
Mereka semua di aula itu menunggu dengan sabar, duduk bermeditasi. Zhang En tidak berbicara sepatah katapun, membuat Chu Bai dan dua lainnya juga tidak berani memulai pembicaraan.
Setengah jam kemudian, mereka mendengar suara deru angin dari kejauhan.
Baik Chu Bai dan Shi Qi bernapas lega. Sedangkan Xian Wu, terlihat biasa saja.
Mereka berempat berbalik untuk melihat, melihat dua sosok muncul dari jauh. Ketika Chu Bai, Xian Wu, dan Shi Qi melihat wajah kedua orang itu, mereka terkejut.
"Xu Lang!"
“Wei Song!”
Kedua orang ini bernama Xu Lang peringkat kedua, dan Wei Song yang peringkatnya di keluarkan Zhang En dari peringkat sepuluh besar.
Ketika Xu Lang dan Wei Song tiba di aula itu, keduanya juga terkejut melihat sudah ada empat orang yang ada disana.
Mereka berdua melirik sekilas ke sekeliling aula, akhirnya berhenti pada Zhang En, menunjukkan reaksi yang berbeda.
Terutama Wei Song, dia terlihat terkejut saat menatap Zhang En, sedangkan Zhang En mendeteksi niat membunuh yang cepat namun kuat dari pandangan Xu Lang. Meskipun Xu Lang segera menyembunyikannya, itu tidak luput dari indera Zhang En.
Merasakan ini, Zhang En tetap tenang dan acuh tak acuh.
“Karena kita berlima sudah berada di sini, apakah kita langsung menggabungkn kunci formasi kita dan mengaktifkannya?” Chu Bai berbicara tetapi matanya tampak meminta persetujuan dari Zhang En.
Atas pertanyaan Chu Bai, Shi Qi dan Xian Wu juga menoleh ke arah Zhang En, menunggu keputusannya.
Pada awalnya, ketika Wei Song melihat kultivasi Zhang En, dia memiliki ide yang sama dengan Tian Fu. Tetapi dia segera menyadari sikap Chu Bai dan merasakan udara dingin di lehernya. Dia dengan cepat membatalkan niatnya sebelumnya untuk merebut kunci milik Zhang En.
Melihat tatapan bertanya Chu Bai, Zhang En mengangguk, setuju tanpa berkata apa-apa.
Xu Lang juga memperhatikan ini, dan kilatan tajam muncul di matanya, tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.
Karena tidak ada yang keberatan, masing-masing dari mereka mengeluarkan tombak kecil mereka, sambil mengalirkan qi mereka masing-masing ke untuk mengaktifkan simbol kuno di permukaannya.
Wusshhh!!
__ADS_1
Lima tombak memancarkan cahaya terang dan terbang ke tengah aula, berputar dengan cepat di udara dan perlahan bergabung menjadi satu, melepaskan cahaya yang lebih menyilaukan.
Kemudian, kekuatan misterius muncul dari tombak itu, membawa cahaya yang lebih menyilaukan yang beriak seperti gelombang ke empat arah, menerangi seluruh aula.
Tepat di tengah aula, di bawah tombak itu, pola berbentuk bulat muncul dari permukaan lantai.
Di tengah pola berbentuk bulat ini diukir gambar Dewa Iblis raksasa, memegang tombak petir di satu tangan seolah-olah bertujuan untuk menghancurkan dunia hanya dalam satu serangan.
Meskipun itu hanya sebuah gambar, itu berisi kekuatan dewa yang agung yang menyebabkan mereka tanpa sadar mundur ke tepi aula.
Saat cahaya menyilaukan melebar, cahaya terang juga keluar dari pola di lantai.
Sekitar setengah jam kemudian, pemandangan di depan mereka berubah. Melihat sekelilingnya, merekanmenemukan bahwa mereka sekarang berada di aula yang berbeda.
Aula ini berukuran besar dan luas, di tengahnya terdapat tungku dewa berkaki lima yang terbuat dari bahan yang tidak mereka ketahui, bersinar dengan warna keemasan yang menakjubkan.
Masing-masing dari empat dinding dilapisi dengan laci yang berdiri berdampingan, di atasnya terdapat deretan botol giok berlabel nama pil yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Bahkan tanpa mengetahui jenis pil itu, mereka tidak diragukan lagi disempurnakan oleh Dewa Iblis kuno semasih hidup.
Tetapi tidak ada yang bergerak untuk mengambil pil, sebaliknya, fokus mereka adalah pada pria raksasa yang duduk dalam pose meditasi.
