Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 308. Bertarung Melawan Feng Peng


__ADS_3

Pria muda itu perlahan bangkit dari tanah, matanya juga tertuju pada Zhang En dengan kegembiraan yang tak terlukiskan di wajahnya. Dia tergagap sedikit karena kegembiraan merasakan aura Dewa Binatang di tubuh Zhang En.


"Tuan Dewa..!" Matanya langsung berbingkai merah.


Zhang En tercengang pada awalnya mendengar apa yang di katakan pemuda itu, lalu wajahnya berubah menjadi senyuman, "Anak kecil, tidak apa-apa, aku ada datang untuk menolongmu!" 


Sekarang, Zhang En tidak lagi ragu bahwa pria itu memilki ikatan dengannya sejak dia mendapatkan Warisan Dewa Binatang.


Senyum Zhang En melebar, itu adalah senyum bahagia yang datang dari hatinya.


Melihat monyet ungu kecil itu lagi, Zhang En merasa seperti reuni dengan orang yang dicintai yang telah lama hilang. Sukacita semacam itu, kebahagiaan semacam itu.


"Tuan, awas.!" 


Tiba-tiba, Monyet Pemakan Roh berteriak.


Kekuatan dan aura yang kuat menghantam Zhang En dari belakang dan sudah terlambat baginya untuk menghindar. 


BOOMMM!!


Telapak tangan Feng Peng menghantam punggung Zhang En dengan akurat.


"He he hee.. Biocah kecil, ini yang disebut Tuanmu? Aku akan membunuhnya dulu, lalu menyempurnakan garis keturunanmu!" 


Melihat telapak tangannya mengenai Zhang En seperti yang dia rencanakan, Feng Peng menjadi puas sekali lagi, tertawa terbahak-bahak. 


Bahkan Shen Kun akan menderita luka parah jika dia dipukul dengan telapak tangan ini tanpa persiapan.


Tapi detik berikutnya, tawa Feng Peng tiba-tiba berhenti.


Zhang En dengan tidak percaya bahkan tidak bergeming sedikit pun.


Monyet Pemakan Roh tercengang saat dia berdiri di sana.


Zhang En perlahan berbalik, menghadap Feng Peng dengan mata ganas. Dalam sepersekian detik, dia melayangkan pukulan ke arah Feng Peng.


Karena terkejut, Feng Peng nyaris tidak berhasil membalas dengan telapak tangannya.


Kratakkk-! suara patah tulang terdengar.


Feng Peng menjerit saat tubuhnya menghantam dinding terowongan dengan keras, menciptakan jejak berbentuk manusia. 

__ADS_1


Debu dan kerikil berjatuhan karena benturan yang sangat besar.


Zhang En memiliki pemahaman tentang kekuatan Feng Peng dari pertukaran serangan mereka barusan dan juga tahu bahwa Feng Peng adalah Master Kuil Dewa Kera, seorang ahli ranah Alam Dewa Surgawi Puncak akhir. 


Di antara banyak ahli klan binatang iblis yang terkenal, Feng Peng selalu berada di peringkat lima besar.


Namun, Feng Peng hampir tidak bisa menahan satu pukulan dari Zhang En.


“Kau, siapa kau?!” 


Feng Peng baru saja memuntahkan seteguk besar darah sebelum berjuang untuk berdiri. Setiap pori di tubuhnya meneriakkan kewaspadaan dan bahaya. 


Melihat Zhang En, Feng Peng merasakan ketakutan yang belum pernah di alaminya sebelumnya seperti yang belum pernah dia rasakan seumur hidup.


Bahkan melawan ahli nomor satu klan binatang iblis, Shen Kun, dja masih memiliki kepercayaan diri untuk bertempur, namun di depan manusia muda ini, perasaan tidak berdaya benar-benar muncul di dalam hatinya.


“Dalam beberapa hari terakhir ini, bukankah kau sudah berteriak-teriak untuk membalaskan dendam putramu?” Zhang En mencibir.


"Jadi Kau yang membunuh Feng'er?" 


Mata Feng Peng terbelalak kaget. Putranya, Feng Yu di hunuh di wilayah manusia di Kota Vermillion. 


