
Beberapa jam setelah itu, Die Buji bersama Zhang En pergi ke Kediaman Klan Qing. Selain mereka berdua, sepuluh orang murid Sekre Gerbang Naga ikut bersama mereka.
Orang-orang yang berpas-pasan dengan mereka di jalan berbisik dengan sesama mereka sendiri dan bergegas menjauh, membuka jalan bagi kelompok Die Buji
Di dalam aula utama Klan Qing, Qing Lei berserta Tetua Keluarga Qing saat ini sedang menunggu Qing Meng.
"Mengapa Qing Meng masih belum kembali ?" Salah satu Tetua Keluarga Qing bertanya, "Mungkinkah sesuatu telah terjadi pada mereka?"
“Jika Die Buji berniat melindungi pemuda itu, Klan Qing kita harus menyerang Istananya dan merebutnya serta menaklukkan Kota Naga ini. Kota Naga ini dan Kota Treasure bersebelahan, dengan adanya dukungan Sekte Dewa Bintang, Sekte Gerbang Naga tidak akan berani melakukan apa pun kepada kita." Salah satu Tetua mengutarakan pendapatnya.
Saat mereka sedang asik berbicara dan merencanakan banyak hal, salah satu pelayan Keluarga Qing memasuki aula dengan langkah tergesa-gesa, "Patriark, Pemimpin Kota Die Buji sedang menuju ke sini Qi."
Qing Lei sedikit tertegun, bertanya, "Apakah hanya dia?"
Pelayan itu menjawab, “Tidak, selain dirinya, ada sepuluh murid yang ikut mengawal dan ada juga seorang pemuda yang tidak dikenali bersama kelompok mereka. Tampaknya pemuda itulah yang membunuh Qing Wu dan melukai Tuan Muda Hu ."
"Sepertinya Die Buji ini sangat baik sekali, secara pribadi datang mengantar membawa pelaku itu kepada kita."
Qing Lei berdiri dengan senyum lebar tergantung di wajahnya, “Mari kita sambut kedatangan Pemimpin Kota Die Buji ."
Tetua lainnya juga berdiri dari kursi mereka, mengikuti Qing Lei dari belakang keluar dari dalam aula.
Saat Qing Lei keluar dari aula, dia melihat Die Buji bersama murid Sekte Gerbang Naga berjalan ke dalam kompleks kediaman Qing nya dan di samping Die Buji, terlihat seorang pria muda tampan.
Patriak Qing Lei menyapa Die Buji dengan tersenyum ramah, "Pemimpin Kota Die, kau terlali merepotkan dirimu sendiri, membawa penjahat itu kepada kami secara pribadi."
Die Buji sejenak mengabaikan kata-kata Patriak Klan Qing, dia segera mengerti bahwa Qing Lei ini berasumsi bahwa alasan dia datang kesini adalah untuk menyerahkan Zhang En yang dia katakan serang penjahat.
Karena Die Buji tidak menanggapi perkataannya, Qing Lei memakluminya. Karena tidak melihat rombongan Qing Meng, dia bertanya, “Pemimpin Kota, kenapa kau tidak bersama Tetua Qing Meng?”
__ADS_1
Zhang En tersenyum menjawab, "Dia tidak akan pernah pulang lagi kesini."
“Bocah, apa maksud perkataanmu?!" Wajah Qing Lei menjadi gelap.
"Kau bisa bertanya kepada Qing Meng saat kalian bertemu di neraka."
Mata Qing Lei menyipit saat dia menoleh Die Buji dan tidak berkata sopan lagi, "Die Buji, apakah kau membunuh Qing Men dan semua anggota keluarga Qing yang pergi bersamanya ?!" Menurut Qing Lei, hanya Die Buji lah yang memiliki kekuatan membunuh mereka semua
Die Buji tersenyum tipis sebagai jawaban.
Patriak Qing Lei tau apa yang teerjadi saat melihat tanggapan Die Buji, "Die Buji bangsat, awalnya aku berencana untuk membiarkanmu untuk hidup beberapa tahun lagi, setidaknya sampai Penguasa Sekte Dewa Bintang membunuh Penguasa penakut kalian itu, tetapi karena kau sudah ingin cepat mati, aku akan memenuhi keinginanmu!"
Para Tetua Keluarga Qing langsung menyebar, memblokir semua rute pelarian begitu Patriak mereka mengatakan semua rencana mereka sebelumnya.
Seorang Tetua Keluarga Qing berteriak memberikan perintah, “Bunuh Die Buji terlebih dulu, kemudian murid Sektenya yang ada dikota ini.!"
