
Bagian depan token itu bergambar dengan binatang suci Harimau Suci. Sedangkan di bagian belakang token terdapat diagram misterius, mirip dengan simbol jimat kuno, namun juga menyerupai senjata kuno.
Ini adalah token perintah mutlak Sekte Roh Api.. Satu ada di tangan Lin Mijg, dan yang lainnya ada di tangan Wang Nio.
Melihat Token di tangan Wang Nio, para Tetua itu tidak berani melanggar perintahnya. Ketika kelompok Tetua sekte hendak mengaktifkan Formasi Pembunuh Roh sesuai perintah Wang Nio, ekspresi Master Kun menjadi sangat dingin melihat Wang Nio.
"Hhhhhh..!" Mengeluarkan dengusan dingin yang terdengar melalui hidungnya, siluet Master Kun menjadi kabur, dan muncul di depan Wang Nio.
Tangannya yang cepat terulur, merobek kain yang menutupi dada Wang Nio.
Wang Nio sangat terkejut, dia ingin berteleportasi untuk menghindar dan menemukan bahwa ruang di sekitarnya terasa seperti sangkar membuat dia tidak bisa berteleportasi!
'Apa yang terjadi?!' Sama seperti pemikiran yang meragukan ini muncul di benaknya, tepat pada saat itu, dadanya kembali digenggam oleh Master Kun. Di depan mata para Tetua dan murid Sekte Roh Api, Master Kun menarik baju bagian atas Wang Nio.
Krekkkkk....! Suara robekan kain terdengar lebih keras..
Wang Nio merasakan sedikit dingin di sekitar dadanya, puncak giok kembarnya yang mengg4ir4hkan diperlihatkan kepada semua orang.
Zhang En tercengang melihat pemandangan ini. Semua murid faksi kura-kura juga tercengang. Tetua Agung Su Hao dan Ling Qun juga tercengang. dan semua tetua sekte juga tercengang.
Melihat pemandangan gunung kembar yang tegak, halus seperti sutra, putih dan lembut, beberapa murid, Tetua, bahkan Dua Tetua Agung Su Hao dan Ling Qilun menelan ludah secara refleks.
__ADS_1
"Bocah, bukankah aku sudah memperingatkanmu sebelumnya bahwa jika kau berani mengatai-ngatai muridku sekali lagi, aku akan menelanjangimu? Sepertinya kau benar-benar tidak mengambil hati kata-kata orang tua ini. ” Suara Master Kun terdengar sedingin es, tetapi matanya menyapu dada Wang Nio dengan cepat, "Benar-benar tidak buruk, tidak heran kau begitu sombong."
Zhang En tidak tahu harus berpikir apa lagi dan bertanya pada diri semdiri. ' apakah kesombongan seseorang terkait dengan ukuran dada mereka?'
Sedangkan Wang Nio saat ini menundukkan kepalanya, melihat dadanya sendiri, tatapannya tidak fokus untuk sesaat sebelum mengangkat kepalanya sekali lagi. Ekspresinya wajahnya gelap, berteriak, "Aku akan membunuhmu!!"
Dia lalu erbang tinggi ke udara, cahaya abu-abu di sekelilingnya menembus langit. Aura kematian bergemuruh, membentuk awan yang tak terhitung jumlahnya, membuat bayangan gelap di atas tanah.
Sorot matanya benar-benar berubah menjadi abu-abu, mirip dengan dewi kematian. Tidak diketahui kapan pedang panjang itu kembali ke tangan Wang Nio.
Dia tiba-tiba menebas ke arah Master Kun dan Zhang En. Aura kematian mengalir keluar seperti tsunami, menyebar dan membentuk tanah kematian yang mengerikan.
Semua tetua dan murid faksi kura-kura bergegas mundur ketakutan. Tetapi, Master Kun hanya terkekeh geli menyaksikan gelombang besar aura kematian ini, "Serangan ini masih tidak terlalu buruk." Kemudian, dia melakukan sesuatu yang membuat Zhang En dan semua orang tercengang. Master Kun benar-benar membuka mulutnya, menghirup semua aura kematian itu ke dalam tubuhnya.
