
"Tetua Wang." Mereka berdua memanggil dengan hati-hati setelah melihat Wang Nio yang masih tetap diam untuk waktu yang lama.
Wang Nio lalu sadar kembali dan keluar dari pikirannya.
“Acara perjamuan yang di adakan Dewi Hao Shie sudah dekat, dan Master Sekte Lin Ming pasti akan membawa Zhang En untuk berpartisipasi. Kami merasa bahwa ini adalah kesempatan yang bagus.” Zhi Wu menyarankan.
Mata Wang Nio lalu berbinar, "Kau ingin mengatakan bahwa jika Zhang En menjadi pewaris warisan Dewi Hao, maka kita bisa...?"
"Benar, tetapi dengan kekuatan Zhang En saat ini, hanya ada segelintir orang di bawah Alam Dewa Emas yang mampu membunuhnya." Zhi Fei dengan sungguh-sungguh mengingatkan.
Wang Nio merenung sejenak, lalu melanjutkan, "Kalian berdua tidak perlu khawatir tentang ini, aku punya rencana yang telah aku atur sendiri."
"Baik."
...
Tiga hari kemudian.
Setelah pembangunan istananya yang baru selama tiga hari tanpa henti, sebuah istana megah yang baru sekali lagi berdiri di atas Puncak Dewa.
Istana yang baru dibangun itu terlihat megah, berkilauan di bawah sinar matahari. Tanah di sekitarnya sekali lagi dipenuhi dengan pohon spiritual, bunga, dan tanaman obat lainnya.
Zhang En lalu mengangguk puas melihat kediaman istana barunya. Kemudian dia terbang langsung ke kediaman Lin Ming.
Ketika dia tiba, Dong Fang dan Huan Rong sudah ada di sana. Selain kedua kakak seniornya itu, Kakak kedua seniornya Bai Yunfei juga ada di sana.
Dari awal, Zhang En sangat jarang melihat Bai Yunfei dan hubungan mereka tidak sedekat Dong Fang Fang dan Huan Rong.
Meskipun Bai Yunfei melihat Zhang En, dia tidak berniat untuk bertukar salam, sedangkan Zhang En bukanlah tipe orang yang suka menjilat orang lain.
'Perlakukan orang lain sebagaimana mereka memperlakukanmu' Ucap Zhang En dalam hati, lalu mengabaikan Bai Yunfei saat memasuki aula utama kediaman Lin Ming.
__ADS_1
Ketika Lin Ming melihat bahwa semua muridnya telah tiba, mereka lalu berangkat dengan dia di depan memimpin, menuju ke Dunia Air.
...
Perjalanan mereka berjalan dengan santai.
Dari waktu ke waktu, mereka akan berhenti selama satu atau dua hari ketika melewati dunia tertentu.
Sebulan kemudian, kelompok Lin Ming akhirnya tiba di Dunia Api, yang berada di area Pusat Galaksi Naga Langit.
Merobek penghalang luar Dunia Air, mereka berlima memasuki dunia itu.
Saat Zhang En juga masuk di dunia itu, dia segera merasakan energi spiritual elemen air yang kaya di lingkungan sekitarnya.
Selain itu, energi spiritual air ini mengandung kekuatan hidup yang unik.
Kekuatan hidup dalam energi spiritual adalah sesuatu yang lebih langka. Zhang En telah mengunjungi beberapa dunia, tetapi dia belum melihat dunia yang memiliki kekuatan hidup di dalam energi spiritualnya. Itulah mengapa energi spiritual air dunia ini yang mengandung kekuatan hidup ini mengejutkan Zhang En.
Ketika Lin Ming melihat ekspresi keempat muridnya, dia lalu tertawa dan berkata, “Dalam catatan kuno, bahwa pada zaman kuno, Dewa Kehidupan mati di Dunia Air ini. Selanjutnya, inti Dewa Kehidupannya menyatu dengan Dunia Air ini. Karena itulah mengapa ada kekuatan hidup dalam energi spiritual air dunia ini.”
"Inti Dewa Kehidupan!" Zhang En dan yang lainnya tercengang.
