Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 521 - Latar Belakang Dan Identitas Zhang En


__ADS_3

"AAARRRGGGHHHHH!!"


Jeritan dan darah yang mengental datang dari Ye Lu, tetapi segera memudar. Tubuhnya yang kaku dan mata yang terbuka lebar jatuh ke lantai di tengah aula itu.


Brakkk! 


Sebuah dentuman teredam bergema di udara.


"Tidak perlu puluhan atau ratusan gerakan," Jawah Zhang En sambil melihat tubuh tak bernyawa di lantai, "Satu gerakan sudah cukup."


Semua Tetua yang tadinya tertawa terbahak-bahak dibuat terkejut, menatap kosong ke mayat Ye Lu di bawah lantai.


Aula itu langsung hening seketika dan bau darah yang masih kental memenuhi aula itu.


Wajah Ye Nong berubah menjadi ekspresi jelek dan ketakutan yang meningkat terlihat jelas di matanya.


Sementara itu, di salah satu bangunan tidak jauh dari Aula Utama Klan Ye, seorang tetua klan Ye melaporkan apa yang terjadi di aula kepada Li Zhu, "Tuan Muda Zhu, orang itu sudah ada di sini, dia sekarang ada di aula utama klan.”


Mendengar laporan tetua ini, Li Zhu terkejut, "Benarkah?" Kemudian terdengar tawa ganas dari mulutnya saat dia berkata lagi, "Ha ha ha.. Kalau begitu Tuan Muda ini akan pergi dan melihat apakah dia memiliki banyak nyawa dan memiliki kekuatan."


Li Zhu lalu terbang menuju aula utama Klan Ye dengan lima tetua yang mengikutinya dari belakang.


...

__ADS_1


Tidak lama kemudian, kelompok Li Zhu tiba di atas aula utama Klan Ye dan langsung memasuki aula.


Bahkan sebelum Li Zhu memasuki aula, suaranya menggelegar dari luar, "Bajingan mana yang tidak memiliki mata yang berani mengambil barang-barang produksi Klan Li kami?!" .Kelompok Li Zhu lalu muncul di aula setelah kata-katanya berakhir.


Pada saat ini, Zhang En perlahan berbalik ke arah pintu aula.


Pada saat yang bersamaan, mata Li Zhu dan Zhang En bertemu, keduanya sedikit terkejut dengan pertemuan tak terduga ini.


Melihat seorang pemuda yang baru saja berbalik dan menatapnya, Li Zhu bersuara dengan gagap, "Z-Zha-ang, Z-Zha-a-a, Zhang En!"


Ye Ning dan semua tetua klan Ye, yang awalnya sangat gembira dengan kedatangan Li Zhu, langsung terlihat ragu-ragu melihat reaksi Li Zhu.


Ye Nong lalu segera bergegas ke sisi Li Zhu dan berkata, "Tuan Muda Zhu, orang ini adalah Zhang En, dia-."


Sebelum Ye Nong bisa menyelesaikan perkataannya, telapak tangan Li Zhu sudah mendarat di wajahnya, membuat tubuh Ye Nong berputar di udara. 


Lalu, suara kerasa dan marah Li Zhu menggelegar di gendang telinga Ye Nong, "Kau bajingan tua sialan, tidak apa-apa jika seluruh Klan Ye kalian ingin mati, tapi jangan menyeretku bersamamu, SIALAN!!"


Tamparan keras itu membuat Ye Nong terdiam, para Tetua Klan Ye lainnya terperangah karena kaget melihat patriark mereka ditampar dan mendengar perkataan yang baru saja di ucapkan Li Zhu.


Ye Nong menatap bingung Li Zhu, tidak mengerti arti kalimat barusan.


Tapi, Li Zhu berteriak marah lagi, “Bajingan, tidakkah kau tahu bahwa dia adalah murid Master Sekte Roh Api ?! Dia juga murid Master Kun yang legendaris?!! Sialan kalian semua, dia juga seorang Tetua dari Asosiasi Grandmaster Alkemis! Apakah kau tidak tahu bahwa dia adalah Raja Pil yang baru di Alam Atas?!”

