Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 526 - Makhluk Raksasa Dewa Agung Kuno


__ADS_3

Merasakan fluktuasi energi aneh yang datang dari pulau es raksasa di bawah membuat Zhang En merasakan gelombang kegembiraan.


Zhang En segera mengarahkan Kapal Dewanya ke bawah, menurunkannya beberap puluh meter ke bawah sebelum membiarkan kapalnya melayang-layang di udara saat dia menyebarkan kembali inderanya, dengan hati-hati mencoba untuk mencari tau dengan tepat asal mula fluktuasi energi yang aneh itu berada.


Tetapi, Zhang En berakhir dengan perasaan kekecewaan lagi lagi, karena ketika dia menyebarkan inderanya mencari lokasinya, fluktuasi energi aneh itu tiba-tiba menghilang.


Beberapa jam kemudian, Zhang En mengarahkan Kapal Dewa naik tinggi ke udara, terbang di sekitar pulau es besar itu beberapa kali, tetapi fluktuasi energi aneh yang dia rasakan tadi tidak muncul lagi.


"Cari sekali lagi!" Saat Zhang En mulai meragukan dirinya sendiri, suara Long Xioba terdengar.


Zhang En mengangguk setuju, menggerakkan Kapal Dewanya di sekitar pulau es itu lagi saat inderanya fokua menelusuri pulau itu.


Akan tetapi, satu jam kemudian, dia masih tidak merasakan adanya tanda-tanda fluktuasi energi aneh itu. Alis Zhang En berkerut mengamati pulau di bawah ketika fluktuasi yang sangat lemah yang dia rasakan lagi menarik perhatiannya sambil memiringkan lehernya sedikit melihat gunung es di depannya.


Sesaat kemudian, setelah mengarahkan Kapal Dewa, Zhang En tiba diatas gunung es lainnya.


Setelah memastikan bahwa fluktuasi energi aneh dan lemah yang baru dia rasakan lagi berasal dari gunung es ini, dia mulai mengamatinya secara detail. Dia dengan cepat menemukan perbedaan gunung es ini dengan gunung es lainnya.


Es yang terbentuk di gunung ini lebih transparan dan cerah, apalagi memantulkan cahaya merah. Dia mampu mendeteksi energi elemen api yang sangat lemah namun khas dan murni ada di pulau es ini.


“Hancurkan gunung es ini,” Ucap Long Xioba lagi.


Zhang En sejenak terkejut, lalu mengangguk setuju. Serangan telapak tangannya lalu menghantam permukaan es di depannya, tetapi hasilnya mengejutkannya.


Kekuatan serangan telapak tangannya menghilang saat mengenai permukaan es itu, menghilang tiba-tiba.


"Kekuatan melahap yang menakutkan. Pantas air laut dibawah tidak membeku karena energi api ini!" Suara Long Xioba menjadi serius.


Zhang En lalu menggunakan sejumlah besar kekuatan dalam serangannya lagi, namun itu masih menghilang hampir seketika, dilahap oleh gunung es itu


"Coba serang lagi dengan seluruh kekuatanmu." Ucap Long Xioba setelah merenung sejenak lalu menyarankan Zhang En.

__ADS_1


Zhang En mengangguk, lalu melompat ke udara untuk mengumpulkan kekuatan penuhdan seranga terkuatnya. Pada saat yang sama, Zhang En memicu garis keturunan Dewa Naga Iblis di dalam tubuhnya, menyebabkan aliran Qi Naga keluar dari kulitnya.


SWOSHHHHH!!!


Zhang En lalu melemparkan serangan dari teknik terkuatnya dengan kekuatan penuh kearah gunung es itu yang seakan menenggelamkan gunung es itu.


Pada saat berikutnya, mata Zhang En menjadi sebesar kepalan tangan saat dia menatap dengan kaget gunung es yang tampak masih tenang bahkan setelah menerima serangan terkuatnya.


WUSHHH!!!


Cahaya emas yang menyilaukan menyala saat Long Xioba terbang keluar dan muncul di depan Zhang En.


"Biar aku mencoba menyerang gunung es ini!" Long Xioba berbicara dengan nada serius. Segera, kekuatan Naga Azure bawaannya yang besar melonjak keluar dan keempat cakarnya menghantam gunung es dengan kekuatan penuhnya.


