
Chen Ye tersenyum kecut, menjawab, “Kalau tidak salah selama beberapa juta tahun, hanya lima orang yang berhasil berkultivasi di kolam itu. Ini di karenakan kolam darah itu hanya muncul sekali antara dua puluh hingga lima puluh ribu tahun, dan setiap kali, kolam itu hanya muncul di lokasi yang berbeda-beda dalam kurun waktu satu bulan. Ketika satu bulan habis, kolam darah itu. menghilang. ”
Antusiasme Zhang En barusan sedikit menurun. Hal ini tidak mengejutkannya. Jika ada yang bisa berkultivasi di kolam darah itu setiap tahunnya, maka akan ada banyak Kultivator Alam Dewa di semua Galaksi.
"Lalu bagaimana caranya memastikan jika koam darah itu akan muncul?" Zhang En bertanya.
"Setiap kali kolam irumuncul, seluruh Gunung Harimau diselimuti kabut." Chen Ye menjelaskan. "Sepuluh hari yang lalu, kolam darah itu dikatakan muncul lagi, justru karena itulah Guru dan Senior Wanita Iblis Yi bergegas ke sana"
Mendengar Master Kun pergi bersma dengan Gurunya, Lie Hue terlihat sangat bersemangat. Dia lalu segera bertanya, "Apakah Guruku baik-baik saja?"
"Guru?" Chen Ye merasa bingung sejanak.
"Senior Wanita Iblis Yi adalah Gurunya." Zhang En menjelaskan dengan singkat.
Baru sekarang Chen Ye tahu bahwa Lie Hue adalah murid wanita iblis. Hanya saja, dia tidak tahu banyak tentang wanita iblis Yi yang pergi bersama dengan Mastwr Kun, dia hanya tahu bahwa beberapa hari sebelumnya wanita itu tiba-tiba muncul dan menemui Master Kun dan memberi tahu tentang itu. Tidak mau menunggu lama, kedua orang itu segera berangkat ke sana.
Zhang En kemudian bertanya kepada Chen Ye hal-hal lain tentang Gunung Harimau dan bertanya tentang Alam Surga dan apakah ada ranah Kultivasi di atas Dewa Emas, Chen Ye menggelengkan kepalanya, berkata, “Tidak ada yang benar-benar tahu, karena belum pernah ada orang yang pergi ke Alam Surga sebelumnya dan tidak tau apakah ada tingkatan lainnya selain Guru Dewa Emas yang jatuh dan mati di Gunung Harimau!"
Chen Ye menjelasakan beberpa hal yang di ketahui banyak tentang itu. Mereka sampai saat ini hanya mengetahui sampai ranah Alam Dewa Emas yang mereka anggap memjadi tingkatan tertinggi.
Zhang En merasa bingung dan bertanya, "Bagaimana Guru Dewa Emas itu mati?"
Chen Ye menggelengkan kepalanya, “Tidak ada yang tahu apa yang terjadi, tetapi ada beberapa yang mengatakan bahwa saat dia menerobos ke ranah selanjutnya, tubuhnya meledak.!"
__ADS_1
Setelah percakapan banyak, Tetua Chen ingin membuat Zhang En dan Lie Hue tidak oergi dan tinggal di kediamannya untuk beberapa hari. Tetapi setelah mendengar tentang Gunung Harimau, keduanya tidak ingin tinggal berlama-lama lagi. Keduanya lalu meninggalkan Dunia Xin dan pergi ke Galaksi Harimau.
Untuk Zhang En, dengan terbang dengan kecepatan penuh meminjam kekuatan pedangnya, ditambah dengan gerbang teleportasi antar Dunia, mereka akan dapat sampai ke Galaksi Harimau dalam waktu paling lama setengah bulan.
Berdiri di atas Pedangnya, sambil memegang tangan Lie Hue, siluet mereka bwrdua menghilang dari ruang hampa yang luas dalam seberkas cahaya pedang.
...
Tiga belas hari kemudian.
Dari dalam ruang hampa, Zhang En dan Lie Hue merasa kagum ketika melihat dunia di depan mereka. Mereka sekarang tiba di Galaksi Harimau yang melayang di ruang angkasa dari kejauhan saat mereka mendekat, yang diselllimuti oleh kabut.
Saat mereka memasuki dunia itu dan mendarat di atas tanah,, Zhang En melihat Gunung Harimau dari kejauhan, Zhang En tercengang. Dia melihat Gunung di depannya terbentang sangat panjang. Sangat sulit untuknya mempercayai kalau Gunung ini sebenarnya tebentuk dari sebuah artefak Dewa. Gunung ini begitu tinggi sehingga mereka berdua bahkan tidak bisa melihat puncaknya.
Beberapa jam kemudian, mereka berdua mencapai kaki Gunung Harimau.
Di bawah kaki Gunung Harimau yang sangat tinggi, ada kota-kota besar di sekitaranya.
Pada saat mereka berdua tiba, banyak ahli yang terlihat datang dari segala arah untuk mencari peruntungan mereka.
Mereka berdua tidak membuang waktu, langsung menuju ke Gunung Harimau.
Meskipun ada banyak pembudidaya yang bergegas masuk ke area pegunungan berhutan pada saat yang sama, Gmgunung itu benar-benar terlalu besar, membuat semua pembudidaya itu terlihat seperti tetesan air hujan yang jatuh ke laut, menghilang dari pandangan Zhang En.
__ADS_1
Setengah hari kemudian, mereka berdua berhenti di udara di atas sebuah lembah.
"Gunung ini terlalu besar, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan untuk menemukan kolam itu." Ucapie Hue.
Zhang En mengangguk setuju.
Singkatnya, saat ini, Gunung itu bukanlah tempat yang aman.
'Mari, kita cari tempat untuk beristirahat sebentar.” Zhang En berkata kepada Lie Hue.
Mereka merasa hembusan angin dilokasi lembah itu membawa aroma darah yang samar. Sepertinya cukup banyak orang yang meninggal di suatu tempat yang dekat dengan tempat mereka berada sekarang, jika tidak, bau darah itu akan menyebar jauh.
Zhang En mengamati lembah di bawah mereka sejanal dan keduanya lalu turun, mendarat di samping sebuah danau kecil.
Sebagai tindakan pencegahan, Zhang En menyuruh Lie Hue mengenakan baju pelindung.
Mengamati lingkungan danau kecil itu, alis Zhang En terangkat. Meskipun suasananya tenang, instingnya memperingatkannya bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan lembah ini. Selain itu, ada aura kematian yang tersembunyi di sekitarnya.
Cahaya tajam berkedip di mata Zhang En.
"Zhang En, ayo pergi ke tempat lain." Ucap Lie Hue biasa saja karena tidak mengetahui suasana lembah itu.
Zhang En mengangguk.
__ADS_1
Tapi, tepat ketika mereka berdua akan meninggalkan lembah itu, beberapa hembusan angin kencang terdengar di atas lembah.