Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 86. Rencana Untuk Beraliansi (1)


__ADS_3

Selain berlatih, Zhang En memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang Tetua Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan iblis setiap kali mereka memberanikan diri keluar dari Kota Kematian untuk menjalankan misi. Mereka yang menolak untuk menyerah selalu terbunuh di tempat, sedangkan mereka yang menyerah akan dicap dengan tanda jiwa.


Satu bulan berlalu dalam sekejap mata.


Dalam satu bulan ini, selain Liu Liyang, jumlah Tetua dari Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis yang mendapat tanda jiwa bertambah menjadi sebelas orang, tujuh orang Tetua dari Sekte Penjilat Darah dan empat orang Tetua dari Sekte Sembilan Iblis. Meskipun jumlahnya tampak kecil, itu sama sekali bukan kekuatan yang lemah.


Pada awalnya, Zhang En berencana untuk mengambil kendali atas Sekte Penjilat Darah sebelum bergerak mengambil tindakan menaklukkan Sekte Penjilat Darah, tetapi dia telah berubah pikiran, menembus kedua sisi secara bersamaan, mempercepat proses untuk bisa mengendalikan Kota Kematian di bawah kendalinya.


Karena Sekte Penyihir Langit menuangkan minyak di atas api dari balik bayang-bayang, dalam satu bulan ini, konflik antara Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis telah bertambah ke titik di mana satu sisi tidak akur setiap bertemu satu sama lain, bagaikan api dan air.


Setelah sebelas Tetua dari dua kekuatan ini tunduk padanya, kekuatan pengaruh Zhang En menyebar dengan cepat dengan menggunakan trik yang sama dengan meminta dan mengundang Tetua dari Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis ke sebuah perjamuan, dan menaklukkan mereka satu demi satu.


Dua bulan kemudian, total dua puluh tiga Tetua dari Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis diserahkan oleh Chen Xiaotian kepada Zhang En. Orang-orang yang menolak untuk tunduk berjumlah enam orang dan enam orang Tetua yang menolak tersebut langsung di bunuh di tempat oleh Zhang En.


Dengan dua puluh tiga Tetua gabungan dari Sekte Penjilat Darah, Sekte Sembilan Iblis serta Seluruh Tetua Sekte Penyihir Langit ada dipihaknya, Zhang En memiliki kendali atas setengah dari kekuatan Kota Kematian. Bahkan jika Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis membuat aliansi atau mengarahkan ujung tombak mereka untuk melawannya, Zhang En yakin bahwa dia bisa melawan mereka secara bersamaan sekaligus.


•••


Di dalam aula besar Sekte Penjilat Darah, Jiang Tianhua yang bertubuh kecil sedang duduk di kursi utama dengan ekspresi jelek terlihat di wajahnya. Baru saja, Penguasa Sekte Sembilan Iblis, Patriak Hu Han, memerintahkan bahwa jika Sekte Penjilat Darah tidak menyerahkan atau memberi hukuman terhadap Cui Ming, murid Sekte Sembilan Iblis mereka akan membunuh setiap murid Sekte Penjilat Darah yang mereka temui.


Jika dia benar-benar menyerahkan Cui Ming, bukankah itu sama dengan martabatnya sebagai seorang Patriak diinjak-injak? Bagaimana dia akan mengatur para Tetua Sektenya di masa depan dan bagaimana mereka akan memandangnya? Selain itu, Cui Ming adalah tangan kiri dan kanannya yang sangat setia padanya.


Jiang Tianhua semakin marah saat pikiran ini berputar-putar di benaknya.


“Yang Mulia Pemimpin Sekte, Hu Han terlalu menganggap remeh kita! Dia benar-benar bertindak seolah-olah Sekte Penjilat Darah kita adalah bagaikan adonan lembut yang bisa mereka bentuk sesuka mereka! "Pada saat ini, salah satu Tetua yang hadir di aula besar berdiri sambil berteriak-teriak.

__ADS_1


“Itu benar, Patriak. Jika hal ini kita biarkan akan menjadi lebih buruk, kita harus melawan mereka!” Tetua Sekte Penjilat Darah yang lainnya menghungkapakn sentimen nya. Namun, kedua Tetua ini sebenarnya sudah ditundukkan oleh Zhang En.


Tetua lain yang juga sudah tunduk dibawah kendali Zhang En mengatakan pemdapat yang sama di depan Jiang Tianhua, mereka siap bertarung sampai mati dengan Sekre Sembilan Iblis.


