Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 584 - Kedatangan Lang Song


__ADS_3

Siapa yang mengira bahwa Zhang En yang mereka bicarakan adalah seorang pemuda yang duduk tepat di samping mereka.


"Zhang En, jangan berpikir kau bisa bertindak sembarangan di Dunia kami hanya karena kau adalah murid Master Lin Ming dan murid Master Kun!" Murid lainnya yang sudah berdiri juga berteriak dengan marah, “Kau pikir kami tidak berani menghajarmu?! Disini bukan tempatmu untuk bertindak merasa tinggi dan perkasa di Dunia kami!”


"Benar! Zhang En, berlutut dan bersujud dan minta maaf kepada kami!” Seorang murid lainnya lagi juga ikut berteriak, "Jika tidak, kami akan membuatmu memakan kotoran binatang sambil berlutut!"


Meskipun kelima murid ini terkejut dengan penampilan Zhang En, ketika mereka ingat bahwa mereka berada di Kota Lang mereka dan Dunia yang berada di wilayah Galaksi Phoenix, nada mereka semakin arogan.


Nuyan Yao dan yang lainnya yang sudah kesal, dan segera memberi pelajaran kepada kelima mirid ini, Zhang En tiba-tiba mengetuk jarinya dengan ringan di udara. Krlima murid itu lalu terlempar ke udara, menabrak pintu restoran lalu berguling di jalan didepan pintu masuk.


Ketika kelima murid itu berhenti berguling, pejalan kaki di jalan bisa melihat lubang berdarah di dada mereka, tepat di Dantian mereka berada. Kekuatan dari ketukan jari Zhang En sebelumnya tidak hanya menembus dada mereka, tetapi juga menghancurkan dantian kelima murid ini dan membuat mereka masih tetap hidup.


"K-kau menghancurkan Dantian kami!" Murid berwajah bopeng itu menjerit, menatap Zhang En dengan ketakutan dan kebencian, wajahnya sudah sangat pucat pasi.


Wajah keempat murid lainnya juga sudah pucat pasi. Dengan Dantian mereka yang telah hancur. Kecuali jika ada Ahli ranh Alam Emas ke atas bersedia membantu mereka untuk membentuk dan menyembuhkan luka pada Dantian mereka, mereka baru bisa berkultivasi lagi. Jika tidak ada, mereka akan berakhir sebagai sampah yang tidak berguna selama hidup mereka.


"Enyah dari hadapanku sekarang, atau kalian mati!" Ucap Zhang En saat sorot matanya menyipit.


Dengan keputusasaan di wajah mereka, kelima murid itu melarikan diri dalam keadaan menyesal.


"Tuan! Hanya beberapa bocah itu tidak harus membuatmu langsung untuk bertindak, serahkan saja pada kami." Nuyan Yao dengan hormat berkata kepada Zhang En, melanjutkan, "Mereka seharusnya menganggap diri mereka beruntung karena hanya Dantian mereka yang dihancurkan."


Zhang En dengan pelan menggelengkan kepalanya, menjawab, “Jangan terburu-buru, kita masih punya bayak waktu untuk bermain. Mereka pasti akan kembali lagi menemui kita.”


Alasan mengapa Zhang En tidak membunuh kelima murid itu, karena Zhang En berharap agar mereka kembali dengan membawa bala bantuan dan membalas dendam padanya.


"Pelayan, apakah pesanan yang sudah kami pesan sudah siap?" Pada saat ini, Zhang En memiringkan kepalanya sedikit ke arah pelayan tadi, bertanya.

__ADS_1


Tubuh pelayan itu menggigil ketakutan, dengan cepat menjawab, "S-sudah siap, sudah siap. A-aku akan segera membawanya sekarang dan menyajikanya." 


Kemudian, pelayan itu lari ke ruangan dalam restoran, segera kembali dengan membawa anggur dan makanan yang di pesan Zhang En.


Sebagian besar pelanggan di sekitarnya masih berada dan tetap tinggal, tidak berencana untuk pergi. Mereka juga tau bahwa kelima murid itu tidak akan membiarkan masalah ini berakhir begitu saja.


Karena itu, pertunjukan menarik dan sangat bagus sudah bisa mereka pastikan dan mereka memilih tidak pergi dan menunggu.


Zhang En mengabaikan semua para murid yang ada di sekitarnya. Mengangkat gelas anggurnya untuk bersulang, dia berkata, "Pak Tua Long, mari kita minum!"


Long Xioba lalu tersenyum, mendorong gelas anggurnya dengan Zhang En, lalu meneguk anggur itu.


Memperhatikan bahwa Nuyan Yao dan empat lainnya masih tidak bergerak, Zhang En lalu mengangguk dan memberi isyarat bahwa mereka bisa mulai minum anggur dan mencicipi hidangan makanan diatas meja.


Setelah melihat amggukan Zhang En, mereka baru berani mengambil sumpit untuk makan atau gelas anggur mereka dan meneguknya juga.


Setelah menerima panggilan Zhang En, dia segera bergegas keluar dari kediamannya, tetapi ketika dia baru sampai di restoran, dalam hati dia terkejut melihat restoran yang rusak dan berantakan.


Ketika semua orang melihat Lang Song, mereka segera berbisik pelan kepada yang lainnya.


“Itu adalah Lang Song! Aku tidak berharap Klan Lang akan mengirim Lang Song seorang untuk berurusan dengan Zhang En! ”


“Lang Song ini adalah ahli nomor satu dalam Daftar Pertempuran Surgawi, dan juga orang terkuat dibawah kultivator Alam Emas. Dengan Lang Song seorang sudah datang di sini, sudah lebih dari cukup untuk berurusan dengan Zhang En!”


“Kalian coba tebak, apakah Zhang En akan melarikan diri atau memohon belas kasihan kepada Lang Song setelah ini?”


Melihat kedatangan Lang Song, itu langsung menimbulkan gelombang keributan semua orang. Meskipun sebagian besar murid di sekitarnya bertanya-tanya mengapa Lang Song bisa tiba begitu cepat, kebanyakan dari mereka berasumsi bahwa dia pasti dikirim ke sini oleh para tetua tingkat tinggi Klan Lang untuk merawat Zhang En, sehingga mereka semua bersemangat dan fokus untuk melihat pertunjukkan dengan antisipasi.

__ADS_1


Sementara murid-murid di sekitarnya berbisik dalam kegembiraan dan juga hening, Lang Song berjalan lurus ke meja Zhang En berada. Kemudian, tiba-tiba berlutut, dengan hormat menyapa, "Lang Song menyapa Tuan!"


Suara-suara kecil di sekitarnya tiba-tiba berhenti.


Semua murid di sekitarnya yang berbisik kegirangan, langsung memasang ekspresi terkejut menyaksikan apa yang terjadi di depan mereka, menatap Lang Song yang berlutut di depan Zhang En dan menyebutnya Tuan.


"Berdiri." Ucap Zhang En.


"Terima kasih tuan!"


Dengan sikap Lang Song ini, benar-benar menghancurkan harapan terakhir para murid yang ada disekitar.


Mereka lalu berbalik untuk melihat Zhang En tatapan dengan tidak percaya, lalu kembali lagi melihat ke arah Lang Song.


"Duduk." Seolah-olah dia tidak memperhatikan tatapan yang diarahkan padanya, Zhang En menunjuk kursi kosong ke Lang Song..


Lang Song lalu mengangguk dengan hormat dan duduk di kursi kosong.


Baru setelah Lang Song duduk, Zhang En bertanya, "Apa masalah tentang Lang Tao itu?"


Lang Song dikejutkan oleh pertanyaan Zhang En, tetapi dia pulih dengan cepat, menjawab, “Lang Tao adalah putra Patriark Klan Lang kami saat ini, Lang Shan. Awalnya, Patriark Shan berencana agar putranya menggantikan posisinya sebagai Patriark berikutnya, tetapi mayoritas Tetua Agung dan Tetua lainnya mendukungku menjadi Patriark berikutnya. ”


Zhang En mengangguk mengerti saat dia mendengarkan.


Tiba-tiba, keributan keras terdengar dari luar.


Keributan di luar menyebabkan semua kelompok Zhang En melirik ke arah pintu masuk restoran saat sekelompok besar orang berjalan masuk melewati pintu.

__ADS_1


Jumlah merwka ada lebih dari tiga puluh orang. Kelima murid sebelumnya juga berada di dalam kelompok pendatang itu.


__ADS_2