ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 84


__ADS_3

Stefan menatap bingung pada Hana yang sesekali meringis dan mengeryit. Pria itu merasa Hana seperti sedang tidak baik baik saja pagi ini. Namun wanita itu tidak mengeluhkan apa apa padanya dan tetap membantu Stefan menyiapkan kemeja dan jas yang akan Stefan kenakan bahkan sampai membantu Stefan memakai dasinya seperti sekarang.


“Kamu kenapa Hana?” Tanya Stefan penasaran.


Hana menghela napas kemudian menggelengkan kepalanya. Hana sebenarnya sedang merasakan sesuatu yang tidak enak pada perutnya. Namun Hana berusaha mengabaikan-nya karena itu sudah biasa Hana rasakan saat akan mendapatkan tamu bulanan-nya.


“Aku tidak apa apa Stefan.” Jawab Hana pelan.


Stefan menyipitkan kedua matanya tidak percaya dengan jawaban Hana. Sebelumnya Stefan tidak pernah melihat Hana seperti itu. Tapi sekarang Hana memperlihatkan sesuatu yang langsung membuat Stefan merasa khawatir.


“Jangan membohongiku Hana. Katakan kamu kenapa?” Tekan Stefan pada Hana.


Hana meringis lagi. Kali ini bahkan tidak hanya perutnya saja, kepalanya pun terasa berdenyut sebelah secara tiba tiba.


“Aawh.. Ya Tuhan..” Ringis Hana langsung memegangi kepalanya.


Stefan yang terkejut langsung membopong tubuh Hana kemudian membaringkan-nya dengan pelan diatas tempat tidur mereka. Pikiran Stefan langsung tidak karuan karena kondisi Hana sekarang.


Hana mencengkram rambutnya juga perutnya. Ini kali pertama Hana merasakan sakit yang begitu hebat di kepalanya.


Stefan tidak tinggal diam. Pria itu langsung menghubungi dokter untuk memeriksakan keadaan Hana.


Setelah menghubungi dokter, Stefan juga menghubungi Rico. Stefan menyuruh Rico untuk datang dan mengantar Angel ke sekolahnya karena Stefan sendiri tidak akan mungkin meninggalkan Hana dalam keadaan seperti sekarang. Stefan ingin memastikan sendiri bahwa istrinya baik baik saja.


“Daddy.. Mommy..”


Stefan menoleh ke arah pintu saat mendengar suara Angel. Pria itu berdecak pelan menatap Angel yang melongokkan kepalanya dari celah pintu yang sengaja dia buka sedikit.


“Selamat pagi daddy.. Mommy..” Sapanya ramah. Gadis kecil itu sudah siap dan rapi dengan seragam sekolahnya.


“Hari ini kamu berangkat sama om Rico. Mommy sakit dan daddy nggak bisa nganterin kamu.” Kata Stefan tegas.

__ADS_1


Senyuman manis yang semula menghiasi bibir Angel langsung sirna begitu mendengar Hana sakit.


“Apa? Mommy sakit?” Tanya Angel terkejut.


“Sudah, lebih baik sekarang kamu sarapan terus berangkat.” Stefan kembali berkata dengan sangat tegas dan dengan nada memerintah yang tentu tidak berani Angel tolak.


Angel menatap sedih pada Hana yang berbaring diatas ranjang kemudian menghela napas.


“Ya dad..” Angguk Angel lesu.


Gadis itu kemudian kembali menutup pintu kamar Hana dan Stefan. Dengan langkah pelan dia melangkah menuju tangga menuruni satu persatu anak tangga untuk menuju meja makan.


Sedangkan Stefan, pria itu mulai menerka nerka apa yang terjadi pada istrinya. Hana tidak pernah sebelumnya mengeluhkan sakit sampai seperti itu. Kalaupun sedikit merasa kurang enak badan Hana akan mengatakan terus terang kemudian menenangkan Stefan dengan beralasan istirahat sebentar akan sembuh. Dan semua itu memang benar adanya.


“Apa mungkin dia hamil?” Batin Stefan bertanya tanya sendiri.


Stefan menghela napas. Tiba tiba ingatan saat dirinya masih bersama Lusi melintas di pikiran-nya. Stefan mengingat bagaimana dia yang begitu sangat bahagia mendengar Lusi hamil. Saking bahagianya Stefan bahkan sampai membagikan bonus pada semua pekerja dirumahnya. Stefan juga mengumumkan kehamilan mendiang istri pertamanya itu pada seluruh penghuni rumah. Bahkan Stefan mengancam akan memecat siapa saja yang lalai dalam menjaga dan memperhatikan Lusi selama dirinya tidak berada di rumah.


