
Salah satu pengawal Luo Guang melangkah di antara Luo Guang dan Zhang En, melindungi Luo guang dan berkata, “Saudara. Tuan Muda kami adalah penerus Keluarga Luo, kali ini kita datang bersama Patriark kami dan dua Tetua Agung. Patriark kami dan kedua Tetua Agung klan kami adalah ahli Pertapa Dewa, saat ini mereka adalah tamu di Istana Pangeran Tai Gan, Adik Raja Hong Bei. Bagaimana kalau kita mengakhiri masalah ini sampai disini saja ?”
Kata-kata penjaga itu terdengar sopan, tetapi ancaman dari kalimatnya yang mendasari Zhang En sangat jelas. Singkatnya, jika sesuatu terjadi pada Tuan Muda mereka, Patriark dan dua Tetua Agung yang berada di Kota Kerajaan Bintang Selatan ini, Zhang En dipastikan tidak akan bisa melarikan diri.
Zhang En mencibir dengan dingin dengan ancaman pengawal itu.
Salah satu boneka raksasa Zhang En mengambil langkah besar ke depan, satu telapak tangan menghantam dadanya. Serangan Bobeka itu terlalu cepat baginya untuk dapat bertahan dan tubuh pengawal itu dikirim terbang keluar, ketika dia itu jatuh dia jalan yang ada di luar restoran, dadanya telah meledak dan tidak bernapas lagi.
Luo Guang menjadi lebih pucat melihat ini, dia lalu berbicara kepada Zhang En dengan tergagap, "Saudaraku, demi adikku, jangan, jangan bunuh aku."
Mendengar pihak dia menyebut nama Luo Yuan, Zhang En mencibir. Luo Guang ini benar-benar berpikir bahwa dia berteman dengan Luo Yuan.
"Demi adikmu, Luo Yuan ?" Zhang En mengejek.
"Benar.. Benarrr. " Luo Guang melihat secercah harapan, menganggukkan kepalanya dengan semangat.
“Apa kau tahu bagaimana adikmu Luo Yuan meninggal?” Suara dingin Zhang En terdengar di telinga Luo Guang.
Tatapan Luo Guang menjadi kosong, mungkin karena takut, dia merenungkan arti kata-kata Zhang En, "Bagaimana adikku mati?" Sedetik kemudian wajahnya pucat, menatap Zhang En, "Mungkinkah… ?!
"Kauu!" Kata itu keluar dari mulutnya.
Tahun itu, adik laki-lakinya Luo Yuan dibunuh di halaman kecil Luo Mansion. Bertahun-tahun lamanya setelah kejadian itu, Keluarga Luo telah berusaha mencari pembunuhnya, tetapi sampai sekarang, mereka belum menemukan petunjuk apa pun.
Zhang En tidak berbicara, memberi perintah untuk membunuhnya kepada boneka raksasa itu. Boneka kuno yang dikendalikan oleh Zhang En melalui tanda jiwa yang dicapnya dalam kesadaran mereka, hanya dengan pikiran, dia bisa menyampaikan perintahnya ke boneka raksasa.
Di depan mata ketakutan Luo Guang, kedua boneka raksasa itu bergerak maju, tangan mereka terangkat dan mennampar, mengubur kaki Luo Guang terlebih dahulu di lantai, berakhir dengan cara yang sama seperti yang dirasakan oleh pengawal pertamanya. Dari leher ke bawah, tubuh Luo Guang dibor ke tanah, sementara kepalanya meledak berkeping-keping.
Empat pengawal Luo Guang yang tersisa menjadi ketakutan dan ingin segeral melarikan diri, tetapi dua boneka raksasa itu meninju ke arah mereka, menghantam mereka semua hingga jatuh ke tanah.
Orang-orang di sekitar menyaksikan tujuh orang Pengawal itu dibunuh satu per satu, namun tidak ada yang berani mengucapkan sepatah kata pun atau bergerak.
"Ayo pergi." Zhang En berkata kepada Zhao Shu dan Zhang Fu.
