiran-nya sudah tidak karuan memikirkan Stefan yang menurut pemikiran-nya begitu banyak dekat dekat dengan wanita cantik di luar sana. Hana bahkan sampai berpikir mungkin itu yang membuat Stefan betah bekerja seharian diluar sana setiap hari.

__ADS_1


“Stefan dan Clara itu memang sudah berteman lama. Begitu juga dengan Rania. Dan Stefan memang jarang memanggil teman teman seangkatan-nya dulu dengan profesi yang mereka sandang. Seperti dokter Rania dan dokter Clara.” Ujar Sera pelan pelan menjelaskan.


“Dan untuk permintaan Stefan yang kamu bilang tadi ingin Clara memeriksa ulang keadaan kamu dan janin dalam kandungan kamu mungkin karena Stefan terlalu khawatir sama kalian berdua sayang.. Stefan takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi tanpa disadari. Percaya sama mamah. Meskipun memang banyak perempuan perempuan cantik di luar sana yang Stefan kenal, tapi perempuan beruntung yang berhasil menguasai hati bahkan pikiran Stefan itu hanya kamu sayang..” Lanjut Sera yang sedikitpun tidak ingin Hana salah mengartikan ke akraban Stefan dengan wanita manapun.


“Tapi mah...”


“Kamu percayakan sama Stefan?” Tanya Sera menyela dengan lembut apa yang ingin Hana katakan.


Hana diam menatap mamah mertuanya itu. Wanita itu kemudian mulai berpikir lurus. Stefan adalah pria dengan segala kuasa yang bisa melakukan apa saja seperti membalikan telapak tangan. Dan kalau memang Stefan mau, mungkin pria itu bisa mendapatkan wanita mana saja yang dia tunjuk. Tapi Stefan memilihnya, menikahinya kemudian perlahan mencintainya hingga sekarang Hana hamil. Stefan juga begitu sabar menyikapi Hana yang memang terkadang sangat keterlaluan dalam meminta sesuatu.


“Hana.. Mamah tau bagaimana Stefan. Karena mamah yang melahirkan dan mendidiknya. Dia memang terlihat dingin dan kejam. Tapi hatinya sangat lembut dan penyayang. Stefan adalah laki laki yang setia. Dia bukan laki laki yang mudah pindah ke lain hati apa lagi kalau dia sudah mencintai seseorang. Mamah juga tau teman perempuan Stefan itu cantik cantik. Seperti Rania, Clara bahkan sampai ke Williana. Tapi pada kenyataan-nya toh dia memilih kamu sebagai pendamping hidupnya. Dia mencintai kamu bahkan rela melakukan apa saja untuk kamu.”


Penjelasan panjang lebar Sera membuat Hana langsung merasa bersalah karena sudah berpikir negatif pada Stefan. Hana terlalu panjang berpikir hingga akhirnya berprasangka buruk pada Stefan. Hana menyesal karena sudah memikirkan sesuatu yang tidak baik pada Stefan.


Setelah mendengar penjelasan itu dari Sera Hana pun akhirnya bisa tenang dan mengenyahkan pemikiran tidak baiknya pada Stefan. Hana bahkan langsung mencari ponselnya dan menghubungi Stefan. Hana berniat meminta maaf pada suaminya itu karena sudah marah marah saat di rumah sakit.


“Aku minta maaf Stefan. Tidak seharusnya aku marah marah sama kamu tadi.” Katanya lewat sambungan telepon.


Stefan yang mendengar itu tersenyum merasa senang karena kecemburuan Hana Stefan artikan sebagai tanda bahwa Hana sangat mencintainya dan tidak ingin sedikitpun kehilangan-nya.


“Iyah nggak papa.. Tapi kamu harus membayar untuk kemarahan kamu tadi.” Balas Stefan yang membuat Hana mengeryit.


“Apa?”


“Tunggu aku pulang Hana..” Jawab Stefan kemudian memutuskan begitu saja sambungan telepon-nya.

__ADS_1


__ADS_2