ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 53


__ADS_3

Hana membuka pelan pintu ruang kerja Stefan. Seperti biasanya, pria itu selalu berkutat di ruang kerjanya setelah makan malam dan sebelum tidur.


Hana tersenyum melihat Stefan yang begitu fokus dengan laptopnya. Hana juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa Stefan memang sangat tampan. Itu membuat Hana tidak heran jika Williana dan wanita wanita diluar sana selalu berusaha menarik perhatian Stefan bahkan meskipun mereka sudah tau bahwa Stefan sudah mempunyai istri.


“Sampai kapan kamu akan tetap berdiri disitu seperti pencuri?”


Lamunan Hana buyar mendengar apa yang Stefan pertanyakan padanya. Bahkan pria itu berbicara tanpa sedikitpun menatapnya dan terus fokus dengan laptopnya.


Hana berdecak kemudian segera mendekat pada Stefan setelah menutup kembali pintu ruang kerja Stefan.


Hana berdiri didepan meja kerja Stefan dengan bibir mengerucut sebal karena Stefan mengatainya seperti pencuri.


“Kenapa belum tidur?” Tanya Stefan lagi namun masih dengan perhatian penuh pada laptopnya.


Hana menghela napas. Hana menganggap Stefan sangat tidak sopan karena selalu berbicara tanpa menatap lawan bicaranya.


“Kalau seandainya aku adalah rekan bisnis kamu apa kamu berani seperti ini Stefan?”


Stefan mengeryit kemudian menatap Hana yang melipat kedua tangan-nya dibawah dada dan berdiri didepan meja kerjanya.


“Aku memang nggak bisa membuat kamu menghasilkan banyak uang Stefan. Tapi aku ini istri kamu. Setidaknya lihat aku saat aku sedang berbicara sama kamu.”


Stefan tersenyum samar dan mengangguk anggukan kepalanya. Pria itu kemudian menutup laptopnya menuruti kemauan Hana dan menatap penuh perhatian pada istri kecilnya itu.


Namun sesuatu yang tidak nyaman Hana rasakan karena Stefan yang terus menatapnya.


Hana mendadak gelagapan tidak tau harus berkata apa. Padahal sebelum menghampiri Stefan Hana sudah menyiapkan setiap kata yang ingin Hana bicarakan pada pria itu.


“Ayo bicaralah.. Aku akan mendengarkan dan menatap kamu seperti yang kamu mau Hana.” Ujar Stefan.


Hana memejamkan kedua matanya mencoba mengingat apa yang tadi sudah dihapalkan-nya. Tapi sedikitpun Hana tidak bisa mengingatnya. Tatapan Stefan meluluh lantahkan segala apa yang sudah Hana pikirkan.

__ADS_1


Stefan yang melihat itu perlahan bangkit dari duduknya. Pria itu kemudian kembali mendudukan dirinya dimeja kerjanya tepat didepan Hana berdiri.


Merasa gemas pada istrinya itu, Stefan pun meraih tangan Hana dan menariknya agar mereka semakin dekat. Dan apa yang Stefan lakukan berhasil membuat Hana terkejut kemudian langsung membuka kedua matanya.


“Stefan..”


“Katakan apapun yang ingin kamu katakan sekarang Hana..” Lirih Stefan dengan bibir yang hampir menempel pada bibir Hana.


Posisi mereka sangat intim dengan Hana yang berdiri diantara kedua kaki Stefan yang duduk di meja. Dan posisi itu membuat Hana tidak bisa berkutik. Jangankan mengatakan tentang keniatan awalnya mendatangi Stefan, mencoba untuk bersuara saja rasanya Hana tidak mampu.


Karena Hana yang hanya diam saja menatapnya, perlahan Stefan pun menyentuh lembut pinggang ramping Hana mengusapnya dengan lembut membuat gelenyar aneh dalam tubuh Hana kembali Hana rasakan.


“Aku sudah menatap kamu seperti apa yang kamu mau tadi Hana. Sekarang katakan apa mau kamu..”


Hana tetap diam. Lidahnya terasa kelu bahkan terasa sulit untuk di gerakkan. Namun Stefan tetap dengan sabar menunggu apa yang ingin Hana katakan padanya sampai beberapa menit.


Karena Hana tidak kunjung mengatakan apapun, Stefan pun menjauhkan wajahnya dari Hana. Pria itu menghela napas kasar karena Hana yang membisu didepan-nya.


