Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 392 - Menyerang Kediaman Klan Zhang


__ADS_3

Tepat pada saat ini, dua sosok memasuki lapisan Dunia Alam Bawah, melewati setiap lapisan ruang yang kacau, lalu berdiri tinggi di atas langit.


Kedua pria ini adalah orang dari Klan Mo dari Pusat Dunia Bintang.


Mengintip gunung dan sungai di bawah, lelaki tua gemuk itu menggelengkan kepalanya. Sedangkan pemuda kurus itu mendesak, “Ayo, jangan hanya berdiri di sini dan melihat. Ayo cepat dan selesaikan tugas kita.”


Kedua pria itu berubah menjadi seberkas cahaya, menghilang dalam sekejap. Dalam sekejap mata, mereka berdiri di udara di atas Benua Awan Bintang.


Pria tua gemuk itu menyebarkan indra spiritualnya, dan kedua pria itu menghilang, muncul di atas sebuah puncak gunung yang tinggi. Sebuah telapak tangan ditekan ringan di puncak dan seluruh gunung hancur menjadi partikel debu yang tak terhitung jumlahnya tanpa adanya ledakan.


Di dalam puncak gunung itu, ada seorang pembudidaya Pertapa Dewa yang berkultivasi di sana lumpuh karena ketakutan.


Dengan gerakan sederhana, pembudidaya itu merasakan tubuhnya ditarik ke atas tanpa kendali ke depan pemuda kurus. Jejak cahaya merah melintas di pupil pemuda kurus itu saat seberkas cahaya merah menembus dahi kultivator Alam Pertapa Dewa itu. Matanya kehilangan warna, berubah seperti orang bodoh seolah-olah jiwanya telah disegel..


"Dimana tempat ini?"


"Kekaisaran Futon..."


"Pergi, bawa kami ke Kekiasaran Ming, dan tunjukkan kepada kami kediaman Klan Zhang."


Kultivator yang jiwanya telah di segel menurut dengan hormat, terbang di depan saat dia memimpin keduanya menuju Kediaman Klan Zhang di Kekaisaran Ming.


Kekaisaran Futong berada tepat di samping Kekaisaran Ming. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di wilayah Kekaisaran Ming.


Satu jam kemudian, kedua orang itu sedang menatap kediaman Zhang En yang menyaingi istana kekaisaran. Pria tua gemuk itu berbicara lebih dulu, "Zhang En ini benar-benar membangun dan sumber daya di tempat ini, juga menempatkan lebih dari 500 ratus pembudidaya Alam Dewa Bintang 5 dan Pertapa Dewa untuk menjaga klan kecil ini."


Pria muda kurus itu mendengus saat dia berkata, “Tapi di depan kita, kekuatan mereka tidak cukup untuk menahan kita.” Saat dia mengatakan itu, jarinya terarah di bangunan Kediaman Zhang, seolah-olah dia sedang menunjuk.

__ADS_1


RUMMMBBLEEE....!!!


Dalam sekejap, udara di atas kediaman Klan Zhang bergemuruh keras seperti petir di hari yang cerah. Kemudian, bumi bergetar hebat seolah-olah tidak akan pernah berhenti, dan kekuatan penghancur yang mengerikan menyelimuti seluruh Klan.


Semua orang di dalam kediaman Klan menjadi pucat tidak tau apa yang sedang terjadi diluar.


Diatas wilayah kediaman klan, bayangan muncul dari berbagai arah saat semua penjaga klan menampakkan diri. Aura hantu yang padat dan mengerikan dimuntahkan dari Formasi Bendera Hantu, berubah menjadi roh jahat, menutupi seluruh Kediaman Klan Zhang.


“Wowww...! Itu adalah artefak yang bagus? ” Pria tua gemuk itu sedikit terkejut ketika dia melihat tirai melayang di luar kediaman Klan Zhang, sebelum tertawa bahagia, “Kejutan yang menyenangkan, aku tidak menyangka dunia ini memiliki sesuatu seperti ini. Meskipun nilainya sedikit rendah, itu masih merupakan harta yang bernilai beberapa koin Bintang. ” Tangannya lalu terulur, menjentikkan ke arah Tiang Formasi bendera hantu Zhang En yang telah di pasang sebelumnya.


Tangan raksasa berwarna merah terbentuk entah dari mana, dan di mana pun tangan raksasa ini lewat, semua roh dan hantu dari Bendera Hantu menghilang. Tiang formasi itu itu bergetar, dan dalam beberapa saat, sebuah artefak ditarik keluar dari ruang hampa oleh tangan raksasa itu.


Tidak lama setelah itu, terlihat banyak orang yang terbang keluar dari Kediaman Zhang, itu adalah orang-orang Zhang En.