Ini adalah Mayat Dewa Iblis Kuno!
Di samping mayat Dewa Iblis ada tombak petir raksasa, pita tipis petir mendesis di sekitarnya. Bahkan setelah puluhan ribu tahun berlalu, kekuatan penghancurnya masih menakutkan.
Keinginan berkilauan di mata mereka semua.
Swooosshhh!!!
Tiba-tiba, seseorang bergerak. Dalam sekejap, orang itu muncul tepat di samping mayat Dewa Iblis. Orang ini tidak lain adalah Wei Song.
Melihat ini, Chu Bai, Shi Qi, dan Xian sangat marah, namun, saat mereka akan bergerak, ada seseorang yang bahkan lebih cepat dari mereka bertiga. Tangan Wei Song nyaris tidak terulur untuk meraih mayat itu ketika sebuah bayangan menghantam telapak tangannya di punggung Wei Song.
Boommm!!!
Wei Song dikirim terbang ke sudut aula karena kekuatan serangan telapak tangan itu.
__ADS_1
Yang lain berhenti karena terkejut melihat ini.
Wei Song memuntahkan darah segar saat dia membuka mulutnya untuk berbicara. Dia bisa dengan jelas merasakan bahwa tulang punggungnya hancur dan organ-organ internalnya semua bercampur aduk menjadi berantakan.
"Xu Lang?!" Ketika Wei Song melihat wajah penyerangnya menjadi orang yang bekerja sama dengannya dan menemaninya sampai ke sini, dia terkejut dan marah. Dalam perjalanan ke sini, mereka telah berdiskusi dan sepakat untuk bekerja sama. Mereka bisa dianggap sebagai aliansi.
"Mengapa kau menyerangku?!" Wei Song bertanya sambil menatap tajam ke arah Xu Lang .
Xu Lang mencibir, menunjukkan penghinaan yang jelas terhadap pertanyaan Wei Song. Dia berbalik, menatap Chu Bai, Zhang En dan dua lainnya, “Hari ini, kalian harus mati di sini.”
Wajah Chu Bai menjadi gelap, mencibir sebagai jawaban, “Xu Lang, apakah kau yakin ingin membunuhku?"
Shi Qi, Xian Wu, bahkan tatapan Wei Song menjadi aneh melihat Xu Lang. Ancaman Xu Lang ini sedikit berlebihan. Berdasarkan daftar peringkat, Xu Lang berada di peringkat kedua, tepat di bawah Chu Bai, yang berarti bahwa Xu Lang lemah dari Chu Bai hanya dengan selisih kecil, tetapi masih bisa di katakan lemah.
Mendengar jawaban Chu Bai, Xu Lang tertawa terbahak-bahak. Lalu, tekanan aura yang sangat besar keluar dari tubuh Xu Lang.
Swoosshhhh!!!!
Merasakan Qi dan aura Xu Lang yang meningkat, Chu Bai, Shi Qi, Xian Wu, dan Wei Song memucat, membut mereka berempat terpaksa mundur sampai ke tepi aula.
Dipengaruhi oleh kekuatan Xu Lang yang meningkat, aliran udara di aula besar itu benar-benar membeku.
"K-Kau ternyata berada di ranah Dewa Emas Bintang 5 tahap awal!" Chu Bai berkata dengan wajah pucat, matanya melebar karena tidak percaya menatap Xu Lang.
Selama ini, Xu Lang telah menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.
Melepaskan aura penuhnya, Xu Lang berdiri di sana, memancarkan aura misterius dan kuno.
Menikmati keterkejutan dan ketakutan di wajah Chu Bai dan tiga lainnya, Xu Lang mengangguk puas, menggenggan kedua tangannya di balik punggungnya dan berkata, “Benar, aku telah menyembunyikan kekuatanku, bahkan Ketua sekte serta semua Tetua di sekteku tidak mengetahui kekuatanku yang sebenarnya selama ini.”
Alis Zhang En sedikit berkerut mendengarkan pernyataan Xu Lang.
"Tapi, bagaimana kau bisa lolos dari tugu penilaian kekuatan selama pendaftaran?" Chi Bai bertanya.
"Tugu penilai kekuatan?" Xu Lang tertawa, “Hahaha, itu hanya tugu penilai kekuatan belaka, itu akan menunjukkan kekuatan apa pun yang aku ingin tunjukkan. Teknik kultivasi sekte kami bukanlah sesuatu yang dapat kalian pahami. ”
__ADS_1
"Sekarang, siapa di antara kalian yang ingin mati duluan?" Tatapannya langsung terarah kepada Zhang En.