
"Apakah kau sedang memikirkan Gurumu ?"
Melihat tatapan bingung Lie Hue, Zhang En bertanya.
"Ya!" Lie Hue mengangguk.
Embun beku karena udara dingin mengalir dari mulutnya saat dia berbicara, "Guru sangat baik padaku."
Zhang En menatap dalam-dalam ke matanya, tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tatapan dalam yang tiba-tiba ini membuat wajah Lie Hue memerah.
Menurunkan kepalanya karena malu, dia memprotes, “Mengapa kamu menatapku seperti itu? Kau sudah melihatku berkali-kali puluhan tahun, bukankah itu sudah cukup?”
Zhang En menjawab, "Melihatmu seperti ini, bahkan sampai ratusan juta tahunpun, itu masih belum cukup."
Wajah Lie Hue yang cantik, memikat, dan tanpa cacat termasuk jenis yang menggerakkan hati seseorang. Semakin seseorang memandangnya, semakin membuat mereka ingin melihatnya.
Mendengarkan kata-kata Zhang En, Lie Hue tersipu malu, perasaan bahagia memenuhi jantungnya yang berpacu.
“Pertempuran Dewa sudah dekat. Ketika pertempuran itu berakhir dan aku juga menerobos ke Alam Dewa Emas, aku akan memberimu pernikahan besar.” Zhang En berkata sambil mendekati Lie Hue.
Lie Hue menatapnya dengan mata jernih, memberikan jawaban "Ya!" tapi gugup dengan suara rendah.
Sebelum Zhang En bisa mengatakan sepatah kata pun, lengan lembut Lie Hue melingkari dengan erat, bibir cerinya menempel di bibir Zhang En.
Zhang En tercengang oleh inisiatif wanita yang langka ini.
Ketika dia sadar kembali dan bersiap untuk membalas, Lie Hue melepaskan tangannya dengan senyum cemerlang di wajahnya, sedikit kenakalan mengintai di matanya yang indah, "Kakak Zhang, apakah menurutmu kita ditakdirkan bersama?”
Zhang En lalu menyentuh bibirnya, merasakan kehangatan yang tersisa dari bibir Lie Hue. Dia tersenyum kecut, menjawab, "Mungkin."
__ADS_1
Lie Hue mengerucutkan bibirnya, jelas tidak puas dengan jawaban Zhang En.
Suara tawa pelan terdengar dari Zhang En, “Nanti kalau kita punya anak, beri nama Long Kun jika dia laki-laki, atau Long Lin jika dia perempuan. Nama Kun dan Lin mewakili kedua nama guruku, sedangkan untuk Long, untuk penghormatanku pada Kaisar Naga Azure, Long Xioba.”
Lie Hue keberatan dengan ragu-ragu, menjawab, "Nama itu sama sekali tidak bagus, sangat jelek. Apa lagi dengan Kun itu."
Zhang En lalu tertawa terbahak-bahak.
Pasangan itu terus tertawa dan bercanda. Segera, mereka tiba di Kediaman Master Yi.
Namun, sesampainya di kediaman Master Yi, mereka berdua diberitahu oleh salah satu pelayan di dalam istana bahwa Master Yi tidak ada.
Master Yi telah pergi dengan Master Kun ke Pusat Dunia Galaksi Harimau, tepatnya di Dunia Leluhur Harimau.
"Mereka pergi ke Dunia Leluhur Harimau?" Zhang En dan Lie Hue terkejut.
"Mengapa mereka pergi kesana?"
"Pelelangan besar?" Zhang En dan Lie Hue bertukar pandang.
"Sudah berapa lama mereka pergi?" Zhang En bertanya.
“Kalau dihitung, sudah skitar tiga hari yang lalu.” Pelayan itu menjawab.
"Tiga hari?" Zhang Enmengerutkan kening.
Dia lalu mencoba bertanya lagi kepada pelayan itu apakah dia tahu apa hal yang membuat kedua guru mereka pergi kesana, tetapi pelayan itu tidak tahu.
Lie Hue terlihat ragu-ragu. Melihat Zhang En, dia bertanya, "Kakak Zhang, haruskah kita juga menuju ke Dunia Leluhur Harimau?"
__ADS_1
"Ya." Zhang En merenung sejenak dan menjawab, lalu mengangguk setuju.
Mendengar Zhang En setuju, Lie Hue menghadiahinya dengan senyum cerah, dengan senang hati menarik tangannya, "Kalau begitu, mari kita pergi sekarang."
Zhang En tidak bisa menahan senyum pada kegembiraan Lie Hue, membiarkan wanita itu menarik tangannya.
Keluar dari kediaman Istana Master Yi, sekelompok pelayan menyaksikan mereka berdua pergi menaiki punggung seekor burung phoenix.
Sama seperti sebelumnya, mereka berdua duduk di atas punggung burung phoenix sementara Musang Api mengikuti di belakang mereka.
Dalam perjalanan, Zhang En sangat ingin tahu barang apa yang dilelang disana yang membuat kedua guru mereka ke sana dengan tergesa-gesa. Setau Zhang En, tidak banyak hal yang dapat membangkitkan minat Master Kun.
Sementara mereka berdua sedang menuju ke Dunia Leluhur Harimau, sebuah berita mengejutkan Seluruh Alam Dewa.
Dunia Leluhur Harimau sedang melelang Kristal Dewa Kuno.
Saat berita ini menyebar, semua leluhur yang ada di Alam Dewa .erasa sangat heran. Pada saat yang sama, pembudidaya tingkat tinggi dari hampir setiap permukaan dunia berbondong-bondong pergi ke Dunia Leluhur Harimau.
Dalam waktu singkat, Dunia Leluhur Harimau menjadi lautan manusia dari semua ahli dari seluruh Alam Dewa.
Ketika Zhang En dan Lie Hue mendengar berita itu, mereka berdua tercengang.
Mengetahui bahwa pelelangan akan diadakan dalam waktu satu bulan lagi, Zhang En dan Lie Hue berhenti terburu-buru. Dengan kecepatan binatang buas mereka dan penggunaan portal antar dunia, masih ada cukup waktu bagi mereka untuk tiba di Dunia Leluhur Harimau.
Karena Musang Api tidak menyembunyikan auranya, meskipun mereka bertemu banyak pembudidaya menuju ke arah yang sama, tidak ada lagi masalah yang mereka temui.
Hampir satu bulan kemudian, mereka tiba di Dunia Leluhur Harimau.
Menjadi pusat dunia terbesar yang ada di Galaksi Harimau, Benua Leluhur Harimau sama seperti Benua Awan Laut yang ada di pusat Dunia Bintang, yang memiliki kota-kota besar dan menjadi sarang aktivitas.
__ADS_1
Di sebuah Paviliun di dalam sebuah kota besar yang telihat makmur dan ramai, sekarang dipenuhi oleh pengunjung yang datang untuk pelelangan.