
"Aku bersedia untuk menyerah, aku bersedia untuk tunduk." Sesaat berlalu ketika tiba-tiba salah satu dari Tetua Sekte Sembilan Iblis yang tersisa angkat bicara.
Hu Han meletus seperti singa yang marah dengan semua ujung rambutnya berdiri mengeluarkan raungan yang menggelegar disertai dengan melayangkan tinjunya untuk meninju dua Tetua Sekte Sembilan Iblis.
Tidak ada yang mengira Hu Han akan menyerang mereka begitu tiba-tiba, sebelum kedua Tetua itu bisa bereaksi, mereka langung mati terkena tinju Hu Han. Tubuh mereka terlempar ke ujung aula dan jatuh ke lantai. Su Meimei dan tiga Tetua yang tersisa terkejut.
Namun, tindakan Hu Han menumbuhkan ketakutan di dalam diri mereka, dan untuk sesaat, ketiga Tetua yang tersisa tidak berani menyatakan penyerahan mereka terhadap Zhang En.
Zhang En menunjuk Chen Xiaotian, Geng Ken, Jiang Tianhua, dan Cui Ming. Memahami niat Zhang En, mereka berempat terbang mengelilingi Hu Han dan mengapitnya di tengah.
Adapun Su Meimei, Zhang En tidak menyerangnya.
Su Meimei berdiri di samping, sorot matanya bergeser ke depan dan ke belakang saat dia melihat Hu Han dikepung oleh Chen Xiaotian, Geng Ken, Jiang Tianhua, dan Cui Ming, dengan situasi yang seperti saat ini, dia harus membuat keputusan terakhirnya.
Tidak diragukan lagi, Hu Han kuat dalam pertarungan satu lawan satu. Tapi sekarang, ada Chen Xiaotian, Geng Keng, Jiang Tianhua, dan Cui Ming melawannya sendirian.
Energi Qi pertempuran yang kuat memenuhi aula besar yang meledak dari lima orang yang akan segera bertarung. Dengan empat orang yang saling bekerja bersama, tidak butuh waktu lama bagi Hu Han untuk di kalahkan. Di saat dia telah tersudutkan, dia menerima serangan dari kekuatan penuh Jiang Tianhua. Darah menetes dari setiap bagian tubuh Hu Han.
Setelah berhasil menyerang Hu Han dengan Mata Iblisnya, Jiang Tianhua tiba-tiba menunjuk di atas.
Jari Kesengsaraan Iblis!
Sebuah lubang besar dari atas langit muncul dan merobek udara sehingga mengguncangkan seluruh gedung itu saat jari raksasa menghantam Hu Han.
BOOMMM!
__ADS_1
BOOOMMMM!
BOOOOMMMM!
Hu Han memucat ketika dia melihat Jari Kesengsaraan Iblis mengarah kepadanya. Dia sangat menyadari betapa kuatnya serangan Jari Kesengsaraan Iblis Jiang Tianhua, jika dia mengatakan apa yang merupakan menjadi ancaman baginya di Kota Kematian, maka itu adalah Jari Kesengsaraan Iblis milik Jiang Tianhua. Dengan mengandalkan kekuatannya saat ini, menerima pukulan dari Jari Kesengsaraan Iblis sudah cukup untuk menyebabkan dia mendapat luka parah.
Menyaksikan Kesengsaraan Iblis Jiang Tianhua semakin dekat, Hu Han berteriak denagn mengerahkan seluruh kemampuannya, Energi pertempuran Qi berwarna ungu gelap menyembur keluar dari tubuhnya, tetapi di saat berikutnya, semuanya redup dan siluetnya menghilang.
Jari Kesengsaraan Iblis jatuh ke lantai, mengguncang aula besar, mengirimkan potongan-potongan batu dan debu berterbangan ke udara. Sebuah kawah besar terbentuk di lantai dan semua orang menatap dengan mata tercengang, termasuk Su Meimei. Hatinya menggigil saat melihat lubang besar itu.
Sedangkan Jiang Tianhua, Chen Xiaotian, Geng Keng, dan Cui Ming sedang merasakan ketegangan saat ini, karena tidak satupun dari mereka dapat mendeteksi kehadiran Hu Han dengan indera spiritual mereka.
Zhang En mencibir, lalu di tengah dahinya, mata vertikal berwarna merah tiba-tiba muncul.
