
“Ketua Sekte, bocah Zhang itu mungkin tidak datang ke sini. Mungkin berita yang kita terima sebelumnya adalah berita palsu dan pengalihan.” Ucap Tetua itu.
Zheng Yan dengan enggan mengangguk mengiyakan, "Sepertinya memang begitu." Lalu dia berbalik ke arah Mou Li, "Apakah ada berita mengenai Klan Zhang di Dunia Bawah?"
Mou Li menggelengkan kepalanya, “Setelah seluruh orang-orang dari Klan Zhang melarikan diri dari utusan yang kita kirim untuk menyerang saat menerima kabar kepergian Zhang En dari Dunia Bawah, pesan yang kuterima dari utusan kita mengatakan kemungkinan besar bahwa semua orang-orang dari Klan Zhang masih berada di dunia itu.”
Ternyata, dari pembicaraan mereka, setelah Zhang En meninggalkan dunianya, Sekte Menara Langit telah mengirim pasukan mereka untuk menyerang Klan Zhang.
Apa yang terjadi dengan seluruh Klan Zhang, sampai saat ini masih belum dipastikan dimana keberadaan mereka. Cepat atau lambat, Zhang En akan mengetahui hal ini dan kemungkinan besar, pertempurannya dengan Sekte Menara Langit dan melawan Mou Li akan semakin dekat.
"Sampaikan perintahku. Apapun yang terjadi, semua utusan yang kita kirim harus menemukan keberadaan Zhang En dan Klan Zhang!"
"Baik!"
...
Tidak terasa, sudah satu tahun lagi berlalu dalam sekejap.
Sekarang, Mu Hawk telah melewati tantangan di lantai sebelas dan memasuki lantai dua belas.
Ketika semua orang melihat sinar terang pada lantai dua belas menyala, mereka semua bersorak gembira dan bertanya-tanya.
Akan tetapi, hanya dalam beberapa detik saja setelah sinar dari dinding lantai dua belas menyala, bayangan seseorang berkelebat terbang terpental dari dalam menara.
Meskipun Mu Hawk bisa dikatakan berbakat, saat dia baru saja muncul di lantai sebelas, dia bahkan tidak dapat menahan gelombang kejut dari serangan pertama dari raksasa yang sudah di temui Zhang En sebelumnya.
Oleh karena itu, setelah dia muncul di alam semesta yang kacau, dan raksasa itu mengayunkan tombaknya, dia langsung dikirim terbang keluar dari menara.
Kerumunan yang awalnya bergemuruh dan bersorak riang, tiba-tiba jatuh ke dalam keheningan total, seolah-olah pita suara mereka tersumbat oleh sesuatu.
Saat mereka melihat sosok ini, mereka terkejut setengah sadar.
"I-Itu adalah Mu Hawk!"
"Ya Dewa, bagaimana ini bisa terjadi?!"
__ADS_1
Seruan serupa terdengar dari segala penjuru.
Semua murid dan Tetua dari Klan Iblis, mematung di tempat, sedangkan Mu Jing sendiri merasa seolah-olah dunianya terbalik dan jantungnya seperti di tusuk di sertai dengan wajah yang awalnya berseri- seri, kini mirip seperti pantat ayam.
Mu Jing lalu menatap dengan bingung kearah menara di depnnya, lalu menelusuri dari lantai satu hingga berhenti di tingkatan lantai tiga belas, tatapan ganas tampak sangat tajam dari kedalaman matanya saat ini.
Pada akhirnya, di depan semua orang yang dalam keadaan terkejut-kejut batin, sosok Mu Hawk yang terpental dari menara jatuh ke di atas tanah.
BEDEBARRRR!!!
BOOOMMMM!!!!
Tanah berguncang hebat di ikuti ledakan yang menggelegar saat tubuh Mu Hawk menghantam tanah.
Saat itu juga, semua murid dari Klan Iblis sadar, lalu bergegas untuk membantu Mu Hawk yang sudah tidak sadarkan diri.
Tidak lama setelah itu, Mu Hawk akhirnya sadar kembali, kemudian melihat keberadaan murid dari Klannya yang berdiri di sekitarnya.
Mu Hawk lalu bangkit dengan wajah tersenyum bahagia, dan melangkah dengan gerakan tubuh yang terlihat perkasa menuju tempat Mu Jing berada.
