Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 581 - Pertukaran Serangan II


__ADS_3

Tiba-tiba, Peng Dafei berlari ke depan, mengeluarkan geraman rendah, dan mengarahkan kedua telapak tangannya ke dada Zhang En.


Sementara telapak tangan Peng Dafei menyerang, energi tak terbatas yang aneh mengalir keluar, menyebarkan rasa keputusasaan. Energi aneh ini sepertinya berasal dari waktu yang sudah lama terlupakan dan tidak berasal dari Peng Dafei sendiri.


Memperkuat apinya sendiri dengan kekuatannya saat ini.


WOOOSSHHH!!!


Saat telapak tangan Peng Dafei menyerang, seribu lengan muncul dari punggung Zhang En, menyerang hampir bersamaan.


Ribuan naga menggeram dan meraung diudara, menutupi langit dan bumi.


Peng Erfei dan Peng Xiaofei tampak seperti jiwa mereka telah terbang menjauh saat menatap naga yang tak terhitung banyaknya yang menutupi langit.


RUMBLEE!!


Ledakan gemuruh bergema terus menerus.


Seluruh area Gunung Awan Api bergetar dan bergoyang. Bagian tubug gunung retak dan tumbang, juga menumbangkan banyak pohon.


Nuyan Yao, Nuyan Tian, Peng Erfei, dan Peng Xiaofei terbang ke udara, sedangkan Long Xioba tetap di tempatnya, tetapi ada cahaya terang di sekelilingnya.


BOOMMMM!!!!

__ADS_1


Peng Dafei dan Zhang En terhuyung mundur dari tabrakan serangan mereka. Zhang En mundur lebih dari seratus meter, dan Peng Dafei mundur sedikit kurang dari seratus meter.


Wajah Zhang En terlihat pucat, sedangkan Peng Dafei hanya sedikit terengah-engah.


Peng Dafei lalu menatap Zhang En dengan ekspresi wajah rumit. Meskipun serangannya satu tingkat lebih kuat, Zhang En memang telah menahan serangan kekuatan penuhnya.


Menurut kesepakatan mereka sebelumnya, dia masih tetap akan menjadi yang kalah. Dia benar-benar tidak dapat memahami bagaimana bocah manusia ranah Alam Dewa Surgawi tahap alhir bisa menjadi sekuat ini. Meskipun dia tidak menggunakan wujud aslinya dalam pertukaran serangan ini, dia merasakan bahwa Zhang En masih memiliki teknik dan serangan rahasia lainnya yang tersembunyi.


Di tempat yang agak jauh, Nuyan Yao tercengang melihat bahwa Zhang En benar-benar dapat menahan serangan Peng Dafei. Baru pada saat ini dia menyadari bahwa bahkan tanpa bantuan Long Xioba, dia tetap tidak akan bisa melukai Zhang En.


Peng Dafei ragu-ragu sejenak sebelum berdiri di depan Zhang En, dengan hormat menyapa dengan satu lutut di bawah tanah, "Bawahan ini memberi hormat kepada Tuan!"


Dua lainnya, Peng Erfei dan Peng Xiaofei, juga terlihat ragu-ragu ketika mereka melihat kakak pertama mereka menyebut Zhang En sebagai Tuan.


Peng Erfei dan Peng Xiaofei bergegas untuk berdiri di depan Zhang En, memberi hormat.


Zhang En lalu mengangguk dan menyuruh mereka berdiri, kemudian menunjuk ke tumpukan bukit kecil batu roh, berkata, "Seperti yang aku katakan sebelumnya, apakah aku bisa menahan serangan kalian atau tidak, semua batu roh tingkat tinggi itu adalah milik kalian. Ambillah. Karena kalian semua sekarang adalah pengikutku, aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk. Nanti, jika tidak ada cukup batu roh pada kalian, kalian bisa meminta lebih dariku.”


Ketiga bersaudara itu sangat gembira, dengan cepat berterima kasih kepada Zhang En sebelum meletakkan sepuluh ribu batu roh itu ke dalam cincin spasial mereka dengan tangan gemetar. Bahkan setelah melakukannya, mereka bertiga merasa seperti sedang bermimpi, ragu apakah ini benar-benar terjadi.


Sedangkan Nuyan Yao dan Nuyan Tian yang menyaksikan ketiga bersaudara ini, menjadi iri. Tetapi, mereka berdua tidak berani mengatakan sepatah kata pun kepada Zhang En.


Pada saat ini, ketakutan mereka terhadap Zhang En semakin meningkat.

__ADS_1


Zhang En lalu memperhatikan ekspresi wajah Nuyan Yao serta wajah Nuyan Tian. Mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan, Zhang En melambaikan tangannya dan gunung batu roh tingkat tinggi lainnya dan berjumlah yang sama di dapatkan tiga bersaudara itu menghujani dengan liar dari atas langit.


Di hadapan Nuyan Yao dan wajah terpana Nuyan Tian, Zhang En menunjuk tumpukan batu roh diatas tanah, “Jangan khawatir, karena kalian juga telah tunduk padaku, maka aku juga tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk. Sepuluh ribu batu roh tingkat tinggi ini adalah untuk kalian.”


Nuyan Yao dan Nuyan Tian merasa tubuh mereka gemetar, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.


Nuyan Yao masih berdiri dengan bodoh menatap Zhang En saat berkata, "T-Tuan, sepuluh ribu batu roh tingkat tinggi ini, apakah itu benar-benar untuk Klan kami?"


Baru saja, dia hanya berfantasi dan tidak berani berharap bahwa Zhang En juga akan memberi mereka batu roh. Bagaimanapun, batu roh ini adalah batu roh dewa kelas tinggi dan bukan kelas biasa.


Zhang En menganggap wajah Nuyan Yao ini terlihat lucu saat dia melihat ekspresi wajahnya yang selalu berubah. Dia mengangguk dan berkata, "Itu benar. Batu roh itu milik kalian. Ambillah."


Baru saat itulah Nuyan Yao dan Nuyan Tian bereaksi. Mereka sangat gembira saat mereka bergegas maju untuk berterima kasih kepada Zhang En.


Sedangkan ketiga saudara Peng telah menonton dari samping. Melihat Zhang En dengan mudah memberikan setumpuk sepuluh ribu batu roh dewa kelas tinggi lainnya kepada klan Nuyan Yao, hati mereka berpacu keras, dan hampir melompat keluar dari dada mereka. Ada tingkat keraguan yang lebih dalam di hati mereka saat mereka melihat Zhang En sekarang.


Selanjutnya, Zhang En memberi tanda jiwa di lautan kesadaran ketiga bersaudara itu.


Dengan mereka bertiga telah tunduk pada Zhang En, keempat Kura-kura Naga yan di kalahkan Zhang En sebelumnya secara alami menjadi pengikut Zhang En juga.


Setelah itu, dengan bantuan Peng Dafei dan kedua adiknya, Zhang En mulai menaklukkan sisa binatang iblis yang masih ada di Gunung Awan Api, mulai dari yang ada di area puncak gunung, sampai di area kaki bukit.


Dengan mereka bertiga menjadi pengikut Zhang En, menaklukkan binatang iblis lainnya menjadi lebih mudah.

__ADS_1


Semua binatang iblis yang ada di Gunung Awan Api lalu tunduk pada Zhang En tanpa perlawanan. Zhang En juga tidak menyangka bahwa binatang iblis yang ada di Gunung Awan Api lebih banyak dari yang dia bayangkan.


__ADS_2