DUARRRRR!!!


Tiba-tiba, cahaya putih menyilaukan meledak dari gunung es, memperlihatkan celah lubang spasial besar di depan mereka berdua. Tubuh mereka lalu tersedot ke dalam celah lubang spasial itu hanya dlam sepersekian detik.


Bola salju melayang dari langit di atas dan salju es ini memancarkan api es merah.


Wushhhh!!! Tiba-tiba, bola api es diatas jatuh tepat di atas kepala Zhang En. Karena terkejut, Zhang En melompat menjauh.


Ketika bola api es merah itu terbang melewatinya, Zhang En merasakan kekuatan penghancur yang mengerikan. Ketika bola es api itu jatuh ke tanah, permukaan tanah yang terbentuk dari es itu benar-benar meleleh, meninggalkan lubang bagi bola api es itu saat masuk jauh ke dalam tanah.


Tapi, permukaan tanah esyang meleleh itu barusan pulih dengan cepat.


"Ini, mungkin dunia dimensi ruang waktu legendaris ?!" Long Xioba berseru.


"Dimensi Ruang Waktu?" Zhang En bertanya bingung.


“Dimensi Ruang Waktu legendaris ini lahir dari saat aliran waktu itu tercipta sendiri. Tidak ada yang pernah melihat bagaimana dimensi ruang waktu itu tercipta, jadi aku tidak yakin apakah tebakanku benar atau tidak.”

__ADS_1


Saat mereka berdua sedang berbicara, dimensi ruang dunia sedingin es itu bergetar seperti akan hancur.


Zhang En kalu terbang tinggi ke udara, tetapi terguncang oleh kekuatan ruang waktu yang kacau.


Yang mengejutkan mereka berdua sekarang adalah semua bola es di sekitar mereka terbang ke arah tertentu dan berkumpul menjadi satu lalu meledak.


DUARRRR!!! Cahaya ledakan bola api es itu menyebar.


Ketika cahaya ledakan bola api es menghilang, makhluk besar yang terbentuk dari api es muncul di depan mereka berdua.


Mereka berdua melihat, sosok makhluk yang sangat besar seperti manusia raksasa Dewa Agung, tubuhnya sangat tinggi dan lebar seperti gunung. Di telapak tangan Dewa Agung itu, ada kobaran api merah keemasan.


"Itu adalah Ancient God Flame!" Seru Zhang En kaget.


Saat suara Zhang En terdengar, sosok raksasa yang terbentuk dari api es yang menyatu tadi membuka mulutnya, menarik Zhang En ke arah kobaran api ditelapak tangan raksasa Dewa Agung itu.


Zhang En saat ini merasakan ketakutan. Dia mencoba menghindar, tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan Long Xioba yang perkasa tidak dapat membantu Zhang En.


Dalam sekejap mata, Zhang En ditelan oleh Ancient God Flame.


Penglihatan Zhang En sekarang semuanya menjadi gelap saat dia kehilangan kesadaran.


Tidak tahu berapa lama telah berlalu, dalam kesadarannya yang kabur, Zhang En merasa seolah-olah dia mengambang tanpa tujuan di lautan api tak terbatas dan lias, dia merasa seolah-olah dia sendiri adalah api itu.


Waktu semalkin berlalu. Tiba-tiba, Zhang En merasakan tubuhnya kepanasan. Panas yang menusuk hingga ke tulang-tulangnya sekarang, seolah-olah dia seluruhnya terbungkus oleh api. Tidak hanya daging, darah, meridian, dan tulangnya yang terasa panas, bahkan jiwanya tampak terbakar.


Sekali lagi, Zhang En kehilangan kesadaran.


Ketika dia samar-samar kembali sadar, dia sedang mengambang di lautan api seakan tubuhnya adalah api itu sendiri.


Hal ini terus terjadi berulang kali. Ketika dia berada di lautan api itu, Zhang En merasa sangat nyaman sejenak, tetapi energi yang sangat panas yang kembali membakar jiwa dan tubuhnya, dia merasa berada di antara hidup dan mati dan merasakan kesakitan yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2