Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 92. Keributan Ditengah Perjalanan


__ADS_3

Setelah itu, Zhang En menyuruh Jiang Tianhua dan Chen Xiaotian untuk mengawasi gerakan Sekte Sembilan Iblis, dia mengirim Jiang Tianhua, Chen Xiaotian, dan beberapa orang untuk ikut bersama mereka.


Setelah Jiang Tianhua, Chen Xiaotian, dan yang lainnya pergi, Zhang En kemudian memasuki Kuil Gunung Dewa lalu mengambil setetes cairan ramuan Buddha dan mengkomsusinya, kemudian dia berkultivasi untuk memulihkan kekuatan spiritualnya yang telah habis.


•••


Keesokan harinya, Zhang En sedang berdiri di sebuah halaman kecil setelah keluar dari Kuil Gunung Dewa sambil menikmati sinar matahari pagi yang muncul di cakrawala sambil mengeluarkan napas berat.


Beberapa saat kemudian, Zhang En meninggalkan halaman kecil itu dan tiba di aula besar Sekte Prnyihir Langit. Dia memanggil Chen Xiaotian dan bertanya tentang pergerakan terakhir dari Sekte Sembilan Iblis. Chen Xiaotian menjawab dan melaporkan semuanya dengan hormat.


“Kau bisa pergi. Aku akan keluar sebentar untuk jalan-jalan di luar.” Ucap Zhang En. Dia telah berada didalam Kota Kematian selama beberapa bulan dan belum melihat-lihat situasi kota itu. Karena itu, Zhang En berencana untuk berjalan-jalan dan bersantai sejenak menyegarkan pikirannya.


"Tuan Muda ingin keluar?" jawab Chen Xiaotian, lalu dengan cepat dia kembali mengatakan, "Maka, bawahan ini akan menemani Tuan Muda."


ZhangEn menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu, aku akan baik-baik saja walaupun keluar hanya sendirian." Jika Chen Xiaotian mengikutinya, itu pasti akan menarik perhatian Sekte Sembilan Iblis.


Tampaknya Chen Xiaotian juga memikirkan hal ini, "Lalu, haruskah aku menyuruh dua murid untuk menemani Tuan Muda?"


Memikirkan masalah ini, Zhang En mengangguk setuju, "Kalau begitu kau pergi untuk mengaturnya."


Chen Xiaotian kemudian pergi untuk memilih dua murid untuk menemani Zhang En. Sebelum pergi, Chen Xiaotian secara khusus mengingatkan kedua murid itu bahwa setiap perintah dari Zhang En adalah perintahnya juga.


Dengan begitu, ditemani oleh dua murid Sekte Penyihir Langit yang ikut bersamanya dapat mengurangi banyak masalah dalam perjalanannya.


Meskipun kedua murid itu bingung tentang identitas Zhang En, tidak ada yang berani menanyakannya terlalu banyak. Beberapa saat kemudian, Zhang En meninggalkan Sekte Penyihir Langit dengan dua murid mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


°°°


Saat mereka bertiga sedang berjalan, keributan terjadi di depan mereka, para pejalan kaki di jalan bergegas menghindar ke samping. Mata Zhang En menyipit saat dia melihat lebih dari selusin murid Sekte Sembilan Iblis terlihat sombong di jalan saat menuju ke arahnya, dipimpin oleh seorang pria muda yang ada dibarisan depan kelompok itu. Pemuda itu dengan ringan mengipasi dirinya dengan kipas yang terbuat dari baja.


Melihat pakaian dan penampilan pemuda itu, Zhang En sudah menebak bahwa pemuda itu pasti dari Sekte Sembilan Iblis, putra Patriak Hu Han, bernama Hu Sheng.


Menurut apa yang dikatakan Chen Xiaotian dan Jiang Tianhua, Hu Sheng ini tidak suka ketika melihat pemuda lain yang lebih tampan dari dirinya, yang merupakan alasan utama mengapa Kota Kematian saat ini hanya memiliki begitu sedikit pemuda yang tampan.


Zhang En menghela nafas panjang, dia tidak berharap akan bertemu dengan orang ini saat dia baru saja keluar untuk berjalan-jalan.


“Gadis itu tidak terlalu buruk.” Hu Sheng menunjuk seorang gadis muda tidak jauh dari dekatnya.


Beberapa murid di sekitar Hu Sheng segera mengerti apa maksud Tuan Muda mereka. Detik berikutnya, dua di antara kelompok itu pergi dan mencegat gadis muda itu. Gadis muda itu tampak berusia sekitar tujuh belas hingga delapan belas tahun, dan gadis itu terlihat sedang ditemani oleh seorang pria muda berusia dua puluhan.


Murid itu melangkah maju dan meraih pakaian gadis muda itu dan menyeretnya saat mereka berjalan ke arah Hu Sheng.


Pemuda itu ingin melangkah maju untuk menghentikan murid itu, tetapi dia kurang memiliki keberanian. Yang bisa dia lakukan hanyalah memohon dari samping, “Aku mohon, tolong biarkan Xinlan pergi, dia adalah istriku. Kami dari Sekte Perisai Bayangan."


