Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 569 - Keterkejutan Nuyan Tian


__ADS_3

Menyaksikan tindakan Zhang En, semua Tetua Klan Phoenix menggelengkan kepala dengan senyum mengejek, pikiran yang sama terlintas di benak mereka. "Manusia ini melebih-lebihkan kekuatannya sendiri. Cuihh!"


Terlebih lagi, serangan itu adalah teknik terkuat Klan Phoenix mereka, Cakar Phoenix Api milik Klan mereka. Lupakan jika serangan itu mengenai manusia manapun, bahkan binatang iblis ranah Alam Dewa Surgawi tahap akhir seperti itu Singa Api akan kesulitan menahan serangan itu.


SWOSHHHH!!!


Namun, serangan telapak tangan Zhang En yang tampaknya biasa saja benar-benar membubarkan api yang mengamuk di udara, tetapi seraangannya tidak berhenti di situ. Saat berikutnya, kekuatan telapak tangan Zhang En mengenai Tetua itu tepat di bagian dada.


DUARRRR!!!!


BOOMMM!!!


Ratapan menyedihkan terdengar di udara saat tetua itu dikirim terbang lebih dari sepuluh meter, menabrak puncak gunung kecil, dan menghancurkannya.


Semua Tetua dari Klan Burung Phoenix tercengang menyaksikan ini, tidak dapat mempercayai apa yang baru saja mereka lihat. Termasuk Nuyan Tian.


Meskipun dia curiga bahwa Zhang En mungkin tidak sesederhana yang terlihat di permukaan, dia juga tidak terlalu mementingkan kekuatan Zhang En di dalam matanya. Akan tetapi, pergantian peristiwa yang tiba-tiba ini membuat Nuyan Tian kehilangan kemampuannya untuk segera merespons apa yang sedang terjadi.


Beberapa waktu kemudian, Nuyan Tian dan Tetua lainnya akhirnya mengatasi keterkejutan mereka.


“Bocah, kau benar-benar menyerang dan melukai salah satu dari kami!!” 


WUSHHH!!!


Seorang tetua phoenix ranah Alam Dewa Surgawi tahap puncak akhir berteriak marah, niat membunuh muncul di matanya saat dia akan menyerang.


Tetua lainnya juga bersiap untuk menyerang.


"Cukup, kalian semua mundur!" Suara berwibawa Nuyan Tian terdengar.

__ADS_1


Baru saat itulah semua tetua itu berhenti, namun kemarahan mereka masih terlihat jelas, menatap Zhang En dengan enggan.


Nuyan Tian memandang Zhang En dan berkata, "Nak, aku dapat melihat bahwa kau memiliki bakat, ada harapan bagimu untuk menerobos ke ranah Alam Emas dimasa depan," Lalu dia menggelengkan kepalanya berkata lagi, "Dengan bakat seperti itu, mati di sini akan sangat disayangkan. Kau belum menembus ke ranah Alam Emas, oleh karena itu kau tidak menyadari seberapa besar kesenjangan kekuatan antara Alam Emas dan Alam Dewa Surgawi. Akan semudah membalikkan telapak tanganku jika aku ingin membunuhmu disini. Jadi, aku memberimu kesempatan, segera tinggalkan tempat ini sekarang atau aku akan membunuhmu!”


Mendengar ini, Long Xioba yang ada di dalam tubuh Zhang En tertawa terbahak-bahak dan hanya bisa di dengar Zhang En. "Burung tak tahu diri ini sangat lucu sekali. Bahkan Master Sekte Naga Langit itu sekarang bahkan akan kesulitan membunuhmu, tetapi Patriark burung ini benar-benar mengatakan bahwa membunuhmu semudah membalikkan telapak tangannya. HAHAHAA!"


Zhang En hampir tertawa saat Long Xioba berbicara di dalam pikirannya, dia lalu bertanya sebagai balasan, "Bagaimana jika aku menang dan kau kalah?"


Nuyan Tian dan semua tetua itu terdiam sesaat, lalu kemarahan mereka memuncak saat berkata.


"Bocah sombong!"


"Apa yang bocah ini katakan barusan?! Manusia ino sedang membual mengalahkan Patriark kita?"


Ini sama sekali tidak menempatkan Klan Phoenix mereka di matanya!


