Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 237. Amarah Zhang En (3)


__ADS_3

Zhang En melirik Die Buji da, lalu berbicara dengan suara pelan, "Saat pertama kali aku datang ke Kota ini, aku menemukan sesuatu hal sangat menarik."


Mendengar Perkataan Zhang En, Die Buji terkejut dan semakin gugup.


“Sekelompok murid dari Sekte Dewa Bintang memukul murid Sekte Gerbang Naga yang mencoba melawan mereka dan melecehkan seorang gadis cantik dan masih sangat muda di sebuah rumah makan. Akan tetapi murid sekte kita dipukul hingga babak belur. Selain hal itu, murid Aula Penegak Hulum dipermalukan di depan umum, ketika Pasukan Aula Penegak Hukum muncul pada saat kejadian, mereka tidak membantu saudara seperguruan sekte mereka sendiri, bahkan mereka bersembunyi dan menonton dari balik layar....!!!"


"Hemmm..... Lebih menariknya lagi, setelah kelompok murid Sekte Dewa Bintang itu ku berikan sebuah pelajaran, murid Aula Penegak Hukum Gerbang Naga yang ditugaskan didalam Kota ini benar-benar seperti bawahan orang lain yang sangat setia, menerima perintah dari murid Sekte lain. Mereka berusaha untuk menangkapku dan murid yang babak belur tadi, dengan mengatakan menangkap dan melemparkan kami berdua ke penjara bawah tanah Kota Naga!"


Pada saat ini, Die Buji telah kehilangan semua warna dari wajahnya seolah-olah semua darahnya terkuras habis. Dia akhirnya baru mengerti alasan kemarahan Zhang En dan mengapa aura pembunuh Zhang En dari awal kedatangannya begitu menakutkan.


"Penguasa sekte hampir dilemparkan ke penjara bawah tanah oleh murid sekte sendiri!" Ucap Die Buji dalam hati dan lidahnya kelu tidak tahu harus berkata apa.


“Die Buji!” Zhang En tiba-tiba membentaknya dengan suara keras.


“Aku mau bertanya! Apakah Kota Naga ink milik Sekte kita atau milik Sekte Dewa Bintang ?!” Tanya Zhang En kepada Die Buji yang sedang berlutut di bawah lantai.


“T-tentu saja Kota Naga ini adalah milik Sekte Gerbang Naga kita” Die Buji menjawab dengan penuh ketakutan.


“Kalau memang benar seperti yangnkau katakan, katakan padaku, mengapa seorang murid Sekte Dewa Bintang berani memerintahkan Pasukan Aula Penegak Hukum kita di hadapan publik, tepat di depan mataku sendiri? Bukan hanya itu saja mereka bahkan dengan beraninya memukuli murid Gerbang Naga kita serta mempermalukannya ?!” Zhang En bertanya tanpa memberi jeda.


Aura kematian merembes keluar dari tubuh Zhang En, menyelimuti seluruh aula hingga terasa sampai diluar Istana Kediaman Pemimpin Kota dengan aura pembantaian yang menekan dam mencekik semua murid yang ada di ruangan aula itu.


Aura Zhang En bahkan melumpuhkan semua pelayan istana yang sedang bekerja dan semua penjaga Istana yang sedang berjaga di halaman luar, merasakan tekanan luar biasa menyelimuti mereka.


Die Buji yang masih berlutut berusaa menahan dan memgatur nafas saat wajahnya semakin pucat.

__ADS_1


•••


Di Istana Kota Pemimpin Kota Treasure Oblast, Pemimpin Kota mereka yang bernama Hu Shan baru saja menerima pesan bahwa muridnya Hu Guang terluka di dalam Kota Naga dan Dantiannya juga dihancurkan dengan kedua tangannya telah dipotong. Karena merasa marah, Hu Shan mengubah meja dan kursi di sampingnya menjadi debu.


"Beri tahu Patriark Keluarga Qing untuk mencari menangkap pelakunya! Aku tidak peduli bagaimanapun caranya, dia harus menemukan pelaku itu untukku! Jika dia tidak menangkap pelaku itu, katakan padanya kalau aku akan segera menghilangkan seluruh Keluarga Qing nya dimuka bumi ini!"


Murid Sekte Dewa Bintang yang mendapat perintah langsung Hu Shan, dengan cepat berlari meninggalkan tempat itu seolah-olah dia melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya.


