Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 437 -Teknik Kuno


__ADS_3

Kemarahan berkobar di mata Zhang En. 


Dia lalu berbalik, bertanya pada Tetua Shu, "Apakah kau mengetahui dari klan mana yang mengirim para penyerang itu...?"


Tetua Su menggelengkan kepalanya, "Para murid yang ditugaskan Sekte Roh Api dari Kota Roh dan Pasukan Penegek Hukum Di Benua Awan Laut telah menyelidiki siapa dibalik ini semua, tetapi mereka tidak dapat menemukan siapa pelaku."


Meskipun penyelidikan tidak membuahkan hasil, kemungkinan keluarga dibalik insiden ini semua pasti salah satu dari Klan Fu, klan Li, Klan Du dan Klan Wang. Mungkin, bahkan sebagian besar Klan Besar lainnya ikut andil di dalamnya.


Setelah itu, Zhang En memerintahkan semua anggota klannya untuk mengemasi barang-barang mereka dan mengikutinya ke Puncak Dewa miliknya di Dunia Harimau Suci, tempat Sekte Roh Api berada.


Dua jam kemudian.


Ketika semua anggota Klan Zhang sampai di Puncak Dewa, mereka semua tercengang dan tidak bisa berkata-kata saat merasakan jumlah energi spiritual yang sangat banyak disekitar mereka dan melihat puluhan istana besar.


Puncak ini dipenuhi dengan pemandangan yang menyerupai Dunia Dewa yang memiliki pulihan istana megah dan mereka semua bersorak dan bahagia.


Mereka lalu memilih setiap istana yang mereka tempati berdasarkan pengaturan Zhang En. Sedangkan binatang iblis yang dia jinakkan dari Dunia Hitam, Zhang En membiarkan mereka berkeliaran di luar pintu masuk utama Istana Dewa.


Setelah menyelesaikan semua tugasnya mengatur setiap tempat tinggal anggota Klannya, Zhang En meninggalkan Istana Dewa, tetapi saat dia melewati pintu masuk utama, langkah kakinya terhenti. 


Sesaat kemudian, dia mengeluarkan pedangnya, membersihkan area yang masih kotor di depan pintu utama istana. Kemudian dia mengeluarkan kuali penempanya sekali lagi, serta beberapa ratus keping besi dan bijih untuk membuat jalan yang menutupi area depan pintu masuk utama.


Ketika itu sudah selesai, Zhang En lalu mengeluarkan pohon spiritual, rumput spiritual, dan bunga spiritual dari Peti Dunia Es, memberikannya kepada bawahannya agar mereka dapat menanamnya di sekitar area yang masih kosong.


Zhang En juga memindahkan pohon dari dalam Gunung Dewa Emasnya dan menanamnya tidak jauh dari Danau Air Suci Yang. Dia menemukan pohon ini sejak lama ketika dia menjelajahi dasar Lembah Harimau di Alam Bawah, dekat dengan kolam mata air yang sangat dingin. Bertahun-tahun telah berlalu sejak itu, pohon itu telah tumbuh setinggi lebih dari belasan meter, dengan dedaunan tebal dan kulit kayu yang berkilauan seperti kristal merah menyala. Pada malam hari, seluruh pohon berwarna merah menyala, seolah-olah sedang terbakar.


Bahkan Naga Tua Long Xioba tidak tahu asal usul pohon ini, dia hanya berspekulasi bahwa kemungkinan besar itu adalah pohon dari Dunia Dewa Tertinggi.

__ADS_1


3 Hari Kemudian.


Dalam 3 hari ini, Zhang En menghabiskan waktu bersama dengan anggota klannya dan juga kedua orang tua Lie Hue yang sudah dia anggap ayah dan ibunya sendiri, mengajari dan membimbing kultivasi mereka, dan juga berkultivasi didalam kediamannya sendiri.


Tetapi dalam beberapa hari ini, Zhang En juga merasa bingung kenapa Fu Jiao masih belum datang untuk mencari masalah padanya karena telah mengambil alih semua puncak disekitar Puncak Dewa.


Pada hari ini, tepat 3 hari setelah semua anggota Klan Zhan En berada di Puncak Dewa, Fei Yang dan beberapa murid elit lainnya tiba di Puncak Dewa untuk mengunjungi Zhang En. Tidak perlu dijelaskan lagi alasan mereka mengunjungi Zhang En, ini hanyalah alasan di permukaan untuk menjilat Zhang En..


Ketika Fei Yang dan lima murid elit lainnya yang datang melihat energi spiritual yang padat mengelilingi Puncak Dewa dan Istana Dewa yang saling terhubung dengan indah, mereka tidak dapat menahan keheranan yang terlihat di wajah mereka.


Setelah Zhang En berbicara kepada mereka semua, Zhang En mengetahui bahwa Fu Jiao sebenarnya telah melakukan kultivasi tertutup sebelum Zhang En menghajar semua bawahan Fu Jiao. Fu Jial kali ini sedaang melatih teknik kuno yang disebut Teknik Inkarnasi Hidup dan Mati.


"Inkarnasi Hidup dan Mati?" Long Xioba mengerutkan kening ketika dia mendengar ini, lalu berbicara didalam pikiran Zhang En, “Teknik ini benar-benar jahat. Nak, kau harus berhati-hati terhadap Fu Jiao ini. ”


Zhang En awalnya terkejut dengan perkataan pada Long Xioba, tetapi Zhang En lalu mengangguk dan mengingat pesan Long Xioba didalam pikirannya.


