Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 45. Memulai Pertarungan


__ADS_3

"Kau ..." Melihat Shu Fai bertindak, Zin Mo akhirnya menjadi serius. Dia awalnya berpikir bahwa jika dia datang ke sini sendiri, dia tidak akan membuat kesalahan dan akan membuat mereka semua tunduk. Kemudian dia akan dapat memberikan pertanggungjawaban kepada murid-murid dari keluarga bangsawan dan meningkatkan prestasi sendiri. Siapa sangka dia akan bertemu Shu Fai bersama 10 orang lainnya selain Zhang En di tempat ini.


Hal Ini membuat Zin Mo yang selalu tenang dari awal tidak bisa berkata-kata dan sedikit kepanikan muncul di wajahnya.


Suasana di halaman mereka berdiri saat ini semakin panas sambil mengeluarkan aura yang saling menekan hingga beberapa dari mereka sulit bernafas. Pada saat ini, mereka yang telah mengelilingi Zin Mo sedang menunggu seseorang untuk melakukan serangan terlebih dahulu.


"Hahaha… Sungguh pemandangan yang sangat bagus.” Tawa keras memecah suasana mereka saat ini. Zhang En dan Shu Fai mengangkat alis mereka dan melihat ke pintu. Mereka bertanya-tanya siapa yang datang lagi. Hari ini entah kenapa mereka sepertinya datang satu per satu. Zin Mo diam-diam menghela nafas lega.


Ketika dia melihat Zin Bai masuk dengan senyum sombong itu, Zin Mo mengutuk di dalam hatinya. Sementara Zin Bai biasanya tidak berguna dimatanya. Untung Zin Bai telah datang, kalau tidak dia tidak hanya akan bertarung mati-matian mengahadapi mereka semua, tetapi semua reputasinya akan hilang jika dia dikalahkan.


Tingkat kultivasi Zin Mo berada di tahap pendekar Langit akhir dan Zin Bai berada pada tahap langit menengah sedangkan Shu Fai setingkat dengan Zin Mo yang berada pada tahap langit akhir.


Zin Bai mengenakan jubah putih dan emasnya hari ini. Dia juga membawa beberapa murid dari keluarga bangsawan di belakangnya. Ketika dia masuk, halaman yang awalnya kecil menjadi sangat ramai. Kedua belah pihak saling berhadapan, seolah-olah satu kelompok dan lainnya akan segera bertempur.


Zin Bai berbalik dan berteriak pada salah sati pemuda berambut botak, “ Kau, kembali dan panggil semua orang ke sini. Kemarin, orang-orang miskin ini tidak cukup untuk dipukuli dan merasa jera. Kita akan membuat mereka benar-benar menikmatinya hari ini.”


Pemuda botak itu mengangguk dan dengan cepat berlari keluar dari halaman. Dia kemungkinan akan pergi ke kediaman Dai Zo dan Chu Hao dan memanggil kelompok mereka yang ada disana.


Zhang En hanya diam berdiri di sana, dan wajahnya setenang air, tapi dia sedang memikirkan bagaimana menangani masalah ini. Dia berpikir lama dan tidak bisa memikirkan apa pun, jadi dia berhenti begitu saja. Dia memutuskan untuk menghadapi murid bangsawan yang arogan ini.


"Hehe, halaman kecil ini terlalu kecil. Akan tidak nyaman untuk meregangkan tangan dan kaki kita di sini. Apakah kamu berani keluar dan bertarung?" Zin Bai memasang senyum sombong dan mencibir pada Zhang En dan Shu Fai.


Zhang En mengerutkan kening dan merasa sedikit tidak senanh. Rasa jijiknya pada Zin Bai telah merusak kesabarannya dan dia bahkan enggan mengucapkan sepatah kata pun, tetapi Zhang En beranjak dari situ dan memimpin untuk pergi ke luar. Shu Fai lalu menjawabnya "Mengapa kami tidak berani?"


Setelahh dia selesai berbicara, Shu Fai mengikuti Zhang En keluar dari halaman. 10 orang pemuda yang datang bersamanya juga melihat kepergian Zhang En, jadi mereka mengikuti pemuda itu dari belakang.

__ADS_1


•••


Dilapangan rumput luas yang ada di sekitar sekte.


Saat ini, dua kelompok mulai berkumpul. Kedua kelompok itu jelas terbagi di lapangan rumput. Di satu sisi adalah Zhang En, Shu Fai dan murid lainnya dari keluarga rakyat jelata. Di sisi lain adalah Zin Mo, Zin Bai yang sombong, dan murid dari keluarga bangsawan. Kedua kelompok itu memiliki sekitar selusin sosok di belakang mereka, dan sedikit demi sedikit banyak orang yang ikut bergabung dengan mereka maupun yang hanya berdiri menyaksikan apa yang akan terjadi.


