ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 249


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Stefan, malamnya Williana terus memikirkan kerugian yang akan di alaminya karena Stefan yang memutuskan kontrak kerja sama antar perusahaan-nya dan perusahaan Boby. Williana beberapa kali menghela napas tidak habis pikir dengan apa yang Stefan lakukan. Stefan dengan begitu santai merobek berkas penting berisi tentang kerja sama mereka kemudian menyuruh Rico untuk datang ke perusahaan Williana guna mengkonfirmasi tentang putusnya kerja sama mereka.


Tristan yang saat itu baru saja pulang dari aktivitas rutin-nya bersama Amira di toko sembako pak Ang mengeryit saat melewati ruang kerja kakaknya yang pintunya terbuka dengan lebar.


Tristan mengeryit. Pintu ruangan kerja kakaknya akan selalu tertutup jika sang kakak tidak sedang berada dirumah.


“Apa kakak sudah pulang ya?” Gumam Tristan pelan merasa penasaran.


Tristan kemudian melangkah menuju ruang kerja sang kakaknya. Pemuda tampan dengan jaket kuning cerah yang dikenakan-nya itu tersenyum begitu mendapati sang kakak yang sedang duduk merenung di kursi kerjanya.


“Kakak udah pulang?” Tanyanya sembari masuk kedalam ruang kerja Williana mendekat pada kakak satu satunya itu.


Mendengar suara Tristan, lamunan Williana buyar seketika. Wanita itu memusatkan perhatian-nya pada Tristan yang mendekat kearahnya kemudian tersenyum.


“Yah.. Seperti yang kamu lihat. Ah ya kamu sudah makan Tristan?” Jawab Williana kemudian balik bertanya pada Tristan yang sudah duduk didepan-nya.


Tristan terdiam sesaat. Sebenarnya Tristan sudah makan siomay bersama Amira sebelum pulang tadi. Tapi karena Williana bertanya entah kenapa tiba tiba Tristan merasa ingin sekali di perhatikan oleh kakaknya itu.


“Aku udah makan siomay tadi kak, tapi masih belum kenyang.” Jawab Tristan meringis.


Williana tersenyum geli mendengarnya. Mustahil sekali rasanya jika Tristan sudah makan siomay tapi belum merasakan kenyang.


“Malam ini kakak nggak suruh pelayan buat masak, jadi bagaimana kalau kita makan diluar saja?”


Tristan tersenyum lebar.


“Oke, nggak masalah. Tapi kita perginya pake motor aku aja ya kak..”


Williana menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang di inginkan oleh adiknya.


“Hey Williana !!”


Seruan suara berat penuh penekanan Boby membuat Williana juga Tristan langsung menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Williana membulatkan kedua matanya melihat Boby yang sudah berdiri di ambang pintu ruang kerjanya dengan tatapan penuh amarah. Williana memang sudah menebak pasti Boby akan mendatanginya.


“Boby..” Lirih Williana menelan ludahnya dan bangkit dari duduknya.


Tristan mengeryit tidak mengerti melihat Boby yang tampak sangat marah pada kakaknya.


“Kak Boby..” Lirih Tristan ikut bangkit dari duduknya.


Sementara Boby, pria itu mengepalkan kedua tangan-nya menahan diri agar tidak menghancurkan apa saja yang ada disana karena amarah yang sedang menguasai hati dan pikiran-nya akibat ulah Williana yang membuat Stefan membatalkan secara sepihak kontrak kerja sama antar perusahaan.


Dengan langkah lebar Boby mendekat pada Williana juga Tristan. Pria itu berhenti ketika sampai di depan Williana.


Tristan yang takut Boby melukai kakaknya segera mendekat pada Williana dan berdiri tepat didepan Williana memasang badan untuk melindungi kakaknya.


“Kak Boby, ada apa ini?” Tanya Tristan waspada.


“Minggir kamu anak kecil. Ini bukan urusan kamu. Ini urusan antara saya dan kakak kamu.” Jawab Boby menekankan pada Tristan.


Emosi Boby semakin memuncak mendengarnya. Williana sudah membuat Boby mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dan Boby tidak bisa menerima itu.