__ADS_1


Ye Nong dan semua Tetua Klan Ye mendengar perkataan Li Zhu merasa seolah-olah petir menyambar berulang kali di dalam pikiran mereka sampai pikiran mereka saat ini semuanya menjadi kosong.


Mereka semua merasa seperti hati mereka tercabik-cabik. Meskipun mereka tidak tahu siapa itu Master Kun yang legendaris, tetapi mereka tahu tentang Master Sekte Roh Api. Klan utama dan klan besar mana pun akan memahami apa yang dimaksud dan diwakili oleh Master Sekte dari Sekte Roh Api.


Ketika tatapan Ye Nong jatuh pada Zhang En lagi, lututnya saling berbenturan karena lemas, bau kencing juga bisa tercium di udara dari tempatnya berdiri. Baru sekarang dia mengetahui latar belakang dan identitas Zhang En.


Setelah Li Zhu selesai maemarahi Patriark Klan Ye, Ye Nong, dia lalu berbalik melihat kelima Tetua Klannya di belakangnya, "Mari kita pergi!.


Karena orang yang dia temui adalah Zhang En, Dia sudah tahu bahwa mustahil untuk melakukan apa-apa dan dia sudah merasakan bahwa nyawanya tinggal setengah lagi. Bahkan Klan Li mereka hanya bisa menelan kotoran di mulut mereka jika terkait dengan Zhang En.


“Tidak semudah itu kalian pergi begitu saja.” Ucap Zhang En dengan tawa mengejek.


Saat kelompok Li Zhu akan berbalik untuk segera pergi, suara dingin Zhang En menghentikan mereka, "Kalian boleh pergi jika kalian mau, tapi sebelum itu, hancurkan meridian kalian dan mematahkan kedua tangan kalian masing-masing!"


Meskipun Klan Ye dan Klan Mo yang membantai kehidupan tak terhitung banyaknya nyawa tak berdosa di Dunia Asalnya, akan tetapi tanpa perintah dari Klan Li untuk memproduksi senjata mereka, Dunia Asalnya tidak akan menyedihakan da terancam punah sedemikian rupa.


Langkah kaki Li Zhu berhenti. Tatapan matanya tajam saat satu jarinya terangkat dan menunjuk langsung ke arah Zhang En, “Zhang En, jangan menginginkan hal yang terlalu jauh! Kau telah mengambil semua senjata dan atmor yang Klan kami produksi tanpa alasan! Aku rela membiarkan masalah ini sampai disini saja, tetapi kau malah menginginkan hal berlebihan! Apakah menurutmu Klan kami benar-benar takut padamu ?!”


Pada akhir kalimatnya, mata Li Zhu terlihat merah, semua permusuhan dan kebencian terhadap Zhang En yang telah dia tekan selama bertahun-tahun meledak. Hatinya dipenuhi dengan niat membunuh yang luar biasa. Di matanya, Zhang En pada dasarnya membuat masalah tanpa alasan, dengan sengaja menggunakan identitasnya untuk menggertak Klan Li mereka.


Ini karena Li Zhu tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi di Dunia Asal Zhang Rn, bahkan lebih tidak mengetahui apa yang dilakukan Klan Ye dan Klan Mo di Dunia itu untuk menyelesaikan tugas.


Dan hal yang paling utama adalah Li Zhu tidak tahu bahwa Zhang En berasal dari Dunia itu.

__ADS_1


Melihat Li Zhu yang benar marah, aura Zhang En menjadi lebih dingin, “Aku berubah pikiran. Sekarang, aku tidak hanya ingin kau mematahkan lengan dan menghancurkan meridianmu sendiri, hal yang sama berlaku untuk kedua kaki dan Dantianmu..! ”


__ADS_2