
“Manusia Es Kembar, ayo bergabung untuk bunuh Zhang En ini! Ketika ini berakhir, hartanya akan menjadi milik kita, kita akan membaginya secara merata di antara kita bertiga!” Leluhur Dewa Hantu tiba-tiba berteriak ke arah dua Manusia Es.
Kedua manusia es itu saling memandang, ada jejak keragu-raguan di mata mereka.
Meskipun kekuatan Zhang En memang mengejutkan mereka, jika ada tiga dari mereka, membunuhnya tidak akan menjadi masalah.
Ketika mereka memikirkan harta Zhang En, mata kedua bersaudara itu berkilauan dengan keserakahan.
Sama seperti kedua Manusia Es tergoda oleh perkataan Leluhur Dewa Hantu, Serangan Zhang En yang di selimuti kekuatan Buddha tepat mengenai dada Leluhur Dewa Hantu.
BOOMMMMM!!!
Energi budha murni meledak ke dalam Tubuh Hantunya, membuatnya meraung kesakitan.
“Argh! Sialan! Mari kita bergabung untuk membunuh Zhang En ino, aku hanya ingin dua puluh persen dari hartanya. Sisanya akan memjadi milik kaliam!” Sementara Leluhur Dewa Hantu meratap kesalitan, dia mengambil kesempatan untuk meneriaki kedua makhluk es itu.
Kedua Manusia Es itu tercengang, keserakahan di mata mereka bahkan sekarang telihat lebih jelas.
“Kenapa kalian berdua masih tidak menyerang?! Jika kalian menunggu sampai para Dewa Emas lainnya tiba, kita tidak akan punya apa-apa lagi!” Leluhur Dewa Hantu berteriak lagi.
Kedua Manusia Es itu saling bertukar pandang, saling mengangguk setuju. Pada saat berikutnya, tangan mereka tiba-tiba menyerang Zhang En.
Beberapa helai qi es melonjak keluar dari tubuh mereka, tampak seperti dua aliran kubah air es raksasa yang melengkung melintasi langit.
Melihat kedua makhluk es itu akhirnya mau bergerak dan menyerang Zhang En, Leluhur Dewa Hantu diam-diam menghela nafas lega. Kemudian dia memandang Zhang En, berkata, "Zhang En, terima kematianmu!"
GROOOAAARRRHH!!!!
Ketika aliran es raksasa itu hendak menyerang Zhang En, tiba-tiba, raungan naga yang menggema dari arah tertentu mengguncang langit.
Pada saat berikutnya, di depan Leluhur Dewa Hantu dan dua mata bingung dari dua Manusia Es itu, seekor naga dengan sisik keemasan dan memiliki cakar lima dengan panjang lebih dari seribu meter muncul tepat di depan mereka.
Itu adalah Naga Azure, Long Xioba.
Begitu naga azure muncul, kekuatan naga agung tampak menyelimuti langit dan bumi. Mereka bertiga mirip dengan ikan yang keluar dari air, tidak bisa bernapas.
Tepat pada saat ini, cakar naga yang kuat dan kokoh menghantam dua Manusia Es itu.
__ADS_1
BOOOMMMM!!!
BOOOMMMM!!!
Di bawah serangan cakar naga itu, potongan es yang hancur jatuh ke tanah di bawah.
Kedua manusia es itu terpental sekitar kurang dari seratus meter sebelum berhasil menstabilkan diri mereka di udara. Meski begitu, mereka menuemburan batuk darah.
"I-ini, ahli dari Klan Naga Kuno!"
Kedua manusia es, serta Leluhur Dewa Hantu di kejauhan, berteriak hampir bersamaan. Getaran dalam suara mereka terlihat jelas.
Selain itu, mereka merasakan darah bangsawan Klan Naga Kuno, naga azure dari tubuh Long Xioba.
“Eh. ternyata ini adalah Senior dari Klan Naga. Senior juga ada di sini untuk harta mendapatkan harta Zhang En!!!? Karena Senior juga tertarik pada hartanya, kami tentu saja tidak berani bersaing untuk itu. ” Salah satu dari Manusia Es berbicara dengan sangat hormat kepada Long Xioba.
Dilihat dari ekspresi menyanjung di wajahnya, orang hampir tidak bisa mengatakan bahwa dia baru saja terluka oleh cakar Long Xioba beberapa saat yang lalu.
Mendengarkan ini, tawa kecil keluar dari mulut Zhang En.
Long Xioba juga tertawa terbahak-bahak, membangkitkan angin kecil dari mulut naganya.