Mata Langit Zhang En melepaskan cahaya terang yang sepertinya menutupi seluruh aula besar Sekte penyihir Langit. Zhang En lalu mengangkat jarinya dan menunjuk ke sudut kiri atas. Kabut abu-abu gelap menggulung seperti gelombang pasang surut lautan, jeritan melengking memenuhi udara saat jejak jari menembus kabut abu-abu tebal di atas langit.
Sebuah jeritan terdengar, menarik perhatian semua orang. Saat mereka melihatnya, mereka melihat Hu Han jatuh dari atas di sisi kiri aula besar, mendarat dengan keras dan terbanting ke tanah, dia bergerak dengan goyah saat darah mengalir keluar dari sudut mulutnya.
Menyeka darah dari mulutnya, Hu Han menatap Zhang En, "Kau benar-benar bisa melihat Tubuh Kegelapanku?!" Dia belum pernah menunjukkan Tubuh Kegelapan ini di depan siapa pun sebelumnya. Chen Xiaotian, Jiang Tianhua, dan bahkan Su Meimei tidak tahu tentang keterampilannya ini, yang membuat Hu Han sangat percaya diri dengan keterampilan tubuh tersembunyi ini dalam pertarungan.
Pada awalnya, dia pikir dia bisa menggunakan Tubuh Kegelapan ini untuk datang dan pergi dari markas Sekte Penyihir Langit dengan lancar untuk menyelamatkan nyawa nya dan meninggalkan Kota Kematian. Dengan begitu, dia bisa memulihkan kekuatannya kembali dan membalas dendam di masa depan.
Ini adalah kartu trufnya. Tapi sekarang, sepertinya hatinya tenggelam lebih dalam di danau tanpa dasar, keputusasaan dan kematian menyelimuti hatinya.
Zhang En menatap Hu Han tanpa mengatakan sepatah katapun, dia kemudian memberi isyarat kepada Jiang Tianhua, Chen Xiaotian, dan yang lainnya dengan pandangan matanya, mereka berempat mengerti maksud Zhang En untuk melanjutkan serangan mereka terhadap Hu Han.
__ADS_1
Hu Han tidak lagi memiliki kartu truf setelah Zhang En mengetahui saat dia menggunakan Teknik Tubuh Kegelapannya, tanpa berpikir panjang, saat ini hatinya penuh dengan pertarungan yang ada didepannya saat ini dan telah menyelimuti di dalam dirinya, yang ada hanya pikiran untuk dapat melarikan diri secepatnya.
Namun, empat orang yang telah mengepung dari berbagai arah memblokir rute pelariannya karena telah mengetahui niat Hu Han, mereka telah mengetahui apa yang ingin dilakukan saat ini untuk menyelamatkan nyawa nya.
Karena telah cedera yang disebabkan oleh serangan Jari Jiwa Mutlak Dewa Naga Iblis Zhang En, Dia menderita mendapat banyak luka yang terus menerus mengenai tubuhnya saat mendapat serangan cepat kombinasi dari Chen Xiaotian, Jiang Tianhua, Geng Ken, dan Cui Ming padanya.
Pada saat penglihatannya sudah mulai kabur, dia menerima pukulan dari Jari Kesengsaraan Iblis Jiang Tianhua tepat di dada. Hampir berturut-turut serangan Tangan Elemen Angin Mengalir Chen Xiaotian menerpa tubuhnya yang sudah mulai goyah.
Terkena oleh tiga serangan kuat dari Zhang En, Jiang Tianhua, dan Chen Xiaotian, saat ini Hu Han berada dalam kondisi yang tidak baik. Rambut acak-acakan serta bercak darah menodai jubah brokatnya, sangat jauh dari citra dominannya yang terlihat luar biasa yang selama ini dia dikenal sebagai seorang Penguasa Sekte sembilan Iblis dan seorang Ahli Penjaga Kota Kematian yang agung.
Hu Han terhuyung-huyung saat dia berdiri, tubuhnya tampak seperti akan jatuh kapan saja. Meskipun begitu, dia tersenyum ketika dia melihat empat orang menyerangnya, kemudian menatap Zhang En, juga orang-orang dari Sekte Penjilat Darah dan Sekte Penyihir Langit dengan senyuman dan tatapan kosong.
"Ayah!" Hu Sheng berteriak.
Hu Han tersenyum sedih pada putranya, "Maaf, Sheng'er, kali ini Ayah tidak bisa melindungimu!"
Hu Sheng menangis dan merasa sedih sekali ketika melihat kondisi ayahnya.
-
-
-
Jangan lupa Like & Vote!
__ADS_1