Hana benar benar seperti orang linglung karena tatapan Stefan. Wanita itu kebingungan harus mengatakan apa.


Tidak ingin semakin terlihat bodoh didepan Stefan, Hana pun segera menjauh dari Stefan. Tanpa mengatakan apapun Hana kemudian keluar dari ruang kerja Stefan meninggalkan Stefan yang berdecak dan menggelengkan kepala melihat tingkahnya.


“Ya ampun Hana.. Kenapa sih kamu bodoh banget. Kamu bahkan tidak mengatakan apa apa tadi.” Hana memukul mukul pelan kepalanya merasa sangat bodoh karena tidak mengatakan apapun pada Stefan tadi.


Dengan langkah cepat Hana menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua. Hana bermaksud menuju kamar untuk mengingat ingat kembali apa yang ingin dia katakan pada Stefan. Dan Hana akan menunggu sampai Stefan menyusulnya ke kamar kemudian mengatakan semuanya tentang Angel.


Setengah jam Hana menunggu namun Stefan belum juga masuk kedalam kamar mereka. Hal itu membuat Hana terus menggerutu merasa kesal karena Stefan yan terus saja berkutat dengan pekerjaan-nya.


“Aku nggak habis pikir. Apa sih menariknya si Stefan itu. Paling menang ganteng sama kayanya doang. Kenapa juga banyak banget perempuan perempuan bodoh yang mau saja mengejar dia. Apa lagi si nenek sihir itu. Genitnya minta ampun.”


Hana menghela napas kasar. Menunggu bukan sesuatu yang Hana benci karena Hana mempunyai rasa sabar yang tinggi. Tapi entah kenapa setiap menunggu Stefan Hana selalu merasa kesal dan tidak sabar.

__ADS_1


Suara pintu yang terbuka membuat Hana langsung menoleh dengan cepat. Hana tersenyum melihat Stefan yang sedang menutup kembali pintu kamar mereka.


“Stefan, ada yang mau aku bicarakan. Ini tentang Angel.” Ucap Hana cepat.


Stefan diam dengan posisi masih memunggungi Hana setelah menutup pintu. Pria itu memejamkan kedua matanya sesaat sebelum memutar tubuhnya dan mendekat pada Hana yang duduk ditengah ranjang mereka.


“Aku ngantuk Hana..” Ujar Stefan pelan.


“Stefan tolong untuk kali ini saja.” Mohon Hana menatap Stefan yang berdiri didepan ranjang.


Stefan melengos. Akhir akhir ini Hana selalu meminta Stefan untuk lebih memperhatikan Angel.


“Mamah bilang mau ke Amerika besok. Mamah nitipin Angel ke kita.”


Stefan hanya diam dengan tatapan kearah jendela kaca besar dikamarnya. Pria itu benar benar tidak ingin mendengar apapun jika itu menyangkut tentang Angel.


Angel bukan putri kandungnya. Angel hanya bayi yang lahir dari kandungan wanita yang pernah sangat di cintai Stefan. Wanita yang dengan sangat kejam menghancurkan kepercayaan dan cinta Stefan.


“Stefan...”


“Hana cukup. Jangan diteruskan lagi. Kalau kamu menyayangi Angel kamu boleh terus berada didekatnya. Tapi jangan paksa aku untuk melakukan apa yang kamu lakukan pada Angel.” Sela Stefan.


“Apa maksud kamu Stefan? Angel itu anak kamu.. Dia darah daging kamu.” Hana berkata dengan sangat pelan. Hana benar benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran suaminya.


“Angel hanya anak kecil Stefan. Angel tidak tau apa apa.” Lanjut Hana.


Stefan mengepalkan kedua tangan-nya. Ingin sekali Stefan mengatakan semuanya. Tapi Stefan tidak mau membuka lukanya sendiri. Stefan ingin bisa melupakan semua kesakitan itu. Dan Stefan juga tidak ingin Sera sampai kecewa karena kepercayaan-nya di sia sia kan begitu saja oleh Lusi.


“Tolong jangan paksa aku Hana. Tolong mengerti.” Lirih Stefan membuat Hana terdiam.


Suara Stefan sedikit bergetar membuat Hana tidak lagi sanggup melanjutkan ucapan-nya. Hana juga takut membuat Stefan marah karena dirinya yang terlalu memaksa agar Stefan menuruti semua kemauan-nya.

__ADS_1


__ADS_2