Feng Yang tersenyum, “Benar, tentu saja, itu adalah legendanya. Apakah itu benar atau tidak, tidak ada yang tahu. Dalam jutaan tahun ini, banyak kultivator yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba mencari inti Dewa Kehidupan yang ada di dalam catatan kuno, tetapi sampai sekarang, tidak ada satu orang pun yang berhasil menemukan keberadaannya.”
Sebuah cahaya berkedip di mata Zhang En.
"Tidak ada yang pernah menemukannya? Jika Dunia Air ini benar-benar menyimpan Batu Dewa Kehidupan, aku yakin bahwa aku akan dapat menemukannya." Ucap Zhang En dalam hati diam-diam.
Zhang En lalu memutuskan. "Setelah acara perayaan jamuan Dewi Hao Shie, aku akan mencoba mencari Batu Dewa Kehidupan itu menggunakan Hukum Darahku!"
Ketika kultivator Alam Dewa Surgawi menerobos ke ranah Alam Dewa Emas, mereka akan memadatkan Inti Dewa mereka - Batu Dewa berdasarkan peringkat dari 1-10.
__ADS_1
Inti Dewa yang terbentuk juga bervariasi sesuai dengan teknik kultivasi kultivator tersebut. Oleh karena itu, Inti Dewa juga memiliki atribut yang berbeda.
Selain itu,, ada juga yang memilliki elemen terang, elemen gelap, dan elemen kehidupan!
"Ah.. Aku pikir siapa disana, jadi itu adalah Master Sekte Lin Ming."
Sementara Zhang En sedang merenungkan dan rencananya, sebuah suara terdengar memasuki telinganya.
Dia lalu berbalik untuk melihat asal suara itu, sekelompok orang terlihat terbang ke arah mereka di kejauhan.
Ternyata orang yang berbicara barusan adalah Patriark Klan Fu dan diikuti oleh anggota klannya.
Mata Zhang En lalu menyipit.
Beberapa saat kemudian, orang-orang dari Klan Fu dan Du mencapai kelompok mereka berada
"Haha, Master Lin Ming, kau juga di sini untuk menghadiri perjamuan undangan dari Dewi Hao Shie?" Patriark Fu Muan tersenyum cerah saat dia menyapa Lin Ming, "Kebetulan sekali, kami juga di sini untuk menghadirinya.."
Di lihat dari senyum di wajah Patriark Fu, tidak ada yang akan menduga bahwa dia menyimpan dendam yang mendalam terhadap Zhang En.
Lin Ming lalu menjawab, "Memang kebetulan!."
Tatapan Patriark Du, Du Yan menyapu Zhang En, dan ketiga lainnya, lalu kembali lagi pada Zhang En sambil berbicara kepada Lin Ming dengan nada datar, “Aku tidak menyangka Master Lin Ming akan membawa serta murid keempatnya untuk berpartisipasi dalam perjamuan perayaan ulang tahun Dewi Hao Shie. Apakah Master Lin Ming berharap untuk mrelakukan pertempuran selama perjamuan, sehingga murid keempat itu sekali lagi dapat memukau semua orang dengan tindakannya?
Kata-kata Du Yan penuh dengan ejekan dan provokasi.
Lin Ming lalu menjawab, "Patriark Du tidak perlu memaksakan membahas hal ini."
Tetapi, seorang pria muda di samping Patriark Fu maju selangkah, merendahkan saat dia melirik Zhang En dari sudut matanya, “Jadi, kau adalah Zhang En itu? Aku harap kau dapat bertempur dengan baik di panggung pertempuran selama perjamuan nanti.”
"Master Sekte Lin Ming, kita akan bertemu lagi di dalam perjamuan. Ha ha haa." Patriark Fu lalu tertawa terbahak-bahak, saat dia dan Patriark Du terbang bersama kelompok mereka.
__ADS_1
Saat Zhang En menyaksikan orang-orang ini terbang menjauh, tatapan yang mematikan terkunci pada pemuda yang berbicara padanya barusan dan berkata dalam hati, "Tunggu saja, aku akan memberimu kejutan setelah ini.!"