Hanya setelah mengambil beberapa langkah saja, barulah dia menyadari setiap tatapan orang-orang di sekitarnya, serta para murid klan iblis, sedikit aneh memandangnya.
Alasan dia merasa seperti ini adalah, karena hanya dia dan Leluhur Klan Iblis mereka saja yang bisa melakukannya.
"Salam hormat, Patriark," Setelah tiba di depan Mu Jing, Mu Hawk berdiri di depannya, memberi hormat.
Melihat ekspresi bangga Mu Hawk, Mu Jing tersenyum kaku, mengangguk dengan kaku juga, memblas, "Kau sudah melakukannya dengan sangat baik!"
Pada saat ini, Mu Jing tidak tau harus berkata apa, juga apakah dia merasa malu dengan orang banyak di sekitarnya.
Di lain hal, Mu Hawk sangat yakin tadi jika Mu Jing akan sangat memujinya dengan senyuman dan kasih sayang, tapi siapa sangka, yang dia dapatkan hanyalah balasan seperti itun
"Apa yang terjadi?" Mu Hawk bertanya dalam hati dan terlihat sangat bingung.
Kemudian, dia melihat Mu Jing diam-diam melirik ke arah menara yang ada di belakangnya beberapa kali.
__ADS_1
Mengikuti arah tatapan Mu Jing, Mu Hawk akhirnya berbalik.
Matanya tepat melihat lantai tiga belas, lantai tertinggi di menara.
Seketika, Mu Hawk membeku di tempat dengan rasa tidak percaya di matanya saat dia menatap lanti ketiga belas yang masih menyala dengan cahaya.
"Tidak! Bagaimana ini bisa terjadi?!" Mu Hawk bergumam histeris saat merasa isi otaknya menjadi kacau.
"Siapa orang itu?!" Biji mata Mu Hawk menjadi merah darah, suaranya yang dingin diarahkan kepada Tetua di sampingnya.
Tetua ini adalah penanggung jawab setiap orang yang masuk kedalam menara.
Tetua itu mendeteksi aura pembunuh yang menakutkan datang dari tubuh Mu Hawk, menyebabkan dia ketakutan, menjawab dengan suara tegang, "Tuan Muda, bawahan ini tidak tau siapa orangnya."
Setiap orang yang telah gagal melewati tantangan di setiap lantai menara dan dikirim keluar, masih ada beberapa orang lagi yang masih berada di dalam menara. Oleh karena itu, sulit bagi Tetua itu untuk memastikan identitas orang yang saat ini berada di lantai tiga belas.
"Cari tahu siapa orang itu, aku tidak peduli cara apa yang kau gunakan, aku ingin tahu siapa orang itu!"
Tetua itu hanya bisa tunduk dan patuh saat dia mengangguk.
Pada saat ini, Tetua bernama Mu Rui, dengan hati-hati mendekati Mu Jing, berbisik, "Patriark, jamuan acara yang telah dipersiapkan itu, apakah kita akan melanjutkannya?"
"Tunda saja untuk saat ini." Mu Jing menginstruksikan dengan suara seram.
Tidak ada lagi nada suara dangdut indah dalam suaranya seperti sebelumnya.
Murid-murid yang ada di sekitarnya serta semua Tetua Klan Iblis tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Pada saat ini, tatapan semua orang kembali untuk melihat menara, berdiskusi dengan rekan mereka masing-masing.
Sementara semua orang sedang menebak-nebak di luar sana, Zhang En yang sedang bermeditasi di bawah tekanan istana bertingkat di atas, tiba-tiba bergetar. Cahaya gelap keluar dari tubuhnya, menenggelamkan sekelilingnya dalam energi mengerikan di sertai ledakan.
BOOOMMMMM!!!
Akhirnya dia menerobos ke ranah Dewa Emas Bintang Tujuh tahap awal.
__ADS_1
Akan tetapi, Zhang En, masih dalam meditasinya, terus menyerap energi gelap yang mengalir dari istana bertingkat di atasnya.
Setelah menerobos, kecepatan menyerap Zhang En juga meningkat. Juga, energi gelap dari istana itu sepertinya tidak ada habisnya, mengalir terus menerus ke dalam tubuhnya.