Menyaksikan kelompok Fei Yang yang pergi, sebuah cahaya berkilauan di mata Zhang En. Menurut informasi yang dikumpulkan dari mereka, Fu Jiao baru akan keluar kemungkinan besar saat akan menerobos ke Alam Dewa Leluhur. Jika Fu Jiang Yu itu benar-benar keluar dari pengasingan setelah menerobos Alam Dewa Leluhur, itu memang akan menimbulkan masalah, tetapi itu hanya masalah kecil bagi Zhang En. 


Kekuatan Zhang En saat ini sebanding dengan puncak Alam Dewa Sejati Bintang Tiga tahap akhir. Memang Ada celah kekuatan Zhang En demgan Fu Jiao yang akan menerobos ranah Alam Dewa Leluhur, tetapi meskipun demikian, setiap kultivator tidak akan mudah menghancurkan penghalang untuk bisa menerobos keranah Alam Dewa Leluhur.


Ranah Alam Dewa Sejati dianggap Setengah Dewa atau Semi Dewa dan ranah Alam Dewa Leluhur adalah pemisah penting kedua yang harus bisa dilalui. Selain itu, dalam beberapa tahun kedepan, kekuatan Zhang En juga akan terus meningkat.


"Sekarang, aku akan kerumah judi di Kota Roh untuk mengambil taruhan yang aku menangkan." 


Zhang En lalu duduk sebentar lalu memanggil Tetua Shu untuk menyelidiki klan mana yang membuka rumah judi yang dia datangi sebelum turnament. 


Bebrapa jam kemudian, Tetua Shu kembali dan melaporkan semua informasi yang dia dapatkan. Tempat itu dibuka oleh 3 Klan Besar, Klan Fu, Klan Wang dan Klan Du.

__ADS_1


“Waktu itu aku mempertaruhkan 40 miliar koin bintang, dihitung menurut kemenangan taruhan, itu akan sedikit di atas enam ratus miliar."


Tentu saja, jika pemasang taruhan menang adalah orang dengan latar belakang dari klan kecil, maka pemenang taruhan tidak akan dapat mengumpulkan kemenangannya dari Klan Fu, Klan Du, dan Klan Wang, namun, yang memasang taruhan adalah Zhang En.


Setelah memberi tahu kepada anggota klan nya bahwa dia akan pergi, Zhang En lalu meninggalkan Puncak Dewa, menuju istana kediaman Gurunya, Lin Ming. 


Tidak lama setelah itu, Zhang En tiba di kediaman istana Lin Ming dan langsung masuk kedalam istana menemui Gurunya.


Saat Lin Ming melihat kedatangan Zhang En didalam kediamannya, dia menepuk kepala Zhang En dengan senyum lebar di wajahnya, setengah memarahi, “Kau memang bocah yang benar-benar bisa membuat aku selalu hidup dalam keterkejutan. Aku sudah mendengar pertempuranmu dan menghajar semua murid-murid elit itu dan menendang belut mereka tanpa ampun.!”


Zhang En hanya tersenyum polos lalu menjawab, "Bukankah Guru yang menyuruh aku...?"


Lin Ming hampir menyemburkan teh di mulutnya saat dia mendengar perkataan Zhang En, "Apa yang aku katakan padamu waktu itu adalah kau hanya menggunakan metode itu untuk memberi pelajaran pada orang-orang Sekte Naga Langit , aky tidak menyuruhmu untuk menggunakan metode itu pada murid sekte kita. !”


Zhang En lalu terkekeh dan menjawab dengan canggung, "Guru, itu sama saja kau menyuruh aku..."


Lin Ming menggelengkan kepalanya tanpa daya, sebelum beralih ke topik lain, “Tentang insiden penyerangan terhadap anggota klanmu, aku telah memerintahkan orang untuk menyelidikinya. Aku sudah tau keluarga dibalik insiden itu, itu dilakukan oleh Klan Fu, dan selain mereka, ada juga Klan Du dan Klan Du, serta faksi tetua sekte kita sendiri yang menentang aku selama ini !"


Kemarahan dan tatapan ganas meledak di mata Zhang En. Seperti yang dia tebak, itu dilakukan oleh konspirasi beberapa klan besar.


'Akan ada hari ketika aku secara pribadi akan memusnahkan kalian semua sampai ke akar-akarnya!' Ucap Zhang En dalam hati.


"Mulai sekarang, kau harus selalu lebih waspada saat keluar diluar sekte" Lin Ming mengingatkan, "Jika tidak ada yang penting, lebih baik kau tidak meninggalkan sekte."


"Baik Guru..." Zhang En menjawab, tetapi dia tidak benar-benar khawatir akan keselamatannya. 


Dengan keberadaan naga tua Long Xioba yang seirang ahli Dewa tingkat tinggi, tidak ada yang perlu dia khawatirkan. Selama ahli yang muncul dan menargetkannya bukanlah Dewa Tertinggi yang sangat kuat.

__ADS_1


"Guru, aku datang menemuimu ke sini karena aku sedikit memiliki masalah kecil yang akan merepotkanmu." Zhang En mulai membicarakan tujuannya.


__ADS_2