
Pemuda yang biasa dipanggil dengan berkulit besi menyela, “Bocah, kenapa kau tidak bertanya siapa bos Toko Aowu kami. Biar kuberitahu, bos kamk adalah Kepala Pelayan Manor Istana Penguasa Kota Selatan, Tuan Luo Yun!”
"Jadi seperti itu! Bos besar di balik Toko Aowu ini adalah Kepala Pejabat kediaman Penguasa Kota!" Zhang En mencibir. Untuk kota sebesar ini, menjadi pelayan di istana kediaman Penguasa Kota memang mendukung status, identitas, dan kekuasaan yang tinggi. Dari sudut pandang tertentu, kekuatan orang ini hanya di bawah Pemimpin Kota.
Pria berkulit besi juga menambahkan, “Ketika kami memulai bisnis toko ini, ada beberapa orang bodoh yang datang mencoba membuat masalah, tahukah kau bagaimana mereka berakhir? Kaki mereka dipatahkan oleh kami, urat setelah tangan dan kaki mereka dipotong, dan Lautan Qi mereka hancur percuma. Jika bukan karena Tuan Duke bamgsawan Kota yang memohon untuk mereka, mereka pasti sudah lama mati!"
Serentetan langkah kaki bergemuruh di aula saat bayangan bergerak di sekitar toko. Penjaga Toko Aowu mengepung toko sepenuhnya. Mereka ada sekitar enam puluh orang.
Melihat ini, kepercayaan Pengawas Lin meningkat. Dia bisa melihat bahwa Zhang En seharusnya seorang pemuda yang memiliki status tinggi, tetapi sekali lagi, apapun statusnya, ini adalah Kota Kemakmuran Selatan, mereka yang memiliki keberanian untuk masuk dan membuat masalah di Toko Aowu pantas mat.
Zhang En melihat sekilas pra pengawal atau penjaga Toko Aowu di sekitar aula ini semuanya adalah ahli Pendekar Suci, tetapi kebanyakan dari mereka adalah Pendekar Suci tingkat rendah dan menengah. Sedangkan untuk level tinggi, hanya ada tiga orang.
Dalam situasi ini, mata bulat pupil hitam Xiao Tian berbinar saat dia melihat ke kiri dan ke kanan, bertanya kepada Zhang En, "Kakak, apa yang mereka lakukan?"
Zhang En tertawa, "Mereka ingin melawan kita."
Mendengar itu, Xiao Tian bertepuk tangan sambil berteriak, “Hebat, bagus, ah! Aku paling suka berkelahi." Xiao Tian yang terlihat sangat senang tidak menunggu sepatah kata pun dari Zhang En, tangan kecilnya melambai dan tinjunya terbang mengarah Pengawas Lin.
Kemarahan Pemgawas Lin meletus melihat seorang anak kecil benar-benar berani menyerangnya, "Bajingan liar kecil, kau mendekati kematianmu!" Dengan battle Qi melonjak dari tubuhnya, Pengawas Lin meninju kedepan.
Mampu mengambil posisi memjadi Pengawas di Toko Aowu, Pemgawas Lin bukanlah ayam lemah, dia adalah Kultivator Pendekar Dewa Binang Tiga menengah.
Tepat ketika Pemuda Berkulit Besi dan para penjaga berpikir bahwa bajingan kecil yang kurang ajar itu akan segera mati dan diledakkan hingga berkeping-keping, suara 'Kratakk' dari tulang yang patah terdengar di telinga mereka. Jeritan tragis Pengawas Lin terdengar di seluruh aula. Kemudian, tangan kecil Xiao Tian menyerang lagi dan mendaratkan pukulan tepat di dadanya.
Sebelum wajah kaget terlihat jelas dari para anggota Toko Aowu ini, Pengawas Lin mereka telah terlempar keluar menabrak salah satu pilar batu raksasa di aula itu. Seluruh aula berguncang saat pilar batu itu retak.
__ADS_1
Tubuh Pengawas Lin meluncur dari pilar batu, seluruh tulang dadanya retak keluar dari ujung kulit dadanya. Jantungnya telah berhenti berdetak, namun matanya masih melebar karena terkejut dan tidak percaya.
Aula yang luas itu langsung menjadi sunyi senyap, detak jantung para anggota Toko Aowu bahkan terdengar sangat keras.
Keheningan mereka dipecah oleh suara Xiao Tian, “Ei, bukankah kita sedang dalam situasi akan bertarung? Mengapa, mengapa kalian sekarang terlihat begitu takut untuk dipukul?" Di saat berikutnya, dia menoleh melihat pemuda Berkulit Besi, "Giliranmu sekarang."
