
Muncul dari lapisan pelindung dunia luar, Zhang En melakukan perjalanan di ruang hampa yang luas dengan pedangnya, menuju Dunia Wuyan.
Dunia Wuyaan adalah dunia dimana Klan Ye berada menurut ingatan yang di dapatkan Zhang En dari salah satu Tetua Klan Ye dan Mo setelah terbunuh.
Dengan kekuatan Zhang En saat ini, kecepatan terbangnya dia akan bisa tiba di Dunia Wu tiga hari kemudian karena jarak Dunia Asalnya berdekatan dengan Dunia Wuyan.
'Beberapa Tetua Klan Ye yang telah melarikan diri seharusnya sudah mencapai Dunia Wuyan sekarang.' Zhang En mencibir dalam hati saat dia terbang di atas pedangnya seperti meteor.
Sebelumnya, di antara belasan Tetua Klan Ye, empat tetua berhasil melarikan diri.
Sementara Zhang En terbang di atas pedangnya di ruang hampa antar dunia, di dalam aula besar Kediaman Klan Ye, Ye Mai dan tiga orang lainnya berdiri dengan kepala tertunduk dengan penampilan yang acak-acakan.
Seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi utama dengan ekspresi muram di wajahnya. Pria ini adalah Patriark Klan Ye, Ye Nong.
“Kalian mengatakan bahwa Zhang En kelompoknya tiba-tiba kembali ke Dunia itu, juga semua bawahan dan tetua klan dibunuh oleh Zhang En? Serta Mo Chan juga mati di tangannya ?!” Ye Nong dengan tegas memelototi tetua yang berdiri tertunduk di bawah.
Ye Mai menjawab mengiyakan, “Benar Patriark. Kekuatan Zhang En itu benar-benar menakutkan. Mo Chan bahkan tidak berdaya melawannya, dia terbunuh hanya dalam dua serangan.”
Meskipun Ye Mai tahu sulit bagi siapa pun untuk mempercayai apa yang dia katakan, itu adalah kebenaran. Dia hanya melaporkan sesuai apa yang dia dengar.
Seolah-olah dia baru saja mendengar lelucon paling lucu dalam hidupnya, Ye Nong tertawa terbahak-bahak sambil menampar lengan kursi singgasananya dengan cara yang berlebihan, “Ha ha haa... Apakah kau mengatakan bahwa Zhang En, yang berkultivasi selama beberapa dekade, lebih kuat dari Leluhur klan kita ?!”
__ADS_1
Membunuh Mo Chan dalam dua serangan, bahkan Leluhur Klan Ye mereka tidak mampu melakukan itu.
Pada saat ini, pria lainnya bernama Ye Wong yang berdiri di samping Ye Mai berbicara, “Selain itu, setiap orang dari kelompok Zhang En telah menerobos ke Alam Dewa! Patriark, haruskah kita-!!”
Sebelum Ye Wong bisa menyelesaikan apa yang akan dia katakan, raungan marah Ye Nong bergema di aula itu, mirip dengan singa gila, “Apakah masing-masing dari kalian menganggapku bodoh? Apakah kalian berpikir bahwa aku adalah anak kecil yang baru berusia satu tahun dan membuat aku percaya bahwa Zhang En itu benar-benar membunuh Mo Chan dalam serangan singkat?! Baru berapa dekade telah berlalu, kalian ini ingin memberi tahuku bahwa semua orang-orangnya menjadi kultivator Alam Dewa ?!”
Semakin Ye Nong berteriak, semakin marah dia, jarinya bergetar karena marah saat suaranya menggelegar ke telinga keempat tetua itu, “Apakah kalian orang paling tolol dan jodoh, atau aku? Sialan kalian, pergi dari hadapanku sekarang juga..!”
Keempat tetua itu berjuang ingin mengatakan sesuatu.
"Patriark, aku pikir Zhang En akan segera muncul di Dunia Wuyan kita, haruskah Keluarga Ye kita ...?" Ye Mai tidak bisa menahan diri untuk tidak mengingatkan Ye Nong. Sepanjang waktu dia melarikan diri dari Dunia Asal Zhang En, dia telah diganggu oleh perasaan tidak nyaman.
