Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 104. Pengakuan Zhang En


__ADS_3

"Benar." Lifei menegaskan, “Selain aku dan Adik keenam, Kakak Senior pertama dan Adik Junior Ketiga juga ada di sini. Kami bergerak secara terpisah. Aku dan Adik Junior Keenam satu kelompok sedangkan Kakak Senior Pertama satu tim dangan Adik Junior Ketiga membentuk tim lain dengan Guru.”


Zhang En hampir tidak bisa menahan kegembiraan di hatinya ketika mendengar tentang Peta itu. Peta ini kemungkinan besar bisa menjadi peta tempat tinggal tersembunyi mereka. Selain itu, dia tidak berharap Patriak Sekte Hantu Bayangan datang kesini juga.


Pada saat ini, sesuatu mengguncang pinggang Lifei, dan dia mengeluarkan tablet giok bulat kecil dari sakunya.


"Kakak pertama memanggil!" Setelah mengeluarkan tablet giok kecil itu, Lifei meliriknya dan memberi tahu Zhang En, "Pasti Kakak pertama telah menemukan Fan Heng!"


"Ayo kita pergi, bawa aku ke sana sekarang!" Zhang En tiba-tiba berdiri.  


"Baik, Tuan Muda!" Lifei segera melompat terbang menuju ke arah Kakak senior pertamanya, memimpin jalan Zhang En.


Keduanya bergegas dengan kecepatan sangat tinggi, dan sekitar dua puluh menit kemudian, mereka tiba di lembah yang bergetar dengan fluktuasi energi yang menandakan pertempuran sedang berlangsung.


Zhang En dan Lifei melompat ke udara memasuki lembah, melaju kencang menuju arah pertarungan. Semakin dekat ke lokasi tempat pertarungan berlangsung, Zhang En dan Lifei menemukan dua pria paruh baya yang mengenakan jubah murid Sekte Hantu Bayangan yang sedang menyerang seorang pria tua yang mengenakan jubah hijau.


Kedua murid Sekte Hantu Bayangan itu tidak diragukan lagi adalah kakak senior pertama Lifei ,Jie Dong, dan Adik junior Ketiganya, Liu Chong, sedangkan lelaki tua berbaju hijau adalah Fan Heng.


Zhang En dapat melihat sekilas, meskipun Jie Dong dan Liu Chong menyerang bersama, mereka tidak menang, namun, Fan Heng juga tidak dapat mendominasi pertempuran saat ini.


Mendengar suara angin bersiul terdengar dari belakang, ketiganya berbalik.


“Kakak Kedua!”


“Adik Kedua!"


Melihat itu adalah Lifei, Jie Dong dan Liu Chong sangat gembira, tetapi mereka agak heran ketika mereka melihat kehadiran Zhang En dan tidak melihat saudara keenam mereka.


Ketika lelaki tua berjubah hijau, Fan heng melihat Lifei, wajahnya menegang menjadi panik. Dia bisa menangani Jie Dong dan Liu Chong keduanya pada saat bersamaan, tetapi dengan kehadiran Lifei, saat ini dia merasa pasti akan kalah.

__ADS_1


Mengambil tindakan yang terlihat putus asa, Fan Heng melakukan serangan diam-diam, menyerang Jie Dong dan Liu Chong dengan tinju. Tinjunya menembus udara disertai gelombang Qi yang berlipat ganda.


Jie Dong dan Liu Chong berbalik dan bergegas melompat kembali untuk menghindari serangan Fan Heng.


Begitu Jie Dong dan Liu Chong pindah tempat, Fen Heng memanfaatkan kesempatan itu berlari melewati keduanya dengan kecepatan kilat. Dalam sekejap, Fan Heng sudah berada di luar jangkauan berjarak seratus meter.


Jie Dong dan Liu Chong tidak membiarkan Fan Heng melarikan diri, keduanya lalu terbang ke depan untuk mengejar Fan Heng. Tapi saat mereka ingin bergerak, mereka melihat sesosok tubuh menghalangi jalan Fan Heng, orang itu meninju Fan Heng dan mengirimnya jatuh ke tanah.


Orang itu tidak lain adalah Zhang En.


Fan Heng ini adalah bagian dari peta ahli Suku Dewa kuno, tentu saja Zhang En tidak akan mengizinkannya untuk melarikan diri.


