Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 157. Akhir Pertempuran


__ADS_3

Tepat saat longsoran salju mulai bergemuruh, Zhang En mengangkat kepalanya, dan sebelum Ao Baixue bisa bereaksi, api bara berwarna keemasan meledak dari tubuh Zhang En, api keemasan itu berbentuk seekor naga api berwana merah keemasan, berputar ke atas. Ao Baixue yang menyaksikan Naga api merah keemasan langsung terkejut saat hujan saljunya ditelan bersih oleh naga api merah keemasan.


Naga api merah emas terus meluncur ke atas, bertabrakan dengan lingkaran hukum ruang waktu berwarna putih salju milik Ao Baixue.


Rumbleeee!


Ledakan nyaring bergema, lingkaran ruang waktu salju bergetar, memancarkan gumpalan asap tanpa henti saat ukurannya menyusut. Ao Baixue kehilangan semua warna dari wajahnya, hampir tidak menyembunyikan keterkejutan di matanya.


Zhang En mengabaikan kengerian di mata Ao Baixue, dia mendorong esensi energi api sejati yang sebenarnya keluar dari dalam Dantiannya dan membuat lingkaran hujan salju yang ada di atasnya terbakar lebih kuat. Naga api merah keemasan, dibentuk dari api esensi sejati, melilit dirinya sendiri dengan erat di sekitar lingkaran ruang waktu hujan salju Ao Baixue danmemakannya.


Ao Baixue berusaha hendak menarik ruang waktu saljunya kembali ke tubuhnya, tetapi telapak tangan Zhang En sudah menyerang terlebih dahulu, jejak telapak tangan emas mengubah lingkaran ruang itu. Ao Baixue benar-benar menemukan bahwa dia tidak bisa bergerak sama sekali dari tempatnya.


"Ini?!"


Dia sangat terkejut. Pada saat berikutnya, cairan hangat mengalir keluar dari tenggorokannya, dia menyemburkan darah dari mulutnya. Ao Baixue dengan cepat mendongak ke atas, hanya untuk melihat bahwa lingkaran ruang salju miliknya telah hilang, dibakar habis oleh naga api Zhang En.


Keputusasaan terlihat di mata Ao Baixue.


Setelah membakar hukum ruang Ao Baixue, siluet Zhang En kabur dalam sekejap, tiba di depan Ao Baixue. Pedang miliknya kembali muncul di tangannya dan secepat kilat menebas tenggorokan Ao Baixue.


Banjir darah mewarnai tanah di bawahnya dengan warna merah.


Ao Baixue mencengkeram tenggorokannya, tetapi bilah pedang Zhang En sudah menembus dadanya. Bilahnya bergetar sedikit membelah memotong jantungnya sebelum Zhang En menariknya keluar lagi. Ao Baixue terhuyung-huyung dengan goyah ke belakang bahkan saat dia mencoba menenangkan dirinya.


Tetap saja, dengan tenggorokannya yang telah digorok dan jantungnya dipotong menjadi dua, Ao Baixue entah bagaimana masih bisa bertahan hidup. Selanjutnya, Zhang En merasakan energi vitalitas yang kuat yang mati-matian menyembuhkan luka di tenggorokan dan jantung Ao Baixue.


Pendekar Lima Puncak, tidak hanya pertahanan fisik mereka yang tangguh, kemampuan penyembuhan mereka juga tidak jauh.


Melihat hasil ini, Zhang En melompat dengan telapak tangannya diselimuti oleh api esensi sejati, memukul kepala Ao Baixue. Api esensi sejati menyebar dari kepala hingga ke tubuh Ao Baixue.


Jeritan tragis datang dari tenggorokan Ao Baixue, tapi itu berakhir dengan cepat. Beberapa saat kemudian, tubuhnya merosot ke tanah, semua tanda kehidupan lenyap. Untuk benar-benar membunuh seorang pendekar Dewa tingkat lima puncak yang memiliki hukum ruang, satu-satunya cara adalah menghancurkan jiwanya, jika tidak, tidak peduli seberapa parah luka tubuh mereka, mereka tetap tidak akan mati.


Sama seperti hantu raksasa Feng Yang, ia hanya akan mati jika jiwa arwahnya dihancurkan. Tapi sekali lagi, jiwa hantu Feng Yang di ranah pendekar pertapa cukup tangguh juga. Untungnya, Zhang En memiliki api esensi sejati, jika tidak, dia tidak akan bisa membunuh Ao Baixue.


Zhang En melihat mayat Ao Baixue, dan setelah berpikir sejenak, dia memindahkan mayat itu ke dalam Gunung Dewa Emas. Faktanya, dia ingin menguji apakah tubuh Ao Baixue bisa disempurnakan oleh Pagoda Harta Karun Kuil Gunung Dewa Emas.


Pil roh tingkat dewa dimurnikan dari banyak ramuan roh langka. Di Dunia Roh Bela Diri, seseorang yang menggunakan tubuh yang sudah di tingkat Pendekar Dewa tingkat tinggi sebagai bahan untuk memurnikan pil belum pernah ada dan muncul ...

__ADS_1


Kemudian, Zhang En berbalik, melihat ke rarah kelompok Sekte Dewa Angin, milik Fan Yiming, serta kelompok prajurit dan bangsawan yang bersama Penasehat Raja Kota, Wu Feng.


Fan Yiming, Wu Feng, dan yang lainnya gemetar ketika mereka melihat Zhang En melihat mereka. Kaki yang bisa menghancurkan batu besar dengan satu tendangan sekarang terasa lemah dan gelisah, berusaha untuk tetap tegak berdiri ditempat mereka masing-masing. Tidak peduli seberapa keras mereka mencoba, seolah-olah kaki mereka kaku secara permanen.


Zhang En mencibir. Dengan satu langkah, dia sudah berada di depan Fan Yiming. Fan Yiming, Wufeng, dan yang lainnya sangat ketakutan melihat Zhang En yang sebelumnya jauh tiba-tiba muncul tepat di depan mereka sehingga lutut mereka menyerah dengan sekejap, berlutut dengan kedua lutut ditanah.


“Se − Senior, Senior Zhang!” Pemimpin Sekte Dewa Angin, Fan Yiming, tergagap, ekspresi wajahnya seolah-olah dia telah melihat hantu. 


Kepala Wu Feng diletakan dibawah tanah sehingga dia otomatis bersujud dengan mencium tanah. Lidahnya terikat, mulutnya seakan terbuka tetapi tetap tertutup, tidak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulutnya. Para Bangasawan Kota yang mengikutinya juga tidak tahu harus berkata apa.


Mendengarkan kata-kata Pemimpin Sekte Dewa Angin, Fan Yiming, memanggilnya Senior, Zhang En tersenyum lebar padanya, "Ada apa?"


Fan Yiming mengabaikan senyum berseri-seri Zhang En, jutaan kata tersangkut di tenggorokannya. Setelah beberapa saat dalam keadaan diam, dia bergegas memberanikan diri untuk maju, merangkak dengan tangan dan lututnya sampai dia mencapai kaki Zhang En, “Senior Zhang, aku mohon, ampuni kami! Kami hanya melawan Tuan Muda Yan Xun karena Sekte Gagak Hitam mengancam kami, A-aa-aku ...!"


"Apakah benar begitu?" Zhang En memotong kata-kata Fan Yiming. Mengangkat satu tangannya, leher Fan Yiming langsung ditebas oleh sebuah bilah energi pedang dengan rapi,dan saat darah muncrat keatas tanah, kepala Fan Yiming jatuh berguling diatas tanah tanpa bisa berkata apa-apa.


Para Tetua Dewa Angin berubah dengan. wajah pucat pasi. Zhang En tersenyum satu detik sebelumnya dan membunuh Pemimpin Sekte Dewa Angin mereka di saat berikutnya, beberapa dari mereka bahkan memiliki bercak basah gelap di tanah di bawah mereka.


Mendeteksi bau tidak enak dari arah Wu Feng, Zhang En mengerutkan kening, tangannya menebas kedepan. Pada saat itu, semua kepala Tetua Sekte Dewa Angin terkena tebasan tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun, Zhang En membunuh semua Tetua Sekte Dewa Angin tanpa terkecuali.


Akhirnya, Zhang En menoleh kearah Wu Feng. Pada saat ini, Wu Feng sudah sangat ketakutan sampai-sampai di mengencingi celananya. Kehilangan minat untuk bicara dengannya, Zhang En menyelesaikan Wu Feng dengan cepat. Awalnya, dia berencana untuk bermain-main sedikit, tetapi karena Wu Feng sudah kehilangan akal sehatnya yang terkencing-kencing dicelananya, membuat Zhang En juga langsung menebas leher Wu Feng.


Ketika Zhang En berjalan ke depannya, Yan Xun memandang Zhang En untuk waktu yang sangat lama dengan emosi yang bercampur aduk, sebelum akhirnya mengucapkan kalimat, “Bajing4n, kau ternyata sangat mengerikan! Kau terlalu menakutkan bagiku!"


Sungguh, kekuatan yang ditunjukkan Zhang En sebelumnya adalah pukulan yang terlalu besar mengenai mental Yan Xun yang juga merasakan kengerian Zhang En yang sangat ganas.


Zhang En hanya tertawa lebar mendengar kata-katanya.


Tingkat Pendekar Novel PPP


●Tahap pendekar awal yaitu fondasi awal dibagi menjadi tingkat 1,2 dan tingkat 3


●Tahap pendekar menengah juga dibagi menjadi tingkat 1,2 dan 3.


●Tahap pendekar Akhir dibagi menjadi Tngkat awal, menengah dan akhir.


●Tahap pendekar Sempurna dibagi 2 yaitu Tahapan tingkat Langit dan tingkat suci.

__ADS_1


• Tingkat langit dibagi 3 bagian yaitu Tingkat Langit Awal, Menengah dan Akhir.


Sedangkan,


• Tngkat Suci dibagi juga dibagi 3 Tahap yaitu Awal, Menengah dan Akhir.


●Tahap dewa, tahap ini dibagi menjadi 5 yaitu;


☆Tahap Dewa bintang 1


☆☆ Tahap Dewa bintang 2


☆☆☆Tahap Dewa bintang 3


☆☆☆☆Tahap Dewa bintang 4


☆☆☆☆☆Tahap Dewa bintang 5


Setiap tahap Dewa dibagi menjdi awal, menengah dan puncak


Ada Tiga tahap tertinggi yaitu :


● Pendekar Pertapa Dewa Awal, menengah dan puncak


● Pendekar Alam Dewa Surgawi Awal, menengah dan Puncak.


● God Emperor


Semangat Roh beladiri (Spirit Roh Beladiri) ada beberapa kelas yaitu, Dari Kelas satu sampai tiga belas. Spirit roh beladiri Zhang En adalah Spirit roh Naga Kembar primodial Ilahi kelas 13 dan salah satu spirit roh beladiri, kelas tertinggi dan roh beladiri terkuat.


-


-


-


Terimakasih banyak buat kalian semua karena selalu memberikan Like dan Votenya.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2