
Sebelum mereka bertiga dapat bereaksi, dua cengkraman tangan Zhang En telah membentuk cakar, membanting kepala dua orang yang duluan terhisap ke arahnya, dan energi api sejati yang kuat mengalir keluar dari tangannya.
"Arghhh!
"Arghhh!
Dua jeritan kesakitan terdengar di udara dan nyawa kedua orang ini tidak tertolong lagi serta jiwa mereka teoah di bakar oleh Zhang En.
Sedangkan Hao Lin yang menunggu giliran selanjutnya akhirnya mendapatkan kembali pikirannya tetapi malah dipenuhi ketakutan. Sambil berteriak putus asa, dia memukul kedua tinjunya ke arah Zhang En dengan seluruh kekuatannya.
Senyum dingin muncul di sudut mulut Zhang En saat dia juga memukul kedua tinjunya, berhadapan langsung dengan tinju Hao Lin.
DUARRRR!!!
Hao Lin dikirim terbang seperti daun layu yang ditiup angin kencang, jatuh di ujung kapal, tidak lagi bergerak setelah tubuhnya berguling beberapa kali.
Perubahan situasi yang tiba-tiba ini membuat Shao Bing tekejut dan beberapa bawahanya yang tersisa yang masih tenggelam dalam mimpi mereka untuk menangkap Zhang En hidup-hidup.
Shao Bing dengan cepat menyadari apa yang sedang terjadi dan wajahnya pucat pasi. Dia berbalik, ingin melarikan diri dengan tujuh bawahannya.
Tapi, saat mereka semua berbalik untuk melarikan diri, tubuh mereka ditarik ke belakang oleh kekuatan yang kuat, jatuh ke atas kapal.
Zhang En lalu berjalan mendekat, menghancurkan Dantian dan meridian mereka semua. Dengan Dantian dan meridian mereka yang hancur, mereka tidak akan bisa mengumpulkan dan menggunakan Qi mereka lagi. Dengan demikian, Zhang En tidak khawatir jika ada di antara mereka yang yang melarikan diri lagi.
__ADS_1
Kemudian, Zhang En berjalan menuju dimana Shao Bing berada.
"Aku adalah Tuan Muda dari Istana Istana Api!” Shao Bing berteriak ketakutan memberitahu identitasnya, lalu mundur ke belakang dengan wajah setengah menangis.
Zhang En mengucapkan kalimat membingungkan yang tidak dipahami Shao Bing, "Dan Ye Nong adalah Patriark Klan Ye!"
Zhang En bahkan tidak menempatkan Ye Nong, Patriark Klan Ye dimatanya, apalagi Tuan Muda Istana Api belaka.
Untuk sesaat, Shao Bing masih bingung, tidak mengerti arti dari kalimat membingungkan Zhang En, tetapi sebuah kemungkinan dengan cepat menyerangnya.
"Mungkinkah….?!" Memikirkan hal ini, Shao Bing menjadi pucat pasi, "Patriark Klan Ye dan yang lainnya dibunuh olehmu ?!"
Pada saat ini, Zhang En terlalu malas untuk menjawab lebih banyak pertanyaan dari Shao Bing, kekuatan tak terlihat yang dicampur dengan api sejatinya menembus dahi Shao Bing.
Zhang En sekali lagi kembali duduk bersila, terus menyerap Batu Dewanya.
Dalam sekejap mata, lima hari telah berlalu.
Saat kapal itu bergerak maju ke wilayah laut es bagian terdalam, aliran angin dingin tumbuh semakin kuat. Pada akhirnya, bahkan Kapal Dewa yang memiliki belasan susunan pelindung apinya tidak dapat sepenuhnya mencegah udara dingin itu lagi
Aliran udara dingin wilayah terdalam laut estelah sepenuhnya bergabung menjadi satu dengan lingkungan alaminya. Semua makhluk hidup yang ada di wilayah itu telah berubah menjadi es.
Di luar tepi perairan laut es, Zhang En kadang-kadang akan mengalami beberapa serangan atau gangguan dari binatang elemen es, sedangkan sekarang, saat memasuki wilayah laut es yang dalam, bahkan tidak ada satu pun binatang elemen es yang terlihat.
__ADS_1
Jika bukan karena Kapal Dewa dan kultivasi Zhang En sendiri telah berada di ranah Alam Dewa Leluhur Bintang Dua, serta ketangguhan tubuh Naga Dewa Iblisnya, hingga bantuan dari Long Xioba yang juga terus menerus menggunakan qi naga azure sejatinya untuk membentuk lapisan pelindung di sekitar Zhang En, Zhang En dipastikan akan telah membeku sejak lama.
Saat memasuki wilayah lautan es terdalam, Zhang En secara bertahap mengurangi ukuran besar Kapal Dewanya. Setelah itu, Zhang En memasuki kabin kapal, lalu Kapal Dewa tenggelam ke dalam air.
Jauh di bawah kedalaman air laut, rasa dingin yang dingin kali ini berkali-kali lebih menakutkan.
Zhang En terpaksa mengedarkan qi dewanya untuk melawan aliran energi dingin yang menerpanya sambil mengerahkan inderanya hingga batas mencari tanda-tanda Ancient God Flame di bawah laut es yang luas.
Yang membuat Zhang En sampai saat ini tertekan adalah setelah lima hari kemudian, dia tidak menemukan apa pun. Selain air laut, hanya ada dan terumbu karang yang tak berujung yang dia lihat di dasar laut es.
Satu hal yang membingungkan Zhang En saat ini adalah bahwa air laut di dasar laut tidak membeku meskipun telah dihujani hujan yang dingin yang mengerikan dari atas.
"Mungkin Ancient God Flame tidak ada di Duni Wuyan ini?" Long Xioba berkata.
"Jika tidak ada di sini, lalu…?!" Mata Zhang En menjadi cerah, "Apa mungkin di pulau es yang ada di sekeliling Lautan Es ini?"
Di atas permukaan laut es, ada cukup banyak gunung es besar yang mengambang di permukaan laut, beberapa gunung es di ataa sangat besar sehingga hampir seperti pulau.
Tidak membuang waktu lagi, Zhang En segera mengarahkan Kapal Dewanya ke atas ke permukaan air, dan terbang ke udara. Sekali lagi, dia menyebarkan inderanya.
Satu hari lagi berlalu.
Kemudian, dari salah satu puncak pulau es raksasa yang di temukannya, Zhang En merasakan fluktuasi panas energi yang aneh.
__ADS_1