Ketika dia menerima berita kematian putranya, dia sangat marah, segera memberikan perintah kepada semua anggota Kuil Dewa Kera bahwa mereka harus menemukan manusia yang membunuh putranya bahkan jika mereka harus mencari seluruh penjuru dunia. Dia ingin merobek manusia itu menjadi jutaan keping dengan tangannya sendiri!


Zhang En melangkah mendekati Feng Peng, “Apa kata-kata terakhirmu? Katakanlah."


Menurut rencana awal Zhang En, jika Feng Peng bersedia tunduk, dia akan mengampuni nyawanya, tetapi sekarang, Feng Peng harus mati! 


Jika bukan karena dia datang ke sini secepat mungkin , Pria muda itu yang tidak lain adalah Monyet pemakan roh akan mati di tangan Feng Peng.


Melihat Zhang En mendekat, wajah Feng Peng berubah menjadi beberapa warna dan tetlihat lebih pucat.


Alih-alih menjawab Zhang En, Qi iblis yang kuat meledak dari tubuh Feng Peng saat ia berubah menjadi kera raksasa dengan mata merah dan lengan besar. 


Kera raksasa itu dengan gila mengayunkan tangannya ke arah Zhang En untuk menyerang.


Pukulan Dewa Kera, Kera Penghancur Gunung!


Feng Peng meraung. 


Qi iblus menyelimuti kedua lengannya, menembus ruang. Bahkan sebelum kekuatan tinjunya tiba, seluruh terowongan gunung itu mulai bergetar kuat seolah-olah akan runtuh kapan saja.

__ADS_1


Zhang En mencibir melihat tindakan Feng Peng dan tidak menunjukkan niat untuk menghindar. Esensi Naga sejati dalam dantiannya meraung, Zhang En mengangkat tinjunya dan menghantam Feng Peng.


DUAAARRRR!!!


Dengan ledakan yang mirip dengan gemuruh petir, tubuh Feng Peng bergetar. 


Sama seperti pertukaran sebelumnya, Feng Peng dikirim terbang kembali menabrak ke dinding terowongan dan tubunya tertanam beberapa kaki di dalamnya.


Kera raksasa itu mengeluarkan darah dari tujuh lubang yang ada di tubuhnya, lengannya yang kuat terkulai lemas karena tulangnya sudah hancur.


Zhang En melangkah lebih dekat, tidak menunggu Feng Peng bangun untuk kedua kalinya. 


Dia mengarahkan pukulan lain ke dada Feng Peng, menguburnya lebih dalam ke dinding. 


Dada Feng Peng telah hancur karena kekuatan tinju tirani Zhang En, meledakkan hatinya menjadi potongan daging yang tidak dapat dikenali.


Vitalitas kehidupan Feng Peng mulai menghilang.


“Kau, siapa kau sebenarnya?” 


Pertanyaan itu keluar dalam napas yang terputus-putus, tetapi dia bersikeras untuk mengetahuinya. Dia tidak pernah menemukan manusia muda manapun yang memiliki kekuatan menakutkan seperti itu.


"Zhang En!"


Zhang En menyebut namanya dengan suara dingin. Setelah itu, dia menarik Pedangnya dan menebas kepala Feng Peng.


Sretttt!


Mata Feng Peng melotot menatap pada siluet pemuda di depannya sebelum kepalanya berguling-guling di tanah. 


Zhang En tetap tenang, lalu melambaiakan tangannya, mayat Feng Peng dipindahkan ke dalam Pagoda Harta karun miliknya.


Monyet Pemakan Roh masih shock, dan masih berdiri di tempat yang sama. Hal-hal yang barusan terjadi masih terlintas di benaknya.


"Bocah, bagaimana lukamu, tidak ada luka serius kan?" Zhang En mendekatinya, suaranya dipenuhi dengan perhatian.


Monyet Pemakan Roh tersadar dan baru menyadari jika Master Kuil Dewa Kera telah dibunuh olehZhang En.


“Tuan, aku baik-baik saja.” 


Dia menggelengkan kepalanya, perasaan hangat menyebar di dalam hatinya. Meskipun terluka parah oleh Feng Peng, dia yakin lukanya akan sembuh total dalam waktu dua bulan.

__ADS_1


Zhang En mengeluarkan satu ramuan dari rumput Bunga Lotus Putih, berkata, “Ini adalah Bunga Lotus Putih, ramuan penyembuh. Telan ini dan mulailah menyerapnya untuk menyembuhankan lukamu."


__ADS_2