Zhang En yang mengambil tindakan dengan pertempuran mereka mengejutkan Jie Dong, Liu Chong, serta Fan Heng sambil menatap dengan waspada pada Zhang En.


Setelah menghalangi Fan Heng untuk melarikan diri, Zhang En tidak bergerak lagi, atau mengucapkan sepatah kata pun.


Kira-kira semenit kemudian, Jie Dong memecah keheningan, berkata “Aduk Kedua, siapa pria yang bersamamu? Di adik junior keenam, bukankah dia bersamamu?" Jie Dong bertanya sambil menatap Lifei.


Zhang En memandang Jie Dong dan Liu Chong, dengan jujur ​​mengakui, “Saudara Keenam kalian telah dibunuh olehku, mengenai siapa aku, kau akan tahu nanti."


Jie Dong, Liu Chong, dan Fan Heng terkejut dengan pengakuan yang terlihat meremehkan dari Zhang En. Jie Dong dan Liu Chong tampak memucat setelah mendengar jawaban Zhang En


“Adik Kedua, apa yang dia katakan benar?!” Jie Dong meraung marah pada Lifei,


"Apakah dia membunuh saudara Keenam?!" Kemarahan meningkat dengan cepat di wajah Liu Chong.


Lifei memandang Jie Dong dan Liu Chong, menegaskan dan mengangguk: "Itu benar."


Wajah Jie Dong dipenuhi amarah dan keterkejutan. "Lifei, kamu benar-benar berani mengkhianati, bersekutu dengan orang luar untuk menyakiti murid sekte sendiri!" Jie Dong memelototi Lifei dengan mata dingin.

__ADS_1


"Pemuda ini telah membunuh Saudara Zhou Cheng Murid Keenam, tapi Lifei datang ke sini bersamanya, ini tidak bisa dimaafkan!" Liu Chong terlalu memelototi Lifei, niat membunuh semakin kental terlihat dari wajahnya.


Fan Heng diam-diam merasa sangat gembira, jika masalah ini berkembang dan ketika keempat orang ini mulai bertarung, dia bisa menyelinap pergi dengan tenang.


“Lifei, jika kau mengakui kesalahanmu dan bertobat sekarang, bantu aku dan saudara Ketiga untuk membunuh pemuda ini dan menangkap Fan Heng sebagai penebusan atas kesalahanmu, aku akan memohon kepada Guru untuk mengasihanimu. Guru sangat menyayangi dirimu, dia pasti akan memaafkan dan mengabaikan hukuman mati kepadamu " Jie Dong berbicara lagi.


Liu Chong tertegun pada awalnya, tetapi dia dengan cepat memahami makna yang mendasari Jie Dong, sehingga mencoba untuk meyakinkan Lifei, "Itu benar, Kakak Kedua, kau dapat dimaafkan jika kau kembali sekarang dan bergabung bersama kami."


Zhang En mendengar semua perkataan mereka dalam diam, tetapi di dalam hati, Zhang En menggelengkan kepalanya pada kedua orang ini.


Namun, suara desiran angin kencang yang menuju ke arah mereka memecah ketegangan. Semua orang berbalik untuk melihat ke arah itu dan melihat orang yang mendatangi mereka memiliki kecepatan luar biasa yang meninggalkan jejak api di belakangnya.


Melihat kedatangan orang ini, Jie Dong dan Liu Chong mengungkapkan ekspresi bahagia, sedangkan Fan Henng dan Lifei sedikit memucat.


"Itu adalah Guru Qin Yang!" Lifei bergeser ke samping Zhang En dengan goyah, bergegas untuk menginformasikan identitas orang tersebut kepada Zhang En.


Qin Yang adalahPatriark Sekte Hantu Bayangan.


Melihat bahwa bahkan Patriark Sekte Hantu Bayangan tiba, kebingungan dan kecemasan bercampur aduk di hati Fan Heng dan dia mencoba untuk bisa melarikan diri. Tapi saat dia melakukannya, dari kejauhan, tombak berwarna ungu berputar melintasi langit malam mirip dengan bintang jatuh yang muncul di atas lembah, menargetkan Fan Heng.


Karena khawatir, Fan Heng mengayunkan pedang di tangannya, menciptakan tirai pedang untuk memblokir lintasan tombak ungu itu.


BOOMMM-!


Serangkaian suara benturan logam bergema di udara, hantaman besar itu mendorong Fan Heng kembali ke tanah sekali lagi.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2