
Saat Xian Wu hendak melangkah maju untuk menghadapi Tian Fu, Zhang En tiba-tiba mengangkat tangannya, menghentikan Xian Wu dan berkata, "Tunggu, biar aku yang menghadapinya."
Meskipun suara Zhang En terdengar datar, itu memancarkan aura memberi perintah dan yang mengejutkan Chu Bai dan Shi Qi, Xian Wu benar-benar mengangguk dengan hormat dan mundur ke belakang.
Mata Tian Fu menyipit melihat ini, suaranya semakin dingin, "Bocah, aku tidak peduli siapa kau, aku harus membunuhmu hari ini sebagai persembahan untuk dao pembantaianku."
Swoossshhh!!!
Cahaya terang menyelimuti tubuh Tian Fu dan menghilang.
Tiba-tiba, cahaya pedang membelah ruang dan menghilang. Seolah-olah Tian Fu telah sepenuhnya bergabung ke dalam cahaya pedang.
Ketika Chu Bai dan Shi Qi telah menganggap Zhang En akan mati, cahaya pedang Tian Fu yang berhenti di udara secara tiba-tiba. Wajah mereka menunjukkan ketidakpercayaan ketika mereka melihatnya.
Ujung pedang panjang Tian Fu disematkan di antara dua jari Zhang En.
Tian Fu merasakan terkejut.
Zhang En mengabaikan reaksi terkejut Tian Fu. Mengerahkan kekuatan di kedua jarinya, pedang panjang Tian Fu, patah menjadi serpihan.
TRAAANNGGGG!!!
Wusshh!!
Jlebb!
Ujung pedang dari pedang yang patah di antara jari-jari Zhang En menembus dada Tian Fu dengan, keluar dari punggungnya.
Ujung pedang itu menembus dinding, meninggalkan lubang menganga.
__ADS_1
Duarrrr!!!
Seluruh tubuh Tian Fu terlempar mundur dari kekuatan yang dibawa oleh ujung pedang yang patah, menabrak dinding istana di belakangnya. Puing-puing meluncur ke tanah saat aula berguncang.
Darah beterbangan seperti anak panah di udara, berceceran di lantai.
Chu Bai dan Shu Qi menyaksikan Tian Fu menabrak dinding lalu meluncur ke lantai dengan darah menyembur keluar dari dadanya, gagal bereaksi untuk waktu yang lama. Meski begitu, mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa orang yang terbaring di sana adalah Tian Fu.
Tian Fu kalah hanya dalam satu serangan.
"Serahkan kuncinya padaku." Zhang En berkata saat dia melangkah ke arah Tian Fu.
Di mata Xian Wu, Shi Qi, dan Chu Bai, jurus pedang Tian Fu sangat menakutkan, tetapi di mata Zhang En, jurus pedang itu terlalu rapuh dan lemah.
Melihat Zhang En menuju ke arah Tian Fu, Chu Bai dan Shi Qi tersadar dari keterkejutan mereka, secara tidak sadar mundur beberapa langkah, dengan jelas menarik diri mereka dari tempat Tian Fu terbaring, seolah-olah takut Zhang En akan salah paham dan mengira mereka berada dalam kelompok yang sama.
Tatapan Zhang En menjadi dingin, “Kau benar-benar berpikir aku tidak berani membunuhmu? Karena aku berani membunuh semua murid dari Klan Yu dan dan Klan Tang, aku tidak keberatan membiarkanmu menemui mereka di neraka! "
Mendengar ini, Chu Bai, Shi Qi dan Tian Fu secara bersamaan merasakan tubuh mereka tegang, mereka secara alami tahu tentang Yu Feng dan Tang Bei beserta anggota klan mereka telah di bantai.
Ternyata, pemuda yang berada bersama mereka saat ini adalah pelakunya. Secara bersamaan, sebuah nama muncul di benak mereka bertiga, Zhang En.!
"K-Kau Zhang En ?!" Tian Fu berkata dengan suarankeras.