Seorang gadis yang anggun terlihat juga disana. Dia bergegas menuju Zhang En dan kemudian membatalkan niatnya dan memilih untuk menonton mereka dari jauh. Dia adalah Yhu Zhu putri kaisar.


Ketika Zin Bai dan Zin Mo melihat kelompok mereka tiba, mereka menunjukkan senyum bangga. Saat ini, murid dari keluarga bangsawan memiliki 30 hingga 50 orang sudah berkumpul. Tanpa perintah Zin Bai atau Zin Mo, mereka berjalan mengelilingi kelompok Zhang En dan Shu Fai yang terdiri dari 10 orang lebih.


Zin Bai tidak tahan melihat Zhang En dan Shu Fai bisa begitu tenang saat dikepung. Dia dengan marah berteriak, “jangan sok-sok merasa misterius? Hajar mereka semua". Sedangkan Zin Mo masih pada posisinya dan hanya menonton tanpa bergerak dari tempatnya.


Ketika Zhang En melihat sekelompok murid itu mengerumuninya setelah di perintah Zin Bai, darahnya lagsung mendidih. Zhang En menggerakan kedua tangannya setelah melihat 3 orang datang menyerangnya untuk melindungi dari pukulan dan tendangan mereka dari depan.


Tangan kanannya terayun ke depan dengan cepat.


Tiga tamparan mendarat mengenai wajah ke 3 orang yang menyerangnya. Zhang En menggunakan kekuatan penuhnya dalam tamparan ini tanpa menahan diri.


Mereka bertiga berteriak marah karena merasakan sakit diwajah mereka masing-masing, Zhang En tidak memberi mereka kesempatan kemudian menendang perut mereka tiga kali berturut-turut. Mereka semua terbang mundur bahkan menabrak memukul mundur beberapa orang di belakang mereka.


Pertempuran berlanjut dan suara ledakan terus terdengar. suara makian, dan tangisan kesakitan juga terdengar dari mulut mereka.


Tidak lama setelah itu,Zin Bai akhirnya masuk ke dalam pertempuran dan berhadapan langsung dengan Zhang En sedangkan Zin Mo juga langsung pergi menemukan Shu Fai dan merekapun saling berhadapan.


Saat ini, Zin Bai tidak membuang waktu untuk berbicara omong kosong. Dia melompat ke arah Zhang En, telapak tangannya mengarah kearah dada Zhang En.

__ADS_1


Zhang En tersenyum sesaat lalu menghindari pukulan telapak tangan Zin. Kemudian Zhang En memberikan tendangan yang mendarat di perut Zin Bai.


Boom-!


Zin Bai mundur kebelakang dan merasakan sakit dibagian pertutnya. Wajahnya yang arogan terlihat sangat marah menatap Zhang En.


Ekspresi Shu Fai akhirnya menjadi lebih serius karena situasi telah berkembang di luar kendalinya. Namun, ketika dia berhadapan dengan Zin Mo yang agresif, Shu Fai menguatkan hatinya. Dia telah jatuh ke posisi yang tidak menguntungkan bagi Zin Mo sehingga dia mengeluarkan sebagian auranya untuk menekan Zin Mo.


Zhang En yang sedang berhadapan dengan Zin Bai mengeluarkan gelombang dahsyat dari tubuhnya melepaskan auranya untuk menekan semua musuh yang ada di sekitarnya.


Zhang En tidak peduli lawan yang ada di sekitarnya saat ini, dia langsung menyerang para murid dari keluarga banngsawan.


Boom-!


Boom-!


Boom-!


Tiba-tiba, mereka semua terlempar dan batuk darah. Mereka terkena serangan Zhang En tanpa ada kesempatan untuk memblokir. Serangan Zhang En kali ini bahkan membuat hati Zin Bai makin kesal dan marah.


Zhang En merasa menikmati pertarungan saat ini. Karena keadaan sudah pada titik ini, dia mungkin lebih ganas lagi untuk menghabisi mereka semua. Dia mendengus dan dengan dingin menatap Zin Bai. Sebuah cahaya menyebar dari tubuhnya pertanda dia akan melancarkan serangan lagi.


Zhang En melepaskan sinar energi pedang seni naga ke arah murid keluarga bangsawan dan membuat mereka mendapat luka dan tumbang terjatuh pingsan satu persatu sambil berteriak kesakitan.


Jangan lupa like dan vote jika berkenan.

__ADS_1


__ADS_2