"Patriark, biarkan aku membunuh bocah ini!" Tetua yang ingin menyerang Zhang En sebelumnya berbicara dengan gigi terkatup.


Melihat niat membunuh pria ini, Zhang En menggelengkan kepalanya mrnjawab dengan suara yang terdengar datar, “Aku ingin memasuki Gunung kalian ini untuk menemukan sesuatu, jika aku berhasil menahan seranganmu, Klan Burungmu akan mengizinkan aku masuk ke Gunung Berapi kalian. Setelah aku menemukan apa yang aku cari, aku baru akan pergi serta membawa semua binatang iblisku pergi dari sini.!"


Mendengar Zhang En mengatakan bahwa dia hanya ingin memasuki gunung mereka untuk mencari sesuatu, Nuyan Tian dan semua tetua itu terkejut.


"Baiklah, jika kau dapat menahan satu seranganku, aku akan mengizinkanmu memasuki Gunung ini!" Nuyan Tian dengan berkata dingin setuju.


Dalam hatinya, dia menolak untuk percaya bahwa bocah manusia ranah Alam Dewa Surgawi tahap menengah ini akan dapat menahan serangannya. Begitu dia selesai bicara, api warna-warni meletus dari tubuhnya, naik ke langit.


Cahaya keemasan terang berkilauan dari api warna-warni itu, dengan bayangan burung phoenix muncul di belakang Nuyan Tian.


Tekanan luar biasa dari ahli Alam Dewa Emas melonjak, mengkhawatirkan makhluk yang ada di wilayah itu.

__ADS_1


Dari jauh, Nuyan Tian sekarang terlihat perwujudan dari seekor burung phoenix kuno.


Dipengaruhi oleh tekanan dari tubuh Nuyan Tian, para tetua itu dengan cepat mundur sejauh dua ratus meter.


Binatang iblis di belakang Zhang En juga merasakan tubuh mereka bergetar.


Rata-rata ahli ranah Alam Surgawi tahap awal dan kebawah dengan jiwa yang lebih lemah akan membuat jiwa mereka langsung hancur di bawah tekanan dari seorang ahli Alam Dewa Emas.


Meskipun kelompok binatang iblis itu merasakan takut, tanpa perintah dari Zhang En mereka tidak berani bergerak sedikit pun.


"Kalian semua menjauh." Zhang En berbicara.


"Baik tuan!" Semua binatang iblis menjawab melalui, lalu terbang ke tempat yang aman.


Zhang En melompat dari punggung Singa Api, berdiri tinggi di udara, menghadap Nuyan Tian pada ketinggian yang sama.


Meskipun tekanan Nuyan Tian sangat kuat, tapi kekuatan jiwa Zhang En tidak lebih lemah dari seorang Ahmi Alam Emas. Dia tidak terpengaruh oleh tekanan yang datang dari Nuyan Tian ini sedikit pun.


Melihat ini, Nuyan Tian tercengang ketika dia mendengar sekelompok binatang iblis ini menyebut manusia sebagai Tuan mereka. Dia awalnya berpikir bahwa Zhang En mungkin telah mencapai kesepakatan kerja sama dengan binatang iblis ini untuk beberapa keuntungan, namun binatang iblis itu benar-benar memanggilnya Tuan. Yang paling mengejutkannya adalah bahwa bocah manusia ini memiliki keberanian untuk menghadapinya sendirian, tidak sedikit pun terpengaruh oleh tekanannya.


'Bagaimana ini bisa terjadi?!' Ucap Nuyan Tian dalam hati.


Sementara Nuyan Tian terperangkap dalam keterkejutannya sendiri, Zhang En dengan tenang berkata, "Silakan serang aku."


Nuyan Tian langsung dibuat tersentak dari pikirannya. Matanya menyipit ketika menatap Zhang En lagi, tetapi dia tidak segera menyerang.


Pada saat ini, dia menyadari bahwa dia telah meremehkan bocah manusia ini. Awalnya, dia berencana menggunakan 10% dari kekuatannya, tetapi sekarang dia berubah pikiran. 


WUSHHH!! Tekanan dari tubuhnya meningkat lagin

__ADS_1


Api dari tubuhya membubung tinggi ke langit, menembus lapisan awan saat mereka membentuk lautan api di belakang Nuyan Tian.


__ADS_2