Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 176. Kumbang Hitam Mayat Beracun


__ADS_3

Dua hari kemudian, di sisi utara Hutan Asal, di salah satu dari banyak puncak bukit. Ruang yang sudah diatur, beberapa sosok muncul entah dari mana. Kelompok ini tidak lain adalah Li Molin, Guo Shan, dan tiga orang Tetua Sekte Gagak Hitam lainnya.


Li Molin berdiri dan melayang di udara, menatap ke satu arah dengan mata dingin yang seperti membeku. Insiden di Kota Matahari Terbit telah menyebar. Selama dua hari terakhir, semua orang membicarakan Zhang En dan Sekte Gagak Hitam.


Tentu saja, saat semua orang membahas tentang Zhang En, hanya ada pujian yang positif, sedangkan ketika berbicara tentang Sekte Gagak Hitam, kata-kata kasar keluar dari mulut orang menghina para Tetua Sekte Gagak Hitam yang melarikan diri.


"Kekuatan Tetua-tetua Sekte Gagak Hitam tenyata biasa-biasa saja, bahkan satu diantara mereka pun terbunuh, dan pada akhirnya mereka kabur dengan membawa ekor di antara kedua kaki mereka! " Ucap semua orang.


"Lari dengan membawa ekor di antara kedua kaki mereka!" Setiap kali Li Molin mendengar kalimat ini, niat membunuh yang tak terkendali akan meledak di dalam hatinya.


"Zhang En! Jika bukan karena Zhang En itu, Aku dan kalian berempat tidak akan pernah menjadi bahan lelucon!"


"Kapan Tetua Zhou dan yang lainnya akan tiba?" Beberapa detik kemudian, Li Molin berbicara. Setelah apa yang terjadi di Kota Matahari Terbit, Li Molin mengirim pesan kembali ke Sekte Gagak Hitam untuk mengirim lebih banyak ahli datang ke Hutan Asal. Pihak Sekte Gagak Hitam sangat mementingkan masalah ini, dan mengirim sepuluh orang Tetua Sekte Gagak Hitam ke sana.


Guo Shan dengan cepat menjawab, "Mungkin dua hari lagi sampai Penatua Zhou Chang dapat tiba di Hutan Asal."


Mendengar itu, ekspresi Li Molin berubah sedikit lebih baik.


“Ada berita tentang lokasi reruntuhan Klan Naga Kuno?” Li Molin bertanya pada Tetua lainnya.


Tetua itu menggelengkan kepalanya, "Masih belum ada."


Alis Li Molin berkerut.


•••


Pada saat yang sama, Zhang En, Ketua Xin, dan kelompok yang lainnya terbang di atas udara arah selatan Hutan Asal. Setelah meninggalkan Kota Matahari Terbit, kelompok Zhang En memutuskan untuk menjelajahi Hutan Asal.


Dua hari ini, mereka telah mencari lokasi reruntuhan Klan Naga Kuno, tetapi seperti ahli lain sebelumnya, mereka tidak mendapat hasilnya.


Dua hari berlalu dan Kaisar Zhu telah menerima fakta bahwa Zhang En telah maju ke ranah Pertapa Dewa. Dia melihat punggung Zhang En, mengingat aura Pertapa Dewa awal sepersekian detik yang dia rasakan saat di istana Kekaisaran. 


Pada saat itu, dia dapat menentukan bahwa aura itu berasal dari arah Sekte Naga Merah, tetapi dia tidak menebak bahwa itu adalah aura dari Zhang En. Namun, dia bisa memastikan sekarang bahwa itu adalah Zhang En tanpa keraguan.


Saat terbang, Zhang En mencoba merasakan reaksi dari roh bela diri Naga hitam dan biru di dalam dirinya, tetapi kurangnya reaksi dari mereka sejak dia memasuki Hutan Asal membuat dia merasa kecewa berat.


Setelah insiden di Kota Matahari Terbit, Zhang En merasa bahwa dia masih belum cukup kuat, dia bisa menangani ahli ranah Pertapa Dewa awal dan menengah tetapi tidak saat berhadapan dengan ranah Pertapa Dewa Puncak. Itulah mengapa dia ingin menemukan reruntuhan Klan Naga Kuno sesegera mungkin, itu akan memungkinkan dia untuk meningkatkan kekuatannya lebih tinggi lagi.

__ADS_1


Dia membunuh Ao Baixue terlebih dahulu dan kemudian Guo Fei, Sekte Gagak Hitam pasti tidak akan menghindarkannya dan akan memburunya.


Adapun mengungkapkan keberadaan Tapak Pengikat Dewa dan Mutiara Jiwa Mutlak, Zhang En tidak lagi merasa khawatir. Mengandalkan tingkat kekuatan yang dia tunjukkan, dia percaya bahwa hanya ada sedikit banyak orang yang akan berani mencoba memanfaatkannya.


Ketika kelompok Zhang En terbang melintasi Hutan Asal untuk mencari reruntuhan Klan Naga Kuno, dari kejauhan terdengar jeritan menyedihkan, mirip dengan sebuah perjuangan seseorang terakhir hidupnya sebelum kematian yang akan datang menimpanya.


Tindakan kelompok itu berhenti, lalu saling bertukar pandang di antara mereka.