Zhang En tidak menjawab, nada dingin dalam suaranya terdengar ngeri, “Aku mengatakan ini untuk terakhir kalinya, serahkan kunci formasi yang ada padamu dan membiarkan kau hidup, jika tidak, aku akan membunuhmu dan mengambil kuncinya sendiri."
Tian Fu masih ragu-ragu.
Sebelumnya, dia yakin bahwa Zhang En tidak akan berani membunuhnya karena dia memiliki Klan Tian di belakangnya, tetapi sekarang, ketika dia tahu bahwa Zhang En adalah orang yang sama yang membunuh semua kelompok murid Klan Yu dan Tang, kepercayaan dirinya menghilang.
__ADS_1
Pada akhirnya, di bawah tatapan dingin Zhang En, Tian Fu mengeluarkan tombak kecil dari cincin spasialnya.
Permukaan dari tombak kecil ini dengan padat bertuliskan simbol jimat kuno dan Zhang En tidak dapat memahami apa artinya, tetapi dia mengerti bahwa tombak kecil ini mungkin penting dalam mengaktifkan formasi seluruh Istana Dewa Iblis.
Tian Fu melemparkan tombak kecil itu ke arah Zhang En, kemarahan dan keengganan tertanam di hatinya.
"Zhang En, aku akan mengingat kejadian hari ini." Tian Fu berkata sambil memberi Zhang En tatapan penuh kebencian sebelum terbang pergi, meninggalkan aula istana itu.
Zhang En hanya menatap kepergian Tian Fu, dia juga tidak membunuh Tian Fu karena dia telah mengatakan tak akan membunuh jika Tian Fu menyerahkan kunci formasi.
Setelah Tian Fu pergi, Zhang En memandang Chu Bai dan Shi Qi, berkata, “Karena mengaktifkan formasi inti seluruh istana membutuhkan lima kunci, hanya ketika kelima kunci telah dikumpulkan, kunci itu akan aktif. Mari kita tunggu dua orang yang tersisa, bagaimana menurut kalian berdua? ”
Chu Bai dan Shi Qi mengangguk cepat, tampak gugup, "T-Tentu saja, baik!."
Setelah menyaksikan kekuatan menakutkan Zhang En, tak satu pun dari mereka berdua merasa keberatan.
Di benak mereka, bagaimana jika Zhang En tiba-tiba berubah pikiran dan menjadi tertarik dengan kunci formasi yang ada pada mereka? Mereka hanya akan berakhir seperti Tian Fu, pergi dengan tangan kosong dalam keadaan menyesal.
Melihat bahwa Zhang En tidak berencana mengambil kunci formasi mereka, Chu Bai dan Shi Qi diam-diam bernafas lega.
Pada saat yang sama, perasaan khawatir muncul di hati Chu Bai, memikirkan daftar peringkat. Dari awal kompetisi hingga saat ini, dia bangga dan percaya diri bahwa tidak ada seorang pun di antara semua peserta yang berpartisipasi menjadi tandingannya, peringkat 1 adalah miliknya tanpa perlawanan.
Tapi sekarang, setelah dia melihat kekuatan Zhang En yang mengalahkan Tian Fu dengan satu serangan, dia tidak punya harapan mempertahankan peringkatnya. Berdasarkan kekuatan Zhang En yang dia lihat barusan, sebelum kompetisi berakhir, akan mudah bagi Zhang En untuk melampaui poin miliknya.
Di lain hal, pikiran Shi Qi masih dipenuhi dengan adegan Zhang En mengalahkan Tian Fu dalam satu gerakan. Itu masih tetus terbayang berulang kali di dalam pikirannya.
Dia bertanya pada sendiri, "Jika mengalahkan Tian Fu hanya dengan satu gerakan saja, bagaimana dengan diriku?"
Aula itu begitu sunyi sehingga helaan nafas akan terdengar seperti guntur.
__ADS_1