"Nak, bagaimana kau ingin menangani mereka?" Tepat pada saat ini, wajah besar Long Xioba berbalik untuk melihat Zhang En sambil tersenyum, cakarnya menunjuk ke Leluhur Dewa Hantu Jahat dan dua Manusia Es di kejauhan.
"Jangan bunuh mereka terlebih dulu." Zhang En lalu menambahkan, "Biarkan aku untuk merawat Leluhur Dewa Hantu itu terlebih dalu."
Long Xioba lalu mengangguk, lalu indera rohnya mengunci dsn menahan kedua Manusia Es itu di tempat mereka berada.
Ketika Leluhur Dewa Hantu dan medua Manusia Es itu masih dalam keadaan keterkejutan, salah satu tangan Zhang En mengayun ke bawah, membuat tebasan.
WUUSSHHHH!!
Cahaya keemasan melintas di udara dan menghilang. Zhang En telah mengunci ruang menggunakan pembatas dewa.
Leluhur Dewa Hantu akhirnya merasa takut, telapak tangannya menyerang dengan panik. Garis-garis benang bersinar terang di mana pun telapak tangannya menyerang.
"Apa ini?" Mata Leluhur Dewa Hantu melebar ketakutan.
__ADS_1
"Ini adalah teknik pembatas dewa kuno, memisahkan tempat dari dunia luar." Zhang En menjawab tersenyum, “Jangan banyak buang energimu. Jika kau ingin keluar dari sini, kau harus mengalahkanku terlebih dahulu. Tentu saja, jika kau tidak bisa, aku minta maaf, kau hanya bisa mati di sini. ”
Kemarahan Leluhur Dewa Hantu menembus langit, menatap Zhang En dengan tatapan hantunya, “Zhang En, kau jangan berlebihan!! Jika kau tidak, aku akan menyeretmu ke dalam kematian bersamaku!”
Senyum Zhang En tidak bisa menahan diri untuk tidak melebar, menjawab lagi, "Bagus, silakan dan ledakkan dirimu sekarang."
Zhang En merada tidak terganggu oleh ancaman Leluhur Dewa Hantu.
Seperti yang dia harapkan, Leluhur Dewa Hantu tidak memilih untuk menghancurkan dirinya sendiri, tetapi berteriak saat dia menerjang Zhang En.
Di luar pembatas dewa, wajah dua Manusia Es tampak muram, dan sedang di batasi oleh indera Long Xioba. Keduanya dengan bijak memilih untuk tetap di tempat mereka, tidak berani bergerak.
Tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka bahwa akan ada naga kuno ranah Alam Dewa Emas Bintang Dua di sisi Zhang En.
...
Waktu perlahan mengalir, satu jam berlalu.
Di dalam ruangan pembatas dewa, Leluhur Dewa Hantu dipenuhi dengan luka di sekujur tubuhnya, dari tebasan pedang hingga sidik jari dari serangan Zhang En.
Meskipun Tubuh Hantunya memiliki kemampuan yang menakutkan, Leluhur Dewa Hantu terhalang untuk mengubah wujud hantunya karena tempat ruangan pembatas dewa itu.
Sekarang, Leluhur Dewa Hantu telah kehilangan semua semangat dan kepercayaan dirinya yang tinggi yang dia miliki ketika dia pertama kali tiba.
"Zhang En, jika aku melarikan diri setelah ini, aku bersumpah akan mengulitimu hidup-hidup dan memakan dagingmu mentah-mentah!!" Suara jahat Leluhur Dewa Hantu terdengar di udara.
"Melarikan diri?" Zhang En mendengus, "Sayang sekali kau tidak akan pernah memiliki kesempatan itu."
Saat mengatakan itu, cahaya yang menyilaukan melintas dan ilusi roh api dewa kuno, memancarkan cahaya putih, muncul di belakang Zhang En
Dalam sekejap mata, cahaya biru es memenuhi seluruh ruang pembatas dewa.
"Ini, ini adalah kekuatan Api ilahi, Ancient God Flame?!" Leluhur Dewa Hantu menjerit tajam, "Kau benar-benar mendapatkannya?!"
Sementara Leluhur Dewa Hantu masih menjerit, ilusi api dari roh api ilahi, Ancient Phoenix Flame juga muncul di sekitar Zhang En, melepaskan api merah menyala.
"Ini, Ancient Phoenix Flame!!" Leluhur Dewa Hantu Jahat sangat terkejut. Tapi, tubuhnya sudah ditelan oleh kedua roh api milik Zhang En.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, batu hitam jatuh dari udara.
Zhang En membuka telapak tangannya dan kekuatan isap menarik item itu ke tangannya. Dia lalu menarik kedua kekuatan apinya kembali ke tubuhnya dan melangkah keluar dari ruang pembatas dewa.