Para penjaga Klan yang bertugas melindungi klan dengan cepat meluncurkan serangan ke arah pria tua gemuk dan pria muda kurus di depan mereka. 


Sebuah tinju dan telapak tangan menutupi seluruh langit.


Menyaksikan gelombang tinju dan telapak tangan diarahkan kepada mereka, pemuda kurus itu mendengus jijik, "Sekelompok semut berani menyerang kita." Seperti menampar lalat yang mengganggu, tangannya menampar serangan itu seolah-olah itu bukan apa-apa baginya.


BOOOOOOMMMM!!!


Suara ledakan bergemuruh. 


Pada saat berikutnya, 500 penjaga klan yang bertugas menjaga kediaman Klan Zhang Selama ini dikirim terbang sekaligus. Beberapa dari mereka bahkan meledak di udara dan darah serta daging mereka berhamburan di udara dan jatuh di atas tanah.


Dalam waktu kurang dari satu tarikan napas, ratusan dari mereka semua tewas atau terluka parah. Dikalahkan dengan satu serangan yang paling menghancurkan.

__ADS_1


Setiap orang dari Klan Zhang memucat pada saat melihat hal ini.


"Siapa kalian?" Penatua Shu dan Penatua Fu berdiri di depan pintu, memperhatikan kedua orang yang baru menyerang penjaga klan dengan ketakutan.


"Apa....?" Pemuda kurus itu mengejek, “Agar kalian bisa mati dengan tenang mengetahui siapa yang membunuh kalian semua, kami bermurah hati dan memberitahumu. Kami Tetua dari Klan Mo, dari Pusat Galaksi Bintang. Zhang En telah membunuh orang dari Klan Mo kami, Mo Tian. Tujuan kami kali ini adalah untuk memusnahkan semua orang yang berhubungan dengannya.. Tanpa terkecuali...!"


Wajah mereka berubah pucat pasi, tidak ada yang mengira kalau kedua orang ini adalah musuh Zhang En.


Pria tua bertubuh gemuk itu tiba-tiba menampar dengan menggunkan telapak tangannya dari jauh, menyapu Penatua Shu dan Penatua Fu yang berdiri dan menghalangi mereka. Darah menyembur deras dari mulut Penatua Shu dan Penatua Fu saat mereka terlempar menabrak gunung di belakang Kediaman Klan Zhang.


“Penatuaa..!” Semua orang berteriak ketakutan.


Pria tua gemuk itu bahkan tidak melirik ke arah Penatua Shu dan Penatua Fu setelah memukul mereka. Dia menoleh ke arah dimana orang darin kediaman Zhang berada..."Suruh Zhang En untuk datang ke sini!"


Suara singkatnya bergemuruh seperti guntur yang marah, mengguncang pikiran setiap anggota klan, menyebabkan semua orang memuntahkan darah dari gelombang kejut yang menembus jiwa mereka.


"Kakak Zhang En tidak ada di sini!" Di tengah kelompok anggota Klan Zhang, seorang anak berusia 14 tahun melangkah ke depan dengan kemarahan bersinar di matanya, Asal kalian tau, Kakak Zhang sudah pergi beberapa tahun lalu, menjadi murid Sekte Roh Api, jika kau berani membunuh kami semua, Kakak Zhang tidak akan pernah mengampuni kalian.... !”


Baik pria tua gemuk dan pria muda kurus tercengang, tak satu pun dari mereka memikirkan kemungkinan bahwa Zhang En tidak berada disini.


"Menjadi murid Sekte Roh Api?" Pemuda kurus itu mencibir, "Nak, kau baru saja membuatku takut setengah mati." Kata-kata dan nadanya dipenuhi dengan ejekan yang tak henti-hentinya.


Pria tua gemuk itu juga mencibir dengan jijik, “Jadi bagaimana jika dia sudah menjadi murid Sekte Roh Api? Kau pikir Klan Mo kami akan takut pada murid luar Sekte Roh Api biasa?” 


Benar, untuk Klan Mo, seseorang yang baru saja menjadi murid Sekte Roh Api terlalu kecil untuk dianggap sebagai ancaman. Mereka berdua berpikir kalau Zhang En hanya akan menjadi murid luar biasa dan butuh beberapa ratus tahun untuk bisa menjadi murid dalam.


Pria muda kurus itu sedang mengamati semua wajah mereka, tetapi saat dia mengangkat tangannya bersiap untuk membunuh mereka semua, matanya tiba-tiba menyala. Dia melihat Lie Hue di antara orang-orang ini.

__ADS_1


Melihat rekannya berhenti untuk membunuh orang-orang ini, mata lelaki tua gemuk itu mengikuti tatapannya membuat mata lelaki gemuk itu juga berbinar cerah dan bern4fsu...


__ADS_2