
Setelah melakulan perjalanan selama 3 hari, Zhang En akhirnya sampai di wilayah ibu kota kekaisaran, sinar matahari yang menyinari dirinya terasa sangat menyilaukan. Udara tampak menjadi sangat segar membuat rasa lelah selama perjalanan berangsur pulih.
Zhang En kemudian sampai di gerbang sekte lalu masuk kedalam menuju tempat tinggalnya. Begitu dia selesai melakukan apa yang harus dia lakukan, Zhang En kembali ke kamarnya dan beristirahat. Dia memilih untuk memulihkan diri selama beberapa hari dan tidak akan keluar dari tempatnya selain makan dan berlatih.
•••
Sinar matahari bersinar terang saat Zhang En bersiap-siap segera pergi ke balai misi untuk mengumpulkan kontribusi sekte karena telah menyelesaikan misi.
Zhang En pun akhirnya sampai di gedung balai sekte. Karena dia pernah ke sini sebelumnya, jadi dia sudah akrab dengan tempat ini. Setelah masuk, dia langsung menuju ke arah lelaki tua di lantai pertama.
Dia melirik sebentar ke tangga ke lantai dua dan berpikir bahwa lain kali dia pasti datang ke sini lagi dan akan bisa mendapatkan misi dari lantai dua.
Namun, Zhang En menemukan ada sesuatu yang aneh. Tempat itu terlihat sangat sepi dan entah mengapa Balai Misi Sekte begitu kosong hari ini? Apakah semua orang berhenti melakukan misi?
Sementara Zhang En sedang berjalan menuju orang tua itu, orang tua itu tersenyum kembali dengan ramah dan berkata, "Melihat wajahmu, sepertinya kau pasti datang untuk mendapatkatkan konstribusi Sekte."
"Ceritakan misi yang sudah kau selesaikan dan kemudian serahkan token milikmu untuk mendapatkan kontribusi sekte Anda." Orang tua itu tersenyum ramah. Ketika dia melihat pemuda yang datang kepadanya setelah bekerja begitu keras untuk Sekte, dia merasa sangat senang. Sebagai Tetua yang telah menyerahkan seluruh hidupnya kepada sekte itu, dia merasa sangat bangga kepada setiap murid yang datang kepadanya.
Zhang En dengan jujur memberikan penjelasan tentang misi tanpa menyembunyikan apa pun, dia juga tidak membesar-besarkan apa pun. Tetua itu dengan tenang mendengarkan Zhang En menceritakan misinya dan hanya mengangguk dari waktu ke waktu.
Dia tidak mencoba untuk bertanya apakah yang dikatakan Zhang En benar atau salah, karena dia percaya para murid tidak akan berani berbohong. Bagaimanapun, para murid yang ditugaskan akan pergi menyelidiki dan mencari tahu kebenaran hal itu.
Setelah Zhang En selesai berbicara, Tetua itu berkata, “Hadiah untuk misi ini awalnya 800 kontribusi sekte. Namun, melihat bagaimana Anda menghilangkan sekelompok sampah dan mengambil inisiatif menghancurkan mereka, aku akan memberi Anda 1.200 kontribusi sekte. Serahkan token milikmu."
Setelah beberapa saat karena merasa terkejut, Zhang En dengan cepat menyerahkan token yang mewakili identitasnya kepada lelaki tua yang tampak baik itu. Dia terus berkata, "Terima kasih, Tetua."
Zhang En berterima kasih kepada orang tua itu dan segera keluar meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat tinggalnya.
•••
__ADS_1
3 hari berlalu dengan cepat.
Dalam tiga hari ini, Zhang En mencoba menghabiskan lebih banyak waktu dengan berlatih, Ketua Xin Long menemuinya dan memberikan sebuah misi kepadanya.
"Nak. Aku ingin memberikan sebuah misi khusus untukmu dan sekalian untuk melatihmu di luar sana,"
"Misi Khusus?" tanya Zhang En.
"Iya.. Aku ingin kau pergi ke selatan, tempat itu adalah Kerajaan Bintang Selatan. Kau harus menemukan sebuah gua di sana yang disebut gua kehidupan."
Ketua Xin Long lalu menceritakan tempat Kerajaan Bintang Selatan yang memang letaknya di arah selatan dan mengatakan bahwa kerajaan itu masih di bawah kekuasaan Kekaisaran Ming.
Ketua Xin mengatakan bahwa Kerajaan Bintang Selatan dibangun oleh seseorang biksu bernama Tien Du sekitar seribu tahun yang lalu dan dia telah hilang sejak saat lama. Orang yang mengendalikan Kerajaan Bintang Selatan saat ini adalah muridnya yang bernama Hong Bei.
Hong Bei dilahirkan dengan Fisik Buddha bawaan, dengan giok Buddha di mulutnya yang mencatat keterampilan hebat yang hanya dapat dilakukan oleh dirinya sendiri dengan Fisik Buddha bawaan.
