
Meskipun dia mengatakan telah mengirim pesan untuk memanggil bala bamtuan, Deng Tong melihat sudut mulut Zhang En melengkung dengan senyum mengejek sambil bertukar pandang dengan Zhao Shu dan Zhang Fu.
Pada saat Zhang En berlatih di dalam Kuil Gunung Dewa selama beberapa bulan ini, wawasan tentang kekuatan pengikat Tapak Buddha - Cincin Pengikat Dewa semakin dalam. Sebelum mereka muncul di depan Wang Gang dan Deng Tong, dia telah mengikat hukum ruang di sekitarnya, memblokir semua koneksi dari dalam untuk tidak bisa diketahui orang luar. Jadi, dia sama sekali tidak merasa khawatir soal Chen Tianqi.
Zhang En memandang Deng Tong saat dia perlahan melangkah ke arahnya.
Terlepas dari kesombongannya sebelumnya, Deng Tong secara tidak sadar mundur melihat Zhang En datang ke arahnya. Dia dengan keras menganggap kekuatan Zhang En benar-benar lemah dan tidak menempatkan Zhang En di matanya, namun saat berhadapan langsung dengan Zhang En secara langsung, ketakutan muncul di hati Deng Tong.
"Mari bertarung denganku dan keluarkan semua kekuatanmu." Zhang En berkata dengan ekspresi dingin.
“Kau hanya punya satu kesempatan.” Sambung Zhang En.
Teriakan tiba-tiba terdengar dari Deng Tong, tekanan auranya melonjak marah saat paus raksasa muncul di atas kepalanya. Itu adalah semangat bela diri Deng Tong, Paus Raksasa. Paus Raksasa adalah binatang langka dari era terpencil, roh bela diri kelas sebelas.
Deng Tong tidak membuang waktu, langsung bertransformasi jiwa saat roh bela dirinya muncul, hal itu langsung mempengaruhi aliran udara di seluruh aula dan menyebabkan ruangan itu di ubah seperti lautan air laut, bahkan mengeluarkan sedikit bau laut yang terasa asin.
Seolah-olah semua orang di aula itu telah dipindahkan ke dalam lautan yang sangat dalam.
Ini adalah kemampuan bawaan Roh beladiri Paus Raksasa , menaturalisasi lingkungan asing untuk menjadi wilayahnya. Ketika lingkungan sekitarnya berubah, itu secara signifikan meningkatkan kekuatan Deng Tong dan pada saat yang sama, dapat melemahkan kekuatan lawan.
“Zhang En, apakah kau punya nyali untuk melawanku dengan mengandalkan kekuatanmu sendiri ?!” Keinginan untuk bertempur membara di mata Deng Tong, "Tanpa menggunakan Kumbang Mayat Beracun atau teknik Harta Karun surgawi!"
ZhangEn hanya menjawab, "Jangan banyak bicara. Serang aku kalau kau mampu." Bahkan Zhang En tidak memanggil roh bela dirinya.
Melihat bahwa Zhang En bahkan tidak memanggil roh bela dirinya, kemarahan membara dihati Deng Tong karena merasa dihina oleh Zhang En.
Paus Pelahap!
Dia berteriak dan rahangnya terbuka lebar seolah-olah dia akan menelan seluruh tubuh Zhang En. Kekuatan melahap yang kuat menarik segalanya ke arah Deng Tong.
Meskipun demikian, Deng Tong melihat Zhang En berdiri kokoh di bawah kekuatan hisapnya yang kuat, bahkan ujung jubahnya tidak berkibar sedikit pun.
__ADS_1
Deng Tong terkejut.
Sementara Deng Tong tenggelam dalam keterkejutannya, Zhang En bergerak dengan tangan kanan terkepal.
BOOMMM!
Hanya dengan satu pukulan, secara akurat mengenai wajah Deng Tong.
Suara patah tulang bergema di udara. Detik berikutnya, Deng Tong terlempar ke udara dan merobohkan pilar batu di aula dan terus menabrak ke dinding di belakangnya. Puing-puing dari dinding jatuh ke lantai.
Deng Tong berusaha keras untuk bangun. Semua orang di dalam aula itu dapat melihat dengan jelas bahwa sebelah kanan wajahnya telah hancur, matanya bengkok, mulut bergerak ke samping, dan seluruh lehernya terpelintir kesamping kiri.
Zhang En mendekat dengan ekspresi wajah yang terlihat dingin.
