
Gelap malam perlahan mengambil alih langit yang tadinya cerah.
Di arah selatan Benua tengah Awan Bintang, terlihat pegunungan bergelombang membentuk daratan menyerupai burung phoenix. Saat malam tiba, gunung-gunung itu berkilau redup. Ini adalah Gunung Phoenix Langit Surgawi. Markas Gerbang Naga terletak di puncak tertinggi dari Gunung Phoenix Langit Surgawi ini.
Pada saat ini, di aula besar markas besar Gerbang Nagga, Chen Tianqi, mengenakan jubah hitam berwarna sedang duduk di singgasana yang megah. Pola hitam samar di sudut matanya tampak berdenyut dengan cahaya hitam yang menakutkan.
Sejak Zhang En muncul di Wilayah Selatan Benua Awan Bintang, Chen Tianqi telah memerintahkan semua setiap Pemimpin Domain untuk melaporkan kepadanya setiap saat situasi di cabang mereka. Tapi, barusan, Wang Gang dari cabang wilayah Laut Bunga Persik dan Lin Gun dari Cabang Lembah Harmoni belum datang melapor kepadanya.
Yang berarti ada masalah yang terjadi atau keduanya mengalami kecelakaan.
“Zhang En, akhirnya kau muncul di Benua Awan Bintang ini!” Chen Tianqi bergumam pada dirinya sendiri, tubuhnya diselimuti cahaya putih keperakan saat rasa haus darah pertarungan yang intens meledak.
Dia telah menunggu lama sampai hari ini tiba.
“Pergilah, beri tahu Liu Yang Senior Sekte Gagak Hitam dan Senior Li Molin bahwa Zhang En ada di sini!” Chen Tianqi menginstruksikan salah satu bawahan Pemimpin Domainnya.
“Zhang En ?!” Pemimpin Domain itu terkejut, tetapi dengan cepat memberi hormat dan kemudian segera mundur dari aula besar untuk memberi tahu Liu Yang dan Li Molin dari Sekte Gagak Hitam.
Chen Tianqi merenung sejenak dan memutuskan untuk memanggil kembali semua Pemimpin Domain dari setiap cabang Gerbang Naga untuk berkumpul ke markas. Ketika semuanya selesai, Chen Tianqi mencibir, “Zhang En, Aku ingin tahu sampai di tahap mana Teknik Naga yang kau kuasai. Aku harap kau tidak mengecewakan aku."
Dalam sekejap, sosok Chen Tianqi menghilang dari aula besar.
Pada saat yang bersamaan, di hutan pegunungan di arah utara, api unggun kecil terlihat disana dengan aroma daging panggang yang harum dan anggur memenuhi udara.
"Penguasa, Pemimpin setiap Domain Gerbang Naga sangat setia kepada Chen Tianqi, tampaknya membuat mereka tunduk akan sangat sulit!" Di samping api unggun, Zhang Fu berkomentar.
"Jika mereka tidak tunduk, bunuh mereka semua!" Haus darah yang kuat berkilau di mata Zhang En.
Zhao Shu dan Zhang Fu saling bertukar pandang mendengar jawaban Zhang En.
"Penguasa, jika hal-hal berlanjut seperti itu, kekuatan Gerbang Naga akan sangat berkurang, aku khawatir ..." Zhao Shu ragu-ragu untuk melanjutkan.
Zhang En memandang Zhao Shu dan Zhang Fu sambil berkata, “Aku tahu apa yang kalian khawatirkan, tapi jangan khawatir, setelah aku mengambil alih Gerbang Naga, aku punya cara untuk meningkatkan kekuatan keseluruhan Gerbang Naga, membuatnya lebih kuat dari sebelumnya!”
Baik Zhao Shu dan Zhang Fu merasa bingung, mereka berdua tidak memiliki pengetahuan tentang 'cara' yang disebutkan Zhang En. Keduanya menyadari bahwa Zhang En memiliki banyak pil roh tingkat ilahi, dan teknik budidaya peringkat Surga tingkat tinggi, tetapi meskipun demikian, untuk membentuk setiap membentuk ahli Pertapa Dewa untuk suatu kekuatan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan hanya pil dan teknik budidaya.
Itu membutuhkan akumulasi jangka panjang dengan sumber daya. Meski ragu, mereka berdua tidak membahas masalah ini kepada Zhang En.
“Penguasa, di atas semua kekhawatiran kami, bawahan ini mengkhawatirkan paraTetua di markas besar. Kami telah mencoba untuk berhubungan dengan beberapa Tetua Gerbang Naga yang berada di markas besar tapi tidak mendapat jawaban satu pun.” Zhao Shu tampak khawatir, "Mungkinkah sesuatu telah terjadi pada mereka ?"
__ADS_1
Zhang Fu juga memasang ekspresi cemas, "Di Markas Besar, para Tetua ini selalu melawan Chen Tianqi, tetapi sekarang Chen Tianqi telah bersekutu dengan Sekte Gagak Hitam, menghilangkan rintangannya, para Tetua itu pasti ...!"
Suara Zhang En terdengar muram, "Mungkin tidak, aku pikir Chen Tianqi kemungkinan besar telah menawan semua Tetua yang melawan di suatu tempat."
Zhao Shu menghela napas berat, "Aku harap begitu."
Zhang Fu merasakan beban yang sama. Jika kelompok Tetua yang melawan itu dimusnahkan oleh Chen Tianqi dan Tetua dari Sekte Gagak Hitam, dan juga Zhang En sekarang membunuh setiap ahli Gerbang Naga satu per satu, tidak dapat dipungkiri bahwa Gerbang Naga akan dikeluarkan dari dalam peringkat dua belas kekuatan super Benua Awan Bintang.
•••
Malam berlalu dan cahaya berangsur-angsur menggantikan langit yang gelap.
Zhang En keluar dari Kuil Gunung Dewa Emas setelah selesai berlatih.
Setelah muncul kembali di dunia luar, hal pertama yang dilihat Zhang En adalah Xiao Tian yang tertidur di atas sebuah batu besar, dengkurannya terdengar dengan ritme yang teratur saat air liur menetes dari mulutnya.
Adegan ini membawa senyum ke wajah Zhang En. Kehadiran si kecil ini membawa keseruan dalam perjalanan mereka yang sebelumnya membosankan.
Karena telah di ancam oleh Zhang En, bocah kecil ini tidak lagi mencari perkelahian di mana-mana dan menjadi penurut, karena Zhang En telah membuatnya takut mengatakan bahwa jika dia tidak mendengar, tidak akan ada lagi daging panggang Tyrant Boar.
Terbukti, tidak ada yang bisa mengalahkan Tyrant Boar panggang di mata si kecil.
Beberapa saat kemudian, Xiao Tian bangun dan menggosok matanya. Ketika melihat Zhang En, dia bertanya, "Kakak, bisakah aku bertarung hari ini?"
Pertanyaan selanjutnya yang keluar dari mulut si kecil itu adalah apakah ada Tyrant Boar panggang untuk makan malam mereka nanti.
Ini sudah menjadi kebiasaan. Setiap pagi, ketika Xiao Tian bangun, pertanyaan pertama yang akan dia tanyakan adalah apakah dia bisa bertarung hari ini, dan pertanyaan kedua adalah apakah ada Tyrant Boar panggang untuk makan malam.
Ketika Zhang En memastikan bahwa akan ada daging panggang untuk makan malam, si kecil akan melompat ke udara, bertepuk tangan dengan gembira.
Tidak lama setelah itu, mereka meninggalkan tempat itu beberapa saat kemudian untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju cabang ketiga Gerbang Naga.
Zhang En bermaksud untuk menaklukkan setiap Pemimpin Cabang Domain Gerbang Naga. Mereka yang menolak akan dibunuh, hal itu juga melemahkan pasukan Chen Tianqi pada saat bersamaan. Kemudian, dia akan menuju ke markas besar Gerbang Naga untuk berhadapan dengan Chen Tianqi.