•••


Sedangkan di Kota Naga, di dalam aula Keluarga Qing, lebih dari sepuluh orang terbaring di lantai. Di antara orang ini, salah satunya adalah murid Sekte Dewa Bintang Hu Guang dan Pemimpin Pasukan Aula Penegak Hukum Gerbang Naga, Qing Wu.


Keluarga Qing ini memiliki hubungan erat dengan Sekte Dewa Bintang. Bisa dikatakan bahwa Keluarga Qing adalah penjilat Sekte Dewa Bintang yang berada di dalam Kota itu. 


Sekarang setelah melihat putra salah satu Tetua Sekte Dewa Bintang, Hu Guang, yang kedua tangannya serta Dantiannya yang sudah lumpuh, wajah Qing Lei diselimuti amarah dan dihantui ketakutan.


"Patriak...!" Seorang Tetua Keluarga Qing masuk ke dalam aula melaporka sesuatu hal kepada Qing Lei, "Baru saja, Penguasa Kota Treasure Oblast mengirim seseorang dengan perintah, kita harus menemukan pembunuh itu, jika tidak, jika tidak ..."


“Jika tidak apa?” Qing Lei bertanya.


"Jika orang itu telah melarikan diri dan tidak kita tangkap, Sekte Dewa Bintang akan memusnahkan Keluarga Qing!" Tetua itu tidak berani menyembunyikan masalah terkait hal itu dan memberi tahu Qing Lei.


Wajah Qing Lei dan Tetua Klan Qing yang berada ditempat itu berubah menjadi jelek. 


Mendengar laporan Tetua itu saja, mereka sudah tahu sejauh mana kemarahan Pemimpin Kota Hu Shan! Belum lagi, ayah Hu Guang yang masih belum mendengar tentang masalah ini, jika dia tahu, mereka sudah bisa membayangkan konsekuensinya.

__ADS_1


Qing Lei tahu bahwa ancaman Pemimpin Kota Treasure Oblast adalah seseorang yang menepati janjinya, jika Keluarga Qing benar-benar gagal menangkap pembunuh itu, seluruh Klan mereka akan dimusnahkan.


“Apakah kalian menemukan keberadaan pembunuh Qing Wu?” Qing ei bertanya.


Salah satu Tetua yang hadir menjawab, "Kami menerima kabar beberapa saat yang lalu, pelakunya pergi ke istana Pemimpin Kota Naga kita."


.


"Patriark, apa yang kita lakukan sekarang?" Tetua Keluarga Qing lainnya bertanya pada Qing Lei.


"Sekarang, suruh orang kita kesana! Paksa Die Buji untuk menyerahkan pembunuh itu kepada kita, jika tidak, katakan padanya untuk jangan menyalahkan aku karena bersikap kasar!"


•••


Di dalam aula utama Istana Pemimimpin Kota Naga, Die Buji masih berlutut. Zhang En memperhatikan Die Buji yang sedang berlutut itu dengan wajah datar, Zhang En mengerti bahwa semua masalah ini tidak dapat di jadikan kesalahan Die Buji sepenuhnya.


Sedangkan murid-murid yang sebelumnya ingin menyerang Zhang En juga sudah berlutut di bawah lantai.


Seorang penjaga istana tiba-tiba berlari dan memberi hormat pada Zhang En dan berlutut,“Melapor kepada Penguasa Muda, Tetua dari Keluarga Qing, Qing Meng, datang bersama banyak ahli Keluarga Qing, Mereka sedang menunggu di luar meminta untuk bertemu Pemimpin Kota Die Buji.”


"Keluarga Qing ..." Zhang menoleh Die Buji dan bertanya, "Apakah Qing Wu adalah murid dari Keluarga Qing?"


“Benar Penguasa Muda. Qing Wu memang murid yang berasal dari Keluarga Qing, dia adalah keponakan Qing Lei Patriark Keluarga Klan Qing saat ini."


"Patriark Keluarga Qing, keponakan Qing Lei?" Zhang En mengangguk, "Selain Qing Wu, berapa banyak murid Keluarga Qing di dalam Sekte kita?"

__ADS_1


Die Buji menjawab, “Sekitar sepuluh orang lebih. Murid Keluarga Qing ini diatur untuk bisa masuk ke dalam sekte kita melalui perantara Qing Lei. Bawahan ini telah gagal total dalam mengatur Kota Naga ini dan bersedia menerima hukuman apapun yang akan diberikan Pemguasa Muda !" 


Die Buji membenturkan kepalanya di lantai dan tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Zhang En.


__ADS_2