Zhang En keluar dari restoran dengan Zhao Shu dan Zhang Fu mengikuti di belakang. Semua orang pindah dari tempat mereka, membuka jalan Zhang En.
__ADS_1
Namun, saat Zhang En melewati si gendut, dia menggodanya, "Apakah kau masih ingin membeli dua pengawalku ?"
Si gendut hampir melompat keluar dari tempatnya mendengar itu, lututnya menjadi lemah, segera jatuh, tampak seperti dia akan menangis, "Tidak, tidak, aku tidak mau, tidak, saudara, maksudku Senior, aku salah."
Zhang En hanya ingin menakutinya saja, melihat dia sangat ketakutan, Zhang En terkekeh pelan. Tidak mempersulit si gendut, mereka bertiga meninggalkan restoran.
Si gendut menyaksikan ketiga orang itu bersama dua boneka itu pergi sampai sosok mereka menghilang dari pandangannya, menghela nafas lega melihat Zhang En tidak mempersulitnya. Seolah-olah udara dingin bertiup di lehernya sepanjang waktu.
Beberapa waktu setelah Zhang En pergi, restoran yang awalnya sunyi itu tiba-tiba meledak dalam kehebohan. Suasana di seluruh restoran itu mendidih.
Tuan Muda Tertua Keluarga Luo terbunuh! Bagi semua orang yang ada Kerajaan Bintang Selatan, ini jelas merupakan berita yang mengejutkan!
"Luo Guang adalah penerus berikutnya yang diakui dari Keluarga Luo, tetapi dia terbunuh kali ini, aku bertanya-tanya bagaimana Keluarga Luo akan membalas kematiannya!"
“Bagaimana lagi mereka akan membalas kematiannya? Patriark Keluarga Luo sudah pasti akan marah. Tapi, apakah pemuda berambut hitam itu mengatakan bahwa dia juga yang telah membunuh Luo Yuan ?!"
"Siapa yang tahu apa identitas pemuda berambut hitam ini, dia benar-benar punya nyali untuk membunuh Luo Guang...!"
Hiruk pikuk diskusi terjadi di setiap sudut ruangan.
Di sisi lain, setelah meninggalkan restoran, Zhang En, Zhao Shu, dan Zhang Fu dan dua boneka raksasa berjalan di sepanjang jalan, apa yang terjadi di restoran sudah dilupakan oleh mereka. Tujuan utamanya berhenti di Kota Kerajaan Bintang Selatan adalah untuk mengunjungi Hong Bei.
Pemuda itu sedikit terkejut dengan pertanyaan Zhang En, matanya tertuju pada dua sosok raksasa di belakang pemuda berambut hitam itu, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak melihat lagi, “Bukankah saudara ini tahu bahwa hari ini adalah Hari Ulang Tahun Biksu Tien Du ?”
"Ulang Tahun Biksu Tien Du?" Zhang En mengulangi kata-kata yang sama.
Di Kerajaan Bintang Selatan, hanya ada satu orang yang bisa disebut Biksu Tien Du dan orang itu adalah pendiri Kerajaan Bintang Selatan, kaisar pertama sebelumnya.
"Benar, ah, Hari Ulang Tahun Biksu Tien Du, banyak orang akan pergi ke Kuil Buddha untuk berdoa dan membakar dupa kepada Kaisar Tien Du." Pemuda itu menjawab. “Selain itu, setiap tahun selama Ulang Tahun sang Kaisar Tien Du, Putri Hong Xiaofei akan hadir di sana.” Berbicara tentang Hong Xiaofei, pemuda itu memperlihatkan ekspresi kekaguman.
“Hong Xiaofei.” Zhang En terkejut.
