ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 58


__ADS_3

Dua hari setelah malam itu Stefan terus mendiamkan Hana. Stefan bahkan tidak tidur dikamarnya dan selalu berangkat pagi pagi sekali sebelum Hana dan Angel turun. Stefan juga selalu pulang larut seperti sengaja menunggu Hana tidur agar tidak bertemu dengan Hana.


Hal itu membuat Hana uring uringan sendiri. Hana terus berpikir dimana letak kesalahan-nya pada Stefan hingga ucapan Stefan terngiang kembali di indra pendengaran-nya tentang istri yang baik.


“Mencintai dengan tulus? Apa aku bisa melakukan-nya? Stefan saja nggak cinta kok sama aku..” Gumam Hana menghela napas.


Hana kemudian menatap setiap sudut kamarnya yang begitu luas dengan Stefan. Didalam kamar itu memang tidak pernah terjadi apa apa antara dirinya dan Stefan. Karena Stefan meskipun dia pria yang arogan tapi Stefan tidak pernah memaksa agar Hana melayaninya. Stefan selalu menjaga kehormatan Hana dengan caranya sendiri.


Hana berdecak pelan. Dua hari dan dua malam tidak bertatap mata dengan Stefan membuat Hana merasa merindukan pria itu. Hana bahkan merindukan wajah datar dan ucapan dingin Stefan padanya.


“Alan itu sahabat aku.. Apa salah kalau aku mikirin dia?”


Hana tidak tau harus mencurahkan segala isi hatinya pada siapa. Sera sedang tidak ada di rumah sekarang. Dan kalaupun wanita itu ada Hana juga tidak mungkin mencurahkan isi hatinya tentang Alan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu mengagetkan Hana. Wanita itu berdecak lagi kemudian beranjak dari ranjang tempatnya berbaring menuju pintu untuk membukanya.


Ketika Hana membuka pintu Hana mengeryit melihat Angel dan pelayan berdiri di depan pintu kamarnya.


“Angel, mbak, ada apa?” Tanya Hana penasaran.


“Mommy, daddy muntah muntah dikamar bawah mom...” Ujar Angel dengan wajah khawatir.


Kedua mata Hana membulat sempurna mendengarnya. Tanpa bertanya apapun pada pelayan dan Angel, Hana langsung berlari dari kamarnya menuruni satu persatu anak tangga menuju kamar dimana Stefan tidur selama menghindar darinya.


Benar saja, saat sampai dikamar itu Hana melihat Stefan yang sedang muntah muntah ditepi ranjang. Wajah tampan-nya bahkan terlihat memerah tidak seperti biasanya.


“Ya Tuhan, Stefan..”


Hana langsung menubruk tubuh Stefan yang begitu panas. Ya, Stefan demam.


“Ngapain kamu kesini?” Tanya Stefan dengan wajah datarnya yang memerah menatap Hana.

__ADS_1


Hana menggeleng tidak percaya. Bahkan meskipun sudah terlihat lemah Stefan masih saja sok kuat didepan-nya.


“Stefan kamu demam..” Hana menatap Stefan dengan wajah sangat khawatir. Meskipun Stefan menyebalkan tapi Hana juga tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada pria itu.


“Keluar kamu.” Usir Stefan mendorong tubuh Hana hingga Hana terjatuh ke lantai.


Stefan kemudian bangkit dari duduknya di tepi ranjang bermaksud keluar dari kamar untuk menghindari Hana. Namun kepalanya yang terasa pusing membuat tubuh kekarnya ambruk tepat didepan Hana yang terduduk dilantai.


Hana menghela napas. Stefan sangat keras kepala bahkan meskipun tubuhnya sudah begitu lemah.


“Stefan kamu..”


“Kamu nggak perlu sok perduli sama aku Hana. Kamu pikir aku sudi menerima kebaikan kamu yang tidak tulus itu.” Sela Stefan dengan suaranya yang sedikit serak.


Hana terdiam. Hana tidak pernah melakukan semuanya demi Alan. Meskipun memang awalnya Hana mau menikah dengan Stefan adalah demi menyelamatkan Alan, tapi semua kebaikan yang Hana lakukan selama menjadi istri Stefan benar benar Hana lakukan dengan hati tulus.


“Asal kamu tau Hana, kalau aku mau aku bahkan bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih segalanya dari kamu.” Tambah Stefan kemudian meringis tidak bisa menahan lagi denyutan hebat dikepalanya.


