
Murid elit yang baru datang ini melihat tindakan Zhang En dan sedikit terpana. Dia kemudian mendekati Zhang En dengan ekspresi aneh di wajahnya saat mengamati dan berkata, "Apakah rekan dao baru saja dipromosikan menjadi murid elit?"
Melihat ekspresi wajah murid yang baru datang ini, Zhang En segera tahu bahwa murid elit ini tidak tahu siapa dia. Meskipun sebagian besar para petinggi dari Sekte Roh Api mengenalinya, itu tidak berarti bahwa semua murid Sekte Roh Api juga mengenalinya. Oleh karena itu, sangat normal bagi beberapa murid luar, murid dalam, dan murid elit untuk tidak mengetahui siapa Zhang En.
"Benar," Zhang En mengangguk.
"Tidak mengherankan kalau kau tidak tahu akan hal itu," Ucap murid itu, "Puncak ini milik Faksi Kura-kura."
Alis Zhang En berkerut bingung mendengar perkataanya, "Faksi Kura-kura...?"
Murid di didepan Zhang En menatapnya seperti dia baru saja merangkak keluar dari batu di suatu tempat, “Kau tidak tahu tentang Faksi Kura-kura? Faksi Kura-kura adalah perkumpulan yang dibuat oleh Kakak Senior Fu Jiao. Mayoritas murid elit sekte kita adalah anggota faksi kura-kura, dan Kakak Senior Fu Jiao adalah Pemimpin Faksi. Tidak hanya menguasai puncak gunung ini, bahkan dua puluh puncak di sekitarnya semuanya milik Faksi Kura-Kura!”
Saat murid ini berbicara, dia menunjuk ke daerah sekitarnya yang terdiri dari lebih dari dua puluh puncak gunung. Puncak-puncak itu sangat mirip dengan yang dipilih Zhang En untuk dirinya sendiri, dengan energi spiritual yang banyak dan pemandangan yang indah.
Kerutan dalam muncul di dahi Zhang En "Fu Jiao benar-benar berani membuat faksi sendiri di dalam sekte, bukankah para petinggi sekte tidak mempermasalahkan hal ini?"
Murid itu menggelengkan kepalanya dengan senyum masam, menjawab, “ Fu Jiao adalah murid wakil master sekte kita, siapa yang berani mempermasalahkannya? Selain itu, sekte kita juga tidak memiliki aturan yang melarang seseorang melakukannya. Dua puluh puncak ini dikuasai oleh Fu Jiao, maka tidak ada murid elit manapun yang berani membuka tempat tinggal kultivasi mereka di sini. Beberapa tahun yang lalu, ada juga murid elit yang baru dipromosikan yang tidak tahu aturan ini, memilih puncak di ini, dan membuka tempat kultivasinya, apakah kau ingin tau apa akhirnya..?" Ucapnya sambil menahan kalimatnya sebentar.
Dia lalu menambahkan"Kedua lengan murid itu dipatahkan, lalu tubuhnya dibuang ke gua yang banyak ular berbisa, menanggung siksaan jutaan gigitan ular selama satu bulan penuh." Ucap murid itu menggigil tanpa sadar ketika dia menggambarkannya, “Aku menyarankan agar kau untuk pergi dengan cepat dari sini sebelum orang-orang dari faksi itu datang kesini. Pada saat mereka datang kesini, kau tidak akan dapat melarikan diri bahkan jika kau mau.!”
Zhang En tersenyum sedikit dan memasang wajah dengan acuh tak acuh, menunjukkan bahwa dia tidak peduli. Sebagai gantinya, dia bertanya, "Bolehkah aku tahu namamu..?"
__ADS_1
"Fei Yang." Murid itu menjawab, lalu mendesak Zhang En untuk segera pergi dengan cemas, “Rekan Dao, cepat pergi, orang-orang dari Faksi Kura-kura sedang menuju ke sini! Kenapa kau masih tidak pergi? Begitu mereka menangkapmu, mereka akan benar-benar mematahkan tanganmu dan melemparkanmu ke dalam gua ular beracun, mereka tidak peduli dari latar belakang keluarga mana kau berasal..”
Zhang En sedikit memutar lehernya ke arah lain, melihat lebih dari belasan bayangan yang terbang di kejauhan. Sepertinya orang-orang ini adalah anggota Faksi Kura-Kura yang dikatakan murid ini barusan.