Namun, saat mereka tiba di cabang ketiga, Pemimpin Domain dari cabang ini tidak ada ditempat. Faktanya, semua murid Gerbang Naga yang di tempatkan di cabang ini juga tidak terlihat.
“Sepertinya Chen Tianqi sudah tahu bahwa kita telah tiba di pusat Benua Awan Bintang.” Zhang En mencibir.
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Penguasa?" Zhao Shu bertanya.
__ADS_1
"Kita langsung menuju ke markas Gerbang Naga." Zhang En berkata dengan suara dingin.
"Penguasa, ada berita yang mengatakan bahwa Sekte Gagak Hitam telah menempa set Armor Naga Ilahi dari Patung Kristal Naga Dewa yang mereka dapatkan di reruntuhan Klan Naga Kuno, aku khawatir Kumbang Mayat Beracun..." Zhang Fu berkata ragu-ragu.
Kartu truf Zhang En adalah Kumbang Mayat Beracun, dengan adanya Armor yang ditempa oleh Sekte Gagak Hitam, bergegas ke markas Gerbang Naga secara sembrono hanya dengan mengandalkan kekuatan mereka, mereka tidak akan berdaya melawan Chen Tianqi dan Tetua Sekte Gagak Hitam.
“Jangan khawatir, aku punya rencana.” Sebuah cahaya melintas di matanya.
"Ayo pergi."
Mengikuti perintah Zhang En, kelompok itu langsung menuju ke markas Gerbang Naga. Dalam waktu setengah hari, mereka sampai di Gunung Phoenix Langit Surgawi.
Hari sudah senja saat mereka berempat menginjakkan kaki di Gunung Phoenix Langit Surgawi. Pemandangan di gunung Phoenix Langit Surgawi pada saat cahaya matahari terbenam yang menyinari bumi menambahkan sentuhan keindahan alam yang sangat tenang.
Namun, di bawah ketenangan ini, Zhang En mendeteksi niat membunuh yang sangat kuat.
"Sepertinya Chen Tianqi telah menunggu kedatangan kita." Zhang En berkata dengan dingin, dalam sekejap, dia, Zhao Shu, Zhang Fu, dan Xiao Tian terbang menuju aula besar Gerbang Naga. Beberapa saat kemudian, mereka turun ke alun-alun di depan aula besar. Alun-alun di depan aula besar Gerbang Naga cukup besar untuk menampung sepuluh ribu orang.
Di samping alun-alun itu ada patung Naga dengan ekspresi wajah yang menakutkan, memegang sebuah tombak dan pedang yang memancarkan aura kematian dan pembantaian yang sangat kuat.
Saat kaki Zhang En dan yang lainnya mendarat di tanah, terdengar suara tawa di alun-alun Gerbang Naga.
"Zhang En, kami sudah lama menunggumu!"
Beberapa siluet terbang keluar dari aula besar dan berdiri agak jauh di depan Zhang En.
Orang-orang ini tidak lain adalah Chen Tianqi dan sekelompok Pemimpin Domain Gerbang Naga. Tidak hanya mereka, saat itu juga lebih banyak orang muncul dari ruang hampa, Li Molin, dan kelompok Tetua Sekte Gagak Hitam lainnya.
Sekelompok orang-orang dari Sekte Gagak Hitam tampak bersenjata lengkap dengan satu set lengkap baju besi merah tua, di bagian masing-masing baju besi itu bertuliskan simbol naga dewa. Paku naga membentuk penghalang pertahanan di kedua lengan dan kaki. Li Molin dan Tetua-tetua Sekte Gagak Hitam memancarkan kekuatan naga yang samar dengan baju besi yang mereka kenakan.
Armor besi berwarna merah tua yang dipakai oleh lima belas orang itu adalah Armor Naga Ilahi yang ditempa oleh Sekte Gagak Hitam yang terbuat dari mayat Naga.
Li Molin beserta empat belas Tetua Sekte Gagak Hitam menyebar, mengelilingi kelompok Zhang En dari segala arah.
"Zhang En, aku tidak menyangka kau benar-benar punya nyali untuk datang kesini!" Ucap Li Molin memandang Zhang dengan dingin.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote !