Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 306. Akhir Pertarungan


__ADS_3

Selama bertahun-tahun belakang ini, Lion Mu telah mengumpulkan pasukannya secara diam-diam dan hari ini, kekuatan keseluruhan Kuil Singa Emas telah melebihi Kuil Sembilan Naga.


Melihat kelompok Zhang En dan Shen Kun kemungkinan kabur, Lion Mu menyeringai, “Shen Kun, bagaimana menurutmu? Kekuatan Kuil Singa Emas sekarang tidak buruk, bukan? Bertahun-tahun ini aku perlahan-lahan memperluas kekuatanku, semua untuk tujuan memusnahkan Kuil Sembilan Naga suatu hari nanti dan memerintah seluruh Klan binatang iblis!"


Tatapan Shen Kun menyapu massa pasukan dari Kuil Singa Emas, seringai dingin muncul di sudut mulutnya. 


Tidak ada tanda-tanda panik atau ketakutan yang bisa dideteksi dari wajahnya.


“Bunuh mereka untukku!” 


Lion Mu berteriak tiba-tiba, mengeluarkan perintah membunuh.


Segera, para ahli Kuil Singa Emas bergegas menuju ke arah Zhang En, Shen Kun, dan semua Tetua Kuil Sembilan Naga dalam kegilaan.


Mata Zhang En menyipit, sedikit menutupi rasa dingin di matanya. 


Dengan lambaian tangannya, Bendera Hantu terbang tinggi ke langit, tumbuh lebih besar saat itu. Setelah mencapai tinggi seratus meter, Zhang En berpindah tempat langsung ke dalam jalinan ruang array formasi Bendera Hantu.


Aura hantu yang kuat membanjiri area array Bendera Hantu dan aura itu berubah menjadi roh hantu satu demi satu.


Aura hantu menembus langit. Seluruh Kuil Singa Emas diguncang oleh banjir aura hantu yang mengerikan.


Adegan mendadak ini membuat wajah Lion Mu dan para Tetua Kuil Singa Emas menegang.


Setiap roh jahat yang terbentuk dari aura hantu itu sebenarnya memiliki kekuatan alam Pertapa Dewa ke atas. Selain itu, mereka tidak hanya memiliki kekuatan Pertapa Dewa awal, tetapi kekuatan yang sudah di ranah alam Dewa Surgawi Awal hingga Puncak.


Sebelum pasukan roh jahat mengerikan itu mengaum, puluhan ribu ahli Kuil Singa Emas yang bergegas maju tampak seperti kayu busuk, langsung hancur berkeping-keping menjadi kabut darah tanpa kekuatan untuk bisa melawan.


“Mundur, cepat mundur!” Lion Mu berteriak dengan cemas.


Bahkan tanpa perintah Lion Mu, para ahli Kuil Singa Emas telah menyebar ke segala arah seperti ayam tanpa kepala, berteriak ketakutan. 


Apakah itu mereka yang berlari lebih dulu atau mereka yang berlari terakhir, semuanya diubah menjadi makanan bagi roh-roh jahat itu.

__ADS_1


Pasukan roh-roh jahat yang semakin banyak itu menyebar beberapa ratus meter ke segala arah, menghancurkan segala sesuatu di jalurnya sebelum berhenti.


Beberapa ahli Kuil Singa Emas yang berhasil bertahan menghela nafas lega melihat ini, merasakan jubah lembab menempel di punggung mereka.


Ketika pasukan hantu itu berhenti, mereka telah mengepung seluruh Kuil Singa Emas.


“Kau, kau adalah Zhang En?!” 


Lion Mu melontarkan pertanyaan itu dengan kaget, saat menatap Zhang En.


Kumbang Mayat Beracun milik Zhang En sangat menakutkan, namun, Bendera Hantu miliknya juga menyebabkan mereka yang mendengarnya menjadi pucat pasi. 


Akhirnya Lion Mu menyadari identitas manusia muda di depannya ini.


“Zhang En!”


“Dia Zhang En!”


Mendengar itu, semua jenderal dan ahli Kuil Singa Emas menjadi pucat.


Zhang En tidak mengatakan apapun. 


Dia melambaikan tangannya, mengirimkan segerombolan besar Kumbang Mayat Beracun ke arah mereka semua.