Stefan berdecak kemudian memejamkan kedua matanya sebentar, menggelengkan kepala mengusir pemikiran-nya tentang masa lalunya.


“Stefan..” Panggil Hana membuat Stefan kembali menatapnya.


Stefan mendekat dan duduk ditepi ranjang disamping Hana yang berbaring. Pria itu membalas tatapan Hana dengan wajah datarnya.


“Kamu nggak seharusnya bicara terlalu tegas pada Angel.” Kata Hana dengan suara lirih.


Stefan hanya diam saja menatap Hana. Stefan tidak bermaksud membentak gadis itu. Stefan hanya sedang merasa sangat khawatir pada Hana dan tidak ingin Hana di ganggu dulu oleh siapapun termasuk Angel.


“Aku nggak papa... Ini sudah biasa aku alami saat akan mendapat tamu bulananku..” Tambah Hana.


Stefan menelan ludah. Stefan bukan tidak ingin Hana hamil. Hanya saja luka masa lalunya membuatnya sedikit merasa trauma. Apa lagi dulu Stefan sudah merasa sangat bahagia namun tiba tiba saja perselingkuhan Lusi terungkap. Parahnya lagi Stefan juga melihat sendiri bagaimana Lusi bermain api di belakangnya. Dan saat Stefan berusaha untuk memaafkan, Lusi malah berniat lari dengan selingkuhan-nya. Itu benar benar luka hati yang sampai saat ini belum bisa benar benar hilang.

__ADS_1


Hana menatap Stefan yang hanya diam dengan wajah bingung. Wajah datar Stefan membuat Hana tidak bisa menebak apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Stefan bangkit dari duduknya. Pria itu melangkah menuju pintu dalam diam berniat untuk membukanya.


“Selamat pagi tuan..” Sapa seorang dokter wanita yang sebaya dengan Sera. Dokter itu begitu ramah pada Stefan yang terus menampakkan ekspresi datarnya.


“Masuk..” Perintah Stefan dingin.


“Ah ya.. Baik tuan.”


Dokter itu masuk kedalam kamar Hana dan Stefan kemudian langsung memeriksa keadaan Hana yang hanya pasrah saja.


Hana sebenarnya merasa Stefan terlalu berlebihan. Meskipun memang Hana merasa sakit perut dan kepalanya sangat tidak biasa pagi ini.


Stefan kembali melangkah mendekat ke ranjang. Pria itu menatap dokter yang dia percaya untuk memeriksa keadaan Hana sekarang dengan wajah datarnya.


Dalam benaknya Stefan bertanya tanya sendiri. Bagaimana jika memang benar Hana hamil? Apakah janin yang dikandung Hana adalah anaknya atau anak dari pria lain seperti apa yang terjadi di masa lalu.


Stefan bukan sedang menyamakan Hana dengan Lusi, mendiang istri pertamanya. Stefan hanya takut kembali kecewa dan sakit hati seperti apa yang dulu pernah dia rasakan di masa lalu.


Stefan berdecak pelan. Pria itu berusaha mengenyahkan segala pemikiran buruknya tentang Hana. Karena Stefan sendiri sangat yakin Hana setia padanya. Apa lagi selama menikah Hana juga tidak pernah berhubungan dengan siapapun selain keluarga Alan. Hana juga tidak pernah keluar rumah jika tidak bersamanya.


“Bagaimana dokter?” Tanya Stefan setelah dokter selesai memeriksa Hana.


Hana juga menatap penuh rasa penasaran pada dokter itu. Hana berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada tubuhnya. Hana tidak mau jika sampai dirinya tumbang dan jatuh sakit. Karena jika itu terjadi Hana tidak akan bisa melakukan tugasnya sebagai istri dan ibu untuk Stefan dan Angel.


“Nyonya tidak apa apa tuan. Hanya mungkin karena tegang sehingga mengalami sakit pada bagian kepalanya. Selain itu juga ada beberapa perubahan yang membuat nyonya merasa tidak enak pada bagian tubuh tertentu. Seperti kepala dan perut yang sekarang nyonya alami.”


Stefan menyipitkan kedua matanya menatap tidak mengerti pada dokter itu.

__ADS_1


“Jadi?” Tanya Stefan ingin tau inti dari jawaban yang menurutnya sangat berbelit itu.


“Selamat tuan, nyonya Hana hamil.”


__ADS_2