Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 108. Kumbang Racun Hitam


__ADS_3

Mengikuti dari belakang kedua orang itu, Zhang En sampai di halaman kecil yang tampak sepi yang terletak di salah satu lokasi yang lebih terpencil di sudut kota Kekaisaran Awan Putih. Kedua pria itu terlihat akan memasuki halaman kecil itu.


Dengan perasaan yang ragu-ragu, Zhang En mengikuti mereka dengan tenang, menempelkan dirinya di atas atap. Ketika suara kemarahan dan suara pertempuran terdengar di depan. Zhang Enblalu melihat ke bawah.


Di halaman bawah, empat orang sedang saling berkelahi, dua di antaranya adalah orang-orang yang dia ikuti tadi, sedangkan dua lainnya adalah dua orang wanita yang muda dan tidak terlalu tua.


Zhang En terus memperhatikan kedua pria itu saat melambaikan tangan mereka dan dua bayangan hitam kecil terbang ke udara, di saat berikutnya, kedua wanita itu pingsan dan jatuh ke lantai. Itu terjadi terlalu tiba-tiba dan Zhang En sudah terlambat untuk menghentikannya.


Setelah kejutan kecil itu, Zhang En memusatkan perhatian pada bayangan hitam yang sedang terbang di udara saat kedua bayangan hitam kecil itu terbang kembali ke tangan kedua pria itu. 


Di bawah sinar bulan, dua serangga kecil seperti cacing hitam terlihat, dengan karapas hitam tinta yang memantulkan sinar bulan dan mata hijau berbentuk manik-manik kecil.


"Kumbang Racun Hitam" Zhang En terkejut.


Kumbang ini adalah varian dari kumbang beracun. Jika dia menggigit, seluruh tubuh akan mati rasa, pusing, dan bahkan pingsan, berlangsung selama satu jam. 


Jika tidak segera diberi penawar kepada korban, maka daging korban akan membusuk dengan rasa sakit yang sangat menyiksa tubuh mereka. Dia tidak menyangka bahwa kedua pria ini benar-benar memelihara Kumbang Racun Hitam semacam ini.


Di sisi lain, kedua pria itu lalu menyimpan kumbang beracun dan mendekati kedua wanita yang sudah pingsan dilantai, dengan mata penuh nafsu melihat seluruh tubuh mereka.


Di bawah sinar bulan serta udara yang terasa dingin, kedua wanita itu tampil lebih memikat dan cantik. Lekuk tubuh dan kulit putih mereka memancarkan godaan yang tak bisa dijelaskan.


"Tidak heran Tuan Muda memerintahkan kita untuk tidak membunuh kedua wanita ini." Salah satu pria itu berbicara dengan cabul, "Bahkan aku tidak tega menyakiti dua wanita cantik mungil ini."

__ADS_1


Pria lain berjongkok di samping wanita yang terlihat masih muda, tangannya dengan kasar menyentuh dada wanita itu sebelum memijatnya dengan sepenuh hati, dan berkata, "Cukup besar, teksturnya bagus juga, sangat lembut dan nyaman." tangannya lalu meluncur ke bawah saat mengatakan itu, berencana menjelajahi bagian bawah tubuh wanita muda itu.


“Sudah cukup, Tuan Muda menginginkan kedua wanita ini, kita perlu membawa mereka kepadanya secepat mungkin. Kalau tidak, jika Tuan Muda melihat apa yang kau lakukan ini, kau pasti tahu akibatnya."


Setelah mendengar ancaman temannya, baru kemudian pria itu menghentikan tindakannya.


“Yakinlah, begitu Tuan Muda sudah bosan dengan mereka, dia akan memberikan mereka kepada kita, kaubdapat bermain sesuka hati saat itu.” Keduanya kemudian menunduk kebawah untuk menggendong kedua wanita tersebut, ingin meninggalkan halaman kecil itu secepat mungkin.


Saat mereka segera untuk membawa kedua wanita itu pergi, sebuah bayangan menuju kearah mereka dan ada orang itu telah berdiri di depan mereka.


"Siapa?!" Melihat orang yang tiba-tiba muncul tepat di depan mereka, kedua pria itu terkejut, keduanya berteriak dengan nada yang mengancam pada saat bersamaan.


Zhang En menatap kedua pria itu dengan dingin: "Keluarkan penawarnya."


