Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 716 - Aku Tidak Ingin Membunuhmu


__ADS_3

Satu bulan berlalu begitu saja.


Dalam sebulan ini, Zhang En juga tidak lupa untuk terus berkultivasi saat dia dalam perjalanan menuju Alam Iblis.


Saat memasuki Alam Iblis dan memasuki salah satu Dunia di Alam Iblis, Zhang En melihat sebuah kota besar yang melayang di tengah ruang angkasa, tembok kota yang tinggi dan qi iblis yang bergolak di atas Kota Kerajaan Iblis, Zhang En tanpa sadar bergerak seperti angin.


Beberapa saat kemudian, dia berdiri tepat di depan gerbang kota itu.


Namun, sebelum memasuki Kota, indera Zhang En menyapu beberapa lokasi dan segera menemukan sejumlah besar murid Sekte Menara Langit di tempat tersembunyi. Di antara mereka adalah seorang lelaki tua yang mengesankan memancarkan tekanan yang menyesakkan, kira-kira, kultivasinya berada di ranah Dewa Emas Bintang 8 atau lebih tinggi dari itu.


Lelaki tua itu kemungkinan adalah Tetua yang bertanggung jawab atas Cabang Sekte Menara Langir yang ada di Kota Iblis.


Melihat ini, Zhang En mencibir.


Sebelum dia pergi, dia dengan sengaja menyuruh bawahannya untuk membuat berita kepergiannya ke Alam Iblis, untuk memancing agar Sekte Menara Langit mengirim orang-orangnya untuk menghalangi kepergiannya dalam perjalanan kali ini.


Sebelum Zhang En muncul di depan gerbang kota, Zhang En seperti biasa telah mengubah penampilannya seperti melakukan perjalanan ke Dunia Kerajaan Iblis. Sehingga dia tidak akan bisa dengan mudah dikenali.


Setelah membayar biaya masuk di gerbang kota, Zhang En berjalan memasuki Kota Iblis.


Dia bahkan dengan angkuh berjalan di depan beberapa murid Sekte Menara Langit, tetapi pandangan mereka tertuju pada seorang kultivator wanita yang memasuki kota di belakang Zhang En.


Harus dikatakan bahwa kultivator wanita itu cukup cantik, terutama dua puncak gunung yang menonjol di dadanya, besar dan bergoyang saat dia berjalan.


Setelah dengan mulus memasuki Kota Iblis, Zhang En mengikuti arus kerumunan, matanya mengamati jalan-jalan dan toko-toko di sekitarnya. Semua toko itu terutama menjual barang-barang yang berhubungan dengan kebutuhan dari Klan Iblis, tapi ada beberapa toko yang menawarkan ramuan dan pil yang cocok untuk kultivator manusia.


Zhang En terus berjalan-jalan, tetapi tidak melakukan pembelian apa pun. Setelah menanyakan beberapa hal tentang informasi yang dia cari, Zhang En langsung menuju ke sana.


Ada aturan di Kota Iblis yang melarang terbang di wilayah udara kota. Oleh karena itu, Zhang En membutuhkan dua hari untuk mencapai tempat tujuannya.


Dia sekarang tidak terburu-buru karena dia sudah berada di Kota Iblis dan sambil menikmati pemandangan di tempat baru yang dia datangi.


Menurut yang di katakan Master Kun, kekuatan klan iblis kuno ini tidak lebih lemah dari keturunan Ashura, yang tidak lain adalah Klan Chu. Jika memungkinkan, dia menyuruh Zhang En untuk menghindari konflik dengan mereka.


Saat hari sudah mau gelap.

__ADS_1


Zhang En pergi mencari sebuah tempat tinggal, berencana untuk bermalam di sana dan melanjutkan perjalanannya besok.


Setelah memasuki halaman tempat tinggal itu, Zhang En membersihkan ruangan dengan lambaian tangannya dan duduk dalam posisi meditasi di lantai. Dia kemudian menelan pil dewa dan mulai melakukan latihannya.


Dalam sekejap mata, hari sudah larut malam.


Zhang En sedang beristirahat dalam posisi meditasi ketika dia mendengar suara siulan udara dari jarak jauh dari tempat dia berada.


Dia membuka matanya dan melihat sosok pria paruh baya yang turun dari udara. Jubahnya yang berlumuran darah terlihat jelas di bawah sinar bulan, bergoyang goyah saat kakinya menyentuh tanah, napasnya kacau. 


Zhang En memperhatikan bahwa kekuatan jiwa orang ini dirusak secara paksa oleh seseorang yang sangat kuat.


Ketika pria paruh baya itu memperhatikan Zhang En di temat itu, matanya menjadi cerah dan berusaha mendekatinya. Namun, sebelum dia bisa mengatakan sepatah kata pun, cahaya pedang yang tajam menebas kekosongan, memotong leher pria paruh baya itu.


Pria paruh baya itu menegang di tempatnya, mata di kepalanya yang jatuh melebar.


