
'Sepertinya ini sudah cukup.' Zhang En berpikir sendiri.
Dengan adanya 30 puluh binatang iblis Alam Dewa Sejati Bintang Dua ini, dia bisa menempatkan semua bintang iblis ini menjaga kediaman klan miliknya. Lalu dia memutuskan untuk pulang dan berjalan ke arah lembah, tempat gerbang teleportasi berada.
Ketika dia mendekati gerbang teleportasi di dalam lembah, seperti yang dia pikirkan, sekelompok ahli Klan Hu mengintai dan memeriksa setiap orang yang keluar masuk Dunia Hitam yang datang berburu di Dunia Hitam.
Pemberitahuan mengenai 50 lebih murid Klan Hu dibantai dan menghilang di Dunia Hitam telah menyebar sekarang, menyebabkan kegemparan besar di seluruh Pusat Galaksi Dunia Bintamg.
Meskipun ada banyak ahli Klan Hu yang menunggu digerbang teleportasi, Zhang En berhasil melewati pemeriksaan mereka dengan lancar setelah mengubah bentuk wajah wajahnya, kembali ke Dunia Awan Laut.
Zhang En dapat melewati pemeriksaan ahli Keluarga Hu terutama karena mereka berpikir bahwa pembunuh yang mampu membunuh semua murid klan mereka setidaknya adalah kultivator ranah Alam Dewa Sejati Bintang tiga tingkat tinggi atau kultivator ranah Alam Dewa Leluhur keatas. Sedangkan ranah Kultivasi Zhang En berada di ranah Alam Dewa Sejati bintang satu.
Setelah tiba diluar gerbang teleportasi Dunia Awan Laut, tepatnya di Kota Roh, Zhang En tidak segera mengeluarkan bintang iblis dan menunggu setelah dia sampai di Kediaman Zhang-nya.
...
Kediaman Klan Zhang.
Melihat puluhan binatang iblis di halaman kediaman mereka, anggota Klan Zhang tercengang sebelum meledak dalam teriakan bahagia. Zhang En lalu membagikan binatang iblis itu kepada anggota klan nya yang bisa merawat dan berlatih dengan bersama bintang iblis itu sekalian menjaga mereka semua jika ada sesuatu yang terjadi. Zhang En sekarang yakin, dengan adanya 30 binatang iblis ini, tidak akan ada ahli Alam Dewa Sejati tingkat tinggi atau ahli Alam Dewa Leluhur Bintang Satu yang dapat mencari masalah di dalam kediaman klannya.
Menyaksikan semua anggota klannya memperebutkan binatang iblis itu sambil tersenyum bahagia dan berperilaku seperti anak kecil yang bersaing memperebutkan lolipop, Zhang En menggelengkan kepalanya dan hanya bisa tersenyum kecut, tetapi dalam hati dia juga cukup senang melihat mereka semua.
Selanjutnya, dia tinggal satu hari di Kediaman Klan Zhang dan lalu segera kembali kepuncak gunung berkabut keesokan harinya untuk melanjutkan berlatih dalam pengasingan dan menutup diri dari dunia luar untuk sementara waktu. Zhang En perlu memanfaatkan waktu yang tersisa untuk fokus meningkatkan kekuatannya kali ini.
1 tahun 10 bulan telah berlalu.
Sekarang, Zhang En akhirnya berhasil menerobos ke puncak Alam Dewa Sejati Bintang Satu, dia hanya satu langkah kecil lagi dari Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal.
__ADS_1
Duduk dalam posisi bersila di dalam Pagoda Dewa Emas miliknya, Zhang En mengeluarkan inti binatang ras naga lainnya yang ada di Peti Dunia Es.
'Setelah menyempurnakan inti binatang naga ini, aku akan kembali menerobos ke Alam Dewa Sejati Bintang Dua.' Zhang En bergumam pada dirinya sendiri.
Sebuah pikiran tiba-tiba terlintas di benak Zhang En, 'Aku ingin tahu apa kultivasi Ming Zhi itu sekarang.'
Ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya, Long Xioba melihat tingkat kultivasi Ming Zhi yang berada di ranah Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal. Tetapi Zhang En dengan cepat menekan semua pikiran yang menyimpang dari tujuannya saat ini dan mulai menyerap inti binatang didepannya untuk menerobos ke ranah berikutnya.
....
Hari berganti hari, dan waktu kompetisi antar murid dalam yang diadakan oleh Sekte Roh Api semakin dekat.
