
Hal ini sama saja dengan menampar wajah seluruh suku beastmen, tidak menempatkan Raja Dewa Binatang baru Zhang En di mata mereka.
Sebelumnya, Zhang En telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Kuil Sembilan Naga setelah hal-hal di sini diselesaikan, tetapi dia tidak menyangka bertemu dengan seseorang dari Kuil Sembilan Naga di sini.
"Ular kecil?!"
Semua orang yang mendengar kata-kata Zhang En tadi sementara lima orang lainnya mulai menertawakan Zhang En.
Dari sudut pandang mereka, seorang pemuda dari ras manusia hanya memiliki satu ujung yang dapat diprediksi karena memprovokasi Master Aula Keenam Kuil Sembilan Naga, Shen Long.
Yensi tercengang melihat keberanian Zhang En.
Bukankah dia baru saja memberitahunya bahwa pria paruh baya ini adalah Master Aula Keenam Kuil Sembilan Naga? Tapi manusia muda ini benar-benar menganggap kata-katanya seperti angin sepoi-sepoi.
Bahkan Ratu Peri mereka memperlakukan Kuil Sembilan Naga dengan sopan.
Shen Long tertegun sejenak, meski dengan cepat sadar kembali, dia masih menunjukkan ekspresi ketidakpercayaan yang jelas dari apa yang dia dengar.
Shen Long langsung berdiri, niat membunuh membumbung tinggi, dipenuhi aura mengerikan meledak dari tubuhnya.
"Kau memang ingin mencari kematian!"
Ucapnya dan hendak menyerang Zhang En.
"Master Shen, hentikan amarahmu!"
Yensi berteriak dengan cemas.
“Bangsawan Muda ini adalah tamu terhormat yang diundang oleh Ratu kami, tolong berikan wajah kepada Ratu kami dan jangan tersinggung dengan perkataannya."
Dia mengetahui bahwa Shen Long selalu mengagumi Ratu mereka, itulah sebabnya dia menggunakan nama Ratu.
Seperti yang dia duga, mendengar bahwa Zhang En diundang oleh Ratu Peri, niat membunuh yang mengerikan secara bertahap ditekan olehnya.
Shen Long menunjuk ke arah Zhang En, “Baiklah, aku akan memberi wajah kepada Ratu Peri. Jika anak ini merangkak di sekitar aula seperti ular dan berlutut sampai semua urusanku berakhir disini, aku akan mengampuni nyawanya!"
Karena dia merasa Zhang En tidak memenuhi syarat untuk duduk bersama mereka, dia memberi hukuman hanya berlutut.
Yensi menoleh ke arah Zhang En dengan ekspresi bersalah, "Tuan Muda, Bagaimana ...?"
Kekuatan yang ditunjukkan Zhang En beberapa tahun lalu memang mengejutkannya, tetapi di mata Yensi, pemuda ini bukanlah lawan Shen Long.
__ADS_1
Sebagai ranah Dewa Surgawi puncak awal, Shen Long kalau membunuh Zhang En seperti membunuh semut.
Namun, Zhang En menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pada Shen Long, menjawab, "Memberi wajah kepada Ratu Peri, jika kau merangkak keluar dari aula ini seperti ular kecil, aku akan setuju untuk mengampuni nyawamu."
Eksoresi shok tidak bisa menggambarkan raut wajah semua orang yang menatap Zhang En.
"Kau! Biarpun Ratu Peri memohon atas namamu, sekarang kau harus mati di tanganku!!”
Tersentak kembali ke akal sehatnya, Shen Long mengeluarkan raungan amarah, tubuhnya langsung menghilang dari tempatnya.
Dalam sekejap mata, dia muncul di depan Zhang En, memukul tinju nya dengan keras ke arah Zhang En.
Wajah Yensi menjadi pucat, sudah terlambat untuk menghentikan Shen Long, dia hanya bisa melihat dari samping saat tinju Shen Long bersentuhan dengan dada Zhang En.
BOOMMM!
Ledakan teredam terdengar.
Yensi menutup matanya, tidak ingin melihat tubuh Zhang En yang tak bernyawa jatuh ke tanah.