Pemuda berkulit besi atau tebal itu dan juga para penjaga yang melihat dada Pengawas Lin mereka sudah cekung dan terdistorsi, yang bisa mereka rasakan saat ini hanyalah udara dingin yang mereka hirup yang mengisi paru-paru mereka.
Suara Xiao Tian kembali terdengar saat ini. Ketika Pemuda Berkulit Besi menoleh dan melihat sebuah jari kelingking menunjuk lurus ke arahnya, dia hampir kesal karena merasa sangat ketakutan.
Wajahnya langsung memutih, dia terhuyung-huyung ke belakang saat dia melambaikan kedua tangannya, "Tidak, tidak, jangan aku!" Meskipun begitu, saat suara yang pertama yang dia ucapkan, Xiao Tian telah mengayunkan tinju kecilnya menyerang tanpa ampun.
Jeritan melengking yang menyedihkan datang dari mulutnya saat tinju kecil Xiao Tian meninju tepat dadanya. Pemuda itu dikirim terbamg menabrak pintu aula dengan tubuh berguling ke seberang jalan.
Di seberang jalan, kerumunan yang ingin tahu apa yang sedang terjadi mulai berkumpul.
Penampilan Pemuda berkulit besi itu membuat bulu kuduk mereka merinding. Hampir tidak ada yang tersisa dari tubuhnya kecuali daging, tulang, dan organ dalam yang telah hancur berkeping-keping, dengan darah mengalir dari setiap lubang yang ada di tubuhnya.
“Siapa yang begitu berani sampai-sampai membunuh seseorang dari Toko Aowu!”
Meskipun semua orang di kerumunan berseru kaget dan ketakutan, di dalam hati, masing-masing dari mereka melambaikan tangan mereka di udara, berteriak, "Bagus.. Sungguh hebat!"
Bertahun-tahun ini, mengandalkan dukungan mereka dari dalam istana Pejabat Kota, orang-orang dari Toko Aowu telah bertindak arogan dan memaksa serta merebut pelanggan dari toko-toko lain di dekatnya, tetapi mereka hanya bisa diam karena kekuatan Kediaman Istana sangat menakutkan, sehingga membuat mereka menanggung semuanya dalam diam selama ini.
Sekarang, ada seseorang yang berani membuat onar di Toko Aowu, membunuh bajingan para bajingan itu, tentu saja mereka akan bersuka cita secara diam-diam.
__ADS_1
Sementara kerumunan masih berbicara tentang Pemuda berkulit besi yang sudah tewas, teriakan keras lain terdengar dari dalam aula Toko Aowu saat siluet manusia lain keluar dari dalam. Kerumunan dengan cepat melompat menghindar karena khawatir.
Kali ini, manusia yang terbang kali ini adalah pria paruh baya yang terlihat sangat tangguh. Kondisinya sama dengan Pemuda Berkulit Besi, tubuhnya hancur berkeping-keping.
“Itu Kapten Penjaga Toko Aowu, Liu Wei!”
“Tapi Liu Wei adalah ahli Pendekar Dewa!”
Perasaan semua kerumunan itu diaduk. Pada saat ini, mereka melihat kembali orang lain dikirim terbang dari Toko Aowu.
Di aula Toko Aowu, tinju kecil Xiao Tian terayun tanpa lelah, dia terus menggunakan satu pukulan untuk menangani setiap orang penjaga Toko Aowu. Tanpa terkecuali, semua penjaga yang mengelilingi Toko Aowu dikirim terbang. Beberapa tubuh penjaga itu terbang ke atas langit aula Toko Aowu dan lubang berbentuk manusia muncul di atap aula Toko Aowu satu demi satu.
Aula yang awalnya dikelilingi oleh penjaga Toko Aowu dari segala arah menyusut menjadi kurang dari setengah, dua puluh orang yang tersisa akhirnya tersentak bangun dari keterkejutan mereka.
Menatap kaki kecil Xiao Tian yang telanjang dan sepasang mata yang terlihat manis dan polos, di mata para penjaga itu, Xiao Tian ini tidak ada bedanya seperti iblis yang datang dari neraka.
Tak satu pun dari penjaga itu yang mengetahui siapa yang pertama berteriak keras di antara mereka dan berlari. Dalam sekejap mata, penjaga yang tersisa bergegas keluar dari dalam toko, melalui pintu depan dan pintu belakang.
Namun, saat para penjaga ini mencoba kabur, dua siluet raksasa seperti manusia menghalangi jalan mereka. Kedua siluet raksasa itu tidak lain adalah boneka raksasa milik Zhang En. Dua boneka raksasa ini membagi tugas, satu memblokir pintu masuk depan sementara yang satunya memblokir pintu aula belakang.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa berikan Like & Votenya!