Selain murid Sekte Roh Api dan Sekte Naga Langit, Klan besar diseluruh galaksi juga menantikan kompetisi murid dalam Sekte Roh Api, terutama dengan dengan masalah yang berkaitan dengan murid-murid dalam dari Sekte Naga Langit akan datang kali ini. Sehingga, masalah antara Zhang En dan Ming Zhi sangat dinantikan oleh semua orang bagaimana akhir dari antara kedua pemuda ini.
Zhang En dan Ming Zhi adalah murid Master Sekte dari kedua sekte terkenal. Oleh karena itu, pertarungan antara Zhang En dan Ming Zhi juga diadakan sebagai turnament ajang pertarungan antara Sekte Naga Langit dan Sekte Roh Api.
....
Di dalam kediamannya, Lin Ming sedang duduk di di aula utama dengan kekhawatiran yang jelas membayangi wajahnya. Dia sangat menyadari banyak pembicaraan orang diluar sana mengganggu pikirannya. Sementara murid-murid dalam Sekte Naga Langit akan datang untuk menonton kompetisi antar murid dalam Sekte Roh Api miliknya, dia tahu bahwa murid bernama Ming Zhi itu akan menantang Zhang En setelah konpetisi itu.
Tak satu pun dari semua orang di luar sana merasa bahwa muridnya Zhang En akan menjadi murid dalam nomor satu diakhir kompetisi antar murid dalam Sekte Roh Apinya, termasuk dirinya. Dia juga tidak percaya diri akan kekuatan murid kecilnya.
"Kompetisi antar murid dalam akan dimulai dalam 4 bulan lagi," Ling Ming mulai memperkikan, kerutan di dahinya semakin dalam, "Aku ingin tahu bagaimana kekuatan bocah itu sejak masuk ke dalam pengasingan.. Apakah dia menerobos ke ranah Alam Dewa Sejati...?"
Menerobos dari Alam Dewa Kaisar Bintang Dua ke Alam Dewa Sejati dalam waktu lima tahun adalah harapan tertinggi yang dipendam Lin Ming terhadap murid kecilnya ini. Meski begitu, dia tidak yakin bahwa Zhang En akan bisa menerobos ke ranah Alam Dewa Sejati.
Sementara Lin Ming sedang banyak berpikir karena khawatir tentang muridnya, Zhang En saat ini yang sedang dalam pengasingan, suara ledakan teredam terdengar dari tubuhnya dan akhirnya menerobos ke Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap Awal.
__ADS_1
Setelah menyerap inti binatang di depanya, Zhang En akhirnya menerobos. Zhang En menekan kegembiraan yang meluap di hatinya pada saat ini.
...
Satu bulan lagi berlalu pada saat Zhang En sepenuhnya menyerap inti binatang yang masuk di tubuhnya dan menstabilkan terobosannya.
Setelah menstabilkan terobosan dan fondasinya baru-baru ini, Zhang En ingin keluar sebentar untuk melihat dunia luar dan mengakhiri pengasingan untuk sementara waktu.
Setelah keluar dari pengasingan, Zhang En mendengar kalau beberapa Klan besar membuka tempat untuk bertaruh antara Zhang En dan Ming Zhi.
Lalu, Zhang En kesana dengan mengubah tampilan diwajahnya dan membuat taruhan untuk dirinya sendiri. Setelah itu, Zhang En lalu menuju Kediaman Klan Zhang miliknya dan mengumpulkan semua orang untuk membimbing kultivasi mereka.
Lima hari kemudian, Zhang En kembali ke puncak gunung berkabut untuk melatih tubuh teknik serangannya untuk mempersiapkan diri sambil berkultivasi.
....
3 bulan kemudian.
Bebrapa hari lagi, kompetisi antar murid dalam Sekte Roh Api akan dilaksanakan. Di Dunia Awan Laut, suasana Kota Roh Api dan kota sekitarnya tampak lebih hidup dan sangat ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Semua murid dan ahli yang tak terhitung banyaknya dari klan besar dari seluruh 4 Galaksi telah datang ke Dunia Awan Laut.
4 hari berlalu dengan cepat.
Hari ini adalah hari dimana semua orang telah menunggu waktu kompetisi antar murid-murid dalam Sekte Roh Api. kultivasi Zhang En juga telah mencapai puncak Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal, hanya setengah langkah lagi menerobos ke ranah Alam Dewa Dewa Sejati Bintang Dua Tahap menengah.
Ketika Zhang En keluar dari pengasingan, matahari mulai terbit sedikit demi sedikit dari ufuk timur.
“Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.” Zhang En bergumam pada dirinya sendiri. Meninggalkan halaman tempat tinggalnya, dia lalu menuju ke kediaman istana untuk menemui Gurunya, Lin Ming.
__ADS_1