Telapak Tangan Beruang Gila!
Aura Qi yang dahsyat mengarah kepada Zhang En dari belakang. Menyaksikan murid tertuanya jatuh dalam posisi yang tidak menguntungkan, Wang Gang tidak bisa lagi berdiri diam dan menyelinap menyerang Zhang En dari belakang.
Saat Zhao Shu dan Zhang Fu hendak membantu, Zhang En sudah berbalik, memblokir serangan Wang Gang dengan telapak tangan. Sebuah cahaya keemasan menerangi aula saat energi Buddhisme memenuhi udara.
Sebuah ledakan keras keembali bergema didalam aula, selanjutnya terdengar tangisan menyakitkan Wang Gang saat dia dikirim terbang, seperti muridnya sebelumnya dan akhirnya jatuh dengan keras ke lantai.
Wang Gang terus menerus memuntahkan darah saat tubuhnya mendarat keras di lantai.
"Guru!" Deng Tong berteriak tak percaya. Gurunya adalah ahli ranah Pertapa Dewa tingkat tinggi, namun Gurunya gagal menahan satu serangan telapak tangan dari Zhang En! Selain itu, Zhang En bahkan tidak memanggil roh bela dirinya.
Pada saat ini, Deng Tong akhirnya mengerti bahwa Zhang En yang asli bahkan lebih menakutkan daripada rumor yang beredar selama ini.
Tatapan dingin Zhang En tertuju pada Wang Gang, "Wang Gang, mengingat kontribusi yang kau buat untuk Gerbang Naga selama beberapa ratus tahun terakhir, aku memberi kau kesempatan lagi, tunduk kepadaku mulai sekarang dan aku akan mengampuni hidupmu."
Wang Gang tersenyum menjawab, “Zhang En! Aku hanya setia kepada Penguasa Chen, aku tidak akan pernah tunduk kepadamu, Pemimpin Domain lainnya juga sama, kami semua setia dan hanya akan melayani Penguasa Chen. Kau ingin menjadi Penguasa Gerbang Naga, kan? Itu adalah hal yang mustahil!"
__ADS_1
Pada saat kata terakhir Wang Gang terdengar, Zhang En lalu mengangkat satu jarinya, Jari Jiwa Mutlak telah menembus kepala Wang Gang.
Darah muncrat seperti air mancur mengenai lantai. Mata Wang Gang seperti orang kaget sebelum matanya redup dan jatuh.
Mungkin Wang Gang berasumsi bahwa Zhang En tidak akan membunuhnya dengan mudah.
Dengan bodohnya Deng Tong menatap mayat Gurunya, Wang Gang.
Dia menatap Zhang En dengan ketakutan di matanya yang semakin terlihat jelas. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia merasakan nyawanya di ujung kematian.
Apalagi saat Zhang En menatap lurus ke arahnya.
“Zhang En, jangan bunuh aku, aku, aku bisa tunduk padamu!” Deng Tong mengatakan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan saat ini.
Zhang En mencibir, “Bukankah sebelumnya kau membual bahwa Penguasa Chen telah merencanakan semuanya dengan baik dan semua kekuatan di Benua Awan Bintang ini akan ditaklukkan olehnya cepat atau lambat? Mengapa sekarang kau begitu rela mengkhianati Penguasa Chen?"
Deng Tong tidak tahu harus menjawab apa. Dia menyadari bahwa Zhang En mendengar semua yang mereka katakan antara dia dan gurunya.
Zhang En mengangkat tangannya lagi.
Wajah Deng Tong menyusut ketakutan dan siluetnya menghilang ingin melarikan diri, namun, saat dia bergerak, bayangan jari mutlak Zhang En telah menembus tengkorak kepalanya.
Melihat kedua mayat itu, Zhang En memindahkan tubuh mereka ke dalam Pagoda Gunung Dewa untuk dimakan oleh koloni Kumbang Mayat Beracun sehingga mereka dapat terus berkembang.
Setelah itu, bersama dengan Zhao Shu, Zhang Fu, dan Xiao Tian, mereka berempat menghilang dari dalam gedung aula itu.
Meninggalkan Kota Buji, Zhang En tidak segera langsung menuju ke markas Gerbang Naga, sebaliknya, mereka mengunjungi cabang Gerbang Naga yang lain yang ada di sekitar wilayah Laut Bunga Persik.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote!