
•••
Terletak beberapa ratus mil di luar Kota Kekaisaran Musim Semi, terlihat sebuah struktur bangunan seperti istana megah, tempat Sekte Pedang Bayangan membangun Sekte mereka.
Di kursi tahta utama aula besar markas besar Sekte Pedang Bayangan, duduk seorang pria paruh baya dengan rambut merah mencolok yang memancarkan aura ganas dan alis tebal seperti bilah pedang, dia adalah Penguasa Sekte Pedang Bayangan, Jun Wuxin.
Pada saat ini, seorang pria muda berjubah biru berdiri dengan hormat di aula besar. Pemuda ini tidak lain adalah Huo Ping yang Lautan Qi-nya dihancurkan oleh Zhang En. Namun, atmosfer di sekitarnya jauh lebih kuat dari sebelumnya, tampaknya Dantaian tempat Lautan Qi-nya telah pulih, kedua kaki, dan kesepuluh jarinya juga sudah pulih sepenuhnya.
“Guru, Zhang En itu menghancurkan Laut Qi milikku di depan umum, mematahkan sepuluh jari dan kedua kaki saya, menunjukkan bahwa dia tidak menaruh Sekte Pedang Bayangan dan Kerajaan Musim Semi di matanya. Kebencian ini, Guru benar-benar harus membalaskan dendam muridmu ini, ah!" Huo Ping melangkah maju, memohon kepada Gurunya. Saat menyebut nama Zhang En, kebencian membara di mata Huo Ping.
Jun Wuxin menjawab dengan datar dan suaranya terdengar seperti bunyi bel yang berat, "Jangan khawatir, aku sudah mengirim sekelompok Pendekar Dewa kesana, selama Zhang En itu meninggalkan Sekte Naga Merah tanpa perlindungan Ketua Sekte Naga Merah Xin Long atau Tetua Chao, dia pasti akan mati."
Saat ini, Jun Wuxin dan Huo Ping masih belum mengetahui berita Zhang En yang membunuh Ao Baixue.
Mendengar Gurunya berkata demikian, Huo Ping sangat gembira, dengan cepat berterima kasih kepada Gurunya: "Terima kasih, Guru!"
Saat kata-kata Huo Ping terdengar, murid tertua Jun Wuxin, Zhou Qing terlihat memasuki aula besar dengan tergesa-gesa, setelah memberi hormat kepada Jun Wuxin, dia melaporkan "Guru, murid baru saja menerima berita, mengatakan bahwa belum lama ini Tetua Sekte Gagak Hitam Ao Baixue meninggal di tangan Zhang En.”
"Apa?!" Jun Wuxin tercengang.
Huo Ping menerima pukulan yang lebih hebat, berkata, “Tidak mungkin, tidak mungkin! Zhang En baru saja menerobos ranah pertapa suci beberapa tahun yang lalu, dia bahkan belum berusia dua puluh tiga tahun!"
"Belum genap dua puluh tiga!"
Jun Wuxin juga merasa sulit untuk percaya, sambil melihat murid tertuanya, Zhou Qing, "Apakah kau yakin berita ini benar ?!"
“Aku yakin seratus persen!” Zhou Qing membenarkan.
"Tidak mungkin, bagaimana Zhang En bisa masuk ke ranah pertapa dewa hanya dalam beberapa tahun!" Huo Ping berteriak.
Zhou Qing mengklarifikasi," Zhang En belum menerobos ke ranah Pertapa Dewa."
“Dia tidak menerobos ke ranah Pertapa Dewa?!” Hal ini mengejutkan Jun Wuxin.
__ADS_1
Huo Ping tertawa terbahak-bahak mendengar ini, "Bukankah aku mengatakannya, bagaimana dia bisa memasuki ranah Pertapa Dewa, berita itu pasti palsu!"
Jelas, Huo Ping salah memahami maksud Zhou Qing, yang secara tidak langsung memengaruhi Jun Wuxin.
Zhou Qing melanjutkan, "Saat ini, Zhang En masih berada di puncak Ranah Pendekar Dewa Bintang lima, tetapi, Ao Baixue benar-benar mati di tangannya."
Ini adalah berita yang paling menakutkan dari semuanya.
Mata Huo Ping membelalak berlebihan.
"Guru, menurut pendapatku, masalah Saudara Muda Huo Ping dengan Zhang En harus berakhir di sini." Zhou Qing mendekati Jun Wuxin, membujuk dengan hati-hati. Tidak bijaksana memprovokasi orang seperti ini.
Jun Wuxin ragu-ragu sesaat sebelum berbicara, "Sampai kan pesanku, untuk memberi peringatan agar mereka berhati-hati kepada kelompok murid sekte kita yang sudah dikirim kesana."
"Guru..?!" Huo Ping ingin memohon, tapi Jun Wuxin menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Jangan terlalu banyak berpikir, bahkan jika kita tidak melakukan apapun, Sekte Gagak Hitam tidak akan membiarkannya."
•••
Sementara Zhang En yang sedang berada di dalam Kuil Gunung Dewa, menelan Pil Roh Raja Hantu dan bersiap untuk menyerang penghalang ranah Pertapa dewa, tidak tahu bahwa berita tentang dia membunuh Ao Baixue menyebabkan badai di setiap sudut kekaisaran Ming hingga tetangga Kekaisaran lainnya.
