
Sebuah tawa terdengar keluar dari Zhang En, "Tidak menginginkan batu roh di saat seperti ini.? Hahahha, sungguh lelucon yang sangat bagus!"
Kemudian suaranya menjadi sedingin es, melanjutkan "Aku tidak bisa membiarkan kalian hidup cuma-cuma, tapi yang aku inginkan bukanlah kontrak darah, aku ingin menandai jiwa kalian dengan teknik jiwa nagaku."
"Menandai jiwa kami ?!" Raja Binatang Naga Laut dan Leluhur Fang berseru serempak, wajah mereka bahkan lebih pucat.
Ini berarti mereka akan terikat hidup dan mati dan tida bisa memberontak kedepannya.
"Tidak akan pernah!" Suara Leluhur Kerbau menyahut saat menjawab dengan suara lebih keras dari dua lainnya.
"Tidak akan pernah?" Zhang En memandang mereka bertiga, sudut mulutnya melengkung dengan senyuman dinggin, “Kalian punya 50 nafas untuk memikirkannya. Ingat, 50 nafas, aku tidak punya banyak kesabaran dan hanya ada satu kesempatan. Mati atau hidup, makan kalian harus memberi pilihlahan dengan bijak kepadaku setelahnya.”
Leluhur Fang, Raja Naga Laut, dan Leluhur Fang ingin mengatakan lebih banyak, tetapi langsung tutup mulut setelah melihat mata dingin Zhang En yang menusuk.
50 helaan nafas segera berlalu.
Zhang En lalu menatap Raja Naga Laut, berkata "Raja Naga laut, aku ingin tahu apa keputusanmu."
Raja Naga Laut menelan ludah, tenggorokannya terasa kering. Pada akhirnya, dia dengan sedih berkata, "O-orang tua ini bersedia untuk tunduk kepadamu."
Zhang En mengangguk dengan memberi puian, "Kau akan tahu di masa depan bahwa ini adalah keputusan terbaik yang kau buat sepanjang hidupmu."
Dia kemudian meminta Raja Naga Laut menurunkan penghalang jiwanya dan lanhsung menandainya dengan tanda jiwa. Ketika selesai, Zhang En melemparkan pil Dewa kepadanya untuk menyembuhkan luka-lukanya.
Kemudia, tatapan Zhang En lalu beralih dan jatuh pada Leluhur Fang.
Leluhur Fang sekarang berusaha berjuang secara internal cukup lama sebelum menyerah dan tunduk, seperti Raja Naga Laut. Tanpa perlawanan apapun, Zhang En menandai jiawanya, dan juga memberinya pil Dewa.
Selanjutnya, Zhang En kemudian beralih melihat ke arah Leluhur Kerbau berada.
Leluhur kerbau juga membalas menatap Zhang En, kebencian meluap di matanya, dan dia tertawa mengejek, “Zhang En, kau ingin aku tunduk pada junior sepertimu?Cuihhh, jangan bermimpi tentang itu! Bahkan jika aku mati, aku akan menyeretmu bersamaku!”
SWOOOSSSHHHH!!!
__ADS_1
Energi melonjak di dalam tubuh Leluhur Kerbau.
Tapi tepat ketika Leluhur Kerbau hendak meledakkan kekuatan jiwanya, ingin menyeret Zhang En bersamanya, pedang panjang yang melesat seperti kilat menembus tepat di antara alisnya, menghancurkan jiwanya.
Tubuh Leluhur Kerbau menegang sepersekian detik, energi yang melonjak di tubuhnya berkurang, diikuti oleh tubuhnya yang ambruk jatuh ke tanah.
Menyaksikan semuanya terjadi dalam sekejap mata dari samping, Raja Naga Laut dan Leluhur Fang merasa merinding. Keengganan awal mereka berubah menjadi kegembiraan. Mereka juga berpikir untuk melakukan hal yang sama, tetapi baru sekarang mereka menyadari betapa lemahnya diri mereka yang terluka di depan Zhang En.
Raja Naga Laut dan Leluhur Fang menatap pedang Zhang En yang sedang melayang di tutupi oleh api mengerikan tepat di depan mereka dengan ketakutan.
SWOOOSSHHH!!!
Kekuatan isap datang dari tangan Zhang En dan Inti jiwa Leluhur Kerbau jatuh ke telapak tangannya lalu menyimpannya, Zhang En juga menyingkirkan mayatnya.