Tidak lama setelah itu, sekelompok orang telah mencapai tempat di mana Zhang En berada. Wajah Fei Yang menegang melihat wajah para pendatang baru ini.
Di antara belasan orang ini, orang yang memimpin di depan adalah salah satu murid elit pengawas Faksi Kura-Kura, Chen Ming, seorang kultivator di ranah puncak Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap akhir. Murid lain bersamanya juga tidak lemah dan dianggap kuat bahkan di antara para murid elit, masing-masing dari mereka memiliki kekuatan di Alam Dewa Bintang Dua.
Saat mereka tiba, Chen Ming melirik beberapa ratus meter tanah kosong gunung di bawah. Dia kemudian berbalik untuk melihat Zhang En dengan wajah mengancam, “Bocah, kau adalah murid elit yang baru dipromosikan, apakah aku benar? Sudah lama sejak ada orang yang berani membuka tempat kultivasi mereka di puncak yang dikuasai oleh Kakak Senior Fu Jiang, kau benar-benar memiliki nyali yang besar. ”
Di belakangnya, sekelompok murid elit juga menunjukkan beberapa senyum jahat.
"Fei Yang, menyingkir dari hadapanku!" Chen Ming mengangkat kepalanya, memarahi, "Apakah kau ingin aku melemparkanmu ke dalam gua ular juga?"
Fei Yang langsubg gemetar, mulutnya tampak bergerak seolah-olah dia ingin mengatakan lebih banyak. Tetap saja, tidak ada kata-kata yang dia ucapkan saat dia mundur ke samping, tetapi dia tidak pergi dari situ.
Perhatian Chen Ming kembali terarah pada Zhang En, “Bocah, apakah kau akan mematahkan kedua tanganmu sendiri atau kau ingin kami yang melakukannya? Jika kau melakukannya sendiri, kau akan mendapatkan hukuman setengah bulan penyiksaan di gua ular, tetapi jika kau membuat kami melakukannya, maka bersiaplah untuk menghabiskan satu bulan penuh disana...!"
Zhang En memasang ekspresi tenang saat di menjawab, “Jika kalian mematahkan lengan sendiri, maka kalian semua bisa pergi dari hadapanku. Jika kau membuat aku melakukannya, aku tidak hanya akan mematahkan kedua lenganmu, aku bahkan akan menghancurkan kalian disini..!
Mereka semua tercengang sesaat mendengar perkataan Zhang En. Kemudian, ekspresi semua anggota Faksi Kura-Kura yang baru datang ini berubah menjadi ganas.
__ADS_1
"Sialan, kau mencari kematian!" Salah satu anggota kelompok mereka melompat keluar, mengarahkan pukulan mematikan kepada Zhang En.
Kekuatan besar berguling dari tinjunya, kekuatan murid ini berada di tingkat ranah Alam Dewa Sejati Bintang Dua tahap awal.
Zhang En bahkan tidak melihat ke arah murid yang akan menyerangnya, dengan santainya, dia mengangkat tangannya dan membalas dengan tinjunya.
Murid ini mencibir keras melihat bahwa seorang murid elit yang baru dipromosikan benar-benar berani menghadapi serangannya secara langsung, "Dasar bodoh yang tidak tahu apa itu kematian!"
Di antara tawa liar yang menggema dari anggota murid lainnya, dua tinju bertemu dan bertabrakkan.
BOOMMMMM!!!
Hampir seketika, wajah mereka semua terpelintir ketakutan, dan pada saat berikutnya serangkaian suara patah tulang terdengar saat daging di tangan murid rekan mereka yang menyerang Zhang En dihancurkan menjadi kabut darah, tulang putihnya bisa terlihat hancur dan terkoyak inci demi inci, lalu seluruh tubuhnya terlempar seperti meteor yang jatuh ke atas tanah.
Duaarr!!!
Getaran hebat menjalar dipermukaan tanah yang retak, memecahkan batu-batu besar disekitarnya.
Untuk sesaat, Chen Miing dan kelompoknya langsung merasa bingung seperti patung. Salah satu anggota mereka menggosok matanya, memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan apa yang dilihatnya.
#1 chapter lagi menyusul 🙏#
__ADS_1