Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 450 - Mengikuti Zhang En


__ADS_3

Mata Zhang En menjadi terang.


Master Kun lalu terkekeh, “Hanya aku yang bisa memperbaiki Pil Awan, dan hanya aku yang memiliki formula pil itu. Tentu saja, jika kau bergabung dengan Sekte Butian ku, mengambil alih posisi Master Sekte, formula pil ini juga akan menjadi milikmu...!"


"Tetua Kun, aku yakin kau tidak tahu sesuatu, Zhang En ini adalah murid Master Sekte Roh Api." Ucap Tetua Yi menyela.


Mendengar perkataan Tetua Yi, Master Kun membeku sesaat sebelum melihat Zhang En lagi, "Jadi, kau adalah murid si bocah kecil itu, Lin Ming..."


Mendengar Master Kun itu menyebut Gurunya bocah kecil, garis-garis hitam membayangi dahi Zhang En. Namun, mengingat senioritas lelaki tua ini, dia memang memenuhi syarat untuk menyebut Lin Ming sebagai bocah. Mungkin, di seluruh Galaksi Bintang ini, Master Kun ini memiliki senioritas tertinggi, bahkan Leluhur dari setiap klan besar harus merendahkan diri mereka sendiri, menggunakan istilah junior untuk menyebut diri mereka di depannya.


" Coba kau pikirkan bocah, murid dari klan besar mana yang tidak memiliki lebih dari satu Guru dalam hidup mereka?" Suara Master Kun bahkan lebih lembut, mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada Tetua Yi, "Yi kecil,, setahuku, sampai sekarang, kau memiliki tidak kurang dari tiga Guru, kan?"


Tetua Yi tidak berbicara, tetapi menilai dari ekspresi wajahnya, dia hanya mengangguk.


Master Kun lalu sekali lagi berbalik ke arah Zhang En, "Gurumu, Bocah Lin Ming itu, juga memiliki tiga Guru, jadi kau tidak mengkhianati dia sama sekali bahkan jika kau menjadi muridku."


Mendengar hal ini, pikiran Zhang En mulai goyah. Tetapi, masalah ini terjadi datang terlalu tiba-tiba, membuat Zhang En merasa sakit kepala dan tidak dapat menerimanya dalam waktu singkat.


"Mmm... Senior Kun, Mmmm, mengenai hal ini agak mendadak bagiku, aku ingin kembali ke sekteku terlebih dahulu dan bertemu dengan Guruku sebelum memutuskannya." Zhang En merenung selama beberapa waktu dan akhirnya berkata. "Tapi, tentang formula pil itu...?"


Sebelum Zhang En bisa menyelesaikan perkataannya, Master Kun sudah berteriak-teriak tidak puas, “Apa? Menemui Gurumu?! Kau akan menjadi muridku, untuk apa kau menemui si bocah Lin Ming itu lagi? Bukankah aku Gurumu sekarang? Jangan bilang kalau Lin Ming itu berani tidak akan setuju! Kau ini orang yang tidak tahu berterima kasih, tidak menghormati Gurumu ini, sudah tidak menempatkan Gurumu ini di matamu, namun kau masih memiliki wajah untuk meminta formula pil cahaya ?! ”


Air liur Master Kun mencret dan terbang ke segala arah saat kata-kata keluar dari mulutnya, sepertinya tidak ada habisnya, membuat mereka bertiga terperangah.


Mulut Zhang En tergangga, berpikir bahwa sikap Master Kun ini sangat sulit untuk dibayangkan. Dia masih berbicara dengan baik beberapa saat yang lalu, tetapi dalam sekejap mata, suasana hatinya berubah lebih cepat. Zhang En dicaci maki oleh Master Kun sampai mata yang terlihat hampir keluar juga.


Sekarang, Zhang En tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang tua aneh ini, dia tidak bisa menang melawan lelaki tua itu dalam pertarungan, dan dia pasti tidak bisa menang dalam berdebat.

