Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 538 - Kemunculan Feng Lan Dan Kelompoknya


__ADS_3

Ketika lelaki tua berambut putih itu muncul, hal pertama yang dilihatnya adalah mayat tanpa kepala Ye Li dan ekspresinya menjadi gelap dalam sekejap. 


Tatapan dinginnya yang tajam diarahkan pada Zhang En, "Bocah bajingan, kau berani membunuh murid Tan Lao ini, aku tidak peduli siapa kau, kau harus mati hari ini!"


Jelas, dia salah mengira bahwa Ye Li dibunuh oleh Zhang En.


Biun An memanfaatkan momen itu, berjuang keras untuk berteriak, “Guru, kami baru saja mendapatkan Teratai Hitam yang berusia di atas dua juta tahun, lalu bocah ini muncul entah dari mana dan menyergap kami, membunuh Saudara Muda Ye Li diam-diam. Dia bahkan mengambil Teratai Hitam itu juga!”


Setelah terkejut sesaat, Tan Lao saat dia bergegas untuk melihat Zhang En dengan mata panas, “Bocah bajingan, serahkan Teratai Hitam itu dan aku akan mengampunimu dan wanitamu, aku akan membiarkan kalian berdua pergi. !”


Zhang En sudah menyimpan Teratai Hitam itu di dalam cincin spasilanya sebelum lelaki tua itu menyadarinya.


Biun An mencibir pada Zhang En, “Kau dengar apa yang dikatakan oleh guruku, brengsek! Keluarkan Teratai Hitam itu dengan patuh dan lepaskan aku, Guruku bisa menyelamatkan nyawamu!”


"Benarkan?" Zhang En dengan suara tenang terdengar acuh tak acuh. Jari-jarinya di sekitar tenggorokan Biun An mengeras, meremukkan lehernya dan membakar jiwanya dengan api esensi dewanya.


KRAKKKK!!!


BUKKK!


Tubuh Biun An jatuh lemas ke tanah ketika Zhang En mengendurkan jari-jarinya. Sebelum kematiannya, matanya melebar karena tidak percaya bahwa Zhang En benar-benar berani membunuhnya di depan Gurunya sendiri. Bahkan Tan Lao tidak menyangka Zhang En berani membunuh muridnya tepat di depannya.


SWOSHHH!!! Aura pembunuhan meledak dari tubuh Tan Lao.


"Kurang ajar!" Tan Lao meraung marah lalu menyerang dengan serangan telapak tangannya yang memunculkan bayangan telapak tangan raksasa di udara.


WUSHHH!!!


Jejak tangan raksasa itu hendak menampar Zhang En dan Lie Hue dan menyelimuti mereka.


Saat jejak telapak tangan raksasa itu hendak menyerang mereka berdua, suara dengusan dingin terdengar di telinga mereka bertiga. 

__ADS_1


Wushhh!!! Ruang di depan Zhang En dan Lie Hue berdesir saat cahaya keluningan bersinar cemerlang muncul, menghalangi telapak tamgan raksasa itu.


DUARRRR! Tabrakan yang menggema mengguncang udara.


Jejak serangan telapak tangan raksasa Tan Lao hancur dan dia mengerang kesakitan. Tubuhnya goyah, kehilangan keseimbangan, dan mundur satu langkah ke belakang.


Lalu, sosok wanita muncul di depan Zhang En dan Lie Hue.


Tan Lao terkejut dan marah saat melihat siapa sebenarnya yang memblokir serangannya.


"Ternyata kau!" Wajah Tan Lao tidak terlihat bagus ketika dia melihat wanita itu.


Lie Hue sangat gembira ketika dia melihat siapa sosok ini, dia berjalan dan menyapa, "Guru!"


Zhang En juga bergegas maju dan menyapa, " Salam Senior Yi!"


Salah satu alasan mengapa Zhang En tidak ragu untuk membunuh Biun An adalah karena Gurunya Si Pengemis Tua Kun telah menanggapi pesan jarak jauhnya beberapa saat sebelumnya di waktu yang tepat, dan kebetulan Master Kun berada dalam jangkauan batu pengirim suara yang dia gunakan waktu itu dan baru merespon pesannya. Hanya saja Zhang En tidak berharap yang pertama tiba muncul adalah Master Yi, Guru Lie Hue.


Master Yi mengangguk pada mereka bersua dengan senyum di wajahnya. Dia bisa mengetahui tingkat kekuatan Lie Hue dengan satu pandangan. Dia senang, namun dia menghela nafas dalam hatinya.


Wajah Tan Lao yang sudah hitam tampak lebih gelap lagi.