Di dalam Kuil Gunung Dewa, selain memurnikan Pil Roh, Zhang En mempraktikkan Seni Tapak Buddha Kebenaran, Teknik Seni Naga, dan terus menempa tubuh.
Dua bulan berlalu, Zhang En mengkonsumsi hampir empat puluh Pil Roh Raja Hantu, memperdalam pemahamannya tentang hukum ruang. Budidaya Qi pertempurannya juga sangat meningkat dalam dua bulan ini.
Zhang En merasa bahwa dia sudah semakin dekat untuk menerobos ke ranah Pertapa Dewa kapan saja, hanya tinhgal penghalang tipis yang berdiri di antara dia dan alam Pertapa Dewa. Selama dia menembus penghalang tipis ini, dia akan meninggalkan dunia duniawi, dan akan memulai perjalanannya menuju pencapaian tertinggi, dari ranah Pertapa dewa.
Hari-harinya dihabiskan dengan rutinitas yang sama di Kuil Gunung Dewa, dan lebih banyak latihan.
Duduk bersila dalam Formasi Sepuluh Buddha, lingkaran cahaya emas menyelimuti tubuh Zhang En, menciptakan lapisan bola yang beresonansi dengan energi Buddhisme dalam Formasi Sepuluh Buddha. Energi yang kuat melonjak dari tubuh Zhang En, seolah-olah bisa meledak setiap saat.
Kekuatan Pertapa Dewa yang terakumulasi didalam tubuh Zhang En semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Naga kembar hitam dan biru berputar di udara di atas Zhang En, naga yang berasal dari tubuhnya tumbuh lebih kuat dan lebih intens seiring berjalannya waktu dan gema raungan naga yang samar-samar dapat terdengar.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, di bagian atas Laut Qi nya, terasa energi yang sangatbkuat, pendaran cahaya Buddha emas suci dan cahaya jahat yang gelap, berguling dan menyatu, menciptakan lingkaran seperti mata di angkasa.
Waktu berlalu, ketika tiba-tiba, retakan muncul di bagian atas Laut Qi Zhang En. Tapi itu adalah retakan yang sangat kecil, sangat tidak stabil dalam satu detik dan memudar di detik berikutnya.
Satu hari berlalu.
Retakan kecil dan sangat kecil ini berangsur-angsur bertambah besar, mencapai seukuran ibu jari dan tumbuh lebih stabil juga. Cahaya aureate dari pendaran cahayabBuddha dan energi gelap iblis berputar, menembus ke dalam celah dan menyatu menjadi satu dengan celah lingkaran yang muncul.
Dua hari berlalu.
Celah itu terus membesar, mencapai ukuran lengan orang dewasa di akhir waktu genap dua bulan.
Aura yang berasal dari tubuh Zhang En diperkuat, pendaran cahay Buddha yang kontras dan cahaya iblis melonjak dengan cara yang tidak pernah berakhir. Naga kembar miliknya semakin besar lebih dari dua kali lipat serta tekanannya yang menindas terasa sangat luar biasa.
Satu bulan lagi berlalu.
Sekarang, celah di Lautan Qi Zhang En mencapai lebar setengah meter dan tinggi satu meter, memancarkan aura iblis dan pancaran energi Buddha.
Hari-hari berlalu. Dalam sekejap mata, dua bulan lagi telah berlalu. Celah lingkaran sekarang lebarnya satu meter, tingginya melebihi dua meter, aura iblis yang melonjak dan aura Buddha suci semakin memikat.
Raungan naga yang bergema dari tubuh Zhang En semakin sering dan jelas, kekuatan Pertapa Dewa yang terkumpul di dalam tubuhnya mulai memenuhi seluruh aula kuil ketika Zhang En tiba-tiba bergetar. Jubah yang dia kenakan hancur berkeping-keping saat sinar cahaya pPertapa Dewa ditembakkan dari Laut Qi langsung ke inti jiwanya. Diselubungi oleh cahaya itu, jiwanya merasa seperti gemetar saat menjalani baptisan Ranah Pertapa dewa dan pembentukan inti jiwanya kembali.
Tidak lama kemudian, cahaya terang yang menyelimuti Zhang En menghilang, aura iblis gelap dan pancaran Buddha juga lenyap dari aula kuil, tetapi saat dianmembuka matanya, kedua cahaya itu hadir di ujung dalam bola matanya dalam bentuk Buddha emas.
"Aku akhirnya berhasil menembus Ranah Pertapa Dewa " Zhang En berdiri, tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang dia rasakan, raungan naga yang bergema terdengar dari mulutnya. Naga kembar hitam dan biru mengikuti, mengaum tanpa henti.
Roaaaarhhhhhh!
-
-
-
__ADS_1
Note : Author sudah Crazy Up sebanyak enam chapter, coba bayangkan waktu author dalam mengetik enam chapter itu kurang lebih enam jam lamanya. Untuk kalian semua, Author hanya punya permintaan setidaknya berikan Like pada setiap chapternya dan juga jangan lupa untuk berikan Votenya. 🙏🙏🙏