"Patriak, bagaimana kalau kita bersekutu dengan Sekte Penyihir Langit?" Pada titik ini, seorang Tetua setengah baya yang memiliki postur tubuh yang terlihat tinggi menyarankan hal itu. Dan pria paruh baya ini tidak lain adalah Wakil Pimpinan atau Penatua Agung Sekte Pemjilat Darah, Cui Ming.


“Bersekutu dengan Sekte Penyihir Langit?” Jiang Tianhua terkejut sesaat dan kemudian mengangguk perlahan. Dalam situasi ini, ini adalah satu-satunya pilihan yang ada.


•••


Ditempat Lain.....


"Jiang Tuanhua mengirim Cui Ming datang untuk menemui pihak kita, ingin membahas aliansi melawan Sekte Sembilan Iblis ?" Zhang En memandang Chen Xiaotian yang ada di sampingnya.


"Iya, Tuan Muda!" Chen Xiaotian membenarkan.


"Dia ada di luar, sedang duduk di aula besar." Chen Xiaotian menjawab.


Zhang En menganggukkan kepalanya. Sejak dua bulan yang lalu, Zhang En telah menebak bahwa Sekte Penjilat Darah akan mencoba membuat aliansi dengan Sekte Penyihir Langit. Konflik antara Sekte Penjilat Darah dan Sekte Sembilan Iblis menempatkan Sekte Pemjilat Darah pada posisi yang tidak menguntungkan jika melawan Sekte Sembilan Iblis yang jelas lebih kuat dari mereka. Akhirnya, pilihan terakhir mereka adalah dengan bersekutu dengan Sekte Penyihir Langit.


"Tuan Muda, bagaiman langkah selanjutnya?" Chen Xiaotian memberanikan diri bertanya dengan hati-hati.


“Katakan padanya untuk kembali.” Nada suara Zhang En terdengar serius, "Katakan padanya bahwa jika Sekte Penjilat Darah ingin beraliansi dengan Sekte Penyihir Langit, Jiang Tianhua harus datang sendiri kesini dan membawa hadiah."


Chen Xiaotian tercengang mendengar perkataan Zhang En, sebelumnya dia berasumsi kalau Zhang En akan langsung setuju untuk membentuk aliansi dengan Sekte Penjilat Darah.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda." Meski merasa ragu sejenak, Chen Xiaotian tidak berani melanggar perintah Zhang En. Dia lau memberi hormat dan pergi menuju aula besar untuk menemui Cui Ming.


Ketika Chen Xiaotian tiba di aula besar, dia melihat Cui Ming sedang duduk dengan santai menyeduh secangkir teh.


Cui Ming tidak berdiri bahkan setelah dia melihat Chen Xiaotian masuk, dia terus menikmati tehnya dan berkata, "Patriak Chen, apakah kamu sudah memikirkannya?" Menurut pendapat Cui Ming, Sekte Penyihir Langit pasti akan menyetujui permintaan mereka. Jika tidak, setelah Sekte Sembilan Iblis menghancurkan Sekte Penjilat Darah, akan sulit bagi Sekte Penyihir Langit untuk bertahan hidup di dalam Kota Kematian. Pada akhirnya, Sekte Penyihir Langit akan mengalami nasib yang sama dengan Sekte Penjilat Darah.


Melihat Cui Ming terus minum teh dengan nyaman, Chen Xiaotian lalu berkata "Jika Sekte Penjilat Darah ingin bersekutu dengan kami, biarkan Jiang Tianhua datang sendiri dan membawa hadiah kesini."


Cui Ming baru saja menyesap tehnya lagi dengan tangan yang sedang memegang cangkir dan berhenti saat dia menatap dengan bodoh ke arah Chen Xiaotian sejenak, seolah-olah dia tidak berharap Chen Xiaotian benar-benar menolak tawaran Sekte mereka.


"Patriak Chen, kamu yakin ingin Patriak kami untuk datang sendiri kesini dengan membawa hadiah?" Wajah Cui Ming langsung berubah menjadi jelek.


Chen Xiaotian membalas ucapannya dengan singkat, "Aku yakin Anda tidak tuli."


"Kau!" Cui Ming marah sambil berdiri dari kursinyam


“Apa, kau ingin memulai pertempuran?” Chen Xiaotian mengejeknya.


Cui Ming menekan amarahnya dengan susah payah. Dia kemudian berkata, “Bagus, bagus. Aku akan kembali dan melaporkan ucapanmu kepada Patriak kami. Patriak Chen, aku berharap kau tidak akan menyesali keputusan hari ini!"  


"Penyesalan?" Chen Xiaotian melanjutkan ucapannya "Kamu bisa enyah dari sini sekarang juga."


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote. See you next Chapter!


__ADS_2