Ye Nong tertawa terbahak-bahak setelah mendengar peringatan Ye Mai,, "Apa kau ingin katakan kepadaku adalah bahwa Zhang En itu berani datang ke Dunia Wuyan kita?"
Ye Nong mencibir, “Jadi bagaimana jika dia tidak seseorang yang punya latar belakang belaka? Itu tidak perlu. Tidak peduli identitas apa yang dia miliki, ada Klan Li yang mendukung kita, tidak ada alasan klan kita untuk takut padanya.”
Ye Mai dan Ye Wong ingin mengatakan sesutu lagi tetapi diusir oleh Ye Nong yang sedang kesal atas pernyataan mereka yang menurutnya tidak masuk akal.
“Sekelompok tetua sampah klan!”
Setelah keempat tetua itu pergi, Ye Nong mendengus dingin. Sepertinya dia perlu menyelidiki apa yang terjadi di Dunia Asal Zhang En. Untuk penjelasan Ye Mai dan tetua lainnya, mengklaim bahwa Zhang En membunuh Mo Chan dan semua tetua lainnya, dia tidak percaya sepatah kata pun apa yang keempat orang itu laporkan.
__ADS_1
Meskipun dia samar-samar merasa bahwa identitas Zhang En mungkin tidak sesederhana yang dia duga pada awalnya, Ye Nong tidak terlalu memikirkannya.
Pada saat ini, seorang tetua berjalan ke aula, dengan hormat memberi tahu, "Patriark, Tuan Muda Li Zhu meminta untuk bertemu denganmu."
Mendengar ini, Ye Nong hampir melompat berdiri karena terkejut, dia llu bergegas ke salah satu bangunan yang telah didekorasi.
Melewati setiap koridor kediaman Klan Ye, dengan langkah cepat, dia akhirnya tiba di salah satu ruangan tertentu.
Ye Nong mempercepat langkahnya dan setelah sampai, dia berdiri di depan Li Zhu dengan hormat, dengan memasang senyum lebar di wajahnya, "Tuan Muda Zhu."
Li Zhu mendengus, mengangkat kelopak matanya sedikit saat dia bertanya, "Apa tentang dari masalah yang aku suruh telah kau periksa?"
Ye Nong dengan cepat menjawab, “Kami sudah menemukannya. Ramuan Es yang Tuan Muda Zhu inginkan berada di satu pulau di Laut Dewa Selatan. Namun, racun es yang tebal menyelimuti pulau itu sepanjang tahun. Terkontaminasi sekecil apa pun dengan racun itu sudah cukup untuk membuat seorang kultivator Alam Dewa Surgawi menjadi tumpukan nanah, oleh karena itu, kita harus menunggu sampai racun itu menyebar sedikit sebelum masuk ke pulau”
Alis Li Zhu berkerut dalam, “Racun Es ? Lalu berapa lama kita harus menunggu lagi? Tuan Muda ini tidak akan tinggal lama disini.”
Ye Nong buru-buru meyakinkan, “Tidak akan lama. Paling beberapa hari lagi! Paling lama dua sampai lima hari lagi, dan racun es itu akan menyebar.”
Li Zhu mengangguk, "Jika seperti itu, maka Tuan Muda ini akan tinggal selama lima hari lagi di Dunia Wuyan kalian."
Ye Nongagak tersendat dan ragu-ragu, seolah-olah ada sesuatu yang ingin dia katakan.
__ADS_1
"Bicaralah, apa lagi?" Alis Li Zhu terangkat dan bertanya.
"Ini, tentang ..." Ye Nong sangat berhati-hati saat dia mulai menjelaskan, "Mematuhi perintah Tuan Muda Zhi sebelumnya, kami telah mempercepat produksi senjata perang dan atmor setiap hari tanpa lelah, tetapi beberapa hari yang lalu, seseorang telah datang mencuri jutaan senjata dan armor yang telah kami produksi dengan usaha yang melelahkan.” Pada akhirnya, Ye Nong melirik diam-diam ke arah beberapa tetua Klan Li di sekitar Li Zhu.