"Mari kita kesana dan melihat." Zhang En berkata dengan nada lesu. Manusia tidak bisa tidak penasaran dengan hal-hal yang tidak diketahui.


Semua orang mengangguk setuju. Jadi kelompok itu menuju ke arah asal dari teriakan itu.


Segera, kelompok Zhang En tiba di tempat kejadian. Melihat pemandangan di depan mereka, termasuk Zhang En menarik napas tajam.


Beberapa ratus meter di depan, lebih dari puluhan orang, mereka semua tenggelam dalam kerumunan segerombolan besar kumbang hitam, dan dimakan hidup-hidup. Bagian lengan dan kaki mereka telah digigit dengan bersih, hanya menyisakan tulang putih., Sebagian lagi sudah memperlihatkan rongga mata kosong di tengkorak mereka. Pemandangan itu menakutkan dan menghancurkan mental setiap orang yang melihatnya.


“Apa sebenarnya yang terjadi?!” Salah satu dari orang tua yang bersama merka melontarkan pertanyaan itu, sedikit getaran terasa dalam nada suaranya sambil menunjuk ke arah kumbang hitam yang sedang berpesta memakan puluhan manusia.


Dari jauh, tempat di mana pulihan orang berdiri dan berkumpul seperti sebuah pulau dengan kumbang hitam berkerumun dari segala arah, menutupi tanah secara bergerombolan, puluhan ribu bahkan jutaan ekor membuat pemandangan yang menakutkan dan mengerikan.


Kaisar Zhu menggelengkan kepalanya, dia belum pernah menemukan Kumbang hitam ini sebelumnya.


"Zaman kuno, Kumbang Mayat Beracun!"


Mererka yang mendengar ucapan Ketua Xin Long tercengang.


Ketua Xin Long melanjutkan, "Kumbang mayat beracun ini membawa racun mayat ke seluruh tubuh mereka, hanya perlu menggigit Anda sekali dan Anda akan merasakan seluruh tubuh Anda mati rasa. Selain itu, racun mayat semacam ini bisa meresap ke Lautan Qi seseorang, menahan korban untuk menggunakan Qi. Pertahanan Kumbang mayat beracun ini sangat keras dan sulit untuk dihancurkan, yang paling menakutkan adalah mereka bahkan tidak takut pada api tingkat tinggi.”


"Bukankah itu berarti Kumbang hitam ini hampir tak terkalahkan?" Salah satu orang tua suci, Guru akademi Kekaisaran Ming lainnya berseru.


Ketua Xin Long menggelengkan kepalanya, “Sangat sulit untuk mengatakan hal seperti itu, kecuali jika kau memiliki senjata dewa yang dapat membelahnya menjadi dua. Pernah ada seorang ahli Pertapa Dewa tingkat tinggi yang cukup beemimpi untuk berpikir untuk memusnahkan Kumbang hitam ini dengan mengandalkan kekuatannya, tapi pada akhirnya, dia menjadi santapan makanan mereka."


Dalam waktu singkat Ketua Xin Long sedang berbicara, beberapa orang di depan mata mereka berhenti meronta dan jatuh ke tanah, hanya menyisakan suara 'zhi zhi' yang berasal dari daging mereka yang dimakan oleh kumbang hitam.


Tiba-tiba, segerombolan Kumang hitam mayat beracun berbalik dan bergerak ke arah Zhang En.


Wajah Ketua Xin Long memucat, "Sial, mereka mendeteksi keberadaan kita, cepat lari!"

__ADS_1


Tetapi tepat ketika semua orang hendak berbalik bersiap untuk melarikan diri, tangan Zhang En mengepal, dan ruang di sekitarnya terkunci, menghalangi Kumbang Mayat Beracun. ini adalah teknik manipulasi ruang.


Saat proses menembus ranah Pertapa Dewa, Zhang En memiliki pemahamannya sendiri tentang hukum ruang atau bisa dikatakan Hukum Ruang Angkasa.


Namun Ketua Xin Long dengan cemas mendesaknya, "Zhang En, cepat..... Kita harus segera pergi, manipulasi ruang tidak bisa menghentikan kumbang-kumbang ini!"


Benar saja, tepat saat kata terakhir Ketua Xin Long keluar, dari tubuh kumbang itu, asap tebal dari racun mayat dilepaskan dan mereka membebaskan diri dari kurungan manupulasi ruang Zhang En.


"Sial...!!! Astaga Dragonnn... Selesai sudah!" ucap Ketua Xin Long dengan nada dan tubuh gemetar.


-


-


-


***1. Ba-Bang Tanvanz.



Jujun Adnin.


Laras Kinanti.


Thoss Rumbekwan-Sabarofek.


Hardian Sujatmiko


ROBIN


Im not find


Lord kkazuma***



Buat kalian semua yang sudah memberikan vote nya, Author sangat berterimakasih banyak buat kalian yang sudah memberikan banyak Poin Konstribusi sebanyak 1000 poin lebih dalam periode minggu ini untuk mendukung Author.

__ADS_1


Buat para readers semuanya, Jangan lupa menekan tombol Like pada setiap chapter dan juga berikan Vote sebanyak-banyaknya ! 🙏🙏🙏


__ADS_2