Pemuda itu memandang Zhang En dengan tersenyum, “Saudara, kenapa kau tidak bergabung denganku? Ayo kita pergi ke sana dan melihatnya, aku pikir kau mungkin belum pernah melihat Putri kerajaan kami sebelumnya, bukan? Tahun lalu, aku melihatnya sekilas dari jauh, setelah kembali dari Kuil Buddha, aku tidak bisa tidur nyenyak selama sebulan penuh. "
Zhang En tidak bisa berkata-kata, "Apakah Hong Xiaofei itu benar-benar cantik?"
__ADS_1
Tidak bisa tidur nyenyak selama sebulan penuh, bukankah ini terlalu membual? Pikir Zhang En.
Melihat reaksi Zhang En, matanya membelalak tajam, "Kau tidak percaya?" Detik berikutnya, pemuda itu kembali mengingat wajah Putri Hong Xiaofei, “Dia sangat cantik! Benar-benar terlalu cantik! Jika Puteri Hong Xiaofei bersedia memberi hukuman kepadaku, hanya ada satu kalimat, aku bersedia jika umurku diperpendek sepuluh tahun." Ekspresi pemuda itu menyerupai seseorang yang hilang akal sehat, air liur menetes dari mulutnya.
Zhang En tertawa melihat ekspresi tak tahu malu pemuda itu, "Ayo pergi kalau begitu, aku juga ingin melihat-lihat."
Dibaptis oleh energi suci Buddhisme terakhir kali dia berada di sini, menurut kata-kata yang pernah di ucapkan Hong Bei, Zhang En dapat dianggap sebagai salah satu murid Kaisar Pertama, Biksu Tien Du. Karena itu, dia harus melakukan perjalanan untuk membakar beberapa dupa untuknya.
Pemuda itu akhirnya sadar dari pikiran fantasinya mendengar bahwa Zhang En tertarik untuk pergi, dia tertawa dengan humor yang sangat bagus, pemuda itu metasa senang: "Itu bagus." Dan pemuda itu menarik tangan Zhang En, "Saudara, kita harus segera sampai di sana untuk memilih tempat yang bagus."
Zhang En tertawa tanpa daya, “Apakah ada banyak orang di Vihara Buddha yang Terberkati hari ini ?"
Vihara \= Kuil
Pemuda itu berkata, “Tentu saja, ada banyak orang, banyak wanita, dan bahkan lebih banyak pria. Para pria biasanya hanya ingin melihat Putri Hong Xiaofei, jika kita tidak terburu-buru mencari tempat yang bagus, belum lagi untuk bisa melihat Putri Hong Xiaofei, bahkan kita mungkin tidak akan bisa melihat bagian belakang pelayannya.”
Zhang En, Zhao Shu, dan Zhang Fu menertawakan kata-kata pemuda itu.
"Tetap saja, semua pelayan di samping Putri Hong Xiaofei adalah wanita yang sangat cantik, tidak terlalu buruk jika kita berhasil melihat pantat para pelayannya." Pria muda itu menambahkan.
Zhang En menyeringai.
Saat Zhang En sedang menuju Kuil Buddha, di Istana Pangeran Tai Gan, Patriark Keluarga Luo, Luo Chen, dan dua Tetua Agung sedang berbicara, tertawa ramah dengan tuan rumah mereka ketika dia melihat seorang penjaga Keluarga Luo yang bingung berlaridan masuk ke aula.
"Patriark, ini buruk!" Luo Chen dan dua Tetua Agung langsung terlihat muram. Sebelum Luo Chen sempat bertanya, penjaga itu berkata tanpa berpikir, "Seseorang baru saja melaporkan bahwa, Tuan Muda Tertua terbunuh!"
"Apa?!" Luo Chen dan dua Tetua Agung melompat berdiri, awan gelap muncul di wajah mereka.
Bahkan Pangeran Tai Gan tercengang. Seseorang benar-benar berani membunuh Tuan Muda Tertua Keluarga Luo. Selain itu, pelakunya bahkan berada di Kota Kerajaan Bintang Selatan.
“Itu terjadi di restoran House Buddha, bahkan sekarang, tubuh Tuan Muda Tertua masih ada.” Penjaga Keluarga Luo itu menambahkan.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote!