
Helai benang energi kekuatan dewa dan Hukum Dewa di dalam Permata Dewa mengalir keluar, memasuki tubuh Zhang En.
Tidak lama kemudian, Zhang En secara bertahap berhenti, dan aura Naga dan Buddha kembali ke tubuhnya. Permata Dewa juga jatuh dari udara ke telapak tangan Zhang En.
Zhang En melihat beberapa retakan di permukaan permata dewa.
Setelah itu, Zhang En lalu keluar dari istannya dan pergi ke aula utama. Mendengar sorakan keras di luar, dia berjalan menuju halaman yang terletak di sebelah aula utama. Di sana, Zhang En melihat para pemuda sedang bertanding sementara yang lainnya melihat menyemangati mereka.
Melihat hal ini, senyum kecil muncul di wajah Zhang En.
Dengan bantuan pil roh kelas dewa dan energi spiritual yang kaya di Puncak Dewa, sebagian besar anggota Keluarga Zhang nya telah menerobos ke alam surgawi.
Yang paling mengejutkan Zhang En dari mereka semua adalah si monyet kecil Xiao Tian yang telah dia angkat jadi adiknya dulu telah dewasa dan juga telah menerobos me puncak Semi Alam Kaisar Dewa dan beberapa orang lainnya.
....
Keesokan paginya, Zhang En lalu mengeluarkan Tungku Butian untuk mulai membuat Pil Langit. Dari pagi hingga larut malam, Zhang En berhasil membuat pil itu sebanyak 10 botol yang berisi ribuan pil.
Pada malam itu juga, pada saat pil sudah siap, Zhang En lalu segera membagikannya kepada semua anggota klannya.
Satu minggu kemudian, mereka tidak mengecewakan Zhang En, semuanya membobol Alam Dewa satu demi satu. Dalam waktu singkat, ahli Alam Dewa sudah lahir dan meningkat dua puluh enam orang.
Saat ini mereka yang menerobos ke Alam Dewa, tidak dapat menahan tangis karena kegembiraan. Bahkan Dua tetua kepercayaan Zhang En, Tetua Su dan Tetua Fu menangis tersedu-sedu dengan air mata dan ingus yang mengotori jubah mereka.
...
Pagi harinya, seperti biasa, Zhang Keluar dari istananya, lalu muncul tinggi di udara di atas Puncak Dewa dalam sekejap. Mengangkat satu tangannya, dia mengarahkan salah satu jarinya ke puncak gunung di kejauhan.
WUSHHHH..!!!!
Dalam sekejap mata, kekuatan tak terlihat membuat lubang melalui puncak dan pergi ke gunung di belakangnya. Kekuatan satu jari Zhang En menembus beberapa puncak gunung lainnya.
Zhang En mengangguk puas dengan hasil ini, lalu turun ke bawah.
Menyadari bahwa semua orang di Puncak Dewa sedang menatapnya, Zhang En tersenyum, menjelaskan, "Kebetulan aku ingin berlatih sebentar."
__ADS_1
Mendengar Zhang En bersuara, semua orang terdiam sesaat sebelum bertepuk tangan.
Tiba-tiba, seorang penjaga puncak Dewa menemui Zhang En, melaporkan dengan hormat kepada Zhang En bahwa ada dua Tetua dari sekte menunggu di luar, ingin bwrtemu.
Nama kedua tetua ini adalah Tan Hu, dan yang lainnya adalah An Ji.
Ini membuat kedua alis Zhang En naik. Kedua tetua ini adalah bawahan dari Wang Nio. Setelah mrenungkan sebentar, dia berkata kepada, "Bawa mereka ke aula depan."
Penjaga itu mengakui dengan hormat dan pergi. Melihat bahwa Zhang En memiliki hal-hal yang harus diperhatikan, semua orang juga bubar dan pergi melakukan aktifitas mereka masing-masing.
Zhang En lalu berjalan ke aula depan. Beberapa saat kemudian, penjaga yang sama terlihat memimpin dua pria tua di dalam aula depan.
Meskipun interaksi Zhang En dengan para tetua sekte samgat jarang ada, dia telah melihat dan bertemu kedua tetua ini.
Zhang En tidak repot-repot melangkah maju untuk menyambut mereka berdua, sebaliknya, dia berjalan langsung ke kursi tuan rumah di aula dan duduk, bertanya, "Bolehkah aku tahu apa masalah kedua tetua harus datang jauh-jauh ke sini?"
Karena kedua pria itu adalah bawahan Wang Nio, Zhang En tidak perlu menunjukkan rasa hormat.
Kemarahan melintas di mata Tan Hu dan An Ji pada sikap Zhang En yang kurang ramah terhadap kunjungan mereka. Bahkan jika Zhang En adalah murid Master Sekte, Zhang En masih seorang murid elit dari sekte. Seorang murid elit diminta untuk selalu memberi hormat kepada Penatua Sekte jika bertemu..