“Oh ya? Kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih segalanya dari aku? Apa buktinya?” Tantang Hana melipat kedua tangan-nya dibawah dada dan tetap duduk dengan tenang didepan tubuh Stefan yang ambruk tidak berdaya dilantai.


“Sekarang aku tau, aku bahkan melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa seorang Stefan Devandra hanya laki laki lemah.” Tambah Hana tajam.


Rahang Stefan mengeras dengan kedua tangan mengepal erat. Stefan sangat marah karena Hana berani menghinanya bahkan mengatakan bahwa stefan hanya pria lemah.


“Kamu...” Stefan kembali meringis. Entah apa yang terjadi pada tubuhnya sehingga Stefan sampai merasa begitu lemas dan sakit di bagian kepalanya. Perutnya juga terus terasa mual dan mulas.


“Kenapa? Kamu mau marah? Kamu pikir aku takut?” Hana semakin menantang Stefan meluapkan kekesalan-nya pada Stefan yang sedang tidak berdaya sekarang.


Stefan menatap tajam pada Hana yang begitu berani menantangnya. Jika saja tubuhnya sedang tidak lemas, Stefan mungkin sudah menerkam tubuh kecil Hana dan memberinya pelajaran agar Hana tidak begitu lancang padanya.


Stefan berusaha bangkit dengan susah payah. Pria itu bahkan sampai merangkak menghampiri Hana yang terus menantangnya hingga akhirnya tangan Stefan berhasil meraih kaki Hana dan menariknya susah payah.


Hana menelan ludahnya saat kakinya ditarik oleh tangan Stefan yang terasa begitu panas saat menyentuh kulit kakinya. Hana tidak menyangka Stefan masih begitu kuat menariknya padahal tubuhnya sudah lemas dan ambruk di lantai.

__ADS_1


“Berani kamu menantangku Hana..” Tekan Stefan menatap Hana tajam.


Hana menggelengkan kepalanya. Hana tidak bermaksud meremehkan Stefan. Hana hanya merasa kesal karena pria itu begitu sombong dan masih menghinanya dalam keadaan-nya yang tidak berdaya.


“Stefan aku...”


“Tidak ada seorangpun yang berani menghinaku Hana.” Lirih Stefan tajam.


Jantung Hana berdetak dengan sangat cepat. Tatapan tajam Stefan benar benar sangat menyeramkan. Stefan seperti singa yang akan menerkam mangsanya dengan sangat buas.


“Kamu bukan siapa siapa Hana. Kamu tidak seharusnya mengatakan sesuatu yang membuatku marah..” Tambah Stefan yang terus berusaha menahan seluruh sakit yang sedang dirasakan tubuhnya.


“Stefan aku.. aku...”


Belum sempat Hana menyelesaikan ucapan-nya, tiba tiba tubuh Stefan kembali ambruk. Stefan meringis dengan kedua mata terpejam dan satu tangan yang mencengkram rambut coklatnya sendiri kemudian perlahan kehilangan kesadaran-nya.


Hana melotot melihat Stefan yang tidak sadarkan diri dengan tangan yang terus mencengkram pergelangan kakinya.


“Ya Tuhan Stefan !!” Pekik Hana langsung menubruk tubuh Stefan yang sudah berada dekat didepan-nya.


Hana berusaha membangunkan Stefan dengan menepuk nepuk pelan pipi suaminya itu namun tidak juga berhasil. Stefan terus menutup kedua matanya.


“Ya Tuhan.. Badan kamu panas banget Stefan.”


Tanpa sadar Hana meneteskan air matanya melihat kondisi lemah Stefan. Meski Hana sempat merasa kesal pada Stefan, namun pada akhirnya Hana tetap merasa tidak tega melihat wajah tampan suaminya yang memerah itu.


Karena tidak kuat mengangkat tubuh kekar Stefan, Hana pun berteriak meminta tolong pada pelayan yang kemudian langsung memanggil body guard yang berjaga diluar untuk membantu mengangkat tubuh Stefan dan membaringkan-nya diatas ranjang.


“Mommy.. Daddy kenapa?” Tanya Angel yang berlari menghampiri Hana dan menangis ketakutan melihat keadaan Stefan yang pingsan.


“Daddy nggak papa sayang.. Angel jangan nangis yah.. Daddy akan baik baik saja..” Jawab Hana dengan air mata yang membasahi kedua pipinya mencoba menenangkan Angel.


“Tolong hubungi dokter Rania sekarang.” Pinta Hana pada salah satu body guard Stefan.

__ADS_1


__ADS_2