"Master Yi, orang lain mungkin takut padamu, tapi aku tidak!" Tatapan mata Tan Lao bersinar dengan kebencian, "Murid gadismu itu, kau bisa membawanya dan pergi dari sini, tapi pemuda itu telah membunuh dua muridku, dia harus mati hari ini!" Sambil menunjuk jari ke arah Zhang En.


Master Yi mengangkat tongkat kayu di tangannya, menatap Tan Lao dengan senyum mengejek dan dingin, "Apakah kau sedang membuat lelucon? Apakah aku perlu kau memberi tahuku siapa yang ingin aku bawa pergi dari sini? Kematian dua muridmu membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, membiarkan mereka hidup hanya membuatmu kehilangan muka, kan?”


Tan Lao merasakan dadanya hampir meledak, tertawa dalam kemarahan, "Ha ha haa... Menurut apa yang kau katakan, aku harus berterima kasih kepada pemuda ini karena membunuh dua muridku?"


Master Yi menjawab, "Jika kau ingin berpikir seperti itu, tidak apa-apa juga."


Raungan amarah Tan Lao bergema, “Tetua Yi, tempat ini adalah Gunung Harimau dan berada Di Dunia Harimau kami. Artinya ini adalah wilayah kekuasaan kami, Sekte Pedang kami! Ini bukan tempat bagimu untuk bersikap angkuh. Bawa muridmu dan enyahlah sekarang juga, kalau tidak…!”

__ADS_1


Master Yi mengejek, "Atau apa?"


Swoshhh. Swoshhhh.. Swoshhh!! Suara angin yang bertiup dari arah lain dan sekelompok orang juga tiba pada saat ini.


Kelompok ini juga berjumlah enam orang, kebanyakan dari mereka adalah ahli Alam Dewa Surgawi, dan salah satu dari mereka juga seorang Alam Dewa Emas.


Ketika Tan Lao melihat orang-orang ini, dia tertawa terbahak-bahak, membawa sedikit kegilaan, "Pelacur tua, kau bisa melarikan diri jika kau membawa muridmu dan pergi barusan, tapi sekarang, kau tidak bisa pergi bahkan jika kau mau!"


Mendengar hal ini, Master Yi bahkan tetap tidak terganggu oleh kedatangan keenam orang ini.


Sekte Pedang dalah salah satu Sekte Besar di dalam galaksi Harimau, dengan dua Ahli Alam Dewa Tingkat Tinggi sebagai pilarnya. Salah satunya adalah Tan Lao sendiri sebagai pemimpin Sekte Sekarang dan satunya lagi adalah Pemimpin Sekte sebelumnya, Feng Lan, Guru Tan Lao.


Master Yi tidak menyangka Feng Lan ini berada di Gunung Harimau ini.


Tan Lao melangkah maju, menjelaskan kepada Gurunya Feng Lan apa yang terjadi pada kedua muridnya, dan disergap oleh Zhang En berdasarkan informasi yang dikatakan Biun An sebelumnya.


"Kedua muridku sudah mati, dan dia merebut Teratai Hitam itu. Murid ininingin membunuh Zhang En itu, tetapi dihalangi oleh Wanita Iblis Yi." Ucap Tan Lao diakhir penjelasannya.


Feng Lan dan lima Tetua di belakangnya semua terkejut, lalu mata mereka menjadi panas karena keserakahan.


Master Yi terkejut dalam hati setelah mengetahui penyebab apa yang terjadi sebelum dia muncul.


Feng Lan mengambil satu langkah ke depan dan berkata, “Master Yi, kau memiliki waktu tiga napas untuk pergi dari sini, aku bisa melupakan apa yang terjadi barusan antara kau dan muridku Tan Lao, jika tidak kau pergi juga, ini artinya kau dengan sengaja melawan kami. Kamu tahu apa konsekuensi dari akibat melawan kami!"


Master Yi menjawab tanpa emosi, "Aku juga akan memberimu waktu tiga napas, kalian pergi dari sini dan aku akan melupakan yang terjadi disini."


Feng Lan dan Tan Lao terkejut sesaat mendengar jawaban Master Yi, lalu mereka tertawa keras.


“Jika seperti itu, baiklah kalau itu maumu!” Cahaya kejam berkedip di mata Feng Lan saat dia angkat bicara setelah tertawa.


SWOSHHH!! SWOSHHHH!!

__ADS_1


Feng Lan dan Tan Lao menyerang pada saat yang bersamaan.


Feng Lan fokus menyerang Master Yi, sedangkan Tan Lao melakukan serangan kuat untuk mengambil nyawa Zhang En dalam satu gerakan. Lima Tetua lainnya juga menyerang, menargetkan Lie Hue.


__ADS_2