Bertarung satu lawan satu melawan Die Jie, mereka bukanlah lawannya, tetapi Klan Qing mereka memiliki empat ahli ranah Pertapa Dewa. Empat ahli Pertapa Dewa Klan Qing menyerang bersama.
Setelah bertransformasi jiwa dengan roh beladiri Harimaunya, Patriak Qing Lei menerjang ke arah Die Buji dengan melakukan serangan menerkam seperti harimau sungguhan.
Tiga ahli Pertapa Dewa lainnya dari Klan Qing juga turut membantunya menyerang Die Buji.
Sedangkan para Tetua Klan Qing berhadapan dengan Zhang En dan sepuluh murid yang ada di kelompok Die Buji.
Namun, pada saat Patriak Qing Lei dan semua tiga Tetua yang membantunya hendak menyerang Kelompok Die Buji, tiba-tiba sebuah gelombang energi yang kuat tiba-tiba berputar dari udara.
Mereka melihat empat jejak telapak tangan melesat menembus udara dan tiba di depan mereka dalam sekejap mata.
Ketika keempatnya mengangkat tangan mereka untuk memblokir serangan itu, tubuh mereka bergetar hebat, lalu, seperti daun layu yang tertiup angin, empat sosok itu dikirim terbang terpental beberapa meter ke atas menabrak atap aula luar Kediaman Klan Qing.
__ADS_1
BOOMMM!
Ledakan keras terdengar dan keempat orang itu lalu jatuh ke tanah.
Sedangkan Tetua lain yang bersiap untuk menyerang Zhang En tetap membeku di tempat, menatap dengan bodoh melihat Patriark mereka dan tiga Ahli Tetua Klan mereka saat terjatuh di atas tanah.
"Patriak!"
“Tetua Agung!”
Kelompok Tetua Keluarga Qing berteriak panik. Beberapa saat kemudian, mereka berempat dibantu untuk bangun dari lantai.
Saat Patriak Qing Lei sudah dalam posisi berdiri, dia menatap Zhang En dengan mata nanar. Orang yang menyerang mereka barusan tidak lain adalah Zhang En.
Zhang En melangkah memisahkan diri dari rombongannmreka dan perlahan berjalan ke arah Patriak Klan Qing.
"Bocah, kenapa kau ikut campur dengan urusan kami?!" Patriak Klan Qing bertanya dengan suara besar, “Klan Qing kami didukung oleh Sekte Dewa Bintang !"
Meskipun mereka penasaran dengan Zhang En, mereka masih belum mengetahui identitas Zhang En yang sebenarnya dan melihat Die Buji sepertinya menghormati Zhang En, menunjukkan latar belakang Zhang En ini tidak sesederhana yang mereka pikirkan.
Zhang En tersenyum menjawab, “Aku tahu bahwa kalian adalah Binatang yang dipelihara oleh Sekte Dewa Bintang !"
Mendengar pernyataan Zhang En, wajah Patriak Klan Qing dan Tetua Keluarga Qing terlihat jelek.
Pateiak Lei menenangkan diri sejenak dan berkata dengan dingin, “Bahkan jika Klan Qing hanyalah peliharaan Sekte Dewa Bintang, keluarga kamj tetaplah seekor binatang yang bisa di andalkan dan memiliki pengaruh. Jika kau berani membunuh salah satu dari kami, Sekte Dewa Bintang tidak akan membiarkan kau hidup, !"
Zhang En tidak menanggapi perkataaan Patriak Klan Qing, dia menoleh ke arah Die Buji, berkata, "Sampaikan perintahku kepada semua murid Sekte Gerbang Naga yang ada di Kota ini, tutup semua akses jalan keluar masuk Kota Naga ini, tidak satu pun orang-orang dari Klan Qing diperbolehkan meninggalkan kota.”
"Baik Penguasa Muda, perintah dilaksanakan!" Die Buji sedikit terkejut mendengar perintah Zhang En dan dengan segera, dia mengirimkan salah satu murid yang ikut bersamanya untuk menyampaikan perintah Penguasa Muda mereka kepada semua murid yang ada Kota Naga.
__ADS_1
Patriak Klan Qing dan semua orang yang ada ditempat itu langsung dilanda ketakutan saat mendengar perkataan Die Buji yang menyebut pemuda itu Penguasa Muda.
Dalam benak mereka, hanya ada satu orang yang disebut sebagai Penguasa Sekte Gerbang Naga, dia adalah Zhang En, seorang pemuda yang sering di ceritakan oleh banyak orang dan telah memiliki Kendali penuh atas Sekte Gerbang Naga, dan otomastis, Kota Naga ini tempat dimana Klan Qing selama ini berada adalah wilayah kekuasaan Zhang En.