Setelah cahaya pedang menghilang, seorang pemuda berjubah mewah muncul, berjalan lurus ke tubuh pria paruh baya itu dengan cibiran dingin di wajahnya. Telapak tangannya tiba-tiba menyerang, benar-benar menghancurkan lautan jiwa pria paruh baya itu, juga menghancurkan jiwanya. Ketika semua ini selesai, pemuda itu mengambil cincin spasial pria paruh baya itu, mengeluarkan satu kristal berwarna hitam.


Begitu krisatl hitam ini muncul, energi spiritual di sekitarnya beriak dengan kuat.


Pemuda itu memandangi kristal hitam di tangannya dengan gembira. Detik berikutnya, dia tertawa terbahak-bahak sebelum meletakkan kristal hitam itu ke dalam cincin spasialnya sendiri. Baru saat itulah dia fokus pada Zhang En.


"Alam Dewa Emas Bintang 4 tahap puncak." Pemuda itu menentukan kultivasi Zhang En dengan sekali pandang. Dia tidak menginterogasi Zhang En, hanya menatapnya dengan dingin, mengajukan pertanyaan, "Bocah, apakah kau akan bunuh diri atau haruskah aku melakukannya?"


Kerutan samar mengerutkan alis Zhang En, menunjukkan ketidaksenangannya. Sepertinya dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat, maka pemuda ini berencana untuk membungkamnya.


Kekuatan pemuda ini tidak terlalu buruk, seorang kultivator Dewa Emas Bintang 7 tahap menengah.


"Kau adalah murid dari klan iblis?" Tanya Zhang En sambil melirik pakaian pemuda itu.


Pemuda itu terkekeh, menjawab, “Benar. Kekuatanmu tidak buruk, sedikit lebih baik dari murid cabang Sekte Menara Langit itu, tapi jangan berpikir kau mungkin cukup beruntung untuk melarikan diriku. Kau tidak akan memiliki kesempatan! "


Alis Zhang En yang mengerut kembali seperti semula saat ekspresinya kembali ke wajah ketidakpeduliannya, “Aku tidak ingin membunuhmu, dan tidak tertarik untuk mencampuri urusan klan iblismu. Pergi sekarang, dengan begitu, kau dan aku tidak ada masalah satu sama lain.”


Zhang En benar-benar tidak ingin terseret ke dalam urusan klan iblis.

__ADS_1


Di Kota Iblis ini, kecuali benar-benar diperlukan, dia tidak ingin membuat masalah dengan klan iblis.


Mendengar kata-kata Zhang En, semburat haus darah melintas di mata pemuda itu menatapnya, membuat tindakan berlebihan saat menggaruk telinganya, “Aku tidak salah dengar, kan? Kau baru saja mengatakan kau tidak ingin membunuhku?"


WUUSSSSHHHH!!!


Suara deru angin kembli terdengar di kejauhan, menyela kata-katanya.


Murid lain yang mengenakan jubah yang sama dengan pemuda itu mendarat di depan pintu.


"Mu Han, apakah kau menemukan kristal itu?" Murid klan iblis lainnya bertanya pada murid pemuda yang bertemu dengan Zhang En barusan..


Semua murid dari klan iblis menggunakan nama keluarga 'Mu'


Pemuda itu bernama Mu Han menjawab, “Kau tahu kau bisa yakin ketika aku melakukan sesuatu. Aku sudah mendapatkannya, tetapi bocah ini melihat beberapa hal yang seharusnya tidak dia lihat. Aku lalu menyuruhnya untuk bunuh diri, tapi coba tebak apa yang dia katakan kepadaku. ' Dia bilang dia tidak ingin membunuhku dan menyuruhku pergi, dan tidak membuat masalah satu sama lain.”


Murid klan iblis yang baru datang dan berbicara pada Mu Han menggelengkan kepalanya dan tertawa, memandang aneh ke arah Zhang En, lalu melirik Mu Han, berkata, “Ini terdengar sangat konyol dan lucu. Kalau begitu, biarkan dia menikmati teknik dari Klan iblis kuno kita.."


Mu Han mengangguk, "Tentu saja." 


Selesai mengatakan itu, dia melangkah menuju tempat Zhang En berada. Auranya melonjak dan berkonsentrasi di telapak tangannya, menyerang ke arah Zhang En.


Dalam sekejap, qi iblis mengerikan mengalir keluar, mengembun membentuk ratusan tangan iblis.


Saat tangan iblis itu hendak mendekati Zhang En, sinar cahaya suci seperti pancaran matahari keluar dari tubuh Zhang En.


SWOOSSHHHH!!


Energi suci Buddha mengalir keluar dari tubuh Zhang En seperti ombak, menenggelamkan semua tangan iblis yang disentuhnya, memurnikan mereka dalam sekejap.


Setelah itu, Zhang En mengangkat satu jarinya dan menunjuk ke udara.


WUUSSSHHHH!!!


Serangan dari satu jarinya mengeluarkan panah dan langsung menembus pelipis Mu Han.

__ADS_1


Craaasshhhhh!!!!


__ADS_2