Ketua Xin juga menjelaskan bahwa jika orang luar ingin memasuki Gua Kehidupan, pertama, mereka harus membawa Token Kehidupan. Token Kehidupan hanya bisa didapatkan saat bertemu dengan Hong Bei dan memberikannya secara pribadi.
"Baik Guru.. Aku akan segera menyiapkan diri dan akan berangkat besok"
•••
Keesokan paginya, Zhang En berangkat dan pamit kepada Ketua Xin Long.
Setengah bulan kemudian, dia akhirnya tiba di wilayah Kerajaan Bintang Selatan dan Kota ini tidak sebesar Kota Kekaisaran Ming.
Dalam perjalanan, Zhang En melalui banyak kota yang dia lewati, sebagian besar struktur bangunannya berhubungan dengan agama Buddha. Setidaknya ada satu kuil Buddha di hampir setiap jalan, beberapa toko bahkan memiliki berbagai desain ukiran Buddha di pintu masuknya.
Di seluruh Kerajaan Bintang Selatan, orang bisa merasakan inti ajaran Buddha yang dalam yang setebal bau dupa dupa yang meresap di udara ketika di lalui.
__ADS_1
Ketika Zhang En tiba di Kerajaan itu, dia menanyakan informasi kepada orang yang dia temui dan bertanya tentang Token Kehidupan saat dia memasuki Kota Bintang Selatan.
Gua Kehidupan adalah tanah terlarang, terutama bagi orang luar. Meski begitu, Kota Kerajaan Bintang Selatan berkembang pesat. Setelah memasuki kota, Zhang En disambut dengan pemandangan gerbang panjang yang tak berujung dan lautan pejalan kaki yang ramai, mulai dari biksu berjubah kasaya hingga rakyat jelata dengan berbagai gaya pakaian yang berbeda, pendeta Taois dengan jubah Daois, bahkan biarawati.
Setelah Zhang En memasuki kota, dia berhenti ketika melewati sebuah restoran dan masuki tempat itu kemudian memilih meja di dekat jendela, dia duduk dan lalu memesan makanannya.
"Kamu tidak salah dengar,Altar Suci muncul lagi!”
“Altar Suci telah muncul kembali! Sudah lebih dari tiga ratus tahun sejak terakhir kali muncul!"
“Ya, setiap kali Altar Suci muncul, itu berarti perubahan pasti terjadi di dalam Gua Kehidupan. Aku bertanya-tanya siapa yang begitu beruntung dipilih oleh Buddha kali ini, aku juga mendengar bahwa orang yang dipilih oleh altar Suci dapat bertemu dengan Raja Agung kita dan dikabulkan satu permintaan!"
Pada saat ini, suara diskusi yang heboh terdengar di telinga Zhang En.
Rasa penasarannya meningkat, hatinya tergoda.
"Altar Suci? Tempat apa itu?!"
"Pelayan," Zhang En kemudian memanggil pelayan.
"Tuan Muda, ada yang bisa aku bantu?" pelayan itu bergegas ke Zhang En karena pemuda itu memanggilnya, dia lalu membungkuk dan tersenyum dengan sopan.
Zhang En melemparkan kantong uang berisi beberapa ratus koin emas kepada pelayan itu, dan bertanya: "Altar Suci yang mereka bicarakan, tempat apa itu?"
Pelayan itu lalu menangkap kantong berisi koin emas itu, pelayan itu dan senyum cerah muncul di wajahnya, “Tuan Muda pasti dari suatu tempat di luar Kerajaan Bintang Selatan, bukan? Altar Suci adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh pendiri kerajaan kami, Raja Tien Du, muncul setiap beberapa lusin tahun atau beberapa ratus tahun. Siapapun yang dipilih oleh Altar Suci akan mendapatkan kesempatan bertemu dengan Raja Hong Bei yang saat ini menjadi penguasa Kerajaan Bintang Selatan, juga orang terpilih dapat meminta satu permintaan kepadanya dan dia akan mengabulkannya!"
Zhang En mendengarkan semua cerita pelayan itu dan dia juga menanyakan beberapa pertanyaan lagi terkait dengan Altar Suci. Beberapa saat kemudian, pelayan itu pergi untuk melanjutkan pekerjaan sedangkan Zhang En terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Menurut apa yang dikatakan pelayan, orang yang dipilih oleh Altar Suci akan menjalani ritual pengudusan oleh energi suci Buddha di dalamnya, tidak hanya meningkatkan kultivasi seseorang, tetapi juga bermanfaat bagi jalur kultivasi seseorang dalam jangka panjang.
__ADS_1
Maaf telat up karena banyaknya kesibukan di akhir tahun. Jangan lupa berikan rate, like serta comment nya. See you next chapter!