“Heh bocah, jangan songong kamu. Asal kamu tau, kakak yang sangat kamu sayangi ini sudah membuat perusahaan saya merugi besar. Dia menggoda Stefan Devandra sampai Stefan Devandra marah kemudian membatalkan secara sepihak kerja sama antar perusahaan begitu saja.”


Kedua mata Tristan melebar. Tristan tau kakaknya memang sangat tergila gila pada Stefan. Tapi Tristan tidak menyangka jika kakaknya akan melakukan hal seperti itu.


“Dan kamu Williana, harusnya kamu sadar diri. Stefan itu sangat mencintai istrinya. Sampai kapanpun juga kamu tidak akan bisa menarik perhatian-nya. Bahkan meski kamu menawarkan tubuh kamu pada Stefan, saya yakin Stefan tidak akan melirik kamu. Mungkin justru sebaliknya, Stefan akan sangat jijik sama kamu.”


Kedua tangan Tristan mengepal mendengar apa yang Boby lontarkan pada kakaknya. Karena tidak bisa menahan dirinya, Tristan pun langsung melayangkan tinjunya pada Boby sehingga tubuh Boby mental kebelakang kemudian tersungkur ke lantai.


“Jaga mulut anda tuan. Tidak seharusnya anda menghina kakak saya.” Tatap tajam penuh amarah Tristan pada Boby yang tersungkur ke lantai karena pukulan kerasnya.


Williana yang melihat itu terkejut. Wanita itu menutup mulutnya karena keberanian adiknya yang memukul Boby.


“Tristan kamu..”

__ADS_1


“Aku nggak bisa menerima ucapan dia yang sudah sangat merendahkan kakak..” Sela Tristan cepat.


Boby mengusap bagian atas bibirnya. Hidungnya mengeluarkan banyak darah dengan rasa ngilu dan pening yang menyertai karena pukulan keras kepalan tangan Tristan.


Boby meringis. Pukulan Tristan benar benar sangat bertenaga sampai dirinya tersungkur ke lantai.


“Berani kamu memukul saya bocah.” Marah Boby.


Pria itu kemudian bangkit dan hendak membalas apa yang Tristan lakukan padanya. Namun Tristan dengan gesit menangkisnya dan menendang perut Boby membuat Boby kembali terpental mundur namun tidak sampai tersungkur ke lantai.


Williana menggelengkan kepalanya. Tristan begitu sigap membelanya.


“Tristan sudah..”


Saat Tristan hendak menghampiri Boby untuk kembali meluapkan amarah tidak terimanya karena Boby merendahkan kakaknya, Williana langsung mencekal lengan Tristan mencegahnya.


“Tapi kak..”


“Tristan, kakak nggak mau kamu mendapat masalah. Boby bukan orang sembarangan.” Sela Williana.


Tristan terus menatap Boby tajam. Pemuda itu akan melakukan apa saja untuk melindungi kakaknya. Tristan juga tidak akan membiarkan siapapun merendahkan derajat kakaknya sebagai seorang wanita.


“Kamu akan membayar untuk ini bocah. Dan kamu Williana, kalau kamu tidak membayar kerugian perusahaan saya, saya akan menuntut kamu.” Ujar Boby sambil meringis memegangi perutnya yang di tendang oleh Tristan.


Williana hanya diam saja. Wanita itu tidak menyangka jika ternyata Stefan benar benar memutuskan kontrak kerja sama mereka.


Setelah berkata demikian, Boby pun berlalu keluar dari ruang kerja Williana. Pria pergi dari kediaman mewah keluarga Atmaja dengan dendam dan amarah yang semakin menguasai hati dan pikiran-nya. Apa lagi Tristan sampai berani melakukan kekerasan fisik padanya.


Sementara diruang kerjanya, Williana kembali terduduk di kursinya dengan helaan napas berat. Tristan yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Williana benar benar melakukan hal yang sangat bodoh kali ini hanya karena seorang Stefan yang sama sekali tidak mau menganggapnya ada.


“Sekarang kakak ngerti kan? Kak Stefan itu bukan laki laki yang baik untuk kakak. Kak Stefan sudah punya kak Hana yang sangat di cintainya.” Ujar Tristan pelan.


Williana hanya diam saja. Kali ini Stefan benar benar melakukan sesuatu secara langsung dan tanpa ancaman lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2