Kedua pria itu bertukar pandang dalam diam. Salah satu dari mereka berkata sambil mengejek, “Nak, kau terlalu usil dalam mencampuri urusan orang lain. Kau harus tahu, orang yang usil dalam urusan orang lain tidak memiliki akhir yang baik."


Kedua pria itu bergerak tiba-tiba sambil melambaikan tangan mereka, dan dua bayangan hitam kecil melesat ke arah Zhang En.


Melihat hal itu,, Zhang En tersenyum, Pedang miliknya muncul di tangannya dan menebas dengan kedepan. Kedua bilah memotong udara disertai suara seperti logam terdengar saat dua percikan kecil terbakar di udara mengeluarkan jeritan bernada tinggi. Dua hewan berbentuk serangga itu jatuh dan mendarat beberapa inci dari kaki Zhang En, kedua kumbang hitam itu dibelah dua oleh bilah pedang Zhang En.


"Kau!!" Melihat kumbang milik mereka terbelah menjadi dua, kedua pria itu marah dan terkejut.


"Nak, kau benar-benar berani membunuh Kumbang Racun Hitam milik kami!" Salah satu dari pria itj berteriak, sedangkan siluet rekannya terlihat melesat di udara dan tangannya memegang pedang panjang yang diarahkan ke mata Zhang En. Di bawah cahaya bulan, ujung pedang bersinar dengan warna hijau buram, ternyata terlihat jelas kalau pedang itu telah diolesi dengan racun.

__ADS_1


Zhang En berdiri tidak bergerak satu incipun dari posisinya saat dia melihat ujung pedang beracun datang ke arahnya. Ketika pria itu sudah berada beberapa inci darinya, sosok Zhang En bergerak ke samping, menghindari pedang yang hampir menyentuh kulitnya sementara Pedang di tangannya berputar lalu menggorok leher pria itu.


Pedang panjang beracun itu jatuh ke tanah saat tangan pria itu mencengkeram lehernya sendiri, dipenuhi rasa sakit dan suara putus asa saat dia merasakan darah hangat menyembur keluar merembes melalui jari-jarinya. Beberapa saat kemudian, dia jatuh ke tanah.


“Kau, kau…!” Melihat Zhang En membunuh rekannya dalam sekejap mata, dia memandang Zhang En dengan ngeri, kakinya bergerak mundur, dan berkata dengan tergagap: "Aku mohon, jangan bunuh aku, aku ..." suaranya terputus saat cahaya pedang berwarna putih terang bersinar menusuk lehernya, meninggalkan lubang berdarah di tenggorokannya.


Kemudian dia mendekati kedua tubuh yang suadah tidak bernyawa itu dan menemukan dua botol giok di balik saku mereka dan membukanya. Zhang En mengendus dan memutuskan bahwa isi botol mengandung penawar yang dibutuhkan.


Selain penawar racun, Zhang En menemukan dua manual teknik rahasia, yang satu adalah metode pembiakan Kumbang Racun Hitam dan yang satunya lagi adalah keterampilan pertempuran serangan racun.


Kedua manual itu lalu dia simpan ke dalam cincin penyimpanan miliknya. Baru setelah itu barulah dia mendekati kedua wanita itu, membuka mulut mereka dan menuangkan penawarnya ke dalam mulut mereka berdua. Penawarnya bekerja dengan cepat, tidak butuh waktu lama bagi kedua wanita itu untuk kembali sadar.


“Kau!” Ketika wanita itu membuka matanya, wajah Zhang En terlihat saat dia telah sadar sepenuhnya. Selain terkejut, ada sedikit kebahagiaan dalam nada suaranya.


"Li Li!" Tepat pada saat itu, teriakan marah terdengar. sosok melancarkan serangan ke arah Zhang En, pedang tajam bermata dua mengayun di punggung Zhang En. "Lepaskan Li Li!"


Zhang En mengerutkan keningnya, ekspresi tidak senang terlihat di wajahnya tetapi dia tidak menghindar, sambil melepaskan bola dari Qi di sekitar tubuhnya, memantulkan serangan yang tidak lain adalah teman dari kedua wanita itu. Da salah paham mengira bahwa Zhang En ingin melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadap kedua wanita itu saat dia bersama dengan kedua pria yang ikut bersamanya.


Dua pria lainnya juga memasuki halaman kecil itu beberapa saat kemudian.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2