"Kalian berdua menjaga tempat ini, beri tahu aku jika ada yang mendekat." Zhang En melihat kedua orang tua itu, menginstruksikan mereka.
Zhang En lalu menghilang dalam sekejap, muncul di luar tempat gua budidaya Dewa Emas. lalu dia menghilang ke dalam dalam.
Keduanya menghela nafas berat dan berdiam diri.
Pada saat ini, Zhang En sudah berada di dalam gua. Yang membuatnya heran, energi spiritual di sini lebih kaya dari yang diharapkan, hanya dengan menarik napasnya saja memberi Zhang En perasaan nyaman di sekujur tubuhnya. Seorang manusia biasa yang tinggal di sini hanya beberapa hari dapat membersihkan sumsum mereka dan dilahirkan kembali.
Setelah itu, Zhang En menemukan bahwa gua itu sebenarnya memiliki susunan pengumpulan energi spiritual raksasa yang dibangun dari ribuan batu roh.
Dia tidak segera pergi mencari harta karun. Sebagai gantinya, mengikuti ingatan Ingatan Raja Langit sebelumnya, dia terbang menuju lokasi formasi pusat. Begitu dia mengendalikan formasi itu, tidak akan terlambat untuk pergi mencari harta karun.
Segera, dia tiba di ruangan utama dan menemukan formasi pusat yang mengendalikan seluruh Gunung Harimau. Dia mengeluarkan peta kulit binatang dan menyalurkan energi yang menyebabkannya segera melepaskan cahaya yang gemerlap.
SWOOOSSHHHH!!!
Seluruh formasi pusat mulai bersinar juga.
Di saat yang tepat, Zhang En melemparkan esensi darahnya ke peta harta karun. Peta itu laalu melayang, perlahan-lahan jatuh ke tengah formasi.
__ADS_1
Ketika peta harta karun jatuh ke mata formasi pusat, cahaya terbang keluar dari peta, beresonansi dengan formasi.
Kedua cahaya itu saling terkait dan menyatu. Peta harta karun secara bertahap menjadi bagian dari formasi pusat, menghilang di dalam.
Begitu peta harta karun dan formasi benar-benar bergabung menjadi satu, Zhang En segera merasakan hubungan dengan formasi pusat. Pada saat berikutnya, seluruh Gunung, termasuk tempat itu muncul di benaknya.
Setiap sudut Gunung Harimau, setiap helai rumput, cabang pohon, dan partikel debu terlihat jelas bagi Zhang En di dalam jiwanya. Dengan hanya berpikir, dia bisa muncul di bagian mana pun di Gunung Harimau dalam waktu kurang dari satu tarikan napas.
Zhang En melambaikan tangannya, membentuk simbol kuno dan menjentikkannya ke mata formasi, mengaktifkan semua formasi Gunung Harimau sekaligus.
Cahaya warna-warni meledak dari Gunung Harimau, mencapai ketinggian ribuan meter.
Kelompok besar pembudidaya yang menunggu di luar dibiarkan ternganga pada perubahan mendadak ini.
"Apa yang terjadi?!"
"Ini, dapatkah kalian merasakan bahwa energi spiritual di sekitarnya tiba-tiba menjadi lebih padat?"
Berbagai pembudidaya bergerak dengan kegembiraan dan keterkejutan. Tepat di tengah-tengah itu, gelombang energi yang kuat mengalir keluar dari dalam Gunung Harimau, yang lebih kuat dari sebelumnya, meniup kerumunan besar pembudidaya yang berkumpul seperti badai. Mereka yang menghindar terlambat dikirim terbang tinggi di udara.
Hal yang sama terjadi pada para pembudidaya di tengah gunung, serta mereka yang berada di kaki bukit.
Tampaknya dalam waktu singkat, banyak pembudidaya dikirim terbang.
Kota-kota yang ada di kaki Gunung Harimau bergetar hebat, mirip dengan gempa bumi. Kota-kota itu terlempar ke udara satu per satu.
“Sungguh, apa yang terjadi?”
"Cepat lapor ke Leluhur!"
Semua orang panik, tidak tahu apa yang terjadi.
Dalam waktu singkat, peristiwa abnormal yang terjadi di Gunung Harimau mencapai telinga berbagai sekte dan klan besar di seluruh galaksi, menarik lebih banyak kultivator, bergegas secepat mungkin menuju Gunung Harimau.
__ADS_1