"Zhang En, kau terlalu kurang ajar!" An Ji tidak suka dengan sikap Zhang En, amarahnya berkobar dan membentak Zhang En, “Sebagai murid sekte, kau sebenarnya tidak berdiri untuk menyambut Tetua dan memberi hormat! Menurut peraturan, kau akan dihukum menerima seribu pukulan tongkat!”
Kemarahan Tetua An Ji melonjak, mengarahkan jarinya kepada Zhang En, "Kau..!"
"Cukup." Tetua Tan Hu berbicara, menyela An Ji.
Dia lalu menoleh ke arah Zhang En, berkata, “Zhang En, kami tidak datang ke sini hari ini untuk hal-hal yang tidak penting. Kami mendengar bahwa kau dapat membuat pil langit?”
Alis Zhang En naik dengan penuh minat dan menjawab, "Benar."
Masalah ini hampir tidak bisa dirahasiakan dari para petinggi sekte karena semua anggota klannya telah menerobos karena mengkonsumsi pil itu.
Melihat Zhang En mengakui, Tan Hu melanjutkan, “Pil Langit dapat meningkatkan kemungkinan seorang pembudidaya Alam Semi Kaisara Dewa menerobos ke Alam Dewa sebesar lima puluh persen. Ada banyak murid luar berbakat yang telah terjebak pada tahap ini sepanjang hidup mereka, tidak dapat melangkah ke Alam Dewa. Namun, dengan Pil Langit ini, banyak dari murid jenius luar yang akan dapat menembus Alam Dewa. Pada saat itu, jumlah murid dalam sekte kita akan meningkat beberapa kali lipat, bahkan lebih banyak lagi.!
Zhang En tersenyum dingin, "Terus?"
__ADS_1
Kedua orang ini, meskipun mereka belum menyatakan tujuan mereka secara terbuka, Zhang En kurang lebih bisa menebaknya.
Tan Hu melanjutkan, “Dengan begitu , kekuatan keseluruhan sekte kita akan sangat meningkat. Kita bahkan dapat melampaui Sekte Naga Langit, menjadi pemimpin dari keempat sekte setiap galaksi, oleh karena itu, kami berharap kau dapat memberikan formula Pil itu ke sekte kita. ”
Zhang En mencibir ke dalam hati, seperti yang dia harapkan. Untuk benar-benar datang mengetuk pintunya dengan benar untuk meminta formula pill miliknya secara gratis.
Kedua orang ini berani datang meminta formula Pil Langit pasti karena instruksi Wang Nio. Kalau tidak, mereka tidak akan berani melakukannya.
"Dan setelah itu?" Suara Zhang En mengeras.
Melihat ini, An Ji sekali lagi menegur Zhang En. “Zhang En, sebagai murid sekte roh api, menyumbangkan formula Pil Langit ke sekte adalah sesuatu yang harus kau lakukan! Ketika saatnya tiba, para murid yang berhasil menerobos ke Alam Dewa setelah mengkonsumsi Pil Langit akan merasa berterima kasih kepadamu!"
Zhang En mendengus, "Oh yaa.! Mengapa kalian berdua tidak menyumbangkan ibu kalian ke sekte ini? Jika kalian menawarkannya kepada murid itu, aku yakin semua murid sekte akan merasa sangat berterima kasih kepada kalian berdua! ”
Kemarahan An Ji meledak mendengar ini, “Zhang En, kau pantas mati! Bahkan jika kau adalah murid master sekte, aku akan menghukum murid yang berani sepertimu!”
An ji lalu melompat, mengarahkan serangan telapak tangannya kepada Zhang En.
WUSHHH..!!!
Beberapa aliran energi ditembakkan daan berubah menjadi ular piton dan bau darah yang kuat meresap ke udara.
Melihat serangan ini, Zhang En tanpa repot-repot berdiri, dia tetap duduk di kursi, melawan serangan itu dengan telapak tangannya juga.
Pada saat ini, aliran cahaya bintang yang menyilaukan meledak di aula itu, seolah-olah bintang muncul dari tangan Zhang En, mengubah aula itu menjadi galaksi yang luas.
Ini adalah teknik pertempuran yang diajarkan Lin Ming kepada Zhang En, Segel Dunia Bintang.
Wushhh..!!! Bintang-bintang berputar, melepaskan kekuatan astral yang luar biasa yang langsung menghancurkan ular piton menjadi berkeping-keping.
DUARR!!!
Tidak berhenti di situ saja, kekuatan bintang berputar ke depan seperti gelombang marah menuju ke arah An Ji.
Wajah An Ji menegang dan dia dengan cepat berputar saat siliet tubuhnya berkedip di udara. Kemudian, siluetnya yang selalu berubah sepertinya menabrak sesuatu yang membuatnya terbang ke arah yang berlawanan.
__ADS_1
DUARRRR!!!! Ledakan keras terdengar saat tubuh An Ji menabrak salah satu pilar aula.
Tan Hu tercengang saat dia melihat akhir cerita dari An Ji. Dia tahu betul kekuatan An Ji yang berada di Alam Dewa Leluhur Bintang Satu Tahap akhir, sangat dekat dengan terobosan Alam Dewa Leluhur Bintang Dua.