“Sekte Perisai Bayangan…?” Murid Sekte Sembilan Iblis mencibir dengan sombong, "Jadi, kalian dari Sekte Perisai Bayangan dari Kota Misterius."


Kota Misterius terletak sangat dekat dengan Kota Kamatian, namun, Sekte Perisai Bayangan hanyalah salah satu sekte kecil Kota Misterius, kekuatannya bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Sekte Penyihir Langit. Jadi, Hu Sheng tidak terlalu memperhatikannya.


Murid Sekte Sembilan Iblis itu sudah menyeret gadis muda Xinlan sampai dia berada di depan Hu Sheng.


Hu Sheng mencubit wajah gadis muda itu dengan jari-jarinya sehingga dia bisa melihat wajahnya dengan baik. Dia mengangguk disertai dengan senyum tipis, "Tidak buruk, halus dan cerah, sangat cantik." Selesai memeriksa gadis itu, Hu Sheng melihat ke arah pemuda suami dari wanita itu, lalu dia berkata, "Karena dia adalah istrimu, aku tidak akan mempersulitmu."

__ADS_1


Mendengar perkataan Hu Sheng, wajah pemuda itu menjadi cerah, tetapi pada saat Hu Sheng melanjutkan kalimatnya, "Selama dia menemaniku selama tiga malam, aku akan membiarkannya pergi."


Sukacita di wajah pemuda itu lenyap tanpa jejak, berubah menjadi buruk, terutama ekspresi gadis muda itu, seolah-olah dia jatuh ke dalam jurang neraka, "A-aku tidak mau, aku mohon. Ayahku adalah Penatua dari Sekte Perisai Bayangan." Gadis muda itu diam-diam mengumpulkan Qi pertempuran di telapak tangannya saat dia mengatakan hal itu, tetapi, saat dia bergerak ingin memukul Hu Sheng, tangannya telah terjepit di bawah cengkeraman tangan kuat Hu Sheng.


"Tetua Sekte Perisai Bayangan?" Hu Sheng tertawa terbahak-bahak mengejek. Pada saat berikutnya, tangannya yang satu lagi merobek bagian depan pakaian gadis muda itu dari dada sampai ke bawah, memperlihatkan tubuh telanjang gadis muda itu. Dua puncak gunung yang telihat montok bergoyang saat gadis muda itu gemetaran.


Dia berteriak dan berusaha ingin menutupi bagian atas tubuhnya. Sayangnya, kedua tangannya telah terkunci dalam genggaman erat murid Sekte Sembilan Iblis lainnya.


"Xinlan!" Suaminya berteriak keras sambil mendekatinya. Ketika dia mencoba untuk mendekat, seorang murid Sekte Sembilan Iblis langsung memukulnya sehingga membuatnya terpental kebelakang dan mendarat di atas sudut jalan tidak jauh dari tempat Zhang En berdiri.


Hu Sheng lalu memandang gadis muda itu, "Itu tidak akan membantumu, bahkan jika ayahmu adalah Patriark Sekte Perisai Bayangan, belum lagi jika dia hanya seorang Tetua belaka, mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa. Sekarang aku memberi dua pilihan; satu, kau memilih untuk menemaniku selama tiga malam. Yang ke dua, atau aku akan membiarkan bawahanku menyentuhmu sesuka hati mereka saat ini juga."


Ketika Hu Sheng mengatakan hal itu, dua puluh orang lebih murid dari Sekte Sembilan Iblis yang ada disekitarnya tertawa terbahak-bahak, mata mereka bersinar dengan sangat bernafsu menjelajahi tubuh gadis muda itu.


Orang-orang di jalanan menyaksikan kejadian itu dari jauh, tidak ada yang berani untuk membantu pasangan muda-mudi itu.


Zhang En mengangkat kedua kakinya dan berjalan ke arah gadis muda itu. Dia bukanlah orang yang suka ikut campur dalam urusan orang lain, tapi karena dia ada disini, maka dia juga tidak akan mengabaikannya. Dia selalu merasa muak terhadap orang mesum yang penuh dengan nafsu yang cenderung psikopat seperti Hu Sheng.


Dua murid Sekte Penyihir Langit yang menemani Zhang En menjadi panik saat memperhatikan tindakan Zhang En. salah satu dari kedua murid itu buru-buru mengangkat tangan untuk memblokir langkah Zhang En, "Tuan Muda Zhang, lebih baik kita pergi dari sini."


“Benar Tuan Muda Zhang. Kelompok ini dari Sekte Sembilan Iblis, pemimpinnya adalah putra Penguasa Sekte Sembilan Iblis, Hu Sheng. Sekte Penyihir Langit tidak bisa memprovokasi mereka apa lagi ikut campur dalam masalah semacam ini." Murid yang satunya juga ikut berbicara untuk membujuk Zhang En.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like dan Vote!


__ADS_2