Menyaksikan serangga hitam kecil terbang ke arah mereka, kelompok jenderal bawahan Lion Mu dan ahli lainnya menjadi pucat pasi dan wajah mereka lebih putih dari mayat.


Setengah jam kemudian.


Selain Lion Mu, keseluruhan pasukan elit dan jenderal bawahan Lion Mu digigit oleh Kumbang Mayat Beracun. 


Namun, Zhang En mempertahankan hidup mereka. Para ahli ini hanya kehilangan kekuatan untuk melawan.


Shen Kun dan sekelompok Terua Kuil Sembilan Naga menyaksikan Zhang En menghancurkan Kuil Singa Emas tanpa kehilangan seorang prajurit pun atau membuang banyak tenaga hanya dalam setengah jam, membuat butiran keringat mengalir di dahi mereka.

__ADS_1


Kesembilan Shen bersaudara bersukacita dalam hati, mereka sangat senang karena telah memutuskan untuk mengikuti taruhan yang mereka buat dengan Zhang En, dengan rela tunduk padanya. Jika tidak, akhir cerita mereka akan terlalu menyedihkan untuk dijelaskan.


“Zhang En, kau hanya mengandalkan Kumbang Mayat Beracun dan Bendera Hantu itu, aku menolak untuk menerima kekalahan ini! Jika kau cukup mampu, datang dan lawan aku dengan adil dan jujur ​​dengan kekuatanmy sendiri!" 


Lion Mu memukul mundur sekelompok Kumbang Mayat Beraxun dengan pukulan penuh, sambil meraung marah ke arah Zhang En dengan mata merah bersinar.


Shen Kun adalah orang pertama yang menggelengkan kepalanya saat mendengar Lion Mu menantang Zhang En. 


Jika dia tahu bahwa mereka bersembilan bersaudara itu masih kalah dari Zhang En dalam pertempuran sembilan lawan satu, mungkin Lion Mu tidak akan merasa percaya diri saat ini.


Dengan lambaian tangannya yang santai, Zhang En menarik semua Kumbang Mayat Beracun dan menghilang dalam sekejap. 


Dia muncul di depan Lion Mu, menjentikkan ramuan ke arahnya, "Ini adalah pil roh pemulih, telanlah, pulihkan Qi pertempuranmu."


Lengan Lion Mu menangkap pil itu sambil melihat Zhang En dengan wajah keraguan yang jelas, tetapi dia masih menelan pil itu pada akhirnya. 


Seketika, Qi pertempurannya yang telah habis yang digunakan untuk menangani Kumbang Mayat Beracun diisi ulang dalam waktu singkat.


Lion Mu tidak membuang waktu dan langsung memicu transformasi binatangnya, membangunkan garis keturunan singa dewa kuno di tubuhnya, berubah menjadi singa api raksasa dan menyerang Zhang En.


Serangkaian tabrakan bergemuruh di udara, tetapi itu hanya berlangsung beberapa menit sebelum semuanya menjadi tenang.


Mirip dengan situasi Shen Kun sebelumnya, Lion Mu jatuh ke tanah dengan pukulan dari Zhang En, kepala dan leher yang terkubur di tanah, tidak bisa lagi bergerak.


Satu jam kemudian, lebih dari setengah dari seratus delapan jenderal Kuil Singa Emas memilih untuk tunduk pada Zhang En, meninggalkan beberapa yang keras kepala. 


Zhang En dengan tegas memindahkan mereka ke dalam Pagoda Gunung Dewa, membiarkan Serangga kuno miliknya memakan mereka hidup-hidup.


Sedangkan Lion Mu memilih untuk tunduk pada akhirnya, kalau tidak, kepalanya akan di tebas langsung di tempat oleh Zhang En


Pada saat ini, Kuil Sembilan Naga dan Kuil Singa Emas sepenuhnya di bawah kendali Zhang En


Jadi, tinggal Kuil Dewa Kera yang masih tersisa.

__ADS_1


Metode yang sama digunakan untuk mencegah bocornya berita tentang Pertempuran di Kuil Singa Emas, seluruh Kota Singa Emas diisolasi.


Tiga hari kemudian, Lion Mu dan luka semua ahli bawahannya sembuh dan Zhang En memimpin para ahli Tetua Kuil Sembilan Naga dan Kuil Singa Emas menuju Kuil Dewa Kera.


__ADS_2