__ADS_1


"Senior Kun, bisakah kau sedikit berpikir jernih?" Zhang En memasang senyum pahit yang tak berdaya di wajahnya, "Kau setuju sebelumnya bahwa jika aku bisa memperbaiki pil tingkat suci, kau akan memberiku formula pil itu..."


"Apa? Maksudmu aku ini tidak berpikir jernih ?!" Ucap Master Kun mirip seperti seekor tikus yang ekornya diinjak, melompat tinggi ke udara. Jarinya yang gemetar karena marah menunjuk Zhang En, “Kau murid yang tidak berbakti, beraninya kau mengatakan Gurumu ini seperti itu.. Siapa bilang aku tidak akan memberimu formula pil itu? Siapa?! Aku mengatakan bahwa jika kau menjadi muridku, formula pil cahaya akan menjadi milikmu...!"


Zhang En hampir tenggelam dalam keringat dinginnya sendiri, jadi dia memilih untuk diam dengan patuh. Namun, menyaksikan Master Kun melompat-lompat karena marah dan menyemprotkan ludahnya keluar dari mulutnya setiap kali berbicara, Lie Hue tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa Master Kun ini sebenarnya sangat lugu. 


Bahkan dengan temperamen aneh lelaki tua ini lebih dari pada lucu dan menyenangkan. Mendengar suara tawa di belakangnya, Master Kun melihat dari balik bahunya pada Lie Hue yang tertawa, bertanya, "Bocah, apa yang kau tertawakan?"


Lie Hue yang masih terkikik menjawab dengan hati-hati sambil mengamati wajah Master Kun, "Aku pikir Senior sangat menyenangkan dan lucu."


Sedangkan Zhang En benar-benar terdiam di samping, dia belum pernah melihat seseorang yang berwajah tebal tanpa malu-malu seperti Master Kun Ini. Sepertinya semakin lama seseorang hidup, semakin tebal wajah mereka.


Pada saat ini, mereka berempat mendengar erangan lemah. Berbalik memihat ke arah suara, mereka melihat pemuda yang masih sangat muda yang dikirim terbang oleh Tetua Yi di atas kawah gunung perlahan naik kembali ke tempat mereka berada. Tubuh bocah itu sudah hitam seluruhnya, dengan lubang besar dan kecil di jubah bagian atas dan basahnya, sehingga orang bahkan bisa melihat tuyul kecilnya yang keluar masuk dari celah sobekan di celananya.


Bocah yang masih sangat muda berukur 12 atau 13 tahun itu bergegas secepat yang dia bisa ke sisi Master Kun, satu jarinya menunjuk ke arah Tetua Yi, Zhang En, dan Lie Hue, merengek dengan menyedihkan, “Leluhur, kau harus membantu aku mendapatkan keadilan.. Aah, ketiga orang ini terlalu jahat, menyerangku saat mereka tiba, tidak menempatkanmu di mata mereka sama sekali...!”


Petakkkk...!


Akan tetapi, Master Kun berbalik tiba-tiba ke arah bocah itu, punggung tangannya menampar pipi bocah itu, membuatnya terbang sekali lagi, jatuh dari atas kawah gunung berapi.


“Minta keadilan apaan kau bocah sialan! Aku telah menunggu sejak ribuan tahun sampai seorang murid jeniusku muncul, beraninya kau berbicara buruk tentang muridku di depanku ?! ” Ucap Master Kun terengah-engah karena marah.


Lie Hue dan Tetua Yi, mereka bertiga sekali lagi terkejut tak bisa berkata-kata. Mereka tidak mendengar apa-apa tentang Zhang En yang setuju untuk menjadi murid nya.


Master Kun lalu dengan cepat berbalik kembali melihat Zhang En, menghibur, "Muridku, jangan takut, beri tahu Gurumu ini jika ada orang yang berani berbicara buruk tentangmu, Guru ini akan menegakkan keadilan untukmu.!"