Namun, beberapa saat kemudian, dia merasa bingung.
Selain itu, aula dipenuhi dengan keheningan yang bisa dirasakan bahkan dengan mata tertutup.
'Apa yang terjadi?'
Kebingungan dan keingintahuan menjadi satu dan dia membuka matanya.
Rahangnya ternganga karena keheranan dan ketidakpercayaan pada pemandangan di depan matanya.
Zhang En mengabaikan ekspresi terkejut dari orang di sekitarnya.
Kepalanya menunduk, melihat kepalan tangan Shen Long menempel di dadanya dengan wajah tenang, “Inikah kekuatanmu, ular kecil? Apakah kau mencoba untuk menggaruk badanku yang sedang gatal?”
Ekspresi aneh muncul di wajah semua orang mendengar kalimat Zhang En, sedangkan Shen Long memiliki seringai kemarahan dan wajah jelek.
Pada saat berikutnya, Zhang En mengangkat lengan dan mendaratkan pukulan di dada Shen Long.
BOOMMM!
Suara teredam rendah terdengar, diikuti oleh serangkaian suara teriakan.
__ADS_1
Shen Long meraung kesakitan, tubuhnya terbang keluar menabrak pilar batu besar yang ada di aula.
Pilar batu itu retak, runtuh di tubuh Shen Long menutupi tubuhnya dengan lapisan puing dan debu.
Aula itu sekali lagi menjadi sunyi senyap melihat tumpukan puing-puing batu.
Mereka semua diam-diam menarik napas dingin.
Hanya dengan atu pukulan, Shen Long dikirim terbang dan menabrak pilar batu hingga runtuh.
Master Shen Long Shen dari Kuil Sembilan Naga dan memiliki fisik tubuh yang kokoh sekuat Naga Laut benar-benar dikirim terbang hanya satu pukulan.
Yensi merasakan jantungnya berdebar-debar menyaksikan pemandangan itu.
Tubuhnya bergetar, tetapi hanya dia yang tahu apakah itu karena kegembiraan atau ketakutan. Kakinya sedikit melemah, berusaha membuat tubuhnya tidak jatuh ke lantai karena shok.
Bahkan Ratu Peri mereka tidak bisa melakukan serangan kuat seperti itu.
Meskipun Ratu mereka adalah ranah Alam Dewa Surgawi tingkat puncak akhir, kehebatan pertempuran Shen Long bisa menyaingi kekuatan Ratu mereka karena fisik naga lautnya.
Sementara yang lainnya masih tercengang, Zhang En berjalan ke arah Shen Long.
Ketika dia sudah berada di dekat Shen Long, Zhang En menginjakkan kakinya di tanah, mengangkat lapisan puing dan debu untuk mengungkapkan sosok Shen Long yang menyedihkan di bawahnya.
Sepotong demi sepotong, puing-puing itu terbang kembali dan beberapa detik kemudian, puing-puing itu menghilang dan pilar batu yang hancur berdiri di tempat aslinya seolah-olah tidak pernah hancur.
Pemandangan yang tidak dapat dipercaya ini mengirimkan gelombang besar lainnya di hati Yensi dan semua yang ada di dalam di ruang aula, sedemikian rupa sehingga mereka hampir bisa merasakan otot bokong mereka bergetar.
Karena sepengetahuan mereka, bahkan penyihir elemen tanah pun tidak bisa melakukan ini, memulihkan puing-puing ke keadaan semula.
Shen Long yang masih tergeletak di tanah, terpental bersama puing-puing ketika Zhang En menginjak kakinya di atas puin-puing pilar batu.
Puing-puing itu dipulihkan menjadi pilar batu, tetapi tubuh Shen Long jatuh dengan keras ke tanah.
Shen menjerit dan terlihat menyedihkan.
"Apakah kau masih hidup? Jika kau masih belum mati, pergilah ke sini! ” Zhang En memelototi Shen Long yang tergeletak di lantai dengan suara dinginnya.
Shen Long berjuang bangkit dari tanah secepat yang dia bisa.
Ketakutan yang tak terlukiskan memenuhi matanya saat dia menghadapi Zhang En.
__ADS_1