Melihat hal ini hampir mengirim semua orang mati dalam keterkejutan. Tetua Agung Su Hao dan Ling Qun memucat menyaksikan Master Kun, mereka berdua tahu betul betapa menakutkannya serangan Wang Nio! Hanya dengan bersentuhan dengan aura kematian itu, bahkan keduanya, tanpa perawatan cepat, mereka akan berubah menjadi mayat kering dalam waktu satu hari. Para ahli Alam Dewa Surgawi tahap puncak akan langsung berubah menjadi mayat. Tetapi, pria tua di depan mereka benar-benar menelan aura kematian itu! Dan dia masih baik-baik saja.
Master Kun tidak peduli dengan tatapan yang diarahkan ke arahnya, dia berbalik untuk melihat Wang Nio, sambil memasang wajah tersenyum tapi mesum.
Melihat wajah tersenyum itu, Wang Nio merasakan hawa dingin menyebar ke seluruh tubuhnya. Untuk pertama kalinya, teror mencengkeram hatinya. Kekuatan pria tua di depannya ini benar-benar di luar pemahamannya.
Master Kun kembali memasang wajahnya yang tersenyum malu-malu, “Gadis kecil, lelaki tua ini awalnya berencana untuk membiarkanmu, tetapi sepertinya jika lelaki tua ini tidak menelanjangimu, akan sulit untuk memberi kompensasi kepada muridku..! ”
__ADS_1
Zhang En memperlihatkan senyum masam pahit di belakang. Master Kun ini pergi dan merobek pakaian orang lain, namun menyeretnya juga. Mengesampingkan halnini, jelas bahwa Wang Nio terus-menerus menuntutnya dengan niat untuk membunuh telah membuat Master Kun kesal, sehingga menimbulkan niat membunuh Master Kun terhadap Wang Nio. Zhang En masih sedikit khawatir jika Master Kun membunuh Wakil Master Sekte Roh Api mereka di depan umum.
Wajah Wang Nio menjadi pucat karena ketakutan, tetapi saat dia bergerak untuk melarikan diri, sebuah siluet berkedip di depannya. Tangan Master Kun sudah mencengkeram ujung celananya. Berikutnya adalah aksi yang membuat hati semua orang berdebar kencang dengan napas tertahan.
Kreakk...! Suara robekan kain terdengar jelas di telinga semua orang dan Wang Nio langsung merasakan angin sepoi-sepoi di tubuh bagian bawahnya. Para tetua yang berkumpul di sekitar melebarkan mata mereka. Mereka sedikit bingung dengan mulut ternganga, namun napas yang dipercepat semakin meningkat.
Tatapan Zhang En juga menangkap pemandangan paha ramping putih, pusar datar, dan hutan hitam Wang Nio. Belum lagi lekuk tubuh bagian pinggang ramping yang memikat milik Wang Nio..
Beberapa murid yang melihat ini bahkan tidak menyadari bahwa air liur menetes dari mulut mereka yang terbuka, sebuah tenda kecil terangkat di antara celah celana mereka.
“Ahhh!” Jeritan bernada tinggi Wang Nio tampaknya cukup kuat untuk menghancurkan ruang disekitar. Niat membunuhnya telah mengambil alih apa yang dia rasakan saat ini. Matanya menjadi merah padam saat dia berteriak, dengan suaranya yang terdengar serak, “Aktifkan Formasi Pembunuh Roh sekarang juga!! Bunuh mereka, bunuh mereka berdua!!!”
Aura kematian meledak dari tubuhnya seperti dewi kematian yang muncul dari lubang terdalam neraka.
Semua tetua sekte akhirnya mendapatkan kembali akal sehat mereka..
“BERHENTI!” Tiba-tiba, suara berwibawa bergema dari atas cakrawala yang terdengar seperti guntur yang menyebabkan gendang telinga setial orang berdengung untuk waktu yang lama.
Beralih ke sumber suara, beberapa sosok terlihat terbang ke arah mereka dengan kecepatan tinggi dari atas langit.
"Hormat kepada Master Sekte!" Melihat wajah orang yang datang di barisan paling depan, semua tetua dan murid faksi kura-kura terkejut bahkan ketika mereka dengan cepat memberi hormat.
__ADS_1
Orang yang baru datang ini tidak lain adalah Lin Ming dan sekelompok tetua sekte yang mengikuti dari belakang. Ada juga ketiga kakak seperguan Zhang En, Dong Fang, Bai Yunfei dan Hua Rong.