Mulut Zhang En ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia sepertinya tidak bisa mengucapkan perkataanya yang penuh kepahitan bercampur dengan ketidakberdayaan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu.! Karena kau harus kembali ke Sekte Roh Api menemui bocah Lin Ming, Gurumu ini akan menemanimu dalam perjalanan pulang kesana.” Ucap Master Kun.


"Senior ingin pergi ke Sekte Roh Api bersamaku?" Tanya Zhang En terkejut..


Bibir Master Kun melengkung ke samping menjadi senyuman, “Lihat, kau sangat bahagia sekarang karena gurumu ini menemanimu pulang kesana sehingga kau tidak bisa berpikir jernih! Bahkan Leluhur Klan Han di dunia barat ini tidak pernah menerima perlakuan seperti ini.” Ekspresi yang seakan mengingat sesuatu melayang ke wajahnya untuk sesaat, "Sudah lama sejak aku bertemu dengan beberapa teman lama di luar sana, kali ini, aku keluar dari tempat ini dan aku harus mengunjungi mereka."


Zhang En tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak berdaya untuk menghentikan pria tua aneh ini untuk mengikutinya kembali ke Sekte Roh Api. Tetapi, menurut temperamen aneh pria tua ini, Zhang En sudah dapat memprediksi kalau Master Kun ini mungkin tidak dapat menahan diri untuk menarik beberapa masalah setelah mereka pergi bersama nanti.


Zhang En lalu berencana untuk tinggal selama beberapa hari dan berbicara kepada Lie Hue sebelum kembali.


Mendengar rencana Zhang En dan melihat mereka berdua seperti pasangan Dao, Master Kun melontarkan senyum cemerlang, "Bocah, penglihatanmu tidak buruk, aku sangat puas dengan menantu yang kau pilih ini." 


Dia lalu mengeluarkan sebotol pil dan berkata kepada Lie Hue “Aku tidak memiliki banyak hal untuk diberikan kepadamu, ini adalah sebotol Pil Es, terbuat dari seribu jenis ramuan elemen dingin yang aku kumpulkan. Ini akan sangat membantu dalam kultivasimu... ”


Lie Hue terdiam sejenak saat matanya melihat ke arah Gurunya, lalu ke arah Zhang En. Melihat keduanya tidak keberatan, tangannya menerima botol itu dengan semburat merah muda di pipinya.


Kemudian, mereke bertiga pulang ke kediaman Tetua Yi dengan di ikuti oleh Master Kun, mengklaim Zhang En. adalah muridnya saat dia berkata, "Ke manapun muridku pergi, tentu saja, Guru ini juga harus ikut...!


Setelah sampai di ke kediaman Tetua Yi, Lie Hue berkata dan meminta kepada Zhang En. bahwa mereka harus pergi ke kota terdekat untuk berjalan-jalan karena saat ini dia memiliki waktu luang. 


Sejak dia datang ke sini, dia tidak pernah pergi ke kota mana pun.


Zhang En tentu saja sangat setuju. Tapi yang membuat Zhang En merasa pusing tujuh keliling adalah Master Kun ini juga ingin pergi bersama mereka untuk berjalan-jalan. Meskipun Zhang En sangat enggan akan hal ini, dia tidak punya pilihan lain selain membawa Master Kun juga pergi bersama mereka.


Satu batang dupa kemudian, mereka bertiga muncul di kota yang paling dekat, Kota Han.


Pada saat ini, di dalam sebuah rumah besar di sisi istana selatan Kota Han, Han Jiu mendengar salah satu laporan yang dibawa oleh bawahannya, mengatakan bahwa pemuda bernama Zhang En dan Lie Hue telah muncul di Kota Han. Tawa muram dan mengerikan terdengar di dalam istana kediaman itu, "Bocah, sebentar lagi, aku akan membuatmu berlutut padaku....!"

__ADS_1


__ADS_2